Apa Itu Mata Elang dan Cari Tahu Legalitas Profesi Ini

mata elang

Cicilan kredit kendaraan macet, tukang tagih pun bertindak! Sepertinya sudah menjadi ‘hukum’ tak tertulis kepada siapa saja yang bermasalah dengan kredit kendaraannya, siap-siap saja disambangi berhadapan dengan tukang tagih yang sering dijuluki Mata Elang.

Kadang kita suka ciut karena mereka ini biasanya bersosok menyeramkan, berwatak kasar, dan suka melayangkan ancaman-ancaman tertentu.

Kenapa dijuluki Mata Elang?

Kenapa orang-orang ini mendapat julukan Mata Elang? Kenapa bukan Mata Macan atau Mata Ular?

Pada dasarnya karena diibaratkan mata mereka tajam saat melihat plat nomor setiap kendaraan yang lewat.

Mereka ini biasanya outsourcing yang diupah leasing/bank untuk mengejar para debitur yang menunggak cicilan dan susah ditemui itu.

Seperti apa ciri-ciri mereka?

Ciri-ciri Mata Elang ini gampang dikenali. Misalnya saja kalau berkendara di Jalan Pos Pengumben, Jakarta Selatan, pada jam tertentu ada sekelompok orang bergerombol. Jumlahnya bisa berempat sampai berenam.

Tatapan mata mereka tertuju pada nomor polisi kendaraan yang lewat. Sesekali membuka buku sebundel yang dibawanya. Jika nomor polisi sesuai dengan yang tertera di buku, mereka langsung buru-buru mengejar.

Tak peduli alasan pemilik, mereka harus ‘menguasai’ kendaraan dan membawanya pergi. Itulah tugas para Mata Elang ini. Oh ya, buku itu berisi data-data debitur seperti merek, nopol, dan warna kendaraan.

Apa yang mereka lakukan?

Jadi mereka turun ke jalanan karena mendapatkan limpahan tugas dari leasing/bank yang ingin mengambil kendaraan tertentu dengan kondisi seperti ini.

  1. Pemilik atau debitur sulit dicari.
  2. Kendaraan sudah berpindah tangan (dijual) dan tidak diketahui keberadaannya.
  3. Kendaraan dalam kondisi sedang digadaikan.
  4. Kendaraan sudah tidak terlacak.

Jasa Mata Elang dipakai begitu pihak kreditur atau pemberi kredit juga sudah merasa putus asa untuk menagih secara prosedural, sedangkan pihak debitur tetap membandel.

Inilah alasan kenapa debitur yang membandel ini diserahkan kepada pihak eksternal, dalam hal ini Mata Elang.

Bisa dimengerti sih bahwa tugas mereka sekalian untuk mengingatkan debitur untuk segera melunasi cicilan. Pihak kreditur pastinya gak mau jadi merugi gara-gara kredit macet.

Kenapa muncul Mata Elang?

Pertanyaannya adalah kenapa sampai bermunculan para Mata Elang di pinggir jalan, menarik motor kredit langsung di tempat?

Pastinya andai kita sebagai pemilik kendaraan atau debitur telah memenuhi kewajiban pelunasan tepat waktu secara konsisten, tidak perlu ada Mata Elang ini, bukan?

Nah salah satu fakta yang menjadi penyebab kredit macet adalah memang berasal dari ketidaksanggupan kita sebagai debitur sendiri dalam melunasi cicilan bulanan tepat waktu. 

Namun, bukankah seharusnya sudah ada proses survei calon pembeli yang biasanya dilakukan oleh staf leasing atau kreditur untuk memastikan kelayakan dari calon debitur?

Nyatanya, ada banyak dealer motor yang menawarkan persyaratan berupa DP murah, semurah Rp300 ribu atau Rp500 ribu saja sudah bisa membawa pulang motor seharga Rp11-13 jutaan. Cara-cara inilah yang dipandang sangat berisiko.

Kenapa berisiko? Karena umumnya dengan semakin rendahnya DP, maka semakin tinggi cicilan bulanannya. Tingginya cicilan bulanan tentu akan menyulitkan debitur sehingga akhirnya berujung kepada kredit macet.

Aturan yang baku dari OJK soal pengajuan kredit kendaraan motor, salah satunya adalah pembayaran DP sebesar 20-30 persen dari harga tunai. Jadi intinya kelalaian dari pihak dealer, tapi yang repot leasing-nya.

Bukan cuma pihak dealer yang tidak mengindahkan peraturan dari OJK, calon debitur pun kebanyakan mudah tergiur dengan promosi DP rendah semacam itu tanpa berpikir soal kesanggupan pembayaran cicilan di masa depan.

Faktor gengsi dan kurangnya kesadaran finansial mungkin menjadi penyebabnya. Yang penting dapat motor baru, soal risiko ditarik dealer karena kredit macet jadi urusan nanti. Padahal efeknya, debitur nakal seperti ini bisa kena sanksi blacklist dari OJK

Kalau sudah masuk daftar hitam ini, debitur terkait bisa dipersulit jika ingin melakukan pengajuan pinjaman dan pembiayaan lagi di masa depan.

Jadi keputusan untuk kredit motor bukanlah perkara yang sepele. Kita sebagai calon debitur harus memperkirakan juga kesanggupan ekonomis diri sendiri. Bagus jika punya pekerjaan dengan gaji tetap, jadi kita bisa menyisihkan sebagian gaji untuk membayar cicilan motor.

Tapi bisa menjadi masalah jika kita adalah pemilik wirausaha baru berskala kecil, misalnya UMKM atau UKM. Umumnya, lingkup usaha sejenis ini mengandalkan penjualan dengan sistem eceran dengan keuntungan yang relatif kecil karena memang memiliki target pasar yang terbatas. 

Dengan kata lain, penghasilannya belum bisa dikatakan tetap alias fluktuatif. Sewajarnya, seseorang dengan penghasilan tidak tetap akan menemui kesulitan saat dihadapkan dengan kewajiban pembayaran cicilan yang sifatnya periodik, dalam hal ini adalah cicilan bulanan motor.

Tidak heran, dia masih sanggup membayar DP yang murah dan mungkin beberapa cicilan bulanan ke depan. Tapi pada akhirnya akan terbebani pada pengeluaran dan mengalami gagal bayar.

Namun bukan berarti bagi orang yang memiliki gaji tetap akan secara otomatis terbebas dari risiko gagal bayar.

Faktanya, sebagian staf marketing sebuah dealer akan menyiasati minat calon debitur dengan kemudahan lolos pengajuan kredit tanpa survei jika bersedia membayar DP yang lebih besar.

Tentu DP yang lebih besar akan menjadikan cicilan bulanan yang lebih rendah, namun tetap saja ada risiko pengeluaran mendadak sewaktu-waktu, misalnya harus membayar biaya berobat di rumah sakit yang mahal.

Bukan rahasia lagi, ketakutan berobat di rumah sakit bukanlah karena kengerian menjalani prosedur medis atau terapi medis yang menyakitkan, tapi karena mahalnya tagihan berobat.

Ada solusinya, yaitu jaminan asuransi kesehatan. Kalau sudah punya asuransi kesehatan, maka gak perlu bayar biaya berobat lagi karena sudah ditanggung oleh asuransi. Jadi gak perlu ngeri ke rumah sakit lagi.

Mata Elang tidak dibutuhkan dalam UU No 42/1999

Sejatinya, pihak pemberi kredit tak perlu menggunakan jasa tukang tagih dalam penarikan kendaraan debitur yang wanprestasi. Asalkan setiap kendaraan yang dikredit itu dilengkapi jaminan fidusia seperti diatur dalam Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999.

Undang-undang itu mengamanatkan polisi bisa memberi bantuan kepada pemberi kredit untuk menarik kendaraan yang dijamin dengan fidusia.

Perjanjian fidusia adalah perjanjian utang piutang antara kreditur dengan debitur yang melibatkan penjaminan yang kedudukannya tetap dalam penguasaan pemilik jaminan dan dibuat Akta Notaris untuk didaftarkan ke kantor pendaftaran fidusia.

Masalahnya, kadang si pemberi kredit enggan memberikan jaminan fidusia karena mesti menanggung biaya yang cukup besar kadang sampai Rp1 juta per kendaraan.

Lantaran tak ada jaminan fidusia, pihak pemberi kredit tak punya hak eksekusi terhadap objek yang dijaminkan. Alhasil, perjanjian itu menjadi lemah karena dibuat di bawah tangan.

Alasan inilah yang membuat pihak leasing melirik jasa Mata Elang untuk ‘mengurus’ nasabah yang gagal bayar untuk menarik kendaraan.

Padahal secara hukum, pihak leasing tak punya hak menarik kendaraan milik konsumen karena perjanjiannya tak ada penjaminan fidusia. Ironisnya, pihak leasing paham betul kelemahan ini.

Hak konsumen terhadap tindakan pihak leasing

Proses eksekusi terhadap objek yang tidak dijamin fidusia pastinya tak bakal melalui badan penilai harga resmi atau pelelangan.

Eksekusi yang demikian jelas dianggap sebagai perbuatan melawan hukum seperti diatur dalam KUH Perdata Pasal 1365. Konsumen dapat menggugat leasing jika kendaraannya dieksekusi secara paksa.

Di saat bersamaan, konsumen yang gagal bayar tak dapat dijerat dengan UU NI 42/1999 karena perjanjian yang dibuat dengan pihak leasing tidak sah.

Meski begitu, bila konsumen terbukti mengalihkan kendaraan ke orang lain, dia bisa dijerat KUH Pidana pasal 372 terkait penggelapan.

Artinya, bisa dilihat betapa pentingnya perjanjian fidusia ini. Konsumen berhak menagih kepada pihak leasing agar perjanjian kredit kendaraan dijaminkan fidusia.

Bila memang pihak leasing enggan mengurusnya, sebaiknya tinggalkan. Itu artinya pihak leasing tidak menghormati hak-hak konsumen.

Tips berharga menghadapi Mata Elang

Lantas bagaimana sikap kita dalam menghadapi para Mata Elang ini? Berikut tips-tips untuk kamu.

  1. Menepi di tempat ramai bila diberhentikan secara paksa di jalan.
  2. Cabut dan amankan kunci kontak kendaraan.
  3. Jangan panik dan bicaralah seperti biasa, tanyakan dan catat identitas mereka.
  4. Beri mereka kesempatan untuk mengecek kendaraan dan jangan lupa difoto.
  5. Tanyakan identitas pemilik kendaraan yang tertera di buku mereka.
  6. Apa pun yang terjadi, jangan berikan STNK kepada mereka.
  7. Bila memang ada masalah cicilan, bicarakan dengan baik-baik.
  8. Bila memungkinkan, segera lunasi cicilan dengan mentransfer uang.
  9. Bila tak bisa membayar cicilan, segera ke kantor cabang leasing untuk membicarakannya.
  10. Kalau tidak sanggup bayar, minta surat penarikan kendaraan (SPK) sebagai bukti legal.

Terlanjur kredit tanpa dijamin fidusia?

Jika memang ada masalah dalam urusan cicilan dan mencegah disambangi Mata Elang, ada baiknya untuk melakukan dua langkah berikut ini.

1. Bicarakan dengan pihak leasing

Terbuka saja membicarakan kesulitan keuangan yang sedang dihadapi kepada pihak leasing. Mintalah penjelasan apa akibatnya jika terlambat membayar angsuran.

Misalnya terkait biaya denda dan batas maksimal tunggakan. Bila perlu, jadwalkan kembali atau meminta toleransi tambahan waktu untuk melunasi kewajiban.

2. Minta bantuan pihak ketiga

Bila memang menemui jalan buntu, tak ada salahnya minta bantuan pihak ketiga. Misalnya saja berkonsultasi ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) atau Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK).

Layanan dari mereka sifatnya gratis. Jika mereka mengutip biaya, sebaiknya tinggalkan karena itu ulah oknum.

Kesimpulannya, sebenarnya gampang menghindari Mata Elang. Keputusan untuk mengambil kredit memerlukan perencanaan yang cermat dan panjang.

Baik dalam ketelitian membaca perjanjian kredit hingga mendapat jaminan fidusia. Yang lebih penting lagi, pastikan saja pelunasan cicilan kredit kendaraanmu tetap lancar jaya.

Ketika sudah berani ambil kredit kendaraan, maka harus berani pula melunasi cicilan pada tiap periode tepat waktu. Toh, itu kendaraan memang belum jadi 100 persen hak milik sendiri lantaran masih ada sisa utang, bukan?

Cara kredit motor aman supaya gak dikejar-kejar Mata Elang

Kredit motor menjadi solusi bagi kamu yang ingin memiliki motor lebih cepat secara mengangsur.

Tapi ini berarti kamu berkewajiban untuk melunasi cicilan bulanan tepat waktu. Menyalahi kesepakatan ini berarti risikonya adalah motormu akan ditarik leasing.

Nah supaya tidak terbebani dengan terlalu tingginya cicilan bulanan kredit motor, kamu bisa ikuti tips-tips bermanfaat berikut.

  • Jangan tergiur dengan DP murah karena pembayaran uang muka yang rendah akan berakibat pada tingginya cicilan bulanan. Apalagi jika kamu memilih tenor yang lebih panjang juga, maka akhirnya akan membebani pengeluaran bulananmu.
  • Utamakan memilih bayar DP normal atau lebih tinggi agar mendapatkan cicilan bulanan yang lebih murah.
  • Selalu awali perencanaan pengeluaran bulananmu untuk melunasi utang, utang cicilan motormu adalah salah satunya dan bayar lebih awal. Kalau cicilan bulanan sudah dilunasi tepat waktu, kamu pun bisa tenang.

Lalu bagaimana jika kamu tidak memiliki penghasilan tetap? Maka lebih baik menabung terlebih dahulu dan membeli motor baru secara tunai. Dengan begitu, kamu tidak perlu berutang. 

Tidak ada salahnya juga jika kamu membeli motor bekas. Pilihlah motor bekas dengan kualitas yang masih bagus dan berikan perawatan berkala tepat waktu agar kondisinya tetap terjaga.

Kalau kamu penasaran berapa uang yang perlu kamu tabung tiap bulan untuk bisa beli motor, coba hitung saja dengan kalkulator menabung bulanan dari Lifepal berikut.

Lindungi kelancaran pembayaran kredit dengan asuransi jiwa

Pernah dengar asuransi jiwa kredit? Nah produk perlindungan finansial ini bertujuan memberimu jaminan bahwa jika kamu mengalami musibah tertentu yang menyebabkan ketidakmampuan melunasi cicilan.

Misalnya kamu dijatuhi sanksi PHK atau mengalami kecelakaan kerja yang membuatmu mengalami cacat fisik, maka asuransi akan menanggung utangmu.

Namun berapa banyak yang akan ditanggung oleh asuransi akan bergantung kepada kesepakatan denganmu.

Apakah ditanggung sebagian atau seluruhnya, hal itu akan berpengaruh kepada premi asuransi yang kamu harus bayar.

Jika kamu masih punya pertanyaan seputar Mata Elang dan perlindungan harta kredit milik pribadi, jangan ragu untuk berkonsultasi secara langsung di Tanya Lifepal.

FAQ seputar Mata Elang

Apa itu Mata Elang?

Julukan Mata Elang melekat pada diri mereka karena pengibaratan mata mereka yang tajam menemukan satu plat nomor target dari sekian banyak kendaraan yang lewat.

Apa pekerjaan Mata Elang?

Mereka mendapatkan limpahan tugas dari leasing/bank yang ingin mengambil kendaraan tertentu dengan kondisi seperti ini.

  • Pemiliknya atau debitur sulit dicari.
  • Kendaraan sudah berpindah tangan (dijual) dan tidak diketahui keberadaannya.
  • Kendaraan dalam kondisi sedang digadaikan dan belum dilunasi.
  • Kendaraan sudah tidak terlacak.

Bagaimana cara mengantisipasi gagal bayar kredit?

Jangan langsung tergiur dengan penawaran DP murah dari dealer. Pembayaran uang muka yang rendah malah menjadikan cicilan bulanan menjadi lebih tinggi sehingga pada jangka panjang akan membebani pengeluaran bulananmu.

Sebaliknya, upayakan memilih DP normal atau lebih tinggi agar mendapatkan perhitungan cicilan bulanan yang lebih rendah. Selain itu, perhatikan tenor kredit. Lebih cepat, maka lebih baik.

Sisihkan gajimu dengan cermat juga agar terhindar dari gagal bayar cicilan bulanan. Namun jika kamu belum punya penghasilan tetap, lebih baik menabung terlebih dahulu dan membelinya secara tunai langsung atau membeli motor bekas yang lebih murah.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →