Mengenal Mata Elang, Legalitas Profesi, dan Tips Menghadapinya

mata elang

Mata elang adalah sebutan untuk debt collector alias tukang tagih ketika cicilan kredit kendaraan macet. Sepertinya sudah menjadi ‘hukum’ tak tertulis kepada siapa saja yang bermasalah dengan kredit kendaraannya, siap-siap saja disambangi berhadapan dengan para mata elang ini. 

Kadang kita suka ciut karena mereka ini biasanya bersosok menyeramkan, berwatak kasar, dan suka melayangkan ancaman-ancaman tertentu.

Tetapi sebenarnya, apa itu mata elang dan mengapa profesi satu ini harus ada? Yuk, simak informasi selengkapnya berikut ini. 

Mengenal profesi mata elang

Mata elang (matel) sejatinya merupakan pihak ketiga yang ditunjuk dari lembaga pembiayaan atas alasan kredit macet.

Para debt collector ini dijuluki mata elang karena diibaratkan mata mereka yang sangat tajam saat melihat plat nomor setiap kendaraan yang lewat.

Mereka ini biasanya outsourcing yang diupah leasing maupun bank untuk mengejar para debitur yang menunggak cicilan dan susah ditemui itu.

Mengenali mata elang sebenarnya cukup gampang. Biasanya, mereka akan berkumpul pada jam tertentu. Jumlahnya bisa berempat sampai berenam. Matel ini akan diam di pinggir-pinggir jalan sambil memegang ponsel atau buku untuk mencatat nomor polisi yang bermasalah.

Tatapan mata mereka tertuju pada nomor polisi kendaraan yang lewat. Sesekali membuka buku sebundel yang dibawanya. Jika nomor polisi sesuai dengan yang tertera di buku, mereka langsung buru-buru mengejar.

Tak peduli alasan pemilik, mereka harus ‘menguasai’ kendaraan dan membawanya pergi. Itulah tugas para Mata Elang ini. Oh ya, buku itu berisi data-data debitur seperti merek, nopol, dan warna kendaraan.

Tugas mata elang 

Sederhananya, mata elang ini turun ke jalanan karena mendapatkan limpahan tugas dari leasing atau bank yang ingin mengambil kendaraan tertentu dengan kondisi seperti ini.

  • Pemilik atau debitur sulit dicari.
  • Kendaraan sudah berpindah tangan (dijual) dan tidak diketahui keberadaannya.
  • Kendaraan dalam kondisi sedang digadaikan.
  • Kendaraan sudah tidak terlacak.

Jasa mata elang dipakai begitu pihak kreditur atau pemberi kredit juga sudah merasa putus asa untuk menagih secara prosedural, sedangkan pihak debitur tetap membandel.

Inilah alasan kenapa debitur yang membandel ini diserahkan kepada pihak eksternal, dalam hal ini mata elang Bisa dimengerti sih bahwa tugas mereka sekalian untuk mengingatkan debitur untuk segera melunasi cicilan. Pihak kreditur pastinya gak mau jadi merugi gara-gara kredit macet.

Legalitas profesi mata elang dalam Undang-undang

Sejatinya, pihak pemberi kredit tak perlu menggunakan jasa tukang tagih dalam penarikan kendaraan debitur yang wanprestasi. Asalkan setiap kendaraan yang dikredit itu dilengkapi jaminan fidusia seperti diatur dalam Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999.

Undang-undang itu mengamanatkan polisi bisa memberi bantuan kepada pemberi kredit untuk menarik kendaraan yang dijamin dengan fidusia.

Perjanjian fidusia adalah perjanjian utang piutang antara kreditur dengan debitur yang melibatkan penjaminan yang kedudukannya tetap dalam penguasaan pemilik jaminan dan dibuat Akta Notaris untuk didaftarkan ke kantor pendaftaran fidusia.

Masalahnya, kadang si pemberi kredit enggan memberikan jaminan fidusia karena mesti menanggung biaya yang cukup besar kadang sampai Rp1 juta per kendaraan.

Lantaran tak ada jaminan fidusia, pihak pemberi kredit tak punya hak eksekusi terhadap objek yang dijaminkan. Alhasil, perjanjian itu menjadi lemah karena dibuat di bawah tangan.

Alasan inilah yang membuat pihak leasing melirik jasa Mata Elang untuk ‘mengurus’ nasabah yang gagal bayar untuk menarik kendaraan.

Padahal secara hukum, pihak leasing tak punya hak menarik kendaraan milik konsumen karena perjanjiannya tak ada penjaminan fidusia. Ironisnya, pihak leasing paham betul kelemahan ini.

Hak konsumen terhadap tindakan pihak leasing

Proses eksekusi terhadap objek yang tidak dijamin fidusia pastinya tak bakal melalui badan penilai harga resmi atau pelelangan.

Eksekusi yang demikian jelas dianggap sebagai perbuatan melawan hukum seperti diatur dalam KUH Perdata Pasal 1365. Konsumen dapat menggugat leasing jika kendaraannya dieksekusi secara paksa.

Di saat bersamaan, konsumen yang gagal bayar tak dapat dijerat dengan UU NI 42/1999 karena perjanjian yang dibuat dengan pihak leasing tidak sah.

Meski begitu, bila konsumen terbukti mengalihkan kendaraan ke orang lain, dia bisa dijerat KUH Pidana pasal 372 terkait penggelapan.

Artinya, bisa dilihat betapa pentingnya perjanjian fidusia ini. Konsumen berhak menagih kepada pihak leasing agar perjanjian kredit kendaraan dijaminkan fidusia.

Bila memang pihak leasing enggan mengurusnya, sebaiknya tinggalkan. Itu artinya pihak leasing tidak menghormati hak-hak konsumen.

Tips berharga menghadapi Mata Elang

Lantas bagaimana sikap kita dalam menghadapi para Mata Elang ini? Berikut tips-tips untuk kamu.

  • Menepi di tempat ramai bila diberhentikan secara paksa di jalan.
  • Cabut dan amankan kunci kontak kendaraan.
  • Jangan panik dan bicaralah seperti biasa, tanyakan dan catat identitas mereka.
  • Beri mereka kesempatan untuk mengecek kendaraan dan jangan lupa difoto.
  • Tanyakan identitas pemilik kendaraan yang tertera di buku mereka.
  • Apa pun yang terjadi, jangan berikan STNK kepada mereka.
  • Bila memang ada masalah cicilan, bicarakan dengan baik-baik.
  • Bila memungkinkan, segera lunasi cicilan dengan mentransfer uang.
  • Bila tak bisa membayar cicilan, segera ke kantor cabang leasing untuk membicarakannya.
  • Kalau tidak sanggup bayar, minta surat penarikan kendaraan (SPK) sebagai bukti legal.

Tak mau disambangi mata elang? Ini tipsnya

Jika memang ada masalah dalam urusan cicilan dan mencegah disambangi Mata Elang, ada baiknya untuk melakukan dua langkah berikut ini.

1. Bicarakan dengan pihak leasing

Terbuka saja membicarakan kesulitan keuangan yang sedang dihadapi kepada pihak leasing. Mintalah penjelasan apa akibatnya jika terlambat membayar angsuran.

Misalnya terkait biaya denda dan batas maksimal tunggakan. Bila perlu, jadwalkan kembali atau meminta toleransi tambahan waktu untuk melunasi kewajiban.

2. Minta bantuan pihak ketiga

Bila memang menemui jalan buntu, tak ada salahnya minta bantuan pihak ketiga. Misalnya saja berkonsultasi ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) atau Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK).

Layanan dari mereka sifatnya gratis. Jika mereka mengutip biaya, sebaiknya tinggalkan karena itu ulah oknum.

Kesimpulannya, sebenarnya gampang menghindari Mata Elang. Keputusan untuk mengambil kredit memerlukan perencanaan yang cermat dan panjang.

Baik dalam ketelitian membaca perjanjian kredit hingga mendapat jaminan fidusia. Yang lebih penting lagi, pastikan saja pelunasan cicilan kredit kendaraanmu tetap lancar jaya.

Ketika sudah berani ambil kredit kendaraan, maka harus berani pula melunasi cicilan pada tiap periode tepat waktu. Toh, itu kendaraan memang belum jadi 100 persen hak milik sendiri lantaran masih ada sisa utang, bukan?

Cara kredit motor aman supaya gak dikejar-kejar Mata Elang

Kredit motor menjadi solusi bagi kamu yang ingin memiliki motor lebih cepat secara mengangsur.

Tapi ini berarti kamu berkewajiban untuk melunasi cicilan bulanan tepat waktu. Menyalahi kesepakatan ini berarti risikonya adalah motormu akan ditarik leasing.

Nah supaya tidak terbebani dengan terlalu tingginya cicilan bulanan kredit motor, kamu bisa ikuti tips-tips bermanfaat berikut.

  • Jangan tergiur dengan DP murah karena pembayaran uang muka yang rendah akan berakibat pada tingginya cicilan bulanan. Apalagi jika kamu memilih tenor yang lebih panjang juga, maka akhirnya akan membebani pengeluaran bulananmu.
  • Utamakan memilih bayar DP normal atau lebih tinggi agar mendapatkan cicilan bulanan yang lebih murah.
  • Selalu awali perencanaan pengeluaran bulananmu untuk melunasi utang, utang cicilan motormu adalah salah satunya dan bayar lebih awal. Kalau cicilan bulanan sudah dilunasi tepat waktu, kamu pun bisa tenang.

Lalu bagaimana jika kamu tidak memiliki penghasilan tetap? Maka lebih baik menabung terlebih dahulu dan membeli motor baru secara tunai. Dengan begitu, kamu tidak perlu berutang.

Tidak ada salahnya juga jika kamu membeli motor bekas. Pilihlah motor bekas dengan kualitas yang masih bagus dan berikan perawatan berkala tepat waktu agar kondisinya tetap terjaga.

Kalau kamu penasaran berapa uang yang perlu kamu tabung tiap bulan untuk bisa beli motor, coba hitung saja dengan kalkulator menabung bulanan dari Lifepal berikut.

Jika sampai harus menghadapi Mata Elang karena kredit yang menunggak, bisa jadi kondisi keuangan kamu perlu diperbaiki. Nah, ada dua cara dalam mengatur keuangan supaya pendapatan dan pengeluaran seimbang.

Pertama, memangkas pengeluaran. Namun jika langkah ini sulit, kamu bisa menambah pendapatan. Salah satu caranya adalah dengan menjadi agen asuransi Lifepal. Kamu bisa mendapatkan penghasilan tambahan hingga Rp30 juta, lho! Klik di sini untuk mendaftar!

Lindungi kelancaran pembayaran kredit dengan asuransi jiwa

Pernah dengar asuransi jiwa kredit? Nah produk perlindungan finansial ini bertujuan memberimu jaminan bahwa jika kamu mengalami musibah tertentu yang menyebabkan ketidakmampuan melunasi cicilan.

Misalnya kamu dijatuhi sanksi PHK atau mengalami kecelakaan kerja yang membuatmu mengalami cacat fisik, maka asuransi akan menanggung utangmu.

Namun berapa banyak yang akan ditanggung oleh asuransi akan bergantung kepada kesepakatan denganmu.

Apakah ditanggung sebagian atau seluruhnya, hal itu akan berpengaruh kepada premi asuransi yang kamu harus bayar.

Demikian informasi seputar Mata Elang yang perlu kamu ketahui. Semoga membantu! Punya pertanyaan seputar keuangan dan kredit? Yuk tanyakan langsung pada ahli di bidangnya lewat fitur Tanya Lifepal! 

Pertanyaan seputar Mata Elang

Julukan Mata Elang melekat pada diri mereka karena pengibaratan mata mereka yang tajam menemukan satu plat nomor target dari sekian banyak kendaraan yang lewat.
Mereka mendapatkan limpahan tugas dari leasing/bank yang ingin mengambil kendaraan tertentu dengan kondisi seperti ini.

  • Pemiliknya atau debitur sulit dicari.
  • Kendaraan sudah berpindah tangan (dijual) dan tidak diketahui keberadaannya.
  • Kendaraan dalam kondisi sedang digadaikan dan belum dilunasi.
  • Kendaraan sudah tidak terlacak.
 
Secara hukum, pihak leasing atau pemberi kredit tidak punya hak menarik kendaraan milik konsumen secara paksa tanpa adanya perjanjian fidusia, apalagi dengan perpanjangan tangan melalui pihak yang dijuluki Mata Elang. Maka dari itu, pengambilan paksa oleh pihak yang dijuluki Mata Elang ini termasuk perbuatan ilegal dan bisa dituntut secara hukum.
Jangan langsung tergiur dengan penawaran DP murah dari dealer. Pembayaran uang muka yang rendah malah menjadikan cicilan bulanan menjadi lebih tinggi sehingga pada jangka panjang akan membebani pengeluaran bulananmu. Sebaliknya, upayakan memilih DP normal atau lebih tinggi agar mendapatkan perhitungan cicilan bulanan yang lebih rendah. Selain itu, perhatikan tenor kredit. Lebih cepat, maka lebih baik. Sisihkan gajimu dengan cermat juga agar terhindar dari gagal bayar cicilan bulanan. Namun jika kamu belum punya penghasilan tetap, lebih baik menabung terlebih dahulu dan membelinya secara tunai langsung atau membeli motor bekas yang lebih murah.

Hindari dikejar mata elang akibat terlilit utang dengan memproteksi keuangan menggunakan asuransi motor terbaik. Jadi kalau motor rusak, biaya perbaikannya sudah ditanggung asuransi.

Dapatkan Promo