Cari Tahu Kelebihan dan Kekurangan Kartu Debit Visa di Sini!

Telah Ditinjau: Lifepal Lifepal
kartu debit visa

Siapa bilang pemakaian kartu debit visa bisa selalu aman-aman saja gak seperti kartu kredit? Memang beralasan sih, kebanyakan orang lebih takut bila kartu kreditnya hilang daripada kartu debit visa

Salah satu alasannya, kartu kredit bisa digunakan oleh orang lain buat transaksi tanpa perlu PIN. Sementara itu, kebanyakan kartu debit harus diketahui PIN-nya agar bisa dipakai.

Buat kamu yang masih berpandangan seperti itu, buang jauh-jauh paham tersebut. Kamu perlu memperlakukan kartu tersebut sama seperti kartu kredit.

Kartu debit vs kartu kredit 

Sama-sama alat pembayaran pengganti uang tunai. Sama-sama berbentuk kartu. Dan sama-sama sering digunakan orang dengan alasan kepraktisan dan efisien. Tapi tahu gak kamu perbedaan dua jenis kartu ini? 

Sederhananya, pembayaran menggunakan kartu debit setiap transaksi dipotong langsung dari tabungan nasabah. Sedangkan pembayaran dengan kartu kredit menggunakan dana yang dipinjamkan oleh bank. Karena itu, jika nasabah telat membayar tagihan kartu kredit, maka akan ada biaya denda. 

Bagaimana kalau dilihat dari segi keamanan, apakah kartu debit lebih unggul dari kartu kredit? Untuk mengetahui lebih jelas, Lifepal merangkumnya buat kamu. Simak ulasan berikut ini:

1. Transaksi kartu kredit dilindungi hukum

Kalau kartu kredit kamu berpindah tangan, kemudian muncul transaksi mencurigakan yang gak kamu lakukan, badan hukum kartu kredit membolehkan kamu menolak transaksi ganjil tersebut. Terlebih, jika transaksi itu adalah penipuan. 

Selain itu kartu kredit juga bisa membatalkan pembelian sah akibat kesalahan penjual. Gak seperti kartu debit yang hanya bisa membatalkan pembelian gak sah. Jadi, sampai sini terlihat jelas ya kalau kartu kredit lebih dilindungi hukum daripada kartu debit.

2. Leluasa ajukan klaim

Jika dalam tagihan kartu kredit ada transaksi yang gak pernah kamu lakukan, secara hukum kamu berhak untuk menolaknya. Selain itu, gak ada pembatasan saat melakukan penolakan jika kartu kredit dibobol orang. 

Beda dengan kartu debit yang waktu complain hanya dibatasi dalam waktu 2 hari kerja saja. Kalau lewat dari ketentuan tersebut, maka semua dana yang dibobol orang jadi tanggung jawab kamu.

3. Jaminan keamanan dalam transaksi online

Misalnya, kamu beli barang elektronik di marketplace. Saat kamu menerima barang tersebut ternyata dalam kondisi rusak. Gak puas dong? Kalau pembayaran dengan kartu kredit, kamu berhak membatalkan transaksi tersebut. Meski si penjual gak mau tanggung jawab. 

Selain itu, kamu juga dapat mengajukan perbandingan ke pihak bank jika ada kasus penjual online memasukkan jumlah transaksi yang lebih banyak dari seharusnya. Jadi, kamu bebas bayar tagihan sampai masalah transaksi tersebut diselesaikan.

Kartu debit vs kartu kredit 

4. Melindungi transaksi

Keuntungan dan kemudahan lain dari kartu kredit adalah melindungi transaksi seperti barang sudah dibeli hilang atau diterima dalam kondisi rusak, tanpa unsur kesengajaan, maka kamu bisa mendapat ganti yang baru. 

Kartu kredit memberimu proteksi pada barang yang kamu beli. Selain itu kamu juga mendapat garansi lebih panjang jika melakukan transaksi dengan kartu kredit. 

Kartu debit visa berfungsi cashless. Bahkan, lebih baik dengan menggunakan sistem debit yang memotong langsung dana dari rekening kamu. 

Kelebihan menggunakan debit visa adalah bisa digunakan di seluruh dunia. Plus, kartu ini menawarkan kecepatan akses, aman dan praktis. 

Sedangkan kartu kredit visa memberi kemudahan dan keamanan saat bertransaksi. Baik itu belanja, membayar tagihan atau mengambil tunai di lebih dari 2 juta ATM di seluruh dunia. 

Selain menawarkan fleksibilitas pembayaran, kartu kredit juga menawarkan reward perjalanan, cash back atau tunjangan lain. 

Kekurangan kartu debit 

Meski memiliki sederet kelebihan, kartu debit juga merugikan atau memiliki kekurangan lho! Apa saja?

1. Minim promo

Beda dengan kartu kredit yang selalu gencar menawarkan promo, tapi gak dengan kartu debit. Jarang banget deh kamu temui promo yang berlaku untuk kartu debit tertentu. Jadi kalau kamu berharap dapat harga spesial atau potongan harga, mending pakai kartu kredit saja.

2. Rawan penyalahgunaan

Baik kartu kredit atau debit rawan penyalahgunaan pencurian data lho. Biasanya hal ini suka deh kamu temui saat melakukan pembayaran. 

Nah, biasanya kasir suka melakukan double swipe di mesin kasir. Hal inilah yang berpotensi meng-copy data di kartu kredit maupun debit yang digunakan. 

Dalam hal ini, Bank Indonesia (BI) mengimbau nasabah buat menolak jika double swipe dilakukan di mesin kasir selain mesin Electronic Data Capture (EDC).

3. Transaksi harus sesuai merchant bank

Buat catatan saja, kalau gak semua pusat perbelanjaan punya mesin EDC dari seluruh bank. Biasanya mereka Cuma punya mesin dari bank-bank besar saja. 

Nah, ini jadi salah satu kerugian kalau kartu kamu digesek di mesin EDC non merchant, kamu kena charge.

4. Bisa dipakai selama saldo cukup

Karena system debit itu memotong uang tabungan kamu, ya jadi semua transaksi yang dilakukan sebatas saldo yang tersedia. Artinya, kamu gak bisa bertransaksi dengan nilai di atas uang tabunganmu, seperti halnya kartu kredit. 

Kesimpulannya, kartu debit bisa disalahgunakan dan sebabkan kerugian layaknya kartu kredit. Kok, bisa? Yuk, perhatikan empat poin berikut ini.

1. Kartu debit berlogo VISA atau MasterCard bisa digunakan tanpa PIN

Sebagian orang ternyata belum ngeh mengenai logo VISA dan MasterCard pada kartu debit ini. Ternyata bukan cuma kartu kredit yang menggunakan logo tersebut tetapi juga sebagian besar kartu debit.

Kartu dengan logo ini bisa berfungsi sebagai kartu kredit namun dana diambil dari saldo tabungan. Fungsi sebagai kartu kredit tersebut khususnya saat digesek pada mesin EDC kartu kredit.

Nah, sebagai informasi aja, sebagian besar bank di Indonesia masih menggunakan mesin EDC kartu kredit bukan EDC kartu debit.

Sementara ini bank yang udah percaya diri menggunakan PIN adalah Bank BCA. Debit dari BCA cuma bisa digesek pada mesin EDC kartu debit. Perhatikan deh pada kartu debit bank BCA gak ada logo VISA dan MasterCard.

Apa sih bahayanya kartu debit dengan logo VISA dan MasterCard ini? Sebagaimana udah disebutkan, secara sederhana kamu ternyata bisa transaksi belanja tanpa PIN. Jadi, kamu cukup tanda tangan aja.

Beberapa contoh kejadian mengenai penggunaan kartu berlogo VISA dan MasterCard ini bisa kamu baca pengalaman di forum Kaskus dan blog Kompasiana.

2. Hati-hati metode skimming di ATM

Pernah dengar peringatan buat hati-hati gunakan mesin ATM tertentu? Misalnya, mesin ATM yang gak diawasi karena rawan “dikerjain”.

Pelaku kejahatan biasanya memasang alat tertentu pada mesin ATM yang bisa menyalin nomor kartu debit tersebut. Ditambah pula terdapat kamera pengintai yang berfungsi buat merekam PIN kartu debit tersebut.

Tindakan preventif agar hal ini gak terjadi adalah pilihlah mesin ATM yang sekiranya lebih aman. Selanjutnya, selalu pastikan buat menutup keypad PIN buat mencegah kamera bisa melihat PIN kamu.

Kamu pasti pernah melihat beberapa peringatan di mesin ATM yang meminta kamu buat menutup tangan kamu saat mengetikkan PIN, kan?

3. Kehilangan saldo tabungan lebih bahaya daripada limit kartu kredit

Bila sudah terjadi penyalahgunaan tersebut maka kehilangan saldo sering kali lebih sulit buat diurus.

Beberapa waktu lalu terdapat kejadian nasabah BRI kehilangan dana secara ‘gaib’, kan? Nah, urusan buat mengembalikan dana tersebut ternyata jauh lebih rumit ketimbang kartu kredit disalahgunakan. Kenapa?

Alasan paling umum adalah, saldo tabungan adalah milik nasabah, sementara limit kartu kredit merupakan dana yang dimiliki bank. Jadi secara naluri, bank bakal lebih bertanggung jawab pada kartu kredit karena dana tersebut milik pihak bank.

Jadi, mulai sekarang bila kamu kehilangan debit card, segera blokir kartu tersebut secepat mungkin. Buat mencegah terjadinya penyalahgunaan.

4. Biaya administrasi yang ternyata cukup banyak

Yang terakhir adalah, biaya administrasi kartu debit ternyata cukup banyak. Beberapa di antaranya adalah kartu ATM atau debit bakal dikenakan biaya bila lakukan penarikan tunai di mesin ATM bukan dari penerbit kartu tersebut. 

Kemudian, terdapat pula biaya administrasi per bulan. Bahkan, biaya administrasi debit bisa melebihi biaya administrasi kartu kredit.

Salah satunya debit Platinum dari BCA yang dikenakan biaya administrasi Rp20 ribu per bulan atau Rp240 ribu per tahun. Sementara itu, beberapa kartu kredit BCA bahkan gak dikenakan biaya administrasi sama sekali.

Gerbang pembayaran nasional

Kebutuhan bertransaksi secara non tunai atau cashless saat ini makin meningkat. Masyarakat butuh sistem pembayaran nasional yang mampu memproses seluruh transaksi pembayaran domestik secara terkoneksi. 

Bank Indonesia menjawab kebutuhan tersebut dengan mengeluarkan peraturan tentang Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) pada 21 Juni 2017 lalu. 

Lalu, apa sih GPN itu? GPN adalah sistem yang menghubungkan seluruh alat pembayaran (kartu debit, kartu kredit, atau uang elektronik) dengan mesin atau perangkat transaksi pembayaran seperti ATM, mesin EDC atau kanal pembayaran lainnya. 

Mudahnya, nasabah bisa bertransaksi offline seperti pembayaran, transfer uang, atau tarik tunai di semua ATM, EDC berlogo GPN di seluruh Indonesia. Jadi, dengan GPN akan membuat transaksi 

Nantinya, per 1 Januari 2022, Bank Indonesia mewajibkan nasabah punya minimal satu kartu debit logo GPN di seluruh rekening yang dimiliki. Jika sebelumnya transaksi yang memakai logo Visa dan MasterCard berbiaya mahal, karena diproses di Singapura, maka dengan GPN nasabah membayar lebih murah. 

Menurut data dari Visa dan MasterCard mengenakan biaya transaksi 2 – 3 persen. Sementara kartu dengan logo GPN biaya yang dikenai hanya 1 persen saja. 

Perbedaan Visa, MasterCard dengan GPN 

Karena semua transaksi diproses di dalam negeri, maka biaya yang kita tanggung jadi lebih murah dengan adanya GPN dibanding kartu berlogo Visa dan MasterCard. Ini beberapa diantaranya:

  1. Penurunan merchant discount rate (MDR) dari 3% menjadi 1%
  2. Kalau sebelumnya biaya transfer beda bank dengan logo visa dan mastercard sebesar Rp6.500 per transaksi, dengan menggunakan GPN biaya transaksi menjadi Rp2.500 – Rp4.000 
  3. Biaya Tarik tunai di mesin ATM milik bank yang beda, bila menggunakan logo Visa dan MasterCard dikenakan biaya Rp6.500 – Rp7.500, menjadi Rp3.500 – Rp4.000 dengan GPN.

Kelebihan dari kartu berlogo GPN : 

Beberapa keuntungan menggunakan kartu GPN yang bakal dirasakan banyak pihak, antara lain: 

  1. Bagi masyarakat 
  • Bisa dipakai di seluruh kanal pembayaran di Indonesia 
  • Transaksi jadi lebih efektif dan efisien 
  • Transaksi bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja 
  • Biaya transaksi ATM antar bank yang sebelumnya dikenai 2 – 3 persen per transaksi, turun menjadi 1% 
  • Biaya administrasi bulanan juga ada penurunan tarif. Pemangkasan sekitar Rp500 – Rp1.000 dari tariff lama. Contoh, Bank Mandiri yang sudah menurunkan biaya administrasi bulanan untuk kartu debit Platinum sebesar Rp1.000, Gold Rp1.000 dan Silver Rp500. 
  1. Bagi merchant
  • Setiap kanal pembayaran yang dimiliki masing-masing merchant bisa menerima semua kartu 
  • Merchant jadi gak perlu banyak punya mesin EDC 
  • Nasabah jadi lebih nyaman bertransaksi. 
  1. Bagi pelaku industri 
  • Bank atau lembaga lain bisa mengakses semua kanal pembayaran yang ada. Dan bisa menyediakan banyak fitur pelayanan yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabahnya
  • Gak ada lagi kompetisi untuk menyediakan berbagai kanal pembayaran 

Baca beberapa poin ini tentu beri kamu pemahaman baru mengenai debit, kan? Yuk, jaga dengan aman kartu debit yang dimiliki.

Satu lagi, selalu ingat buat potong kartu debit bila kamu gak gunakan kartu tersebut. Buat jaga-jaga agar gak disalahgunakan oleh pelaku kejahatan. 

Gimana, sudah mengerti kan apa itu kartu debit visa, perbedaan dengan MasterCard dan GPN. Nah, buat kamu yang juga memiliki kartu kredit, Lifepal menawarkan promo cicilan kartu kredit nol persen untuk beragam produk asuransi menariknya. Yuk, kunjungi Lifepal.co.id untuk mengetahui lebih lanjut!

 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →