Jangan Tergiur Keuntungan Dulu, Ini Dia Kelemahan Investasi Properti

suka bisnis properti

Investasi properti memang masih menjadi andalan sebagian kalangan masyarakat. Masyarakat percaya bahwa investasi properti nggak mengenal kata depresiasi alias harga jual turun.

 

Tapi tetap saja, yang namanya investasi selalu ada risiko dan kelemahan dibalik keuntungan yang ditawarkan. Dengan kata lain: high risk high return.

 

Apa saja yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan berinvestasi di bidang properti?

 

1. Gelembung Properti

Dikenal juga dengan istilah property bubble. Hal ini ditandai dengan melonjaknya harga perumahan akibat meningkatnya permintaan dan spekulasi.

 

Ibarat balon udara yang terus membesar, permintaan akan mandeg dan kelebihan pasokan akan membuat harga properti menurun. Kayak yang terjadi di Amerika Serikat pada medio 2006, yang menyebabkan resesi ekonomi dan berimbas pada perekonomian global.

 

[Baca: Mau Jual Beli Rumah, Wajib Kenalan dengan PBB, NJOP dan BPHTB Kalau Ga Mau Beli Kucing dalam Karung]

 

2. Biaya Perawatan dan Asuransi

Properti juga perlu dirawat buat menjaga nilai investasinya. Rumah yang terawat tentu bakal menarik minat pembeli dan mendongkrak harga jualnya.

 

kelemahan investasi properti

Buat mendongkrak harga jual, rumah juga perlu dirawat agar layak huni

 

 

Kita juga harus merogoh kocek buat membeli asuransi agar properti terlindung dari ancaman kebakaran atau bencana alam. Kalau properti nggak diasuransikan bisa-bisa malah menuai kerugian.

 

3. Modal Besar

Nggak bisa dimungkiri, investasi properti termasuk investasi padat modal alias memakan modal besar. Maka diperlukan persiapan matang sebelum terjun ke bisnis properti supaya keuangan nggak tergerus.

 

4. Lokasi

Pemilihan lokasi yang strategis sangat krusial dalam bisnis properti. Kalau lokasi tergolong jauh dan kurang strategis, bisa saja kita bakal mengalami kesulitan dalam memasarkan produk properti tersebut.  Sebelum mulai menginvestasikan uang tentu kita harus mempelajari dulu lokasi saat ini dan proyeksi dalam beberapa tahun ke depan.

 

5. Kualitas Menurun

Ini berhubungan dengan poin kedua. Layaknya barang buatan manusia, kualitasnya pasti bakal menurun seiring waktu.

Investasi properti menuntut pengawasan terhadap kualitas material. Kalau sedari awal material bangunan yang digunakan nggak memenuhi standar yang layak, nggak mustahil dalam jangka waktu beberapa tahun kerusakan terjadi di sana-sini.

 

6. Biaya Transaksi

kelemahan investasi properti

Mengurus surat-surat dengan jasa notaris juga membutuhkan biaya yang lumayan besar

 

 

Investasi properti nggak cuma soal harga beli dan jual saja. Kamu juga harus memerhatikan biaya-biaya lain seperti biaya notaris, biaya pengurusan izin dan surat-surat, dan lain-lain.

 

[Baca: Perhatikan Jembrengan Biaya dalam Transaksi Jual Beli Rumah atau Properti Lainnya]

7. Jangka Waktu

Investasi properti adalah investasi jangka panjang. Investasi ini juga nggak selikuid jenis investasi lain.

 

Agar return yang diraih tinggi, paling nggak rumah bisa dijual dalam kurun 5 tahun. Nggak kayak menjual kacang goreng, menjual rumah memerlukan waktu dan proses negosiasi.  

 

8. Status Tanah dan Bangunan

Menginvestasikan modal besar pada properti yang masih dalam status sengketa itu fatal. Selain membuang waktu untuk mengurus lewat notaris dan pengadilan, modal yang digelontorkan bakal tambah membengkak.

 

Memastikan bahwa properti yang diincar sudah sesuai aturan dan perizinan yang berlaku itu penting. Pastikan bahwa tanah dan bangunan sudah sesuai prosedur.

 

 

Jadi jangan cuma tergiur dengan keuntungan yang ditawarkan. Pelajari dulu semua risiko dan kelemahan investasi properti.

 

Persiapan matang sebelum berinvestasi di sektor properti itu sangatlah penting. Soalnya modal yang dikeluarkan juga nggak bisa dibilang sedikit.

 

[Baca: Nggak Perlu Takut Investasi Properti, Ini Cara Menghadapi Pengembang Nakal]

 

 

 

Image credit:

  • http://homecentra.com/images/tips/rumahmusimhujan/Periksa%20bagian%20atap.jpg
  • http://www.inibarurumah.com/wp-content/uploads/2015/10/sertifikat-8000×300.jpg