10 Jenis Investasi Terpopuler dan Menguntungkan [Cocok buat Pemula]

jenis investasi online dan manfaat investasi

Investasi adalah upaya mengalokasikan sumber daya, umumnya uang, dengan harapan dapat menghasilkan pendapatan atau keuntungan. Ada banyak jenis investasi yang bisa dipilih sesuai dengan profil risiko.

Apa itu profil risiko? Profil risiko adalah ukuran keinginan dan kemampuan individu dalam mengambil risiko dari investasi yang dilakukannya.

Ada tiga jenis profil risiko yang menentukan jenis investasi mana yang cocok diambil, yaitu:

  • Konservatif, cenderung memilih investasi dengan risiko minimal dan keuntungan di atas inflasi.
  • Moderat, cenderung memilih investasi yang risikonya gak besar dengan keuntungan di atas bunga deposito.
  • Agresif, cenderung memilih investasi dengan keuntungan tinggi walaupun risikonya juga tinggi.

Dari profil risiko itulah, seseorang bisa memutuskan jenis investasi apa yang sebaiknya dipilih. Dalam ulasan berikut ini, Lifepal mau mengulas jenis-jenis investasi di Indonesia.

Jenis investasi berdasarkan asetnya

Ada pembagian jenis-jenis investasi menurut asetnya, yaitu aset riil (real assets) dan aset keuangan (financial assets).

  • Aset riil adalah aset yang dapat dilihat fisik atau wujudnya. Jenis investasi dari aset riil meliputi properti, tanah, gedung, rumah, logam mulia (emas), berlian, dan perak.
  • Aset keuangan adalah aset yang mana pemiliknya bisa melakukan klaim terhadap pihak tertentu. Jenis investasi dari aset keuangan meliputi saham, obligasi, dan kredit bank.

Khusus aset keuangan, investor yang memiliki saham otomatis punya hak kepemilikan perusahaan. Sementara investor yang memiliki obligasi otomatis punya hak klaim utang ke penerbit obligasi.

Jenis investasi berdasarkan pasar uang dan pasar modal

Terkait dengan aset keuangan, jenis-jenis investasi terbagi sesuai klasifikasinya, yaitu pasar uang (money market) dan pasar modal (capital market).

  • Pasar uang (money market) adalah tempat suatu pihak meminjam dana dari pihak lainnya dengan besaran bunga tertentu dan biasanya punya jangka waktu < 1 tahun.
  • Jenis investasi pasar uang meliputi Sertifikat Bank Indonesia (SBI), sertifikat deposito, Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), Surat Berharga Komersial (CPs), Banker’s Acceptance (BA), dan Surat Perbendaharaan Negara (SPN).
  • Pasar modal (capital market) adalah pasar berbagai instrumen keuangan jangka panjang (jatuh tempo > 1 tahun) yang bisa diperjualbelikan. 
  • Jenis-jenis invetasi pasar modal meliputi surat utang (obligasi), ekuiti (saham), reksa dana, instrumen derivatif, hingga instrumen lainnya.

Jenis investasi berdasarkan jangka waktunya

Terkait jangka waktu, jenis investasi dibedakan menjadi investasi jangka pendek dan jangka panjang.

Investasi jangka pendek

Investasi jangka pendek adalah investasi yang keuntungannya bisa dinikmati dalam waktu singkat yang biasanya terdiri dari instrumen pasar uang. Namun, keuntungan investasi jangka pendek gak sebesar keuntungan investasi jangka panjang.

Jenis-jenis investasi jangka pendek mencakup instrumen pasar uang semisal deposito dan reksa dana pasar uang.

Investasi jangka panjang

Investasi jangka panjang adalah investasi yang keuntungannya bisa dinikmati setelah menunggu lebih dari satu tahun. Keuntungan investasi jangka panjang terbukti lebih besar dari keuntungan jangka pendek.

Jenis-jenis investasi jangka panjang mencakup instrumen pasar modal, seperti obligasi, saham, reksa dana (pendapatan tetap, saham, indeks), derivatif, dan sebagainya.

Ini 10 jenis investasi terpopuler dan menguntungkan di Indonesia

Didukung literasi finansial yang kian masif dan inklusi keuangan, kini banyak orang yang akrab dengan jenis-jenis investasi yang ada di Indonesia.

Jenis-jenis investasi tersebut bisa berwujud aset uang ataupun aset riil. Berikut ini daftar jenis investasi terpopuler dan menguntungkan di Indonesia.

  • Deposito berjangka
  • Emas
  • Reksa dana
  • Obligasi atau Surat Berharga Negara (SBN)
  • Saham
  • Peer to peer (P2P) lending
  • Properti
  • ETF
  • Berlian
  • Perak

1. Deposito berjangka

Deposito berjangka adalah simpanan berjangka yang penarikannya cuma bisa dilakukan pada waktu tertentu sesuai perjanjian nasabah dengan bank.

Bunga deposito itu tergantung dari suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI 7-day (Reverse) Repo Rate. Umumnya, bunga deposito itu berkisar 4 – 7 persen, tergantung kebijakan bank.

Deposito bisa dipilih sebagai jenis investasi jangka pendek dengan memilih waktu penyimpanan atau tenor minimal 1 bulan dan maksimal 12 bulan. Namun, semakin lama tenor yang dipilih, semakin besar juga keuntungannya.

Deposito juga cocok buat kamu yang gak mau mengambil risiko besar. Sebab instrumen investasi terbilang minim risiko dan uang nasabah yang tersimpan juga dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). 

Namun, ada pajak lho yang berlaku bagi mereka yang menyimpan dananya di deposito, yaitu 20 persen.

Buat mengetahui bunga deposito terkini, kamu bisa cek pada daftar di bawah ini.

2. Emas

Sebetulnya, emas itu lebih cocok sebagai lindung nilai (hedging) ketimbang investasi. Soalnya kenaikan harga emas itu cenderung lambat.

Kalau pun harganya naik lebih cepat dari biasanya, itu karena adanya kondisi yang mendukungnya. Misalnya aja resesi ekonomi akibat pandemi Corona yang mendorong pemilik modal melindungi nilai kekayaan mereka dengan cara menyimpan emas.

Di Indonesia emas lebih populer dibandingkan reksa dana ataupun saham. Bahkan, orang tua pun selalu merekomendasikan emas sebagai pilihan investasi.

Pergerakan harga emas di Indonesia emang cenderung naik walaupun lambat. Namun, hal tersebut lantas jangan dijadikan alasan emas lebih unggul ketimbang jenis investasi lainnya.

Emas juga punya kekurangan, yaitu:

  • Menyimpannya gak bisa sembarangan dan terbilang berisiko.
  • Aman kalau disimpan di safe deposit box, tapi ada biayanya.
  • selisih (spread) harga beli dan harga jual emas cukup jauh. Jadi, dijual cepat malah rugi.

3. Reksa dana

Investasi yang satu ini juga banyak peminatnya. Risiko dari reksa dana cukup bervariasi, ada yang rendah, menengah, dan tinggi, semua tergantung dari jenis reksa dana yang dipilih.

Reksa dana adalah wadah yang menghimpun dana dari masyarakat pemodal buat selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

Ada beberapa jenis reksa dana, yaitu:

  • Reksa dana pasar uang: 100 persen komposisinya berupa deposito, obligasi negara, dan obligasi swasta.
  • Reksa dana pendapatan tetap: 80 persen atau lebih komposisinya berupa obligasi negara, sedangkan sisanya obligasi perusahaan dan pasar uang (deposito).
  • Reksa dana saham: 80 persen komposisinya berupa saham, sedangkan sisanya obligasi ataupun pasar uang.
  • Reksa dana campuran: terdiri dari saham, obligasi, dan pasar uang.

4. Obligasi atau Surat Berharga Negara (SBN)

Obligasi atau surat utang yang dikeluarkan perusahaan swasta ataupun Pemerintah Indonesia bisa kamu jadikan sebagai investasi.

Dalam kurun waktu umumnya 1 – 10 tahun (jangka pendek dan jangka panjang) kamu akan mendapatkan seluruh uang yang udah dikeluarkan beserta keuntungannya.

Namun, obligasi bukan tanpa risiko lho. Uang yang diinvestasikan ke obligasi bisa aja gagal dibayarkan berikut bunganya.

Sebabnya bisa karena kondisi perekonomian negara yang memburuk. Itulah alasannya obligasi cocok bagi mereka dengan profil risiko moderat.

Kalau mau aman dan untungnya pasti bertambah disarankan buat memilih Surat Berharga Negara (SBN) yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia. Sebab kecil kemungkinan bagi Pemerintah buat gagal bayar.

Beberapa contohnya diantaranya adalah Surat Perbendaharaan Negara dan Obligasi Negara yang terdiri dari Obligasi Negara Ritel, Saving Bound Ritel serta Sukuk Retail.

Mau tahu lebih jauh tentang obligasi? Kamu bisa cari tahu dalam ulasan berjudul Lebih Besar dari Bunga Deposito! Ini Keuntungan Investasi Obligasi.

5. Saham

Jenis investasi ini cocok buat profil risiko agresif. Investasi saham di satu sisi bisa memberikan keuntungan di atas bunga deposito ataupun obligasi. Bahkan, return-nya bisa lebih dari 10 persen.

Di satu sisi investasi saham dapat membawa kerugian akibat jatuhnya harga saham. Harga saham sendiri umumnya cenderung dipengaruhi sentimen dan beberapa faktor lainnya.

Ada dua keuntungan yang diperoleh dengan berinvestasi saham, yaitu:

  • Capital gain: keuntungan dari kenaikan harga saham.
  • Dividen: keuntungan dari laba perusahaan yang diberikan ke setiap pemegang saham.

Instrumen investasi ini sangat pas bagi mereka yang mau berinvestasi dalam jangka menengah dan panjang. Sebab keuntungan saham terasa signifikan asalkan dipegang selama 3 – 5 tahun.

Mau tahu lebih jauh tentang saham? Simak ulasan dalam artikel Apa Itu Pasar Saham? Ini yang Investor Pemula Wajib Tahu.

6. Peer to peer (P2P) lending

Jenis investasi alternatif terakhir ada peer to peer lending (P2P lending). Sederhananya, P2P lending mempertemukan antara pemberi pinjaman (lender) dan peminjam uang (borrower) melalui sebuah wadah atau platform yang udah disiapkan.

Di P2P lending, keuntungan yang bisa kamu dapatkan adalah uang yang dipinjamkan bisa diiurkan setiap bulannya. Berbeda dengan deposito yang harus menunggu paling gak 1 tahun uang baru bisa kembali beserta bunganya.

Terus besaran bunga yang diterima lender sebagai investor lebih besar dari bunga deposito, bahkan bunga obligasi. Bunga P2P lending bisa lebih dari 10 persen per tahun. 

Walaupun begitu, risiko dari P2P lending juga gak kalah tinggi lho, yaitu risiko gagal bayar dari borrower.

7. Properti

Jenis investasi alternatif pertama paling populer yang bisa kamu coba adalah hunian, bisa dalam bentuk apartemen atau rumah.

Melihat kebutuhan tempat tinggal di kota besar yang makin banyak seiring pertumbuhan penduduk, bisnis properti bisa jadi cukup menjanjikan ke depannya.

Harga rumah yang terus meningkat setiap tahunnya bisa jadi sumber kekayaan kamu. Bahkan, angka peningkatannya bisa tembus 15 – 20 persen per tahun, tergantung lokasi properti dan aspek lainnya.

Asal kamu bisa menjualnya di saat yang tepat dan membelinya pada harga terbaik, dijamin untung besar!

Tak hanya bisa disimpan, properti juga bisa kamu gunakan sebagai tempat tinggal selama bekerja. 

Jadi keuntungan yang kamu dapatkan berlipat ganda nih. Lebih irit tentunya, dibanding harus menyewa kost atau mengontrak rumah. 

Namun kamu harus menyiapkan modal yang angkanya sekitar ratusan juta hingga miliaran rupiah kalau mau terjun ke investasi ini. Bisa sih dengan KPR, akan tetapi beban bunganya tentu gak sedikit. 

8. Exchange Traded Fund (ETF)

Exchange Traded Fund (ETF) adalah reksa dana yang seluruh komposisinya mengacu pada indeks saham dan unit penyertaannya diperjualbelikan di bursa efek.

ETF menjadi solusi buat kamu yang gak mau repot memilih reksa dana mana yang cocok diinvestasikan. Pasalnya, naik turunnya harga unit ETF mengikuti naik turunnya indeks saham, bahkan mengikuti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Dengan kata lain, apa pun yang memengaruhi indeks saham atau IHSG turut juga berpengaruh terhadap ETF. 

Ditambah lagi memiliki ETF telah cukup memenuhi syarat diversifikasi investasi saham. Soalnya isi dari ETF merupakan kumpulan saham yang terdapat pada indeks.

Sebagai contoh, Reksa Dana Premier ETF IDX30 (XIIT) dari Indo Premier yang komposisinya mengacu pada indeks IDX30. Setiap investor menginvestasikan uangnya ke XIIT sama aja berinvestasi ke 30 saham yang ada di IDX30.

Kekurangan dari ETF adalah adanya biaya-biaya yang menyertainya sama seperti biaya-biaya dalam reksa dana.

9. Berlian

Berlian adalah bentuk padat unsur karbon dalam wujud batu yang tersusun dalam struktur kristal. Karena keindahannya, berlian atau intan digolongkan ke dalam batu mulia. 

Jenis investasi yang satu ini merupakan investasi dalam bentuk aset riil. Berlian sebagai investasi emang masih kalah populer dengan emas.

Namun, hal tersebut gak lantas bikin berlian gak layak dipertimbangkan sebagai pilihan investasi. Harga berlian itu bisa sangat mahal. Contohnya aja berlian dalam wujud perhiasan yang harganya bisa mencapai Rp 50 jutaan.

Berlian terbagi ke dalam beberapa tipe.

  • Tipe IA: berlian yang memiliki kandungan nitrogen dan biasanya berwarna semu kuning sangat muda hingga agak tua. Sekitar 99 persen berlian yang didapatkan termasuk berlian Tipe IA.
  • Tipe IB: berlian yang memiliki kandungan satu unsur nitrogen dan biasanya berwujud berlian kuning yang sangat indah.
  • Tipe IIA: berlian yang gak memiliki kandungan nitrogen, berwarna putih, dan ada juga yang berwarna cokelat.
  • Tipe IIB: berlian yang punya unsur boron dan memiliki warna biru. Tipe berlian yang satu ini termasuk tipe langka.

Walaupun harga bisa sangat mahal, berlian gak selikuid emas dalam perdagangannya. Itu berarti pemilik berlian harus sabar karena peminatnya terbatas.

10. Perak

Perak adalah salah satu logam mulia lunak yang memiliki warna putih kemilau. Aset riil ini dapat menjadi alternatif jenis investasi logam mulia selain emas.

Soal harga, perak memiliki harga yang jauh lebih murah dibandingkan emas. Di Logam Mulia Antam, harga perak 250 gram sekitar Rp 3.875.000 (per 5 Agustus 2020). Sementara harga emas 250 gram sekitar Rp 242 jutaan (per 5 Agustus 2020).

Sama seperti emas, perak tergolong aset yang likuid. Itu berarti mudah diperjualbelikan. Walaupun begitu, peminat perak gak seramai peminat emas.

Apakah unit link termasuk jenis investasi?

Unit link adalah jenis asuransi yang menawarkan dua manfaat, yaitu manfaat proteksi dan manfaat investasi. Itulah alasannya unit link gak bisa disimpulkan asuransi sepenuhnya atau investasi sepenuhnya.

Unit link ditawarkan buat mempermudah siapa aja yang ingin meminimalkan risiko keuangan sekaligus mengoptimalkan nilai uangnya.

Walaupun begitu, gak semua orang tertarik dengan konsep unit link. Ada orang-orang yang memilih memiliki asuransi murni terpisah dari instrumen investasi. Salah satu alasannya adalah mereka mampu optimalkan nilai uang yang diinvestasikan.

Tips memulai investasi

Perlu diketahui semua investasi memang punya risiko. Saat akan memulai sebuah bentuk investasi, kenali dan pastikan profil risikomu.

Jangan memaksakan mengambil investasi dengan return yang tinggi kalau gak mau ambil risiko besar. Ingat, investasi bertujuan melindungi nilai uang atau kekayaanmu ke depannya sekaligus meraih profit.

Agar meminimalkan risiko, rajin-rajinlah membaca berita atau data mengenai perkembangan jenis investasi yang kita miliki.

Misalnya berinvestasi emas. Rajin-rajinlah mengecek pergerakan harga emas setiap harinya. Siapa tahu harga sedang melonjak tinggi dan menawarkan momentum untuk menjual emasmu dengan untung yang cukup tinggi.

Satu lagi yang perlu diingat, lakukan diversifikasi atau berinvestasi di beragam jenis investasi. Diversifikasi bertujuan meminimalkan kerugian dari salah satu jenis investasi yang ditutupi keuntungan dari jenis investasi yang lain.

Pertanyaan-pertanyaan seputar investasi dan jenisnya

Ada beberapa hal yang sering ditanyakan terkait dengan investasi dan jenisnya. Berikut ini pertanyaan-pertanyaannya.


Investasi adalah upaya mengakumulasi sumber daya, termasuk uang, yang tujuannya melindungi nilainya dan dapat menghasilkan pendapatan atau keuntungan.


Semua jenis investasi, dari deposito, emas, reksa dana, obligasi atau Surat Berharga Negara (SBN), saham, peer to peer (P2P) lending, properti, ETF, berlian, hingga perak, punya tingkat keuntungan masing-masing. Memilih jenis investasi itu harus mempertimbangkan risiko dan jangka waktunya.


Pertama-tama, pemilihan jenis investasi harus menimbang risikonya. Kedua, pemilihannya menyesuaikan dengan tujuan keuangan yang mau dicapai. Ketiga, pemilihannya didasarkan pada jangka waktu berinvestasi.


Jenis investasi jangka pendek biasanya dalam wujud aset keuangan, yaitu instrumen pasar uang. Contoh investasi jangka pendek adalah deposito dan reksa dana pasar uang.


Jenis investasi jangka panjang dapat berupa aset keuangan ataupun aset riil yang hasilnya baru dinikmati setelah > 1 tahun. Contoh investasi jangka panjang adalah reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, obligasi, saham, properti, hingga emas.


Diversifikasi, diversifikasi, dan diversifikasi. Diversifikasi adalah strategi meminimalkan risiko investasi dengan menempatkan dana di beragam instrumen investasi. Biasanya diversifikasi berpedoman pada profil risiko si investor. Sebagai contoh, kalau kamu profil risiko moderat, investasikan uangmu ke pasar uang sekitar 12 persen, obligasi sekitar 70 persen, dan saham sekitar 18 persen (bukan rumus baku).

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →