9 Jenis Investasi Jangka Pendek dan Panjang di Indonesia

jenis investasi online dan manfaat investasi

Investasi adalah upaya mengalokasikan sumber daya, umumnya uang, dengan harapan dapat menghasilkan pendapatan atau keuntungan. Ada banyak jenis investasi yang bisa dipilih sesuai dengan profil risiko.

Apa itu profil risiko? Profil risiko adalah ukuran keinginan dan kemampuan individu dalam mengambil risiko dari investasi yang dilakukannya.

Ada tiga jenis profil risiko yang menentukan jenis investasi mana yang cocok diambil, yaitu:

  • Konservatif, cenderung memilih investasi dengan risiko minimal dan keuntungan di atas inflasi.
  • Moderat, cenderung memilih investasi yang risikonya gak besar dengan keuntungan di atas bunga deposito.
  • Agresif, cenderung memilih investasi dengan keuntungan tinggi walaupun risikonya juga tinggi.

Dari profil risiko itulah, seseorang bisa memutuskan jenis investasi apa yang sebaiknya dipilih. Banyak orang menganggap investasi itu sebagai tindakan meningkatkan nilai dari uang atau kekayaan yang dimiliki.

Padahal, ada alasan utama di balik pentingnya melakukan investasi. Apa itu? Berikut ini ulasannya dari Lifepal.

Investasi penting buat melindungi nilai uang dari inflasi

Pilih jenis investasi yang melindungi dari inflasi

Angka inflasi yang berubah-ubah tiap tahun berpengaruh terhadap nilai uang, termasuk simpanan kita. Inflasi adalah naiknya seluruh harga dan berlangsung terus-menerus dalam jangka waktu tertentu.

Sederhananya, inflasi itu menjadi gambaran adanya kenaikan harga atas barang atau jasa di pasaran. Inflasi tinggi menjadi sinyal tingginya harga jual barang atau jasa. Sementara inflasi rendah menjadi sinyal adanya kenaikan, tapi tidak tinggi atas barang atau jasa yang diperjualbelikan.

Inflasi membuat harga semangkuk mie ayam yang Rp 20 ribu bisa menjadi Rp 25 ribu. Di sinilah uang yang kamu miliki cepat berkurang akibat naiknya harga barang atau jasa yang dibeli.

Inflasi di Indonesia yang datanya disajikan Bank Indonesia (BI) rata-rata berada di angka 3 persen tiap tahunnya. Itu berarti kamu harus melindungi nilai kekayaan atau simpanan uang milikmu dengan bunga atau return di atas 3 persen tiap tahunnya.

Bagaimana cara melindungi nilai simpanan uang kalau bunga tabungan di bank pun gak sampai 1 persen? Caranya adalah dengan berinvestasi. Ada banyak jenis investasi yang bisa dipilih sesuai dengan profil risiko.

Di bawah ini beberapa jenis investasi di Indonesia yang legal dan beberapa di antaranya berada dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jenis-jenis investasi di Indonesia, baik jangka pendek maupun jangka panjang

analisis teknikal saham

Inilah jenis-jenis investasi yang bisa kamu pilih. Jenis investasi di bawah ini terdiri dari investasi jangka pendek dan jangka panjang. Jangan lupa buat mempertimbangkan profil risikomu ya sebelum memutuskan.

  • Deposito bank
  • Reksa dana
  • Obligasi atau Surat Berharga Negara (SBN)
  • Saham
  • Emas
  • Peer to peer (P2P) lending
  • Equity Crowdfunding (ECF)
  • Properti
  • Tanah

1. Deposito bank

Ini jensi investasi yang cukup sederhana dan antiribet. Menyimpan uang dalam jumlah dan waktu tertentu bisa menjadi investasi alternatif lainnya yang bisa dicoba.

Bunga yang ditawarkan juga lumayan menarik, berkisar antara 4 sampai 7 persen tergantung kebijakan bank tempat kamu mendepositokan uang.

Deposito bisa dipilih sebagai jenis investasi jangka pendek dengan memilih waktu penyimpanan atau tenor minimal 1 bulan. Namun, semakin lama tenor yang dipilih, semakin besar juga keuntungannya.

Deposito juga cocok buat kamu yang gak mau mengambil risiko besar. Sebab instrumen investasi terbilang minim risiko dan uang nasabah yang tersimpan juga dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Namun, ada pajak lho yang berlaku bagi mereka yang menyimpan dananya di deposito, yaitu 20 persen.

2. Reksa dana

Investasi yang satu ini juga banyak peminatnya. Risiko dari reksa dana cukup bervariasi, ada yang rendah, menengah, dan tinggi, semua tergantung dari jenis reksa dana yang dipilih.

reksa dana adalah wadah yang menghimpun dana dari masyarakat pemodal buat selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

Ada 5 jenis reksa dana, yaitu:

  • Reksa dana pasar uang: 100 persen komposisinya berupa deposito, obligasi negara, dan obligasi swasta.
  • Reksa dana pendapatan tetap: 80 persen atau lebih komposisinya berupa obligasi negara, sedangkan sisanya obligasi perusahaan dan pasar uang (deposito).
  • Reksa dana saham: 80 persen komposisinya berupa saham, sedangkan sisanya obligasi ataupun pasar uang.
  • Reksa dana campuran: terdiri dari saham, obligasi, dan pasar uang.
  • Reksa dana indeks (ETF): mengacu pada indeks saham semisal IDX 30, Indeks MSCI, hingga indeks LQ 45

Sebagai informasi, reksa dana pasar uang lebih cocok bagi mereka dengan profil risiko konservatif. Reksa dana pendapatan tetap dan indeks (ETF) lebih cocok buat mereka dengan profil risiko moderat.

Sementara reksa dana saham lebih cocok buat mereka dengan profil risiko agresif. Kalau campuran bisa cocok buat moderat ataupun agresif, tergantung komposisi di dalamnya.

3. Obligasi atau Surat Berharga Negara (SBN)

Obligasi atau surat utang yang dikeluarkan perusahaan swasta ataupun Pemerintah Indonesia bisa kamu jadikan sebagai investasi. Dalam kurun waktu umumnya 1 – 10 tahun (jangka pendek dan jangka panjang) kamu akan mendapatkan seluruh uang yang udah dikeluarkan beserta keuntungannya.

Namun, obligasi bukan tanpa risiko lho. Uang yang diinvestasikan ke obligasi bisa aja gagal dibayarkan berikut bunganya. Sebabnya bisa karena kondisi perekonomian negara yang memburuk. Itulah alasannya obligasi cocok bagi mereka dengan profil risiko moderat.

Kalau mau aman dan untungnya pasti bertambah disarankan buat memilih Surat Berharga Negara (SBN) yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia. Sebab kecil kemungkinan bagi Pemerintah buat gagal bayar.

Beberapa contohnya diantaranya adalah Surat Perbendaharaan Negara dan Obligasi Negara yang terdiri dari Obligasi Negara Ritel, Saving Bound Ritel serta Sukuk Retail.

Mau tahu lebih jauh tentang obligasi? Kamu bisa cari tahu dalam ulasan berjudul Lebih Besar dari Bunga Deposito! Ini Keuntungan Investasi Obligasi.

4. Saham

Jenis investasi ini cocok buat profil risiko agresif. Investasi saham di satu sisi bisa memberikan keuntungan di atas bunga deposito ataupun obligasi. Bahkan, return-nya bisa lebih dari 10 persen.

Di satu sisi investasi saham dapat membawa kerugian akibat jatuhnya harga saham. Harga saham sendiri umumnya cenderung dipengaruhi sentimen dan beberapa faktor lainnya.

Ada dua keuntungan yang diperoleh dengan berinvestasi saham, yaitu:

  • Capital gain: keuntungan dari kenaikan harga saham.
  • Dividen: keuntungan dari laba perusahaan yang diberikan ke setiap pemegang saham.

Instrumen investasi ini sangat pas bagi mereka yang mau berinvestasi dalam jangka menengah dan panjang. Sebab keuntungan saham terasa signifikan asalkan dipegang selama 3 – 5 tahun.

Mau tahu lebih jauh tentang saham? Simak ulasan dalam artikel Apa Itu Pasar Saham? Ini yang Investor Pemula Wajib Tahu.

5. Emas 

Investasi emas sangat digandrungi di Indonesia. Tak heran kalau jenis investasi ini sudah sangat familier di banyak kalangan. Kamu yang enggan mengambil risiko besar dapat menjadikan emas sebagai pilihan.

Emas emang komoditas yang terbilang likuid yang artinya mudah diperjualbelikan. Namun, emas punya sisi negatif, yaitu spread atau selisih harga beli jual yang negatif.

Katakanlah kamu beli emas di harga Rp 900 ribu per gram sekarang. Kalau kamu menjualnya sebulan kemudian dan harganya masih sekitar Rp 900 ribuan, emas kamu nantinya dibeli bukan seharga Rp 900 ribuan, melainkan kurang dari itu (bisa Rp 800 ribuan).

Namun, kalau kamu memegang emas dalam jangka panjang, jenis investasi yang satu ini bisa memberi keuntungan.

6. Peer to peer (P2P) lending

Jenis investasi alternatif terakhir ada peer to peer lending (P2P lending). Bahasa sederhana dari istilah ini adalah mempertemukan antara pemberi pinjaman dan peminjam uang melalui sebuah wadah atau platform yang udah disiapkan.

Di P2P lending, keuntungan yang bisa kamu dapatkan adalah uang yang dipinjamkan bisa diiurkan setiap bulannya. Berbeda dengan deposito yang harus menunggu paling gak 1 tahun uang baru bisa kembali beserta bunganya.

7. Equity Crowdfunding (ECF)

Pernah dengar istilah crowdfunding? Kalau ada kata equity-nya kira-kira paham gak artinya apa?

Di Indonesia, Equity Crowdfunding (ECF) ini memang mulai gencar dikampanyekan tahun 2019. Pada tahun yang sama, baru ada tiga perusahaan ECF yang telah mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.

Sejatinya, para investor di ECF akan melakukan patungan untuk mendirikan sebuah proyek usaha dari perusahaan. Sebut saja seperti membuka outlet gerai makanan, bangun kos-kosan, atau usaha lainnya.

Investor itu juga akan mendapatkan hak kepemilikan saham terhadap usaha baru tersebut dan mendapat hak dividen setiap tahun. 

8. Properti

Jenis investasi alternatif pertama paling populer yang bisa kamu coba adalah hunian, bisa dalam bentuk apartemen atau rumah. Melihat kebutuhan tempat tinggal di kota besar yang makin banyak seiring pertumbuhan penduduk, bisnis properti bisa jadi cukup menjanjikan ke depannya.

Harga rumah yang terus meningkat setiap tahunnya bisa jadi sumber kekayaan kamu. Bahkan, angka peningkatannya bisa tembus 15 – 20 persen per tahun, tergantung lokasi properti dan aspek lainnya. Asal kamu bisa menjualnya di saat yang tepat dan membelinya pada harga terbaik, dijamin untung besar!

Tak hanya bisa disimpan, properti juga bisa kamu gunakan sebagai tempat tinggal selama bekerja. Jadi keuntungan yang kamu dapetkan berlipat ganda nih. Lebih irit tentunya, dibanding harus menyewa kost atau mengontrak rumah. 

Namun kamu harus menyiapkan modal yang angkanya sekitar ratusan juta hingga miliaran rupiah kalau mau terjun ke investasi ini. Bisa sih dengan KPR, akan tetapi beban bunganya tentu gak sedikit. 

9. Lahan

Kalau kamu belum punya uang yang cukup untuk bangun rumah bisa juga kok coba jenis investasi alternatif tanah. Tanah juga bisa dikredit lho. 

Tapi tentunya yang sudah memiliki sebidang tanah dari warisan atau peninggalan orang tua, tentu bisa jadi sultan di masa depan, apalagi kalau lokasinya strategis.

Dibandingkan dengan properti, mencari pembeli untuk tanah biasanya lebih mudah karena fungsinya yang masih bisa berganti sesuai kebutuhan. Jadi tidak terpatok dengan orang yang ingin mencari tempat tinggal saja, bisa juga digunakan pengusaha membangun tempat usaha.

Tips Buatmu untuk Memulai Investasi

Perlu diketahui semua investasi memang punya risiko. Saat akan memulai sebuah bentuk investasi, kenali dan pastikan profil risikomu.

Jangan memaksakan mengambil investasi dengan return yang tinggi kalau gak mau ambil risiko besar. Ingat, investasi bertujuan melindungi nilai uang atau kekayaanmu ke depannya sekaligus meraih profit.

Agar meminimalkan risiko, rajin-rajinlah membaca berita atau data mengenai perkembangan jenis investasi yang kita miliki.

Misalnya berinvestasi emas. Rajin-rajinlah mengecek pergerakan harga emas setiap harinya. Siapa tahu harga sedang melonjak tinggi dan menawarkan momentum untuk menjual emasmu dengan untung yang cukup tinggi.

Satu lagi yang perlu diingat, lakukan diversifikasi atau berinvestasi di beragam jenis investasi. Diversifikasi bertujuan meminimalkan kerugian dari salah satu jenis investasi yang ditutupi keuntungan dari jenis investasi yang lain.

Nah, berinvestasi kurang lengkap kalau gak melindungi keuangan dengan proteksi dalam bentuk asuransi. Keberadaan asuransi berperan dalam meminimalkan kerugian akibat risiko yang muncul secara tidak terduga.

Kerugian ini bisa diminimalkan dengan memiliki asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Jadi, buat kamu yang belum punya asuransi, segera deh memilikinya supaya nilai kekayaanmu gak tergerus banyak akibat hal-hal yang gak diinginkan.