Kamu Bukan Malaikat, Jangan Terlalu Baik di Kantor kalau Gak Mau Mengalami Ini

terlalu baik di kantor

‘Nay, mau ke ruang fotocopy ya, tolong dong nih berkas gue sekalian’ ujar Dewi kepada Naya, rekan kantornya. Belum jauh Naya melangkah Dodi menghampirinya, ‘Eh Nay, lo lewat ruangan HRD kan, tolong titip ini ya.’

Naya memang terkenal sebagai karyawati yang paling baik di mata rekan-rekan kerjanya. Gak hanya cerdas, Naya juga rajin dan ulet. Naya juga paling gak bisa menolak permintaan tolong teman-teman kantornya.

Tapi kamu tahu gak sih, sikap yang serba gak enak dan selalu mau dimintai tolong di kerjaan itu bisa berdampak gak baik juga?

Ini nih yang mungkin terjadi saat kamu jadi orang yang terlalu baik di kantor.

1. Dimanfaatkan

Punya perasaan gak enak menolak permintaan rekan kantor itu rentan sama yang namanya dimanfaatkan. Semua rekan di kantor yang minta bantuan pasti kamu iya-kan tanpa pikir panjang.

terlalu baik di kantor
Jangan terima dong kalau kamu ternyata hanya dimanfaatkan teman kantor (Pekerja Bergosip / Cdn-blog)

Mungkin untuk beberapa kasus, sah-sah aja saling membantu, apalagi rekan satu tim. Tapi pernah kepikiran gak sih kalau tipe teman kantor itu beragam. Bakalan ada teman yang melihat ini sebagai kesempatan dalam kesempitan demi kepentingan diri sendiri.

Lebih baik pilih-pilih deh saat memutuskan untuk ringan tangan sama rekan sekantor. Teman kantor yang malas bisa memanfaatkan kebaikan kamu tanpa ampun.

2. Susah Fokus

Karena selalu merasa harus membantu rekan sekantor bukan gak mungkin kamu malah jadi mengorbankan kerjaan sendiri. Sibuk sana-sini melakukan hal-hal yang diminta orang lain. Ujung-ujungnya kamu gak bisa fokus sama kerjaan.

Semisal, lagi sibuk bikin report penjualan, tiba-tiba ada rekan kerja yang minta tolong bikinin grafik menggunakan format excel.

Seharusnya kamu hanya membantu mengajari caranya, bukan membantu mengerjakannya. Tugasmu bisa terbengkalai dan berimbas ke performa kerja.

terlalu baik di kantor
Nah pusing kan, mau fokus ke yang mana jadi bingung deh! (Karyawati Bingung / Vemale)

3. Dampaknya Buat Kesehatan

Walau bekerja di kantor gak terlalu menggunakan kekuatan fisik, tetap saja melelahkan. Berusaha jadi malaikat di kantor bukan gak mungkin berimbas juga sama kesehatan kamu.

Harus lembur malam entah karena menyelesaikan pekerjaan kamu yang terbengkalai atau membantu pekerjaan teman.

Kalau sering-sering kayak gitu, kondisi badan bisa drop dan jatuh sakit. Rugi diri sendiri kan. Apalagi kalau sampai harus ke dokter dan keluar banyak uang.

4. Melakukan Banyak Kesalahan

Semakin banyak yang harus dikerjakan akan semakin banyak juga kesalahan yang kita lakukan. Kok bisa gitu? Ya bisa dong! Melakukan satu pekerjaan saja membutuhkan konsentrasi supaya hasilnya baik kan.

Bayangkan kalau harus melakukan 2, 3 atau banyak pekerjaan. Konsentrasi bisa terpecah dan hasilnya pasti gak akan maksimal. Sejago apapun kemampuan multitasking kita, akhirnya akan melakukan kesalahan juga deh.

terlalu baik di kantor
Semakin banyak yang kita lakuin pasti bakal makin banyak bikin kesalahan deh! (Multitasking / WordPress)

Intinya sih saling membantu dalam dunia kerja itu boleh banget kok. Jangan salah mengartikan bahwa lalu kita jadi pekerja yang egois dan individualis. Bukan seperti itu!

Hanya saja kita harus bijak memilah, mana yang memang harus dibantu dan mana yang karena malas, memanfaatkan dan menguntungkan pihak tertentu. Jadilah karyawan yang gak hanya smart tapi juga bijak. Selamat berkarya!

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Apa yang Harus Dilakukan Kalau Jadi Korban Bullying di Kantor]

[Baca: 7 Nasihat Karir Buat Kamu Berusia 20-an Biar Gak Menyesal Kemudian Hari]

[Baca: 7 Jenis Pekerja yang Bakal Aman Dari Ancaman PHK]