Nisbah Deposito Syariah 2020 – Simulasi dan Info Lengkapnya

deposito syariah

Deposito syariah adalah produk simpanan berjangka yang dikelola berdasarkan prinsip syariah yang ditujukan bagi nasabah perorangan dan perusahaan dengan menggunakan prinsip mudharabah

Berbeda dengan bank konvensional, keuntungan deposito di bank syariah bukan berupa bunga deposito, tapi nisbah atau bagi hasil. 

Umumnya, nisbah yang ditawarkan bank dengan perbandingan 60 : 40 untuk nasabah dan bank. Melihat angka tersebut, gak heran kalau banyak kalangan menilai bunga deposito bank syariah tertinggi. 

Di artikel ini, kamu dapat mengetahui berapa keuntungan yang diperoleh melalui deposito syariah dengan kalkulator yang telah disediakan.

Daftar nisbah deposito syariah terbaru 2020

Jika di bank konvensional memberlakukan bunga deposito, di deposito bank syariah nasabah mendapat keuntungan berupa bagi hasil atau nisbah.  

Akad yang dilakukan di awal perjanjian menentukan berapa besaran keuntungan yang bakal diterima nasabah. 

Sebagai informasi, besaran nilai nisbah ini gak tetap, tergantung dari keuntungan dan kinerja yang diperoleh bank syariah dalam jangka waktu tertentu. 

Daftar nisbah deposito syariah berdasarkan jangka waktu tenor

1 bulan  3 bulan  6 bulan  12 bulan 
Bank Muamalat  Sesuai kesepakatan awal  Sesuai kesepakatan awal  Sesuai kesepakatan awal  Sesuai kesepakatan awal 
Bank BNI Syariah  43% : 57% 44% : 56%  45% : 55% 46% : 54%
Bank BRI Syariah  Sesuai kesepakatan awal  Sesuai kesepakatan awal  Sesuai kesepakatan awal  Sesuai kesepakatan awal 
Bank Mandiri Syariah  Sesuai kesepakatan awal  Sesuai kesepakatan awal  Sesuai kesepakatan awal  Sesuai kesepakatan awal 
Bank Mega Syariah  40.12% : 59.88% 38.41% : 61.59% 36.84% : 63.16% 36.84% : 63.16%
Bank BTN Syariah  40% : 60% 43% : 57% 44% : 56% 44% : 56%
Banyak Bukopin Syariah  47% : 53% 46% : 54% 45% : 55% 44% : 56%
Bank Danamon Syariah  4.75% 4.75% 4.75% 4.75%
Bank CIMB Niaga Syariah  Sesuai kesepakatan awal  Sesuai kesepakatan awal  Sesuai kesepakatan awal  Sesuai kesepakatan awal 

Rumus pembagian keuntungan deposito syariah

Perbedaan antara deposito konvensional dan deposito di bank syariah terletak pada perolehan bunganya. Nisbah adalah pembagian keuntungan antara nasabah atau pemilik modal dengan pihak bank atau pengelola dana. 

Lalu, bagaimana rumus bagi hasil yang digunakan dalam menghitung nisbah deposito syariah? 

Rumus bagi hasil yang biasa digunakan dalam deposito berjangka syariah dalam menghitung nisbah adalah sebagai berikut

(Nominal deposito : Nominal seluruh deposito ) x  Persentase bagi hasil x Keuntungan bank pada bulan tersebut

Simulasi proyeksi bagi hasil deposito syariah dengan jangka waktu 1 bulan 

Nominal simpanan  Rp20.000.000 
Nisbah nasabah  55%
Dana deposito 1 bulan  Rp5 milyar
Proyeksi keuntungan  Rp50 juta 
Bagi hasil  Rp110.000 

Perhitungan: 

(Rp20 juta / Rp5 miliar) x 55% x Rp50 juta = Rp110.000 

Maka keuntungan yang akan kamu peroleh dalam satu bulan adalah Rp110 ribu. Lumayan kan?

Syarat-syarat buka deposito syariah

Apa saja sih syarat-syarat membuka deposito syariah? Berikut dokumen dan syarat pendukung yang harus kamu siapkan.

  • Fotokopi kartu identitas asli (KTP/SIM/Passport) untuk nasabah perorangan 
  • Legalitas perusahaan untuk nasabah perusahaan 
  • Fotokopi NPWP 
  • Setoran awal mulai dari Rp1 juta atau US$1.000 
  • Mengisi formulir pembukaan rekening deposito

Manfaat deposito syariah

Setiap produk perbankan pasti memiliki kelebihan yang ditawarkan untuk nasabahnya. Bagaimana dengan deposito berjangka syariah? 

Sebelum memutuskan untuk mengambil deposito di bank syariah, kamu harus tahu dulu beberapa manfaat yang pastinya beda dengan deposito konvensional. 

Berikut manfaat deposito syariah yang bakal kamu dapatkan : 

  • Dana nasabah dipastikan aman karena dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
  • Pembagian keuntungan bisa kamu atur sendiri.
  • Pengelolaan dana secara syariah jadi dipastikan halal. 
  • Bisa dijadikan jaminan pembiayaan.
  • Adanya fasilitas automatic roll over (ARO). 

Apa itu deposito berjangka syariah?

Deposito berjangka syariah adalah pilihan simpanan perbankan dengan suku bunga lebih besar dari suku bunga tabungan dan memiliki jangka waktu penyimpanan tertentu (tidak bisa ditarik kapan saja seperti tabungan biasa).

Deposito hanya bisa ditarik ketika jangka waktu telah berakhir atau jatuh tempo. Jangka waktu deposito dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, hingga 24 bulan.

Perpanjang jangka waktu deposito syariah dengan ARO

Sebenarnya istilah automatic roll over atau ARO gak hanya terbatas pada deposito berjangka syariah saja. Karena deposito konvensional pun menggunakan sistem ini juga. 

ARO adalah fitur perpanjangan otomatis yang ditawarkan bank pada nasabah sebelum jatuh tempo deposito. 

Deposito yang memakai fitur ini otomatis akan diperpanjang untuk tenor yang sama dengan sebelumnya. 

Fitur ARO terbagi menjadi dua, yaitu perpanjang menggunakan dana deposito awal atau perpanjangan dengan dana deposito plus nisbah dari periode sebelumnya. 

Adanya fitur ARO ini mempermudah nasabah untuk gak urus langsung perpanjangannya ke bank. Tapi, kalau kamu gak ingin memakai fitur ini juga bisa kok. 

Konsekuensi pencairan deposito sebelum jatuh tempo

Seperti bank konvensional yang memberi biaya penalti pencairan deposito sebelum waktunya, bank syariah juga mengenakan denda untuk itu. 

Bila di bank konvensional ada beberapa denda yang biasanya dikenakan ke deposan, seperti pengenaan biaya penalti sebesar 0,5% – 2% dari nilai simpanan dan atau penghapusan bunga berjalan. 

Sedangkan konsekuensi yang berlaku di bank syariah adalah pengenaan biaya penalti yang sudah disepakati nominalnya di awal perjanjian. Nilai tersebut disebutkan sebagai biaya administrasi. 

Di Bank Syariah Mandiri untuk biaya pencairan sebelum waktunya dikenai biaya administrasi sebesar Rp30 ribu. Sangat murah dibanding biaya penalti bank konvensional. 

Kelebihan dan kekurangan deposito syariah

Meski memiliki kelebihan, deposito satu ini juga memiliki sejumlah kekurangan. Berikut adalah kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan deposito syariah

Setiap bank syariah menawarkan kelebihan deposito syariah yang berbeda-beda. Namun, secara umumnya ada beberapa kelebihan yang bisa didapatkan nasabah.

  • Investasi berdasar akad dan hukum Islam
  • Presentasi nisbah kompetitif dan lebih tinggi dibanding tabungan syariah
  • Jangka waktu yang fleksibel mulai dari 1 – 24 bulan 
  • Mempermudah pengajuan produk bank lain seperti KTA, KMG, atau KPR karena data nasabah sudah tercatat
  • Setoran awal ringan mulai dari Rp1 juta 
  • Risiko rendah 

Kekurangan deposito syariah

Berikut ini kekurangan deposito syariah.

  • Keuntungan atau imbal hasil lebih rendah dibanding instrumen investasi lain
  • Pencairan dana gak bisa dilakukan sewaktu-waktu 
  • Tergerus inflasi 

Pajak deposito syariah

Meski berbasis hukum Islam, ketentuan perpajakan mengatur akan penghasilan, biaya, dan pemotongan atau pemungutan pajak dari kegiatan usaha perbankan syariah. 

Jadi, penghasilan yang diterima nasabah deposito di bank syariah dalam bentuk apapun termasuk bagi hasil, bonus, dan penghasilan lainnya dikenakan PPh sesuai ketentuan pengenaan PPh atas bunga deposito bank konvensional. 

PPh yang dikenakan atas penghasilan bagi hasil deposito di bank syariah ini sebesar 20% dari jumlah bruto. 

Selain deposito syariah, memiliki asuransi syariah juga menguntungkan

Selain memberi keuntungan lebih dibanding deposito konvensional, asuransi syariah pun menjanjikan hal yang sama. 

Apa itu asuransi syariah?

Merujuk pengertian asuransi syariah dari Dewan Syariah Nasional, adalah usaha untuk melindungi dan saling tolong menolong antar sejumlah orang. Usaha tersebut berbentuk investasi aset (tabarru) dengan pola pengembalian risiko melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah. 

Asuransi syariah dapat dimanfaatkan masyarakat yang menginginkan perlindungan atau proteksi yang sesuai dengan hukum Islam. Karena sesuai dengan syariat Islam, maka asuransi syariah ini terhindar dari riba dan diawasi oleh DPS (Dewan Pengawas Syariah). Tujuan pengawasan ini untuk memastikan produk yang dimiliki perusahaan asuransi syariah sudah sesuai dengan hukum syariat Islam. 

Apa saja keuntungan yang bisa kamu dapatkan dari asuransi syariah:

1. Bagi hasil

Sama dengan sistem deposito di bank syariah, dalam asuransi syariah juga menerapkan sistem bagi hasil. Jadi kontribusi yang disetor ke perusahaan asuransi akan menjadi hak dari nasabah asuransi syariah. Terutama jika ada klaim yang diajukan. 

Sistem bagi hasil dalam asuransi syariah sebagai berikut: 

  • 60% ditahan sebagai saldo tabarru 
  • 30% dibagikan ke nasabah 
  • 10% jadi hak perusahaan asuransi sebagai pengelola dana

Pembagian hasil keuntungan disesuaikan dengan nilai kontribusi atau premi yang dibayar nasabah. Jadi, makin besar nilai premi makin besar pula keuntungan yang didapat.

2. Satu polis bisa dipakai bersama

Berbeda dengan asuransi konvensional di mana satu polis hanya untuk satu nasabah saja. Di asuransi syariah, satu polis bisa melindungi kamu dan keluarga. Dengan begitu, nasabah pun jadi lebih untung karena biaya premi jadi lebih ringan. Tapi, kamu dan keluarga mendapat perlindungan maksimal.

3. Klaim ganda

Selain itu, dalam asuransi syariah memungkinkan kamu untuk melakukan klaim ganda. Jadi, kalau kamu punya asuransi lain, asuransi syariah tetap akan memberikan klaim penuh sesuai yang diajukan. 

Tentang perbankan syariah

Wacana pendirian bank sesuai syariah Islam di Indonesia dimulai pada tahun 1980 melalui diskusi-diskusi yang bertema bank Islam sebagai pilar ekonomi Islam.

Ide tersebut kemudian direalisasikan melalui uji coba dalam skala sangat terbatas melalui Bait At Tamwil Salman ITB di Bandung dan Koperasi Ridho Gusti di Jakarta.

Kemudian, di tahun 1990, MUI atau Majelis Ulama Indonesia membentuk kelompok kerja mendirikan Bank Islam di Indonesia. Kelompok kerja tersebut disebut Tim Perbankan MUI yang bertugas melakukan pendekatan dan konsultasi dengan semua pihak terkait.

Akhirnya terbentuklah bank syariah pertama yaitu Bank Muamalat Indonesia atau BMI pada 1 Mei 1992 dengan modal awal Rp106 miliar.

Meski pada awalnya BMI dipandang sebelah mata, seiring berjalannya waktu dan regulasi yang jelas industri perbankan syariah nasional tumbuh dengan cepat.

Ini ditandai dengan banyak berdirinya bank Islam seperti Bank IFI, Bank Syariah Mandiri, Bank Niaga, Bank BTN, Bank Mega dan sebagainya yang semuanya berbasis syariah.

Per Juni 2015 pertumbuhan industri perbankan syariah mulai meningkat dengan pembagian 12 bank umum syariah, 22 unit usaha syariah yang dimiliki bank umum konvensional dan 162 BPRS dengan total aset sebesar Rp237,494 triliun dan pangsa pasar 4,61 persen.

Daftar bunga deposito konvensional bank-bank di Indonesia

Buat kamu yang ingin membandingkan nisbah deposito syariah dengan bunga deposito bank umum, kamu bisa mengecek di:

Semoga informasi tentang deposito berjangka syariah di atas membantumu.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →