Waspadai Investasi Kebun Kurma, Baca Dulu Fakta Ini

investasi kebun kurma

Tahun 2019 lalu masyarakat sempat dihebohkan dengan pemberitaan tentang investasi kebun kurma, Kampoeng Kurma. 

Pada April 2019, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memasukkan Kampoeng Kurma ke dalam daftar investasi bodong alias ilegal kepada perusahaan yang menawarkan kaveling syariah plus kebun kurma tersebut. 

OJK telah mengumumkan investasi kebun kurma itu dengan status ilegal pada 28 April 2019 lalu.

Lantas, apa sih sebenarnya investasi kebun kurma ini?

Cerita mengenai investasi bodong kebun kurma mulai ramai diperbincangkan di akhir 2019. Pemberitaannya bermula dari banyaknya orang yang meminta kejelasan status kaveling yang dibelinya ke kantor Kampoeng Kurma di kawasan Bogor, Jawa Barat.

Seperti yang diberitakan Suara.com, salah satu orang yang enggan menyebutkan namanya merasa jadi korban dari kegiatan jual beli kaveling syariah dan antiriba Kampoeng Kurma. Dia menyetorkan dana Rp99 juta untuk memiliki lahan kaveling 500 meter plus pohon kurma.

Orang yang mengaku korban ini menurut penuturannya tertarik membeli lahan kaveling di Jonggol dari Kampoeng Kurma karena tergiur dengan iming-iming keuntungan dari hasil panen pohon kurma yang ditanam di kaveling tersebut.

Dia menyadari ada yang tak beres setelah banyak orang menuntut Akad Jual Beli (AJB) dari pembelian kaveling syariah.

Menyadari hal tersebut, dia pun menuntut perusahaan tersebut mengembalikan dana yang telah ditransfernya untuk beli kaveling. 

Namun, saat waktu yang dijanjikan tiba, gak ada dana pengembalian kepada dirinya seperti yang dijanjikan. Kabar terakhir menyebutkan orang-orang yang menjadi korban telah menempuh jalur hukum. 

Atas ramainya pemberitaan tentang kegiatannya, Kampoeng Kurma pun memberi tanggapan dengan berkilah kalau bisnis yang dijalankan adalah jual beli kaveling, bukan investasi seperti yang diberitakan. 

Mengenai pohon kurma yang ditanam di kaveling, itu adalah bonus yang diberikan buat pembeli. Nah, dari pohon kurma tersebut, kabarnya pembeli bisa mendapat keuntungan dari hasil panen kurma dalam waktu 3,5 tahun dan 7 tahun.

Jadi prinsipnya seperti investasi berkebun seperti biasanya. Dijual kaveling yang nantinya akan ditanami kurma dan hasilnya akan dibagikan kepada pemilik kaveling. Meski seperti yang kita tahu, realitanya tidak berjalan di lapangan. 

Padahal, investasi kebun kurma sendiri sangat mungkin benar-benar dilakukan. Sayang, citra mengenai investasi kebun kurma ini sudah dirusak oleh satu perusahaan pada 2019 lalu. 

Model investasinya sama saja dengan varietas selain kurma. Yang penting investor memiliki lahan, ada modal untuk berkebun, dan keuntungan diperoleh dari hasil panen nantinya. 

Fakta menarik kasus Kampoeng Kurma

Kejadian pada 2019 tentang investasi bodong kebun kurma ini memang menarik untuk diulas. 

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi

Berikut ini beberapa fakta menarik dari Kampoeng Kurma yang klaim menjalankan kegiatan syariah dan antiriba, tapi dicap bodong oleh OJK. Yuk, disimak.

1. Arfah Husaifah Arshad yang berstatus Bos PT Kampoeng Kurma kepengin bikin kebun kurma terbesar se-Asean

Orang-orang yang meminta pertanggung jawaban juga diberitakan berupaya menemui Arfah Husaifah Arshad selaku bos dari perusahaan jual beli kavling syariah tersebut. Namun, rupanya Arfah Arshad gak bisa ditemui saat itu karena berada di luar kota.

Gak banyak informasi yang bisa ditelusuri secara online tentang Arfah Husaifah Arshad. Namun, dalam video Event Gathering Cipanas yang tayang di channel Kurma TV, Arfah Husaifah berbicara dalam kapasitasnya sebagai CEO Kampoeng Kurma.

Di video tersebut Arfah Husaifah berharap program Kampoeng Kurma bisa menjadi proyek perkebunan kurma terbesar di Asia Tenggara. Ia optimis buah kurma yang dihasilkan di daerah tropis, terutama di Indonesia, bisa lebih manis ketimbang yang dihasilkan di Arab Saudi. 

Dia juga bilang dengan membeli kavling kurma, orang-orang bisa sejahtera. Soalnya dari lima pohon kurma saja, hasilnya bisa mencapai Rp100 juta per tahun. 

Gak cuma itu saja, dia juga menyampaikan menanam pohon kurma bisa bikin pahala mengalir lho.

2. Undang Syekh Ali Jaber dalam acara Kampoeng Kurma

Dalam acara Event Gathering Cipanas itu pula, Kampoeng Kurma juga mengundang sosok pemuka agama terkenal, yaitu Syekh Ali Jaber. 

Di acara tersebut Syekh Ali Jaber diberi kesempatan buat berbicara. Syekh mengaku telah ikut menjadi penasihat di Kampoeng Kurma sekaligus sebagai investor.

Selain Syekh Ali Jaber, acara yang berlangsung pada 24 September 2017 di Desa Haurgajrug, Kecamatan Cipanas,  Kabupaten Lebak, Provinsi Banten tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Lebak H. Ade Sumardi. 

Menurut Wakil Bupati Lebak sebagaimana yang dikutip dari kampungkurma.net (yang kini sulit diakses), selama proyek ini memberi dampak positif buat masyarakat, dia bakal mengizinkan. Sebaliknya, dia gak bakal izinkan kalau gak membawa kemaslahatan bagi umat.

3. OJK sebut kegiatannya investasi bodong, tapi berkilah kegiatannya jual beli kaveling

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun telah turun tangan menyikapi kegiatan Kampoeng Kurma dan mencapnya sebagai kegiatan investasi bodong alias ilegal pada 28 April 2019. 

OJK juga menyatakan kegiatan usaha jual beli kaveling syariah plus pohon kurma itu gak berizin. Apalagi OJK telah memanggil yang bersangkutan, tapi gak hadir buat memberi keterangan.

Pihak Kampoeng Kurma pun membantah pernyataan OJK yang menyatakan kegiatannya sebagai investasi bodong. 

Sebab, bisnis yang dijalankan bukanlah investasi, melainkan jual beli kaveling dengan bonus pohon kurma. Bisnisnya pun juga diklaim telah mendapat Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Menengah. 

Nah, Satgas Waspada Investasi OJK seperti yang diberitakan Katadata telah mendapat konfirmasi dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang menyatakan Kampoeng Kurma gak berizin buat lakukan kegiatan investasi perkebunan. 

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi

Ditambah lagi, OJK sama sekali gak bisa menerima dalih Kampoeng Kurma kalau kegiatan bisnisnya cuma melakukan perdagangan. Buat OJK, skema perdagangan cuma dapat dilakukan dengan cara cash and carry bukan dengan investasi.

4. Meski pun ngakunya jual beli kaveling, pernah gelar Gathering Peluang Investasi lho

Selain acara Event Gathering Cipanas, Kampoeng Kurma juga pernah menggelar acara Gathering Peluang Investasi Masa Depan Bersama Kampoeng Kurma. Acara ini diselenggarakan pada 21 Oktober 2017 di Bayt Alquran dan Museum Istiqlal TMII.

Di acara tersebut, Kampoeng Kurma menyebut bisnisnya adalah bisnis keyakinan dengan spirit akidah. Lebih spesifiknya, bisnisnya merupakan jual beli properti yang fokusnya jual beli tanah kaveling berbonus pohon kurma.

Nah, pihak perusahaan properti ini berjanji merawat pohon kurma selama lima tahun. Pihak perusahaan juga menawarkan bantuan mengelola hasil pohon kurma. Terus berinvestasi lewat Kampoeng Kurma diklaim bukan cuma berinvestasi di dunia, melainkan berinvestasi di akhirat.

5. Kerugian investasi bodong ini ditaksir capai puluhan miliar

Kerugian yang diderita para korban dari investasi bodong Kampoeng Kurma bervariasi. Kerugiannya mulai dari Rp99 juta – Rp500 juta per orang.

OJK yang menerima pengaduan mengatakan ada sekitar 100 orang yang menjadi korban. Kalau dihitung secara rata-rata, kerugian yang diderita mencapai Rp100 juta per orang. Itu berarti total kerugiannya mencapai Rp10 miliar.

Bukan investasi syariah, cuma manfaatkan embel-embel agama

Kasus Kampoeng Kurma memberi pelajaran bagi masyarakat Indonesia yang hendak berinvestasi. Terlebih, bagi kamu yang tertarik dengan investasi berskema syariah. 

Sebagai calon investor, kamu perlu cermat dalam memastikan seperti apa model investasi yang ditawarkan. Ingat, jangan terpincut dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu cepat. 

Seperti yang diberitakan, skema bisnis Kampong Kurma dilakukan dengan menawarkan investasi lahan seluas 400 meter persegi. 

Nantinya lahan ini akan ditanami lima pohon kurma yang akan menghasilkan keuntungan ratusan juga setiap tahunnya. Disampaikan pula, keuntungan ini akan didapat setiap tahunnya selama pohon bisa berbuah. 

Modus ini jelas tidak cocok dijadikan investasi karena ada iming-iming imbal hasil tinggi dalam jangka waktu singkat. Tidak ada pula transparansi dan jaminan bahwa pohon kurma yang ditanam bisa tumbuh dengan baik selama mungkin. 

Seperti dikutip Tirto, skema investasi yang ditawarkan Kampoeng Kurma jelas hanya memanfaatkan embel-embel syariah semata demi meraup konsumen. Sekjen MUI Anwar Abbas sempat menyampaikan ada unsur-unsur usaha dilanggar pengelola sehingga tak bisa disebut sebagai bisnis syariah. 

Salah satu yang paling menonjol, menurut Anwar, adanya dimensi judi. Kenapa disebut begitu? Ternyata karena investor jsutru berspekulasi saat melakukan investasi. Spekulasi yang dimaksud karena tidak ada jaminan bagi hasil yang jelas. 

Padahal dalam Islam jelas lho, tidak boleh ada spekulasi karena sifatnya judi. MUI bahkan mewanti-wanti masyarakat agar tidak cepat percaya pada pihak yang menawarkan bisnis syariah. Perlu dilihat secara cermat.

Bagaimana memastikan ke-syariah-an sebuah unit usaha? MUI memberi contoh, verifikasi bisa dilakukan dengan memerhatikan kelengkapan perusahaan. Misalnya, dengan memastikan apakah ada dewan pengawas syariah atau tidak. 

Tips hindari investasi bodong

Belajar dari kasus Kampoeng Kurma ini, kamu perlu ekstra hati-hati sebelum memilih instrumen investasi. Jangan sampai uang yang kamu investasikan malah menguap gara-gara terlibat investasi bodong. Hati-hati juga dengan tawaran investasi dengan embel-embel syariah. Memang, pangsa pasar syariah Indonesia sedang berkembang pesat, tapi tak ada salahnya bukan hati-hati. 

Nah, beberapa tips berikut ini bisa menjadi panduan agar kamu terhindari dari investasi bodong:

1. Waspadai iming-iming imbal hasil tak wajar

Poin ini sangat penting. Nyaris semua investasi bodong pasti menawarkan kepada korbannya keuntungan atau imbal hasil yang tak masuk akal. Misalnya, iming-iming keuntungan sebesar 15, 20, 30, atau bahkan 40 persen setiap tahunnya. Tinggi sekali bukan?

Masyarakat pun banyak yang kepincut dengan tawaran untun besar ini. Padahal, imbal hasil yang terlampau tinggi ini merupakan sinyal merah yang harus diwaspadai. Ingat, rata-rata bunga deposito tenor 1 tahun saja sebesar 5,4 persen (tahun 2020). Jadi iming-iming imbal hasil sebesar 40 persen itu tak masuk akal. 

Prinsip dalam berinvestasi adalah memahami setiap risiko dari instrumen yang diambil. Memang ada instrumen investasi yang memberikan laba cukup tinggi, seperti pada saham. Namun, tentu high risk high return. Tingkat risiko sejalan dengan potensi keuntungan yang didapat. 

2. Perhatikan status hukum perusahaan

Poin penting kedua, pastikan perusahaan yang menawarkan investasi memiliki status hukum jelas dan tetap. Kebanyakan investasi bodong dijalankan oleh perusahaan fiktif yang tak memiliki legalitas. Kalau sudah begini, investor pun tak memiliki perlindungan. 

Katakanlah apabila ada masalah yang menimpa perusahaan, maka nasabah tidak memiliki perlindungan hukum atas dana yang sudah ditanamkan di sana. Bisa hangus begitu saja, tentu ini merugikan. 

Jadi pastikan perusahaan punya izin operasi. Perusahaan yang bergerak di bidang jasa keuangan, tentu izin dan pengawasannya dilakukan oleh OJK. Sementara usaha di bidang koperasi, maka izinnya dikeluarkan Kementerian Koperasi dan UKM. Sedangkan perusahaan di bidang perdagangan, maka perusahaan ini harus memiliki izin dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Lalu, ada juga usaha yang bergerak dengan skema MLM atau Multi Level Marketing. Perusahaan ini harus berizin dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Jadi, perhatikan status hukum perusahaan investasi ini dengan baik.

3. Perhatikan struktur organisasinya

Perusahaan yang jelas pasti memiliki struktur organisasi yang jelas, milai dari jabatan teratas sampai terbawah. 

Namun, perusahaan yang menjalankan investasi bodong hampir dipastikan tidak memiliki struktur organisasi yang jelas. Sejak awal dia dibentuk asal-asalan oleh segelintir pihak saja. Bisa jadi, struktur organisasi hanya diisi segelintir orang saja. 

4. Lihat kegiatan usahanya

Kalau usahanya tidak jelas, ya jelas bodong. Dari Kampoeng Kurma kita belajar bahwa perusahaan yang menawarkan investasi tanpa ada kejelasan usaha, ya bodong jatuhnya. 

Meski awalnya menjanjikan adanya kebun kurma, tapi lahannya pun tidak jelas di mana. Kebunnya pun tidak jelas pula. 

Jadi, kamu perlu untuk tahu kegiatan usaha yang dijalankan oleh perusahaan investasi. Termasuk, pastikan melalui bukti-bukti kegiatan operasional mereka secara langsung. 

5. Waspadai imbal hasil yang bergantung pada perekrutan anggota

Poin kelima ini banyak sekali kejadian pada kasus-kasus investasi bodong. Biasanya, investasi bodong ini akan menggunakan sistem perekrutan langsung yang bisa berpengaruh pada jumlah keuntungan dari investasi yang kita tanamkan. 

Misalnya nih, kalau kita berhasil merekrut orang dan membuat mereka ikut-ikutan berinvestasi dalam jumlah besar, maka kita dapat untung besar pula. Hal sebaliknya pun berlaku, kalau kita tak berhasil mengajak orang lain bergabung, ya kita nggak bakal untung. 

Padahal dalam perusahaan investasi yang resmi, kita nggak perlu lho melakukan hal semacam itu. Kita cuma perlu berinvestasi dan mengawasi kegiatan investasi tersebut secara berkala.

Selain 5 poin di atas, Satgas Waspada Investasi OJK juga sempat memberikan tiga tips aman agar terhindari investasi bodong:

  1. Pastikan pihak yang menawarkan investasi memiliki perizinan dari otoritas yang berwenang sesuai kegiatan usaha yang dijalankan.
  2. Pastikan pihak yang menawarkan produk investasi, memiliki izin menawarkan produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar.
  3. Pastikan terdapat pencantuman logo instansi atau lembaga pemerintah dalam media penawarannya telah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Itu tadi beberapa fakta mengenai Kampoeng Kurma yang jualan tanah kavling syariah dengan pohon kurma, tapi dicap bodong oleh OJK karena memberi iming-iming keuntungan yang gak rasional. 

Semoga saja ada kejelasan buat orang-orang yang merasa dirugikan. Dan, mudah-mudahan ke depannya gak ada lagi orang yang tertipu dengan kedok investasi.

Lagi pula, kalau berinvestasi itu sekarang gampang dan transparan kok. Mau keuntungan besar? Ya, investasi saham aja. Keuntungannya bisa diperoleh dari capital gain ataupun dividen. Namun, investasi saham ini punya risiko.

Jadi, sebelum berinvestasi, ada baiknya memahami risikonya terlebih dahulu. Asal tahu saja nih, gak ada investasi yang tanpa risiko dan pastinya pilih instrumen investasi yang umum serta legal di Indonesia supaya aman dan minimal terhindar dari kerugian besar seperti kejadian Kampoeng Kurma. (Editor: Chaerunnisa)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →