Kebebasan Finansial Tercapai Bila Sukses di 6 Hal Ini

Kaya Raya

Kebebasan finansial tidak hanya bisa diraih oleh mereka yang kaya raya, lho. Akan tetapi menjadi hak semua orang. Bahkan, bagi kita yang kini bisa saja masih bergantung pada gaji.

Tak dipungkiri bahwa pandangan umum beranggapan bahwa seseorang dapat disebut merdeka finansial apabila berstatus kaya raya. Yaitu namanya masuk dalam daftar Forbes atau paling tidak dikenal sebagai orang kaya di lingkungannya.

Padahal, Safir Senduk, financial planner ternama Indonesia memberikan definisinya: Kebebasan finansial adalah saat bisa memenuhi kebutuhan hidup meski tidak bekerja lagi.

Sederhana, bukan?

Nah, agar makin paham, mari simak enam poin berikut yang bisa menjadi tolok-ukur bagi kita semua yang ingin mencapai kebebasan finansial.

1. Dana Darurat Sudah Terkumpul

dana darurat

Patokan pertama dan hal pertama pula yang bisa kita lakukan untuk mencapai kebebasan finansial adalah mengumpulkan dana darurat. Sebab, penggunaan dana darurat memang ditujukan untuk “menalangi” pengeluaran saat kita tidak punya penghasilan.

Jadi, saat misalnya kita kehilangan pekerjaan atau tidak bisa bekerja maka ada dana darurat. Dengan begitu, kita tidak perlu mengutang atau lontang-lantung karena tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup.

Jumlah dana darurat disesuaikan dengan total pengeluaran bulanan dikalikan beberapa bulan. Tergantung status kita, sendiri atau sudah memiliki tanggungan.

Idealnya, jumlah dana darurat bagi yang sudah berkeluarga adalah minimal enam kali pengeluaran bulanan. Sementara itu, bagi yang masih sendiri sebaiknya memiliki uang sebanyak tiga kali pengeluaran bulanan.

Jika pengeluaran bulanan kita yang berstatus single misalnya adalah Rp5 juta per bulan. Maka minimal kita sudah punya Rp15 juta di dalam tabungan.

2. Punya Penghasilan Pasif

bisnis kos kebebasan finansial

Sesuai dengan definisi kebebasan finansial yang telah disebutkan di atas maka syarat selanjutnya yang harus dipenuhi adalah: punya penghasilan pasif.

Penghasilan pasif ini bisa dalam wujud:

  • Aset lancar, yaitu berupa bisnis. Misalnya, kita punya kos-kosan. Kita tidak perlu bekerja untuk bisa mendapatkan keuntungan, bukan?
  • Aset investasi, yaitu keuntungannya juga kita bisa peroleh secara pasif.

Dengan penghasilan pasif seperti ini, kita tidak perlu mengandalkan gaji pokok lagi deh. Malah kalau memang kita masih bekerja di perusahaan tertentu maka gajinya bisa diinvestasikan atau ditabung.

Contoh, gaji di kantor adalah Rp10 juta. Dengan catatan, kebutuhan bulanan kita adalah Rp6 juta. Kita masih punya penghasilan pasif berupa usaha sewa unit apartemen atau kos sekitar Rp6 juta per bulan.

Dengan angka tersebut, itu artinya kebutuhan bulanan kita sudah tercukupi hanya lewat penghasilan pasif saja. Kebebasan finansial sudah hampir kita raih!

3. Bisa Memenuhi Kebutuhan di Masa Depan

wanita rileks

Jika dulu kita berpikir panjang dan mengutang untuk memenuhi beberapa kebutuhan tertentu maka saat sudah bebas finansial, itu menjadi gampang. 

Contoh jangka pendek, kita sudah bisa liburan tanpa perlu takut kehabisan uang. Kemudian, kita sudah bisa memenuhi kebutuhan selama 12 bulan kemudian tanpa perlu bekerja. 

Yang paling sederhana sih, kita tidak perlu takut tidak bisa bayar sewa atau KPR. Karena sudah punya properti sendiri yang bisa ditinggali.

Duh, sungguh damai hidup ini!

4. Tidak Takut terhadap Biaya Pengobatan

pria ke dokter kebebasan finansial

Biaya pengobatan saat sakit bisa menjadi momok tersendiri bagi sebagian besar orang. Sebab, biaya tersebut bisa menguras tabungan, investasi, maupun aset yang sudah dikumpulkan.

Menurut data Depkes, penyakit diabetes melitus menjadi salah satu penyakit paling banyak diidap di Indonesia. Bahkan, di tahun 2018 lalu, persentase jumlah penderitanya mengalami kenaikan.

Sementara itu, biaya pengobatan secara rutin untuk penyakit tersebut memakan minimal Rp80 juta per tahun.

Kalau kita hanya mengandalkan tabungan atau investasi saja, uang kita bakal habis. Karena seharusnya tabungan maupun investasi digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup di masa depan, bukan?

Di sinilah pentingnya asuransi. Dengan menyisihkan “sedikit” dana secara rutin dari penghasilan, kita mendapatkan jaminan dana pengobatan. Karena asuransi sebenarnya menggunakan metode mirip subsidi silang.

Sebagai contoh, kita bisa sisihkan dana Rp1 juta per bulan. Dalam setahun kita “hanya” mengeluarkan Rp12 juta per tahun, kan? Dengan dana segitu, kita sudah ter-cover pengobatan beberapa penyakit yang memakan biaya hingga ratusan juta.

Coba deh cek produk-produk asuransi kesehatan yang direkomendasikan oleh tim Lifepal.

5. Tidak Punya Utang

bebas utang kebebasan finansial (1)

Kebebasan finansial juga ditentukan oleh jumlah utang yang dimiliki. Dikatakan sehat apabila utang kita tidak melebih persentase 30 persen dari penghasilan. Namun, akan disebut “merdeka” jika utang kita berada di angka nol.

Atau, paling tidak, kita punya utang hanya atas nama bisnis atau perusahaan saja. 

6. Sudah Bisa Berbagi

donasi bebas finansial

Yang tak boleh ketinggalan adalah saat mencapai kebebasan finansial, kita sudah bisa berbagi. Meski demikian, berbagi bisa dilakukan kok dengan berapapun penghasilan kita.

Setelah melihat daftar ini, kini saatnya mengukur pencapaian kita. Apakah kita sudah mencapai kebebasan finansial, sedang dalam proses, atau sudah memenuhi salah satu poin di atas? 

Yang penting adalah selalu berusaha untuk mengelola uang dan penghasilan kita dengan tepat, ya! Dengan begitu, kita bisa meraih merdeka finansial alias bebas dari segala kekhawatiran soal uang dengan berapapun aset yang dimiliki. Yuk, ketahui juga tabungan deposito ideal menggunakan kalkulator kebebasan finansial Lifepal!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →