5 Fakta Kampoeng Kurma yang Klaim Antiriba dan Syariah, tapi Bodong Oleh OJK

Tawarkan kavling syariah plus kebun kurma, gak disangka Kampoeng Kurma dimasukkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam daftar kegiatan investasi bodong alias ilegal. OJK sendiri telah mengumumkan status ilegal pada 28 April 2019.

Menariknya nih berita tentang kegiatan ini baru ramai beberapa hari belakangan. Pemberitaannya bermula dari banyaknya orang yang meminta kejelasan status kavling yang dibelinya ke kantor Kampoeng Kurma yang berada di Bogor, Jawa Barat.

Seperti yang diberitakan Suara, salah satu orang yang enggan menyebutkan namanya merasa jadi korban dari kegiatan jual beli kavling syariah dan antiriba Kampoeng Kurma. Ia menyetorkan dana Rp 99 juta buat memiliki lahan kavling 500 meter plus pohon kurma.

Orang yang mengaku korban ini menurut penuturannya tertarik membeli lahan kavling di Jonggol dari Kampoeng Kurma karena tergiur dengan iming-iming keuntungan dari hasil panen pohon kurma yang ditanam di kavling tersebut. Ia menyadari ada yang gak beres setelah banyak orang yang menuntut Akad Jual Beli (AJB) dari pembelian kavling syariah.

Menyadari hal tersebut, ia pun menuntut perusahaan tersebut buat mengembalikan dana yang telah ditransfernya buat beli kavling. Namun, saat waktu yang dijanjikan tiba, gak ada dana pengembalian kepada dirinya seperti yang dijanjikan. Kabar terakhir menyebutkan orang-orang yang menjadi korban telah menempuh jalur hukum. 

Atas ramainya pemberitaan tentang kegiatannya, Kampoeng Kurma pun memberi tanggapan dengan berkilah kalau bisnis yang dijalankan adalah jual beli kavling, bukan investasi seperti yang diberitakan. 

Terus mengenai pohon kurma yang ditanam di kavling, itu adalah bonus yang diberikan buat pembeli. Nah, dari pohon kurma tersebut, kabarnya pembeli bisa mendapat keuntungan dari hasil panen kurma dalam waktu 3,5 tahun dan 7 tahun.

Menarik buat diulas, berikut ini ada beberapa fakta menarik dari Kampoeng Kurma yang klaim menjalankan kegiatan syariah dan antiriba, tapi dicap bodong oleh OJK. Yuk, disimak.

1. Arfah Husaifah Arshad yang berstatus Bos PT Kampoeng Kurma kepengin bikin kebun kurma terbesar se-Asean

Kampoeng kurma
Arfah Husaifah Arshad yang berstatus Bos PT Kampoeng Kurma (Youtube)

Orang-orang yang meminta pertanggung jawaban juga diberitakan berupaya menemui Arfah Husaifah Arshad selaku bos dari perusahaan jual beli kavling syariah tersebut. Namun, rupanya Arfah Arshad gak bisa ditemui saat itu karena berada di luar kota.

Gak banyak informasi yang bisa ditelusuri secara online tentang Arfah Husaifah Arshad. Namun, dalam video Event Gathering Cipanas yang tayang di channel Kurma TV, Arfah Husaifah berbicara dalam kapasitasnya sebagai CEO Kampoeng Kurma.

Di video tersebut Arfah Husaifah berharap program Kampoeng Kurma bisa menjadi proyek perkebunan kurma terbesar di Asia Tenggara. Ia optimis buah kurma yang dihasilkan di daerah tropis, terutama di Indonesia, bisa lebih manis ketimbang yang dihasilkan di Arab Saudi. 

Ia juga bilang dengan membeli kavling kurma, orang-orang bisa sejahtera. Soalnya dari lima pohon kurma aja, hasilnya bisa mencapai Rp 100 juta per tahun. Gak cuma itu aja, ia juga menyampaikan menanam pohon kurma bisa bikin pahala mengalir lho.

2. Undang Syekh Ali Jaber dalam acara Kampoeng Kurma

Kampoeng kurma
Syekh Ali Jaber

Dalam acara Event Gathering Cipanas itu pula, Kampoeng Kurma juga mengundang sosok pemuka agama terkenal, yaitu Syekh Ali Jaber. Di acara tersebut Syekh Ali Jaber diberi kesempatan buat berbicara. Syekh mengaku telah ikut menjadi penasihat di Kampoeng Kurma sekaligus sebagai investor.

Selain Syekh Ali Jaber, acara yang berlangsung pada 24 September 2017 di Desa Haurgajrug, Kecamatan Cipanas,  Kabupaten Lebak, Provinsi Banten tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Lebak H. Ade Sumardi. 

Menurut Wakil Bupati Lebak sebagaimana yang dikutip dari kampungkurma.net (yang kini sulit diakses), selama proyek ini memberi dampak positif buat masyarakat, ia bakal mengizinkan. Sebaliknya, ia gak bakal izinkan kalau gak membawa kemaslahatan bagi umat.

3. OJK sebut kegiatannya investasi bodong, tapi berkilah kegiatannya jual beli kavling

Kampoeng kurma
Data kasus investasi bodong di Indonesia (Twitter).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun telah turun tangan menyikapi kegiatan Kampoeng Kurma dan mencapnya sebagai kegiatan investasi bodong alias ilegal pada 28 April 2019. OJK juga menyatakan kegiatan usaha jual beli kavling syariah plus pohon kurma itu gak berizin. Apalagi OJK telah memanggil yang bersangkutan, tapi gak hadir buat memberi keterangan.

Pihak Kampoeng Kurma pun membantah pernyataan OJK yang menyatakan kegiatannya sebagai investasi bodong. Sebab bisnis yang dijalankan bukanlah investasi, melainkan jual beli kavling dengan bonus pohon kurma. Bisnisnya pun juga diklaim telah mendapat Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Menengah. 

Nah, Satgas Waspada Investasi OJK seperti yang diberitakan Katadata telah mendapat konfirmasi dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang menyatakan Kampoeng Kurma gak berizin buat lakukan kegiatan investasi perkebunan. 

Ditambah lagi OJK sama sekali gak bisa menerima dalih Kampoeng Kurma kalau kegiatan bisnisnya cuma melakukan perdagangan. Buat OJK, skema perdagangan cuma dapat dilakukan dengan cara cash and carry bukan dengan investasi.

4. Meskipun ngakunya jual beli kavling, pernah gelar Gathering Peluang Investasi lho

Kampoeng kurma
Gathering Peluang Investasi (Twitter).

Selain acara Event Gathering Cipanas, Kampoeng Kurma juga pernah menggelar acara Gathering Peluang Investasi Masa Depan Bersama Kampoeng Kurma. Acara ini diselenggarakan pada 21 Oktober 2017 di Bayt Al Quran dan Museum Istiqlal TMII.

Di acara tersebut Kampoeng Kurma menyebut bisnisnya adalah bisnis keyakinan dengan spirit akidah. Lebih spesifiknya, bisnisnya merupakan jual beli properti yang fokusnya jual beli tanah kavling berbonus pohon kurma.

Nah, pihak perusahaan properti ini berjanji merawat pohon kurma selama lima tahun. Pihak perusahaan juga menawarkan bantuan mengelola hasil pohon kurma. Terus berinvestasi lewat Kampoeng Kurma diklaim bukan cuma berinvestasi di dunia, melainkan berinvestasi di akhirat.

5. Kerugian investasi bodong ini ditaksir capai puluhan miliar

Kampoeng kurma
Pohon kurma (Shutterstock).

Kerugian yang diderita para korban dari investasi bodong Kampoeng Kurma bervariasi. Kerugiannya mulai dari Rp 99 juta – Rp 500 juta per orang.

OJK sendiri yang menerima pengaduan mengatakan ada sekitar 100 orang yang menjadi korban. Kalau dihitung secara rata-rata, kerugian yang diderita mencapai Rp 100 juta per orang. Itu berarti total kerugiannya mencapai Rp 10 miliar.

Itu tadi beberapa fakta mengenai Kampoeng Kurma yang jualan tanah kavling syariah dengan pohon kurma, tapi dicap bodong oleh OJK karena memberi iming-iming keuntungan yang gak rasional. Semoga aja ada kejelasan buat orang-orang yang merasa dirugikan dan ke depan mudah-mudahan gak ada lagi orang yang tertipu dengan kedok investasi.

Lagi pula kalau berinvestasi itu sekarang gampang dan transparan kok. Mau keuntungan besar? Ya, investasi saham aja. Keuntungannya bisa diperoleh dari capital gain ataupun dividen. Namun, investasi saham ini punya risiko.

Jadi, sebelum melakukan investasi, ada baiknya memahami risikonya terlebih dahulu. Asal tahu aja nih, gak ada investasi yang tanpa risiko dan pastinya pilih instrumen investasi yang umum serta legal di Indonesia ya supaya aman dan minimal terhindar dari kerugian besar seperti kejadian Kampoeng Kurma. (Editor: Winda Destiana Putri)