3 Kebiasaan yang Patut Ditiru dari Orang Terkaya di Indonesia

Suka beramal ciri orang terkaya di Indonesia

Kisah orang terkaya di Indonesia gak ada habis-habisnya untuk disimak. Selain menjadi inspirasi, mereka juga memotivasi kita untuk lebih sukses lagi. Banyak dari mereka yang butuh pengorbanan untuk menjelma menjadi orang sukses.

Mereka tentu punya cara sendiri-sendiri untuk meraih kesuksesan. Ada yang memang meraih dari nol, ada juga yang tinggal melanjutkan perjuangan orang tua. Tapi, semua itu sama-sama gak gampang, butuh perjuangan, konsistensi, inovasi, dan visi misi yang kuat untuk mendapatkan kekayaan.

Sebagai masyarakat yang biasa-biasa saja, kamu bisa meneladani kisah mereka. Mulai dari bagaimana cara mereka mengembangkan bisnis, langkah mereka ketika berada di posisi terendah, dan terpenting, kebiasaan yang sering mereka lakukan.

Sebelum lebih jauh ke kebiasaan orang kaya, ketahui dulu daftar orang terkaya di Indonesia pada tahun 2019 versi Forbes.

Baca juga: Hati-Hati! 5 Kebiasaan Buruk Ini Menjadi Penyebab Munculnya Utang Lho

10 Orang terkaya di Indonesia

Salah satu orang terkaya di Indonesia, Chairul Tanjung bersama putri tercinta
Chairul Tanjung bersama putri tercinta (Instagram).

Majalah bisnis asal Amerika Serikat kembali merilis daftar orang terkaya di Indonesia tahun 2019. Setidaknya ada 21 orang yang masuk dalam daftar ini. Peringkat pertamanya masih dipegang oleh Hartono Bersaudara dengan total kekayaannya kalau dijumlah mencapai lebih dari Rp 500 triliunan. Lalu siapa yang berada di bawahnya?

1. Orang terkaya di Indonesia pertama adalah Budi Hartono, Rp 263 triliunan

Orang paling kaya di Indonesia diduduki oleh Budi Hartono. Bos Djarum ini memiliki kekayaan mencapai US$ 18,6 miliar atau Rp 263 triliunan. Jalannya menjadi orang kaya memang terbantu oleh bisnis ayahnya. Saat itu Djarum hanya sebatas perusahaan kretek lokal. Tapi kemudian di tangannya Djarum berubah menjadi industri rokok terbesar di Indonesia.

Berkat industri ini, pundi-pundinya terus bertambah banyak dan berkali-kali menempati posisi pemuncak orang paling tajir di Indonesia.

2. Michael Bambang Hartono, Rp 262 triliunan

Di posisi kedua ditempati oleh saudara kandungnya Budi Hartono, yaitu Michael Bambang Hartono. Pasangan bersaudara orang terkaya di Indonesia ini sukses berkat bisnis orangtuanya yang nyaris bangkrut.

Ya Djarum memang bukan bisnis yang mereka bangun dari awal, tapi itu adalah usaha milik orangtuanya yang hampir bangkrut karena kebakaran tahun 1960-an. Bambang pun berusaha keras melakukan inovasi agar Djarum tak bangkrut. Salah satunya adalah dengan memperkenalkan rokok filter di tahun 1970-an.

Padahal Djarum mulanya hanya memperdagangkan rokok kretek. Inovasi mereka pun sukses dan berhasil membawa Djarum menjadi perusahaan paling bernilai di Indonesia.

Kurang puas dengan rokok, Bambang bersama Budi akhirnya merambah ke bisnis perbankan dengan membeli Bank BCA pada saat krisis moneter. Dari dua bisnisnya ini, kekayaan Bambang mencapai US$ 18,5 miliar atau Rp 262 triliunan.

3. Sri Prakash Lohia, Rp 103 triliunan

Sri Prakash Lohia merupakan orang terkaya di Indonesia, tapi berasal dari India. Ia hijrah ke Indonesia pada tahun 1973 silam. Membuka usaha bisnis tekstil tepatnya produsen benang pintal di Purwakarta, Jawa Barat. Perusahaan yang diberi nama Indorama Synthetics itu kemudian meraih kesuksesan hingga mampu berekspansi ke Thailand dan Uzbekistan.

Kini Indorama sudah menjelma menjadi holding grup yang memegang beberapa industri, seperti petrokimia, pembuat sarung tangan medis, hingga produsen botol minum kemasan PET. Kekayaan Sri Prakash Lohia mencapai US$ 7,3 miliar atau Rp 103 triliunan.

4. Dato Sri Tahir, Rp 63 triliunan

Tahir mungkin salah satu orang terkaya di Indonesia yang terlahir dari keluarga biasa-biasa saja. Ayahnya saat itu hanya menjadi tukang becak, sementara ibunya pemilik toko pakaian. Untuk mengangkat derajat keluarganya, ia pun menempuh pendidikan setinggi-tingginya hingga ke Singapura. Ketika lulus, ia pun dijodohkan dengan anak konglomerat Mochtar Riady.

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Setelah menikah, Tahir sempat terjun ke sejumlah usaha hingga akhirnya mendirikan Mayapada Group pada tahun 1989. Usaha ini merambah ke segala lini, mulai dari perbankan, rumah sakit, properti, media, hingga retail. Berkat kerajaan bisnisnya inilah, Tahir kini memiliki harta US$ 4,5 miliar atau Rp 63 triliunan.

5. Chairul Tanjung, Rp 52 triliunan

CT, panggilan akrabnya, memiliki perjuangan yang berat untuk bisa sesukses sekarang. Saat bisnis orangtuanya bangkrut, ia harus memutar otak untuk membantu menghidupi keluarganya.

Saat kuliah beragam pekerjaan ia lakoni, mulai dari berjualan sepatu, jasa pembuatan kaos, fotokopi, hingga berjualan buku-buku kuliah. Meskipun berjualan sambil berkuliah, berkat kecerdasannya, ia pun berhasil meraih gelar mahasiswa berprestasi di Universitas Indonesia sebagai lulusan Fakultas Kedokteran.

Kini, orang terkaya di Indonesia peringkat kelima ini memiliki kerajaan bisnis yang gak main-main. Di bawah naungan CT Corp, ia membawahi beberapa usaha seperti media, retail, properti, hingga perbankan. Kekayaan CT kini mencapai US$ 3,7 miliar atau Rp 52 triliunan.

6. Prajogo Pangestu, Rp 49 triliunan

Prajogo Pangestu adalah bos dari Barito Pacific Group. Perusahaan ini menaungi beberapa bisnis seperti petrokimia, energi, power plant, properti, perkebunan, dan industri kayu. Tapi sebelum menjadi orang sesukses saat ini, Prajogo bukanlah orang yang terlahir dari keluarga kaya raya.

Lahir di Kalimantan Barat, Prajogo hidup dalam kondisi ekonomi yang serba kekurangan. Pendidikannya saja harus terhenti di bangku SMP. Sebagai orang berpendidikan rendah, ia pun memberanikan diri untuk merantau ke kota-kota lainnya, salah satunya Jakarta. Berbagai pekerjaan pun pernah ia lakoni, seperti sopir angkot dan menjual bumbu dapur.

Kini, Prajogo menduduki peringkat keenam di daftar orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan mencapai US$ 3,5 miliar atau Rp 49 triliunan.

7. Low Tuck Kwong, Rp 34 triliunan

Low Tuck Kwong merupakan kelahiran Singapura. Pada tahun 1972, saat umurnya masih 24 tahun, ia hijrah dan mencoba peruntungan ke Indonesia. Dikutip dari CNBC, ia langsung mendirikan perusahaan konstruksi yang menangani pekerjaan umum, konstruksi bawah tanah dan bawa laut.

Pada tahun 1992, Low Tuck memutuskan untuk menjadi Warga Negara Indonesia. Sejak memutuskan bergabung, bisnisnya semakin melesat. Pada tahun 1997 ia mengakuisisi PT Gunung Bayan Pratamacoal, PT Dermaga Perkasapratama yang bergerak dibidang tambang dan batu bara.

Kekayaan Low Tuck kini telah mencapai US$ 2,4 miliar atau Rp 34 triliunan.

8.  Mochtar Riady, Rp 32 triliunan

Kalah dari menantunya, Dato Tahir, Mochtar Riady menempati posisi kedelapan di daftar orang terkaya di Indonesia. Nama konglomerat yang satu ini sudah terkenal banget berkat bisnis Lippo Group.

Awal mulanya, Mochtar hanya mendirikan Bank Lippo, tapi kemudian bisnisnya menjalar ke properti. Mulanya ia hanya mengelola lahan sitaan milik nasabah yang gagal membayar utang, hingga akhirnya disulap menjadi kawasan Lippo Karawaci di Tangerang yang kini menjadi kawasan elit dan eksklusif. Terakhir sih, kini mereka tengah mengembangkan kawasan super elite di Jawa Barat, Meikarta.

Forbes mencatat kekayaan Mochtar Riady berada di angka US$ 2,3 miliar atau Rp 32 triliunan.

9. Theodore Rachmat, Rp 24 triliunan

Theodore Rachmat memulai karier profesionalnya sebagai sales alat berat di Astra International. Selama menjadi sales, ia selalu mencapai target dan menjalankan tugas dengan sangat baik. Hingga akhirnya kariernya terus menanjak dan diangkat sebagai Komisaris di Astra.

Hingga akhirnya ia membangun kerajaan bisnisnya sendiri yang diberi nama Triputra Group. Bisnis ini bergerak di bidang agribisnis, manufaktur, perdagangan dan pelayanan, pertambangan, hingga dana pensiun.

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Kekayaannya pun kini mencapai US$ 1,7 miliar atau Rp 24 triliunan.

10. Martua Sitorus, Rp 24 triliunan

Mungkin kamu masih asing dengan nama ini. Martua Sitorus adalah konglomerat asal Tanah Batak. Ia dikenal sebagai bos perusahaan raksasa produsen minyak sawit Wilmar International. Jalannya menjadi bos bukanlah hal instan. Semasa muda, Martua rela berjualan ikan dan udang untuk memenuhi biaya pendidikannya.

Hingga akhirnya pada saat lulus kuliah, ia bekerja di perusahaan minyak sawit. Dari sinilah pengetahuannya tentang dunia perkebunan sawit bertambah, dan ia mendirikan Wilmar. Perkebunan sawit yang ia miliki pada tahun 1991 di Sumatera Utara mencapai 7.100 hektar.

Bisnisnya pun melebar hingga ke perusahan lain Gama Plantation, dan properti Gamaland. Gama kini menjelma menjadi raksasa dan memiliki gedung sendiri bernama Gama Tower di Jakarta Selatan.

Dari kerajaan bisnisnya ini, Martua mengantongi kekayaan mencapai US$ 1,7 miliar atau Rp 24 triliunan.

Baca juga: Pekerjaan dengan Gaji Tinggi yang Cocok Untuk Orang Introvert, Kamu Tertarik?

Kebiasaan orang paling kaya di Indonesia yang bisa kamu tiru

Orang terkaya di Indonesia
Tahir Foundation (Instagram).

Orang-orang terkaya di atas beberapa memiliki kebiasaan-kebiasaan unik yang positif dan bisa kamu tiru. Meskipun sudah sukses mereka gak serta merta bersantai menikmati kekayaannya saja, tapi ada aktivitas bermanfaat lainnya yang berguna. Apa saja?

1. Rajin olahraga

Orang kantoran biasa saja, kadang-kadang sulit menentukan jadwal untuk berolahraga. Kadang bahkan lebih sering gak ada waktu untuk urusan yang satu ini. Bagaimana dengan pengusaha sukses yang sekaligus menduduki posisi daftar orang paling tajir di Indonesia?

Dilihat dari beberapa sumber, ternyata mereka ada yang doyan olahraga lho. Sebut saja Hartono bersaudara. Budi Hartono dan Bambang Hartono disebut-sebut hobi bulutangkis sedari muda.

Saking cintanya sama olahraga ini, mereka sampai mendirikan yayasan sendiri yang dinamai PB Djarum pada tahun 1969 silam. Yayasan ini telah mencetak atlet-atlet kebanggaan Tanah Air seperti Liem Swie King, Alan Budi Kusuma, Liliana Natsir, dan Tontowi Ahmad.

Gak cuma bulutangkis, ternyata, Bambang Hartono juga menggemari olahraga bridge. Olahraga kartu yang mengandalkan otak dan keberuntungan ini sudah lama ia lakoni. Bahkan pada tahun 2018 lalu, bos BCA ini tercatat sebagai atlet bridge mewakili Indonesia di ajang Asian Games. Orang terkaya di Indonesia nomor dua ini mendapatkan medali perunggu.

Ada lagi satu olahraga yang digemari Bambang Hartono, yaitu Taijiquan. Bos Djarum ini bahkan pernah tercatat sebagai pemimpin organisasi beladiri dari Tiongkok.

2. Rajin membaca

Mochtar Riady, pemilik dan bos Lippo Group memiliki hobi yang paling digemari orang terkaya di dunia. Mertua dari Dato Sri Tahir ini ternyata doyan baca buku. Taipan ini bahkan pernah membaca buku-buku dengan bahasan yang berat sedari kecil.

Ini jadi pelajaran banget buat kita yang malas membaca, apalagi kamu masih muda. Mochtar Riady saja yang sudah bergelimang harta tetap terus membaca. Karena dari membaca akan banyak manfaat yang bisa kamu petik.

Seperti kata pepatah, “Buku adalah jendela dunia”, ketika kamu membaca buku, akan banyak pengetahuan yang dapat kamu dapatkan. Pengetahuan tersebut bisa menjadi modal untuk menuju kesuksesan kelak.

3. Rajin beramal

Beramal adalah salah satu cara kita untuk berbagi kepada sesama. Mau kamu orang yang biasa-biasa saja, atau kaya sekalipun, beramal adalah cara kita untuk membantu meringankan beban orang yang kekurangan.

Hal ini yang dipegang teguh oleh para orang-orang kaya di atas. Bahkan beberapa dari mereka rela membuat sebuah yayasan sendiri untuk menyalurkan bantuannya. Sebut saja seperti Dato Sri Tahir yang memiliki yayasan Mayapada Foundation.

Yayasan tersebut rutin memberikan bantuan kepada warga-warga di Indonesia maupun di luar negeri yang membutuhkan bantuan. Jika ada bencana, Mayapada sigap membantu saudara-saudara kita dengan mengirimkan bahan makanan maupun uang.

Gak cuma itu saja, Tahir bahkan rutin setiap tahunnya menyumbang ke UNHCR untuk membantu para anak-anak korban perang saudara di Timur Tengah. Dikutip dari CNN, pada tahun 2018 lalu, Tahir turut menyumbangkan US$ 1,3 juta atau sekitar Rp 18 miliar bagi pengungsi Palestina.

Bos Djarum juga gak mau ketinggalan tentang misi mulia mereka. Djarum yang sudah menjadi perusahaan raksasa di Indonesia rutin memberikan beasiswa kepada para mahasiswa berprestasi.

Baca juga: Menelisik Lebih Jauh Keuntungan Apple Card, Kartu Kredit yang Ditanam pada iPhone

Itu tadi tiga kebiasaan yang sering dilakukan oleh orang terkaya di Indonesia. Di luar kebiasaan tersebut, mereka memiliki kesamaan sifat. Di antaranya adalah gak gampang nyerah, dan terus berinovasi. Coba saja kamu lihat, meskipun beberapa dari mereka memiliki keterbatasan materi, atau diterpa masa-masa sulit, mereka tetap bisa bangkit dan berinovasi lebih demi meraih kesuksesannya. (Editor: Winda Destiana Putri).

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →