Jangan Nunggu Rumah DP 0 Persen, Beli Rumah Sekarang Juga!

Warga Jakarta pasti udah bosen banget dengar istilah “rumah DP 0 persen” atau “rumah DP 0 rupiah”. Sejak pasangan Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno resmi dilantik, rasanya topik ini yang selalu ramai ditanyakan sama penggiat media.

Wajar sih. Soalnya program rumah dengan DP atau uang muka 0 persen merupakan salah satu program unggulan yang selalu digaungkan sama pasangan ini sejak masa kampanye.

Nah, sekarang gimana kabarnya? Program ini rupanya masih digodok oleh para pengembang swasta. Wagub Sandiaga Uno juga cukup yakin kebijakan ini bisa terealisasi. Pertanyaan selanjutnya adalah kapan siap didistribusikan?

Bukannya meragukan kemampuan Anies-Sandi dalam merealisasikan program ini, tapi nyatanya sampai sekarang program rumah DP 0 persen masih belum ada kejelasan soal kapan siap dieksekusi.

Daripada nunggu tanpa kejelasan kayak nunggu cinta yang bertepuk sebelah tangan, mendingan kamu mantapkan diri untuk beli rumah sekarang aja deh.

Kenapa harus beli rumah dari sekarang? Sebab, saat ini bisa dibilang adalah momen yang pas untuk beli rumah. Salah satunya adalah karena UMP 2018 bakal naik. Artinya, gajimu juga berpotensi naik tahun depan.

[Baca: UMP 2018 Naik 8,71 Persen, Siap-Siap Atur Gajimu Kayak Gini]

Tapi, masih ada empat alasan lain yang bisa menguatkan fakta bahwa saat ini adalah saat yang tepat buat beli rumah. Daripada nyesel gak punya rumah di masa depan, mending belinya dari sekarang bukan?

Berikut ini empat alasannya:

1. Suku bunga KPR turun

rumah dp 0 persen
Bunga KPR diprediksi bakal turun terus nih sampai tahun depan (Okezone)

Beberapa bank udah menurunkan suku bunga kredit pemilikan rumah alias KPR lho. Bank BTN saja suku bunganya sudah satu digit! Sekarang ada di angka 9,5 persen.

Kebijakan penurunan suku bunga ini merujuk pada penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) 7 Day Repo Rate. Tahun ini, BI udah nurunin suku bunga dua kali sehingga menjadi 4,25 persen.

Penurunan suku bunga BI ini pasti nanti akan diikuti oleh penurunan suku bunga kredit perbankan, termasuk juga KPR.

[Baca: Biar Ga Salah Pilih KPR, Kenalan Dulu Yuk Sama Jenis-Jenis Bunganya]

Selain BTN, Bank Permata pun sudah menyatakan kalau suku bunga KPR-nya untuk sudah single digit untuk tenor-tenor tertentu. Jadi tunggu apa lagi nih?

2. Harga rumah bakal naik terus

rumah dp 0 persen
Harga rumah pasti bakal naik terus tiap tahun. Jadi gak usah nunda-nunda beli rumah deh (amprorealty)

Semua orang tentunya tahu bahwa harga rumah bakalan naik terus seiring dengan berjalannya waktu. Hari ini harganya Rp 300 juta, enam bulan ke depan gak ada yang bisa jamin harganya sama. Bisa jadi sudah Rp 350 juta, dan tahun depan jangan-jangan sudah Rp 500 juta.

Kalau begini caranya, maka lebih cepat beli rumah tentu lebih baik. Gak salah juga sih nungguin program rumah DP 0 persen. Tapi kalau ternyata program ini gak jadi terus harga rumah malah melambung, tentu kamu juga yang rugi kan?

3. Pemerintah lagi gencar bantu masyarakat punya rumah

rumah dp 0 persen
Mumpung program Sejuta Rumah lagi digalakkin, pilihan rumah murah juga makin banyak (Okezone)

Tahu gak, saat ini Bank BTN sudah menyalurkan pembiayaan buat 1,44 juta rumah. Ini adalah bagian dari upaya mereka mendukung program Satu Juta Rumah yang dicanangkan Pemerintah RI.

Target penyaluran kredit ini ditujukan untuk 666 ribu rumah. Dan dari jumlah tersebut, 504.122 adalah rumah subsidi, sedangkan sisanya adalah untuk non-subsidi.

Selain itu, khusus buat masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), bakal ada juga bantuan pembiayaan dari pemerintah. Bantuan itu bentuknya adalah uang muka sementara mencapai 25 hingga 30 persen.

Tapi ingat lho, bantuan-bantuan tersebut dan rumah subsidi tentunya hanya untuk MBR ya. Dan bila kamu melanggar persyaratan tersebut, tentu bakalan ada sanksinya lho.

4. Banyak pembangunan infrastruktur

rumah dp 0 persen
Cari rumah yang lagi ada proyeksi buat pembangunan infrastruktur di sekitar situ. Dijamin harganya bakal naik cepet (Okezone)

Pembangunan infrastruktur tentu berkontribusi sama kenaikan harga rumah lho. Gak percaya? Mari kita ambil contoh di Semarang.

Harga rumah di salah satu kota di Jawa Tengah itu mengalami kenaikan yang cukup signifikan dalam setahun. Kenaikannya pun mencapai Rp 340 ribu per meter persegi. Kenapa harganya meroket? Ternyata karena banyaknya pembangunan proyek infrastruktur di sana.

Nah, bagaimana dengan Jabodetabek? Pembangunan infrastruktur lagi hot-hotnya nih di kawasan ini. Presiden Jokowi juga baru saja meresmikan Tol Becakayu bukan? Dan masih ada beberapa proyek infrastruktur lain yang masih berjalan.

Kebayang kan kalau ditunda-tunda beli rumahnya, mau beli dengan harga berapa? Kenapa gak ngajuin KPR saja pas ketemu rumah idaman sekarang?

Itulah empat alasan mengapa kamu harus DP rumah sekarang, tanpa nungguin program rumah DP 0 persen terealisasi. Tapi tetap ingat untuk ajukan KPR di saat keuanganmu sehat ya. Jangan ngoyo atau memaksakan diri dalam urusan yang satu ini.

Dan yang terakhir, pilihlah KPR terbaik dengan cicilan yang gak melebihi 30 persen dari penghasilan per bulanmu. Mau yang konvensional atau syariah, monggo dipilih saja. Tapi pertama-tama, pelajari dulu ya skema cicilan dan bunganya.

[Baca: Wajib Tahu, 4 Perbedaan KPR Biasa dan Syariah]

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →