Pensiun dari MotoGP Segini Kekayaan Jorge Lorenzo Setelah 17 Tahun Berkarier

Jorge Lorenzo

Kabar mengejutkan datang dari arena MotoGP, lantaran Jorge Lorenzo memutuskan buat pensiun setelah 17 tahun lamanya berkarier di dunia balap. 17 tahun berkarier sebagai pembalap, kamu pengin tahu gak sih kekayaan dan gaji Jorge Lorenzo? 

Lorenzo memutuskan pensiun di akhir musim 2019 ini. Kabar tersebut sontak membuat para penggemar olahraga otomotif dunia terkejut.  

“Seperti yang Anda bayangkan, saya di sini untuk mengumumkan bahwa hari ini telah tiba untuk saya. Ini akan menjadi balapan terakhir saya di MotoGP,” terang Lorenzo saat menghadiri konfrensi pers di Spanyol tanggal 14 November 2019 waktu setempat, mengutip dari Kompas.

Saat mengumumkan pernyataan tersebut dirinya masih menyisakan 1 balapan lagi di sirkuit Valencia, Spanyol bersama tim Repsol Honda.

Seperti yang kita ketahui performa Jorge Lorenzo dalam beberapa tahun belakangan ini jauh menurun akibat cedera di bagian pundak dan lengan sebelah kiri. Kecelakaan tersebut ia alami ketika membela tim Yamaha tahun 2013 di sirkuit Assen, Belanda.

Selama kariernya di ajang balap paling bergengsi di dunia tersebut, Lorenzo berhasil mencetak banyak prestasi hingga mencapai juara dunia. Daripada berlama-lama lagi mending kita simak yuk langsung perjalanan karier Lorenzo hingga ia memiliki nominal gaji serta kekayaan yang fantastis berikut ini:

Baca juga: Sampai Rp 168 Miliar, Ini 10 Pembalap MotoGP dengan Bayaran Termahal

Awal Karier Jorge Lorenzo dimulai ketika berumur 15 tahun

Jorge Lorenzo
Begini nih gaya Lorenzo saat diwawancarai oleh media, (Instagram/@jorgelorenzo99).

Pria yang lahir pada 4 Mei 1987 di kota Palma, Spanyol ini menjajaki dunia balap profesional pada tahun  2002. Tim pertama yang menjadi pelabuhannya adalah Caja Madrid Derbi Racing.

Selama 3 musim hingga tahun 2004, ia hanya mampu meraih 4 kali kemenangan dan 9 kali berdiri di podium. Sedangkan untuk klasmen pembalap, posisi terbaiknya hanya sampai urutan keempat di musim terakhirnya.

Baca juga: Mengagumkan! 5 Pembalap Indonesia Ini Sukses Berkarier Hingga Mancanegara

Juara dunia pertama kali pada tahun 2006 di kelas 250cc

Jorge Lorenzo
Juara dunia pertama kali pada tahun 2006 di kelas 250cc, (Instagram/@jorgelorenzo99).

Setelah naik ke kelas 250cc pada tahun 2005 bersama tim Fortuna Honda barulah Jorge Lorenzo memperlihatkan prestasinya yang lumayan moncer. Di musim pertamanya ia berhasil menduduki posisi kelima dan ketika menggunakan mesin Aprillia pada 2006 dan 2007 Lorenzo berhasil menjuarai kelas tersebut dengan total 17 kali kemenangan.

Prestasi tersebut membawa dirinya naik ke kelas paling bergengsi yakni MotoGP pada tahun 2008 dan bergabung bersama tim pabrikan Yamaha.

Baca juga: Cantik dan Menawan di Lintasan Sirkuit, 5 Pembalap Wanita Ini Dijamin Bikin Jatuh Cinta!

Bersaing dengan Valentino Rossi dan Dani Pedrosa di MotoGP

Jorge Lorenzo
Lorenzo ketika tengah merawat diri dengan memotong rambut demi penampilannya, (Instagram/@jorgelorenzo99).

Tahun 2008 menjadi awal baru di karier Jorge Lorenzo karena berhasil naik ke kelas paling bergengsi MotoGP untuk bersaing dengan pembalap terkenal Valentino Rossi, Dani Pedrosa  dan Casey Stoner.

Butuh waktu 3 musim untuk Lorenzo sebelum bisa meraih gelar juara dunia tahun 2010 bersama tim Yamaha. Pria berzodiak Taurus ini berhasil memenangkan 9 dari 18 balapan yang dihelat.

Gak berhenti sampai di situ, Lorenzo juga berhasil memenangkan MotoGP untuk musim 2012 dan 2015 bersama dengan tim yang sama.

Per musim Jorge Lorenzo digaji sekitar 4,2 juta Euro

Jorge Lorenzo
Lorenzo saat menyapa para penggemarnya, (Instagram/@jorgelorenzo99).

Setelah pindah ke Honda dari tim Ducati tahun 2019, Lorenzo mendapatkan gaji yang lumayan fantastis mencapai 4,2 juta Euro atau setara Rp 65 miliar.

Dengan gaji sebanyak itu pantas aja dirinya berhasil mengumpulkan harta kekayaan mencapai US$ 13 juta atau senilai Rp 182 miliar selama 17 tahun berkarier sebagai pembalap profesional. Nah itulah sedikit informasi mengenai karier, gaji dan kekayaan Jorge Lorenzo. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)