Jangan Mau Jadi Korban, Ini Daftar Investasi Bodong yang Masih Berkeliaran

Niat ingin raup untung, jangan sampai berujung buntung gara-gara investasi bodong. Sayangnya hal ini masih dialami oleh banyak orang di Indonesia. Contohnya seperti yang beberapa bulan lalu terjadi di Surabaya. Dilansir dari Detik, gak kurang dari 30 nasabah mengaku merugi hingga miliaran rupiah gara-gara investasi di PT Mylva Inti Reksa.

Mirisnya, para korban investasi bodong sulit untuk bisa mendapatkan kembali uangnya secara utuh. Maklum para pelaku penipuan biasanya sudah menghabiskan uang para korban untuk berbagai keperluan. Padahal, gak sedikit para investor yang bahkan mencari pinjaman sebagai dana investasi. Kalau sudah begini, pil pahit kehilangan banyak uang pun harus ditelan.  

Oleh sebab itu, sebagai masyarakat khususnya calon investor wajib hukumnya untuk lebih teliti memilih perusahaan investasi. Dalam hal ini, pemerintah telah membantu masyarakat terhindar dari penipuan investasi melalui Satgas Waspada Investasi  Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Melalui laman resminya, OJK kerap merilis daftar investasi tak berizin yang disinyalir bodong dan sebaiknya dihindari.

Nah, jika belum tahu berikut ini daftar terbaru investasi tak terdaftar dan tidak berada di bawah pengawasan OJK yang ditambahkan per Agustus 2018. Cek dan catat biar jangan sampai terjebak.

Perusahaan investasi bodong per Agustus 2018

Sebelum berinvestasi, ada baiknya mengecek perusahaan investasi (ilustrasi).
  1. PT Bes Maestro Waralaba/ Klik & Share (MLM Tanpa Izin)
  2. GainMax Capital Limited (Forex Trading)
  3. PT Nusa Media Creative (NMC) (MLM ilegal)
  4. PT Graha Sahabat Indomedia/Klik Bonus/ PT Sarana Indomedia Nusantara/ i – Club (MLM ilegal)
  5. PT Bisnis Cerdas Indonesia (MLM ilegal)
  6. PT Satu Anugerah Bersama (MLM ilegal)
  7. PT Forgewinner Sejahtera Indonesia (MLM ilegal)
  8. PT Dxplor Duta Media (MLM ilegal)
  9. PT Flavia Sejahtera Indonesia (MLM ilegal)
  10. PT Internasional Limau Kasturi (MLM ilegal)
  11. PT Ganesha Putra Indonesia (MLM ilegal)
  12. CV Trans Anugerah Mandiri (MLM ilegal)
  13. Koperasi Indonesia Bersatu/ Koperasi Ekonomi Rakyat Nusantara (MLM ilegal)
  14. ExoCoin/ Exotic Team Indonesia (Cryptocurrency)
  15. Bitcoin Trading & Cloud Mining Limited/BtcRush (Cryptocurrency)
  16. Btc-rush.com (Cryptocurrency)
  17. Cryptopia Indonesia (Cryptocurrency)
  18. Rahasia Cara Sukses Bisnis Online (RCSBO) (Investasi software penghasil uang)
  19. PT Danareksa Futures (Perdagangan Forex)
  20. PT Admis Investment Indonesia (Manajer investasi tanpa izin)
  21. PT BPR Darwan Yogyakarta (Kegiatan Bank Perkreditan Rakyat tanpa izin)

Saat ini ada lebih dari 200 perusahaan investasi bodong yang sudah diinformasikan oleh OJK. Untuk melihat daftar lengkapnya, kamu bisa mengunjungi laman resminya di sini.

Namun, perlu diperhatikan bahwa sekalipun tidak tercantum pada daftar di atas perusahaan investasi belum tentu sudah 100 persen terjamin aman. Pasalnya, para pelaku penipuan investasi sering membuat nama perusahaan baru begitu kedok mereka terbongkar.  Nah, untuk mengenali investasi bodong, kamu bisa mempelajari cirinya di sini.

Jika sudah jadi korban, lakukan 3 hal ini

Korban investasi bodong (Ilustrasi).

Kalau nasi sudah kepalang jadi bubur, jangan ragu untuk melakukan tiga hal ini untuk mengurangi risiko kerugian yang terjadi.

1. Kumpulkan korban penipuan lain

Sebaiknya, kumpulkan korban penipuan lainnya untuk memperkuat bukti yang kamu punya. Di sisi lain, melapor secara bersama-sama akan membuat prosesnya menjadi lebih mudah dan kesempatan menang juga menjadi lebih besar.

2. Gunakan jasa pengacara yang kompeten

Bersama-sama para korban lain, carilah pengacara yang kompeten. Pengacara akan memberi tahu tindakan yang perlu kamu lakukan untuk mengajukan gugatan sesuai hukum yang berlaku.  

Selain itu, kamu pun akan terhindar dari kemungkinan buruk yang bisa terjadi. Misalnya, dituntut balik atas kasus pencemaran nama baik oleh perusahaan yang kamu laporkan.

3. Ajukan hukum perdata dan hukum pidana

Untuk menjerat pelaku penipuan, kamu bisa mengajukan gugatan pidana. Nantinya, jika terbukti bersalah pelaku akan dikenakan sanksi hingga dipenjara. Namun, gugatan ini tak menjamin uangmu bisa kembali. Oleh sebab itu, jika proses pidana aja gak cukup, untuk mendapatkan ganti rugi kamu perlu mengajukan gugatan perdata juga.

Terjebak sebagai korban investasi bodong gak hanya rugi secara materi, namun juga secara fisik dan mental. Oleh sebab itu, jeli sebelum berinvestasi dan pastikan perusahaan investasi telah terdaftar di OJK.

Tapi, jika memang sudah menjadi korban penipuan, tak perlu menyesali secara berlarut-larut. Meski gak mudah, pengalaman tersebut bisa jadi pelajaran yang sangat berharga di kemudian hari.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →