Kartu Keluarga, Fungsi dan Persyaratan Pembuatannya

kartu keluarga

Saat baru membina sebuah bahtera rumah tangga, maka dokumen yang harus segera disiapkan adalah kartu keluarga.  Pembuatan maupun pembaharuan kartu keluarga dapat dilakukan dengan mudah tanpa harus menggunakan calo.

Apa itu kartu keluarga?

Mengutip dari Wikipedia, kartu keluarga (KK) adalah kartu identitas yang memuat data tentang susunan, hubungan dan jumlah anggota keluarga. Dalam penerapannya, kartu ini dicetak menjadi rangkap empat yang mana masing-masing akan dipegang oleh kepala keluarga, Ketua RT, kelurahan, dan kecamatan.

Keberadaan KK ini sangatlah penting dan wajib dimiliki oleh setiap keluarga di Indonesia. Peran KK biasanya menjadi prasyarat untuk membuat berbagai dokumen negara penting mulai dari akta kelahiran hingga pendaftaran sekolah anak.

Kegunaan kartu keluarga

Dengan demikian dapat dipastikan bahwa KK memiliki fungsi yang penting dalam kehidupan setiap anggotanya. Bahkan dalam penerapannya, kartu ini kerap dijadikan persyaratan kelengkapan dokumen untuk pembuatan beberapa hal berikut ini.

Tak hanya itu saja, Kartu Keluarga juga diperlukan saat mengajukan pinjaman di berbagai bank serta fintek. Yang tak kalah penting adalah dengan memiliki Kartu Keluarga berarti memiliki bukti sah dan kuat atas status identitas keluarga dan anggota keluarga terhadap kedudukan serta keberadaan kependudukan seseorang. 

Bagi kamu yang berencana membuatnya, yuk, simak cara dan persyaratannya terlebih dahulu di bawah ini.

Cara dan persyaratan pembuatan kartu keluarga

keluarga harmonis

Pada dasarnya kartu keluarga perlu diganti setiap adanya perubahan anggota, misalnya adanya kelahiran, kematian, perceraian, dan juga pernikahan.

Ketika perubahan tersebut terjadi, maka penting bagi kepala keluarga untuk melapor ke kecamatan paling lambat 14 hari setelah perubahan tersebut terjadi agar proses pembuatan kartu keluarga baru dapat segera dilanjutkan ke Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Namun,tidak perlu khawatir akan dikenakan biaya sebab menurut Undang Undang No.24 Tahun 2013 Pasal 79A pengurusan dan penerbitan dokumen kependudukan sama sekali tidak dipungut biaya.

Adapun cara dan persyaratan dalam pembuatannya terbagi menjadi tiga, yaitu persyaratan untuk pasangan baru menikah, perubahan data, maupun pembuatan ulang akibat kartu rusak atau hilang. Ketahui selengkapnya berikut ini.

1. Pasangan baru menikah

Bagi pasangan yang baru menikah, pembuatan KK dapat dilakukan langsung setelah pasangan tersebut resmi menikah. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi di antaranya:

  • Surat pengantar dari RT yang telah dicap oleh RW.
  • Buku nikah.
  • Surat keterangan pindah bagi penduduk pendatang.

Setelah menyiapkan syarat yang telah disebutkan di atas, maka berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan.

  1. Surat pengantar pembuatan KK baru dari Ketua RT setempat.
  2. Membawa surat tersebut ke Ketua RW untuk dilakukan pengecapan.
  3. Setelah mendapat cap dari RW, bawa surat tersebut beserta persyaratan lainnya ke kelurahan.
  4. Sesampai di kelurahan, utarakan keinginan untuk membuat kartu keluarga baru. Maka petugas akan meminta kita untuk mengisi formulir permohonan.
  5. Setelah itu, permohonan kamu akan segera diproses.

2. Perubahan data

Silih berganti anggota keluarga akan terus bertambah maupun berkurang. Hal tersebut tentunya tidak bisa kita hindari. Salah satu dampak terjadinya hal tersebut ialah kita harus meng-update kartu keluarga yang dimiliki. 

Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi guna membuat kartu baru akibat adanya perubahan data, di antaranya sebagai berikut.

  • Surat pengantar dari RT yang telah dicap oleh RW.
  • Kartu keluarga yang lama.
  • Surat keterangan, seperti:
    • Akta kelahiran (bagi anggota yang baru dilahirkan)
    • Surat keterangan pindah (bagi anggota keluarga yang baru datang dari luar daerah atau negeri)
    • Akta kematian (bagi yang telah meninggal dunia)

Setelah menyiapkan syarat yang telah disebutkan, maka berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan.

  1. Membawa surat pengantar dari RT yang telah mendapat cap dari RW ke kelurahan.
  2. Sesampai di kelurahan, utarakan keinginan untuk membuat kartu baru akibat adanya perubahan data. 
  3. Serahkan persyaratan yang telah disiapkan dan isi formulir permohonan kartu keluarga baru.
  4. Setelah itu, permohonan kamu akan segera diproses.

Perlu diingat bahwa perubahan kartu keluarga akibat adanya anggota pendatang perlu disertai juga dengan pembuatan KTP dengan alamat yang baru.

3. Hilang atau rusak

Terkadang akibat kecerobohan diri sendiri atau orang lain, kartu yang kita miliki bisa rusak atau hilang. Jika hal ini terjadi, maka kamu harus segera melakukan pembuatan kartu keluarga baru, mengingat kartu keluarga kerap dibutuhkan untuk mengurus berbagai dokumen penting.

Berikut adalah beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk membuat kartu keluarga hilang.

  • Surat pengantar dari RT yang telah dicap oleh RW.
  • Surat keterangan hilang dari kepolisian.
  • Melampirkan kartu yang lama (khusus untuk kasus keluarga yang rusak).
  • Fotokopi dokumen kependudukan salah satu anggota keluarga.
  • Fotokopi dokumen keimigrasian khusus bagi WNA.

Setelah menyiapkan berkas-berkas persyaratan tersebut, kamu sudah bisa mengajukan pembuatan KK baru di kelurahan setempat.

Contoh kartu keluarga

contoh kartu keluarga

Setelah proses pembuatan selesai dibuat, maka contoh kartu keluarga yang kamu miliki akan seperti gambar di atas. Dalam kartu tersebut harus mencantumkan berbagai komponen penting seperti berikut ini.

  • Nama lengkap.
  • Nomor induk kependudukan (NIK).
  • Jenis kelamin.
  • Tempat dan tanggal lahir.
  • Agama.
  • Pendidikan.
  • Jenis pekerjaan.
  • Status perkawinan.
  • Status hubungan dalam keluarga.
  • Kewarganegaraan.
  • Nomor dokumen imigrasi.
  • Nama Orang tua.
  • Tanda tangan kepala keluarga dan Kepala Dukcapil yang telah dicap.

Jika kartu yang dimiliki sudah memenuhi komponen-komponen tersebut, maka kartu keluarga yang kamu punya sudah benar sehingga tidak perlu lagi melakukan perubahan data.

Meskipun proses pembuatannya tidak sulit, namun bukan berarti informasi di dalamnya bisa disebarluaskan secara sembarangan. Sebab pernah terjadi sebuah tindakan tidak bertanggung jawab di mana satu NIK tanpa diketahui pemiliknya telah didaftar ke dalam 50 nomor prabayar tidak dikenal. Seram, bukan?

Jadi, simpan dan jaga selalu informasi yang terdapat dalam kartu tersebut, ya. Agar hal tersebut tidak terjadi di diri kamu maupun keluarga.

Cara cek kartu keluarga secara online

Di era serba digital seperti saat ini, kehidupan dan urusan sehari-hari kita semakin dimudahkan. Termasuk kamu juga bisa cek Kartu Keluarga secara online menggunakan PC ataupun smartphone. Ada beberapa cara untuk cek KK secara online, seperti berikut ini. 

1. Via website

Pilihan pertama untuk cek Kartu Keluarga online adalah melalui website yang bisa diakses menggunakan PC atau smartphone. Caranya sebagai berikut:

  • Buka browser internet.
  • Akses website Dukcapil dengan klik website https://dukcapil.kemendagri.go.id.
  • Masukkan NIK e-KTP pada kolom yang tersedia.
  • Bila NIK sudah terdaftar dalam database, maka data kamu akan muncul pada website tersebut.

2. Via media sosial

Selain menggunakan website, kamu juga bisa menggunakan media sosial untuk cek kartu keluarga secara daring. Caranya juga cukup mudah. Kamu mencari akun Facebook Halo Dukcapil, dan Twitter dengan username @ccdukcapil. Agar privasi dan keamanan data tetap terjaga, pastikan untuk menggunakan fitur direct message atau private message saat bertanya. 

3. Via e-mail

Kamu juga punya pilihan lain untuk cek kartu keluarga yaitu dengan electronic mail atau e-mail. Kamu cukup mengirimkan email permintaan ke [email protected] dengan menyertakan nomor e-KTP. Yang patut kamu ketahui, untuk proses pengecekan kartu keluarga via email ini kamu perlu menunggu kurang lebih 24 jam untuk menunggu balasan dari pihak Dukcapil. 

4. Via SMS atau Whatsapp

Cara termudah adalah dengan menggunakan SMS atau Whatsapp ke nomor +628118005373. Seperti halnya proses pengecekan via email, untuk cek via SMS atau Whatsapp membutuhkan waktu 1×24 jam mendapatkan respons dari pihak Dukcapil. Untuk mengirimkan SMS atau Whatsapp ini terdapat format khusus seperti berikut ini. 

  • #NIK
  • #Nama_Lengkap
  • #Nomor_Kartu Keluarga
  • #Nomor_Telp
  • #Keluhan

Nah, itulah serba-serbi tentang cara dan persyaratan mengurus kartu keluarga 2020. Semoga bermanfaat dan memudahkan kamu yang berencana membuat kartu keluarga baru ya.