Jangan Buru-Buru Resign Kerja Kalau 5 Hal Ini Aja Belum Pasti

Resign kerja itu pada akhirnya gak bisa dihindari. Ada beberapa faktor yang mendorong kenapa orang memilih resign dari pekerjaannya sekalipun udah lama bekerja hingga tiga tahun lebih.

Pelbagai alasan pun muncul begitu dihadapkan pada pertanyaan, “Kenapa resign?” Alasan yang paling sering dikemukakan adalah tawaran gaji dari perusahaan lain sangat menggiurkan.

Di luar itu banyak karyawan yang beralasan pengin berkembang, gak nyaman dengan lingkungan kerja sekarang, lokasi kerja jauh dari tempat tinggal, atau mau cari suasana baru. Biasanya alasan-alasan tersebut yang dipakai saat hendak resign.

Pada dasarnya, gak ada yang salah dari resign itu sendiri. Cuma sebelum memutuskan resign kerja, ada beberapa hal yang perlu kamu pastikan agar gak berujung kekecewaan setelah ambil keputusan. Apa aja yang harus jadi pertimbangan? Simak yuk ulasannya berikut ini.

1. Udah memiliki dana darurat

Dana darurat (Ilustrasi).

Urusan keuangan yang satu ini gak bisa ditolerir. Siapa pun yang udah punya penghasilan sendiri wajib memiliki yang namanya dana darurat.

Saat kamu udah mulai terjun ke dunia kerja, saat itu juga kamu mulai mempersiapkan dana darurat. Berapa pun besarnya gaji yang kamu terima, kamu wajib menyisihkan dana darurat  10-20 persen dari gaji bulanan.

Dari alokasi 10-20 persen tersebut, kumpulkan sebanyak 6-9 kali pengeluaran bulanan kamu. Biasanya alokasi pengeluaran bulanan itu mencapai 50 persen dari gaji bulanan.

Kenapa dana darurat harus dipastikan saat resign kerja? Hal ini buat mengantisipasi kemungkinan terburuk semisal gak lulus probation. Tentunya kamu perlu jeda waktu buat cari-cari pekerjaan.

Jadi, selama belum ada pemasukan bulanan, kamu bisa pakai dana tabungan atau dana darurat buat memenuhi kebutuhan. Nantinya ketika udah bekerja kembali, tabungan tersebut diisi kembali.

2. Pastikan tempat kerja baru berikan benefit lebih

Pastikan kantor baru kamu kasih benefit lebih (Ilustrasi).

Jangan buru-buru memutuskan resign kerja cuma karena tawaran gaji semata. Kamu juga perlu pertimbangkan benefit-benefit yang dikasih perusahaan baru. Lalu bandingkan dengan perusahaan sekarang tempat kamu bekerja.

Walaupun gaji besar, tapi dihitung-hitung dari segi benefitnya ternyata sama aja, lebih pikirkan dalam-dalam apakah keputusan buat resign itu tepat atau gak. Kecuali nih, ada beberapa faktor yang emang udah gak bisa ditoleransi lagi sehingga resign menjadi keputusan yang tepat.

3. Cek kembali aturan yang berlaku kalau resign

Cek kembali aturan-aturan yang mengatur perihal resign kerja (Ilustrasi).

Hati-hati saat ambil keputusan resign nanti. Cek kembali aturan-aturan yang mengatur perihal resign kerja. Sebab ada aturan-aturan yang bakal merugikan kamu karena berhenti dari pekerjaan sekarang.

Misalnya aja ada aturan yang menetapkan penalti kalau si karyawan memutuskan berhenti dari pekerjaan sebelum waktu yang ditentukan. Kalau gak teliti, bisa-bisa kamu diharuskan membayar uang penalti tersebut.

4. Ketahui gimana prospek perusahaan ke depan

Cari tahu prospek perusahaan yang baru (Ilustrasi).

Bukannya maksud menakut-nakuti. Bisa aja belum sampai satu tahun perusahaan baru kolaps sekalipun meyakinkan karena beri gaji yang tinggi.

Belakangan ini startup kian menjamur dan perusahaan rintisan ini berani kasih gaji besar. Namun, kamu perlu tahu perusahaan rintisan itu di mana-mana belum ambil untung. Perusahaan-perusahaan tersebut hidup dari modal inventor.

Gak enaknya adalah kalau suntikan modal terhenti. Itu berarti perjalanan perusahaan bakal berhenti karena kehabisan modal. Nah, di sini pentingnya kamu mengetahui prospek perusahaan ke depan, kecuali kamu berniat kerja cukup satu tahun kemudian pindah lagi.

5. Jaminan perkembangan karier yang lebih baik

Perkembangan karier harus lebih baik dari sebelumnya (Ilustrasi).

Biar kamu benar-benar merasa telah ambil keputusan yang benar, proyeksikan perkembangan karier di perusahaan baru ke depannya. Kamu bisa mulai dengan cari tahu jenjang karier di perusahaan baru tersebut.

Terus cari tahu juga apakah perusahaan memberi apresiasi bagi karyawannya achieve target. Kalau benar memberikan, pastikan seperti apa bentuk apresiasinya, apakah dalam bentuk bonus atau promosi karier.

Satu lagi nih. Cari tahu juga kemungkinan kamu bisa belajar banyak di perusahaan tersebut. Gimana pun juga pengalaman menjadi modal yang paling penting dalam meniti karier yang lebih baik.Demikian lima hal yang perlu kamu pastikan sebelum memutuskan resign kerja.

Semoga informasi di atas bermanfaat ya!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →