Suku Bunga LPS Terkini Turun, Apa Penyebabnya?

pinjaman uang disetujui

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah menurunkan tingkat bunga penjaminan untuk kategori Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Penurunan tingkat suku bunga LPS ini berlaku per bulan Maret 2020. 

Lantas, pengaruhnya apa terhadap finansial kita? Biar gak bingung, simak penjelasan lengkap serta perhitungan suku bunga LPS berikut ini!

Apa itu Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)? 

suku bunga

LPS adalah lembaga yang bersifat independen untuk menjamin simpanan masyarakat di bank baik konvensional maupun syariah dan bank asing atau bank swasta nasional.

LPS merupakan jawaban dari kekhawatiran masyarakat dalam menyimpan dananya di bank. Maklumlah, menabung di bank ternyata tidak 100 persen aman karena jika sewaktu-waktu bank tersebut bangkrut, bagaimana nasib uang yang ditabung?

Itulah alasan pemerintah mendirikan LPS. Selain menjamin simpanan nasabah di bank, LPS juga berperan dalam menjaga stabilitas perbankan sesuai kewenangan yang diamanatkan undang-undang.

LPS menjamin semua simpanan nasabah bank yang berbentuk tabungan, deposito, giro, sertifikat deposito, atau bentuk lain yang dipersamakan dengan itu. Selain itu, LPS juga menjamin simpanan nasabah bank syariah. Simpanan itu dalam bentuk giro wadiah, tabungan wadiah, tabungan mudharabah, dan deposito mudharabah.

Nah, sama halnya dengan suku bunga acuan Bank Indonesia, LPS juga menetapkan suku bunga penjaminan. 

Jika suku bunga simpanan yang disetujui antara pihak bank dan nasabah melebihi tingkat bunga penjaminan LPS, maka simpanan nasabah tersebut gak dapat dijamin jika sewaktu-waktu bank mengalami kebangkrutan. 

Adapun besaran nilai yang dapat dijaminkan adalah simpanan kecil atau di bawah Rp2 miliar. 

Suku bunga LPS turun menjadi 5,75 persen [TERBARU]!

Beberapa waktu lalu LPS mengumumkan penurunan suku bunga penjaminan untuk Bank Umum jenis simpanan Rupiah menjadi 5,75 persen dan Valas menjadi 1,75 persen. Sementara untuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR) menjadi 8,25 persen. 

Suku bunga LPS saat ini berlaku sejak tanggal 26 Maret 2020 hingga 29 Mei 2020. 

Suku bunga penjaminan LPS Jenis Simpanan
Rupiah  Valuta 
Bank Umum  5,75% 1,75%
Bank Perkreditan Rakyat (BPR) 8,25% 

*Data Maret 2020 

Penurunan suku bunga penjaminan LPS ini ditetapkan berdasarkan kondisi likuiditas, kondisi perekonomian, dan stabilitas sistem keuangan saat ini. 

Meski tendensi risiko perekonomian dunia meningkat, khususnya selama masa pandemik virus Corona, prospek likuiditas perbankan masih terpantau stabil. Sehingga baik nasabah dan calon nasabah gak perlu khawatir jika ingin atau sudah melakukan simpanan di bank. 

Bank Umum adalah lembaga keuangan yang menjalankan kegiatan usaha perbankan secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Contohnya adalah mengumpulkan dana dalam bentuk simpanan seperti giro, tabungan biasa, tabungan berjangka, dan deposito.
Sebaliknya, kalau Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah lembaga keuangan yang menjalankan kegiatan usaha perbankan secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Ciri khas dari BPR biasanya lebih mendekat pada rakyat pedesaan, seperti bank desa, pasar, pegawai, petani, dan lain sejenisnya.

Bagaimana cara kerja LPS? 

Ingat kasus krisis moneter tahun 1998, di mana sejumlah bank kolaps sehingga membuat nasabah panik dan buru-buru menarik dananya. Sayang, gak semua nasabah bisa mendapatkan dananya kembali.

Mengapa? Mari ketahui posisi nasabah ketika bank dilikuidasi alias bangkrut. Sebagai lembaga keuangan berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT) maka  aturannya mengacu pada UU Hukum Dagang PT. Ketika bangkrut. Artinya, bank bisa mengajukan hak pailit yang diatur dalam peraturan tersebut.

Adapun urutan pembayaran Bank yang dilikuidasi adalah:

  1. Kewajiban terhadap Pemerintah, pajak dan sebagainya (diatur dalam pasal 1134 jo 1139 KUH Perdata).
  2. Bank Indonesia, BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia).
  3. Pemegang Hak Preferen, Hak Gadai dan Hipotik yang diatur dalam pasal 1133 jo 1134 KUH Perdata.
  4. Gaji Pegawai.
  5. Pinjaman antar Bank.
  6. Nasabah Penyimpan Dana.

Dari situ terlihat dengan nyata di mana posisi nasabah ada di urutan keenam. Simpanan nasabah baru akan dikembalikan jika semua kewajiban poin dari 1 sampai 5 dituntaskan. 

Dengan adanya LPS, nasabah gak perlu lagi khawatir dana tabungan hilang akibat bank mengalami kebangkrutan. 

Kapan LPS bayar klaim simpanan nasabah?

Tak perlu panik ketika bank tempat menyimpan uang dilikuidasi atau dicabut izinnya oleh Bank Indonesia (BI). Selama bank tersebut ikut kepesertaan LPS, maka semua simpanan masuk dalam cover LPS. 

Layaknya asuransi, bank-bank yang menjadi anggota LPS harus membayar kontribusi kepesertaan dan premi penjaminan.

LPS akan mengembalikan simpanan nasabah maksimal lima hari sejak proses verifikasi tuntas dilakukan untuk menentukan simpanan yang layak bayar. Tentunya sesuai dengan persyaratan rumus 3T, yaitu: 

  • Tercatat dalam pembukuan bank
  • Tidak melakukan tindakan yang merugikan bank;
  • Tingkat bunga simpanan tidak melebihi tingkat bunga penjaminan. Artinya, simpanan dengan bunga di atas tingkat bunga wajar yang ditetapkan oleh LPS, secara otomatis tidak mendapatkan penjaminan simpanan dari LPS.

Kesimpulannya, percayakanlah simpanan di bank yang sudah menjadi peserta LPS. Di samping itu, perhatikan juga suku bunga simpanan yang ditawarkan bank, jangan sampai di atas suku bunga LPS yang telah ditetapkan karena jaminan otomatis gugur.

Selain itu, jika punya saldo lebih dari Rp2 miliar, ada baiknya dipecah ke beberapa bank yang berbeda. Langkah ini untuk menekan risiko dan lebih aman. Kalau satu bank bangkrut, tapi tabungan di bank lain masih aman. (Editor: Chaerunnisa)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →