Jangka Waktu KPR Jadi 30 Tahun, Bikin Untung atau Buntung?

kpr btn subsidi

Punya rumah adalah idaman tiap orang. Tapi gak jarang mimpi itu kepentok dana yang kurang.

Untung ada kredit pemilikan rumah (KPR) yang sangat membantu warga yang ngebet punya rumah sendiri tapi tabungan belum cukup. Hanya dengan menyetorkan uang muka dan biaya administrasi, rumah udah bisa ditempati.

Sisa harga rumah dicicil tiap bulan sesuai dengan kesepakatan sampai lunas. Ada yang mengambil cicilan 5, 10, sampai 20 tahun.

Bahkan ada wacana jangka waktu KPR diperpanjang sampai 30 tahun. Perpanjangan ini digadang menguntungkan nasabah KPR.

Soalnya, pengeluaran untuk bayar cicilan KPR bisa lebih ditekan. Tapi itu artinya besaran bunga yang dibayarkan semakin besar.

Kalau begitu, jangka waktu KPR jadi 30 tahun ini gimana efeknya? Bikin untung, atau malah buntung?

Rumus KPR memang menyatakan semakin lama masa cicilan alias tenor, semakin besar dana yang kita keluarkan sampai cicilan itu lunas. Tapi keputusan mengambil tenor berapa tahun bergantung pada individu masing-masing.

Si A mungkin lebih cocok mengambil tenor 5 tahun. Tapi si B lebih pas kalau ambil 20 tahun.

Lama jangka waktu KPR direkomendasikan dipilih sesuai dengan kemampuan finansial. Tentunya kemampuan finansial seseorang dan orang lain berbeda-beda.

Untuk mengukur kemampuan finansial, salah satu caranya adalah melihat jenis pekerjaan yang dijalani. Berikut ini saran untuk menentukan jangka waktu KPR menurut pekerjaan:

1. Jangka waktu lama (lebih dari 15 tahun)

Jangka waktu KPR yang lama artinya cicilan yang ringan hingga lunas. Tenor ini bisa dipilih kalau kita udah mantap bekerja di suatu perusahaan yang kuat atau menjadi pegawai negeri sipil.

Musababnya, seiring dengan waktu, gaji kita tentunya bertambah sebagai pegawai. Sedangkan cicilan tetap ringan.

Jadi, alokasi untuk membayar cicilan bisa dijaga agar tidak menyerobot pos anggaran kebutuhan lain. Ingat, semakin berumur, kebutuhan semakin bertambah. Apalagi jika sudah punya keluarga.

2. Jangka waktu pendek (kurang dari 15 tahun)

Tenor yang pendek bisa dipilih mereka yang lebih dari sekadar berkecukupan. Sebab cicilan per bulan bakal memberatkan jika gajinya minim.

Misalnya cicilan selama 5 tahun Rp 4 juta per bulan. Kalau pemasukannya Rp 6 juta, bakal kelimpungan. Belum lagi jika suku bunga meningkat gara-gara ekonomi nasional merosot.

Umumnya bank menerapkan bunga tetap selama 1 tahun cicilan. Setelah itu, suku bunga mengikuti perkembangan pasar.

Jika pasar anjlok, bisa saja suku bunga melonjak seperti saat krisis moneter menerjang pada 1997-1998.

Jangka waktu KPR pendek juga bisa diambil mereka yang berniat investasi rumah atau kondisinya memaksa untuk pindah-pindah rumah, misalnya kerja sesuai dengan dinas. Rumah yang sudah lunas lebih mudah untuk dijual.

Daripada di tengah jalan harus oper kredit lantaran tenor belum kelar. Pengurusannya akan lebih memakan waktu, biaya, dan tenaga.

Melihat penjelasan di atas, perpanjangan jangka waktu KPR 30 tahun bisa menguntungkan bagi mereka yang membutuhkan. Sebab jika gaji minim tapi memaksakan tenor singkat malah akan membebani keuangan.

Mending kredit dicicil sedikit demi sedikit sampai lunas. Daripada hanya awal-awalnya saja cicilan lancar tapi kemudian macet gara-gara penghasilan tersedot di pos lain lantaran minim.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →