Wah! 15 Tahun Jualan Jamu, Ibu Poni Bisa Sekolahkan Dua Anaknya

Jual jamu gendong atau jamu keliling rasanya masih memiliki peminat sih di berbagai pelosok kota Jakarta bahkan di daerah-daerah lainnya. Contohnya ibu Poni yang masih setia banget jualan jamu keliling hampir 15 tahun lamanya.

Dengan hanya jualan jamu, ibu Poni berhasil menyekolahkan kedua anaknya meskipun hanya sampai di bangku Sekolah Menengah Atas.

Wah, luar biasa sekali kerja keras ibu dua anak ini demi membantu dapur rumah tangganya tetap mengebul. Belum lama ini MoneySmart.id berbincang dengan perempuan paruh baya yang berjualan jamu keliling di daerah Tangerang Selatan.

Sejak pagi hingga siang hari ibu poni keliling berjualan jamu dengan menggunakan sepeda usangnya. Eits, jangan dianggap remeh ya, ibu Poni berhasil lho menyekolahkan kedua anaknya sampai jenjang bangku Sekolah Menengah Atas.

Sejak kedua anaknya masih duduk di bangku Sekolah Dasar, ibu Poni berjualan jamu keliling. Saat ditanya ibu Poni gak tahu persis kapan dirinya memulai berjualan jamu.

“Kalau tahunnya aku nggak inget mas, kira-kira 15 tahun ada ya mas dari anak ku masih SD,” bukanya santai.

“Ibu sekarang umurnya, aku udah 45 tahun ada. Orang laki ku aja berapa ya? 53 tahun ya,” tambahnya seraya menghela napas.

Alasan finansial mendorong perempuan kelahiran Solo, 45 tahun silam ini berjualan jamu. Sang suami hanya seorang pegawai PDAM di daerah Ciputat, Tangerang Selatan. Ia pun memutar otak gimana harus mendapatkan pundi-pundi demi memikirkan pendidikan kedua buah hatinya.

“Karena kurang dana mas,” bukanya berkaca-kaca.

“Terus saya bagaimana kalau begini aja? Aku kepenginnya gini terus anak ku nggak bisa sekolah yaudah akhirnya aku pergi merantau ke Jakarta,” tambahnya.

Saat itu ibu Poni yang masih menetap di kota kelahirannya Solo memutuskan buat merantau ke Jakarta. Mendapat kiriman uang dari suami, ibu Poni justru nekat adu nasib ke Jakarta dengan membeli tiket kereta api ke Ibu Kota.

“kebetulan kan dulu suami saya kerja di PAM situ, di PAM Blok A sini. Aku kan dikasih duit maksudnya dikirimin duitnya suruh buat jajan eh malah buat sangu ke sini dia marah,”ungkapnya tertawa.

Modal gak gede

Hanya dengan modal Rp 50 ribu aja, ibu Poni akhirnya memutuskan buat jualan jamu keliling. Bukan modal yang besar sih buat memulai usaha kecil-kecilannya ini.

“Dulu mah masih murah mas nggak kayak sekarang, berapa dulu ya?,” ucapnya seraya mengingat.

“Yah ya nggak inget ya udah lama. Dulu mah jahe masih Rp 50 ribu dapet sekilo sekarang mah nggak dapet, nggak inget udah lama mas,”tambahnya dengan logat Jawa yang kental.

Ia pun mengambil perbandingan dengan sekarang ini buat membeli bahan-bahan keperluan meracik jamu. Perempuan kelahiran Solo ini sangat menghindarkan menggunakan bahan-bahan yang serba instant.  

“Sekarang aja kunyit aja Rp 25 ribu, jahe Rp 25 ribu sekilo, kencur aja sekarang Rp 25 ribu sekilo, itu yang masih mentah-mentah. kalau dari bubuk mah nggak enak mas,” pungkasnya.

Bikin jamu belajar dari tetangga

Ibu Poni bukanlah lulusan sekolah perhotelan atau memiliki pengetahuan bagaimana meracik sebuah ramuan minuman. Dengan banyak belajar dan tanya ke tetangga salah satu cara ibu Poni meracik jamu.

“Iya dulu mah aku nggak bisa mas bikin jamu, kan dari kampung. Aku itu ada yang bisa bikin jamu terus aku ngikut caranya gimana aku minta diajarin gimana sih, jadi aku sampai sekarang masih ngkutin,” jelasnya.

“Jadi aku belajar sendiri sama tanya sama tetangga atau teman, dulunya juga sama teman. Kalau tadinya nggak tahu kan kalau nggak sama teman gimana bikin jamu,” pungkasnya.

Nah, cerita ibu Poni ini bisa lho jadi pelajaran buat kamu yang pengin bikin usaha tapi gak perlu modal kecil. Dan jangan sungkan buat banyak belajar dari orang lain gimana merintis sebuah bisnis kecil.

 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →