Biar Gak Tertipu, Gini Cara Menghitung Bunga Kredit Motor

cara menghitung bunga kredit motor

Dalam waktu dekat, kamu berencana ngambil motor dengan skema kredit? Selain kredit motor baru atau bekas, kredit via diler atau leasing, lamanya tenor, hingga cara menghitung bunga kredit motor tentu jadi poin-poin yang harus dipikirkan.

Cara menghitung bunga kredit motor menjadi salah satu poin penting sebelum mengukuhkan niatan mengambil kredit kendaraan roda dua. 

Selain itu, hal-hal apa saja sih yang harus diperhatikan ketika kita akan mengambil kredit motor dan cara menghitung bunga kredit motor?

Besaran angka cicilan

Meminang motor harus jeli dan penuh pertimbangan karena menjadi bagian dari sebuah keputusan. Terkadang kita suka abai dalam melihat angka cicilan murah yang tertera di brosur kredit motor. 

Pernah gak kita memikirkan patokan angkanya dapat darimana ya? Biar gak bingung, Lifepal punya simulasi kredit nih buat kamu.

Angka cicilan didapat dari gabungan kredit dan bunga. Untuk urusan bunga, terkadang perusahaan diler atau leasing enggan membuka mulut. Buat apa juga disodorkan, toh calon nasabah juga lebih antusias dalam mencermati cicilan per bulan.

Coba deh sesekali bertanya ke perusahaan diler atau leasing. Iseng saja menggali pertanyaan, “Berapa sih bunga yang dikenakan dan bagaimana cara menghitung bunga kredit motor?”

Biaya bunga kredit dan simulasi cicilan

Misalnya, diberitahu di angka 1% per bulan, setelahnya kita pun perlu mengecek kebenaran info bunga tersebut. Caranya?

Ambil contoh di perusahaan diler atau leasing, ada motor dengan harga tunai Rp20 juta yang mau kita kreditkan. Syarat meminangnya, harus menyodorkan down payment sebesar 30% dari harga tunai. Sehingga kamu wajib membayar Rp6 juta. 

Bagaimana dengan sisanya yang Rp14 juta? Akan dikreditkan 2 tahun (24 bulan) dengan persentase bunga 1,5% per bulan.

Total bunga akan didapat dari (harga tunai – down payment x persentase bunga per bulan) x tenor 24 bulan. Setelah itu, dijumlahkan kembali dengan sisa utang yang ada. Sehingga didapat angka cicilan yang tergantung pada masa tenor. Jadinya:

Total bunga : (Rp14.000.000 x 1,5%) x 24 = Rp5.040.000

Total utang : Rp 14.000.000 + Rp3.360.000 = Rp17.360.000

Cicilan bulanan : Rp17.360.000 / 24 = Rp723.333

Nah, pastikan angka hasil akhir tersebut harus akur dengan cicilan per bulan yang tertera di brosur dengan masa tenor 2 tahun. Kalau nyatanya lebih besar? Harus dipertanyakan kembali ke perusahaan diler atau leasing tersebut. 

Itu dengan contoh tenor 2 tahun. Kalau lebih lama masa cicilan? Ya semakin membesar pula bunga yang dikenakan.

Biaya tambahan dari leasing

Selain biaya bunga kredit motor, beberapa leasing juga menetapkan biaya tambahan yang perlu kamu tahu. 

Agar tidak terjebak, kamu harus menanyakan pada leasing berapa besar biaya penalti kalau kamu bisa melunasi kredit sebelum batas waktu yang disepakati. Jangan sampai kamu kaget karena tagihan lebih besar dari seharusnya. Selain biaya penalti, ada dua biaya tambahan lain berupa biaya administrasi dan biaya fidusia.

Adapun untuk biaya administrasi, masing-masing leasing menentukan jumlah berbeda-beda. Konfirmasi ke leasing yang kamu pilih dulu untuk lebih jelasnya. Biaya administrasi sekitar Rp150 ribuan. 

Sementara itu, untuk menjamin perjanjian antara kamu dan leasing, kamu perlu bayar biaya fidusia. Biaya ini diperuntukkan untuk menjamin perjanjian agar sesuai dengan undang-undang.

Biaya asuransi

Umumnya, membeli motor kini dilengkapi dengan asuransi kendaraan. Asuransi ini bisa jadi solusi jika sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti terjadi kecelakaan sampai pencurian.

Ada dua jenis asuransi yang bisa kamu pilih yaitu asuransi All Risk dan Total Lost Only (TLO). Asuransi All Risk meng-cover semua kerugian pada motor, termasuk perbaikan. 

Sementara itu, asuransi jenis Total Lost Only hanya meng-cover jika terjadi kerusakan sebesar 70% dan bila terjadi pencurian. Kamu bisa memilih penyedia asuransi yang terpercaya. 

Ada beberapa kriteria asuransi yang perlu dipenuhi. Seperti punya banyak fitur, ada cabang terdekat yang bisa kamu akses, sampai cepat melayani klaim.

Jangan terburu-buru memutuskan

Setelah mengetahui penjelasan di atas, kini waktunya kamu memikirkan masak-masak apakah memang perlu mengambil kredit motor. 

Nah, untuk membantumu memutuskan, ada baiknya mengikuti tips berikut: 

Sesuaikan isi kantong

Selanjutnya, pahami dulu kondisi anggaran. Yang harus diketahui, ada tiga motif jika kita memilih mengambil kredit motor. Pertama, membeli motor untuk pertama kali. Kedua, mengganti motor. Ketiga, menambah motor.

Kalau kita punya motif yang pertama? Bukan menjadi masalah, bila kita telah mencermati besaran angka cicilan termasuk bunga yang Lifepal bahas tadi. 

Namun, bila kita punya motif kredit motor untuk mengganti motor atau menambah motor baru, alangkah lebih bijak kalau kita berupaya untuk mengecek kesehatan kantong terlebih dahulu.

Ada yang bilang motor lama dijual, buat DP ngambil motor baru. Seterusnya tinggal nyicil saja deh. Nah, persoalan menyicil ini jangan sampai memberatkan tingkat kemampuan keuangan. 

Ambil tenor cepat di bunganya rendah, tapi angkanya jadi beban. Ambil tenor lama di bunganya tinggi, tapi angkanya bersahabat. Betul, semua ada plus minusnya!

Begitupun dengan motif menambah motor baru. Harus disadari bahwa fungsionalnya akan digunakan untuk apa. Yang penting cicilan berjalan aman, yang ditentukan pada segi kemampuan. Jangan memaksakan diri kamu dan keluarga, karena persoalan mencicil akan kembali lagi ke persoalan merogoh kantong.

Bandingkan dengan tempat lain

Perusahaan diler atau leasing bukan hanya A saja kok, masih ada B dan seterusnya. Lagi-lagi, jangan mudah kepincut hanya karena terbius angka cicilan rendah yang tertera pada brosur. Cara yang lain, bisa juga dengan membandingkan per brosur yang telah kamu terima.

Pilihlah diler atau leasing dengan tingkat reputasi yang baik. Dengan tujuan agar kamu mendapatkan penawaran yang paling cocok dan paling menguntungkan. Sehingga meminimalisir adanya risiko kerugian setelah cicilan sudah berjalan dan selepasnya.

Gampangnya, kamu bisa pergi menemui tiap sales untuk menggali info pada masing-masing perusahaan diler atau leasing. Bisa juga dengan berselancar di internet dan mendapatkan perbandingan harga. Pertimbangkan pada hal-hal yang ditawarkan dengan acuan yang bijak.

Persoalan kejujuran pun juga harus dipertimbangkan. Misalnya, mengenai pokok bunga yang sudah dibahas di awal. Jangan sampai ketika kamu sudah menghitung dengan persentase yang ada, kok hasilnya malah jadi beda.

Banyak orang berpikir membeli motor dengan cara kredit itu begitu mudah. Meski begitu, ada persoalan tanggung jawab di dalamnya. Pikirkan matang-matang atas hal-hal di atas sebelum mengambil keputusan melakukan kredit motor. 

Iming-iming cicilan murah saja gak jadi patokan dan jaminan. Biar ke depannya aman dalam pengajuan, kamu perlu menggarisbawahi dalam membaca keuangan.


Sekarang sudah tahu kan bagaimana cara menghitung bunga kredit motor? Sebelum memutuskan mengambil cicilan kendaraan roda dua, ada baiknya kamu mengecek terlebih dahulu kondisi keuanganmu secara online di Lifepal financial checker! (Editor: Chaerunnisa)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →