Peluang Usaha Kedai Kopi Sederhana dengan Modal Kurang dari Rp 20 Juta

Pertumbuhan kedai kopi di Indonesia terus mengalami peningkatan. Hal ini tentu berbanding lurus dengan tingkat produksi kopi di Tanah Air.

Dikutip dari Katadata, pada tahun 2017 Indonesia berhasil memproduksi kopi sebanyak 667 ribu ton. Sementara tingkat konsumsinya hanya sampai 276 ribu ton. Akibatnya, terjadi penimbunan atau surplus kopi dalam jumlah yang lebih besar dari jumlah konsumsinya. 

Untuk mengakali kelebihan pasokan itu, kopi-kopi tersebut diekspor ke negara-negara lain. Sebenarnya sih bukan cuma gara-gara kelebihan stok aja, tapi memang karena cita rasa kopi Indonesia sudah diakui dunia. 

Meski konsumsinya terbilang rendah, membuka kedai kopi masih menjanjikan kok, apalagi di perkotaan. Kopi sudah menjadi gaya hidup bagi penikmatnya, jadi ada potensi besar untuk mendapatkan keuntungan. 

Alasan kenapa membuka usaha kedai kopi menjanjikan 

Kedai Kopi
Bisnis kopi (Shutterstock).

1. Proses produksinya mudah 

Proses produksi secangkir kopi terbilang mudah dan cepat. Gak kayak bisnis makanan yang harus melalui berbagai macam proses untuk bisa menjadi hidangan. Kopi, cukup dijadikan bubuk, lalu ditaruh ke mesin atau secara manual sudah bisa jadi secangkir kopi. 

2. Cuma butuh menu sederhana 

Namanya kedai kopi, tentu menu utamanya adalah olahan-olahan kopi, entah itu kopi hitam, cappucino, atau kopi susu kekinian. Sementara menu lainnya hanyalah pelengkap saja, seperti roti bakar, pisang bakar, singkong, sampai kentang goreng. 

3. Pangsa pasarnya luas 

Gak kayak wine, kopi adalah minuman yang bisa dinikmati oleh siapa saja. Mulai dari kalangan menengah ke bawah, sampai yang kaya raya, anak muda, sampai orang dewasa, semua bisa dengan bebas menikmati kopi. 

Artinya, pangsa pasar dari produk kopi sangatlah luas. Hal ini memberikan keuntungan lebih bagi pemilik kedai kalau mereka berpotensi mendapatkan untung besar, terlebih lagi kopi sudah menjadi gaya hidup masyarakat. 

4. Pendapatannya yang menjanjikan 

Bisnis kopi bukanlah usaha musiman yang bisa redup sewaktu-waktu, tapi bisnis ini gak ada matinya, justru terus tumbuh setiap tahunnya. Inilah yang membuat bisnis kopi bisa menjanjikan keuntungan setiap harinya. 

Banyak kisah sukses, pemilik usaha kopi yang meraup kesuksesan mulai dari jutaan sampai puluhan juta rupiah per bulannya. 

5. Bisa dibuka secara sederhana 

Bisnis kopi juga gak harus membutuhkan tempat yang mewah dan luas, sekarang tukang kopi yang hanya bermodalkan food truck atau gerobak saja sudah banyak bermunculan. Keuntungan usaha warung kopi sederhana bahkan gak kalah menggiurkan bila dibandingkan sama coffee shop

Hal-hal yang perlu dipersiapkan saat membuka bisnis coffee shop

Kedai Kopi
Es kopi (Shutterstock).

Sebelum memulai bisnis kedai kopi, harus ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Mulai dari peralatan, lokasi, dan perekrutan karyawan perlu dipikirkan matang-matang untuk memuluskan bisnis. 

1. Modal 

Pertama, siapkan modal usahanya. Kamu bisa mendapatkan modal dari duit tabungan atau mengajukan pinjaman. Jika memutuskan untuk mengajukan kredit, pastikan kamu sanggup membayar cicilannya. 

2. Lokasi 

Kedua perhatikan lokasi kedai, karena kata orang-orang lokasi menentukan prestasi. Kalau bisa, buka di pusat keramaian, seperti kawasan wisata, tengah kota, atau daerah perkantoran. 

Tapi ingat, penentuan lokasi juga harus memperhatikan budget, gak mungkin kan kalau budget pas-pasan tapi mau buka di tempat elite. 

3. Perlengkapan dan peralatan 

Setelah mendapatkan lokasi, jangan lupa membeli perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan. Seperti misalnya, meja dan kursi, alat atau mesin pembuat kopi, mesin kasir, dan lain-lain. 

Perlengkapan dan peralatan harus disesuaikan dengan konsep kedaimu nantinya. Konsep kedai sederhana tidak memerlukan banyak meja kursi dan peralatan yang canggih, cukup gunakan alat pembuat kopi manual juga sudah bisa beroperasi. 

4. Konsep kedai 

Salah satu cara agar bisa bersaing di pasar adalah saling beradu konsep. Sebelum membuka kedai, perlu dipikirkan matang-matang ingin seperti apa konsep kedainya, apakah seperti kafe, atau seperti kedai kopi sederhana. 

Konsep kafe tentu memerlukan modal yang lebih, karena mengandalkan desain interior dan arsitektur untuk menarik pembeli. 

5. Mencari pemasok biji kopi 

Ada banyak distributor-distributor biji kopi yang menjajakan biji berkualitas. Tugasmu adalah memilih yang terbaik dan pastinya termurah, untuk menekan biaya produksi berlebih. 

6. Merekrut karyawan 

Kamu mungkin bisa saja menjalankan kedai secara sendirian, tapi alangkah lebih baiknya merekrut seorang karyawan, khususnya seorang barista. Barista adalah profesi yang bertugas untuk membuat kopi. 

Bisa dikatakan, barista merupakan sosok yang paling berpengaruh dalam kualitas produk kopi yang disajikan. Kalau memilih barista yang oke dan memiliki rekam jejak bagus, kedaimu berpeluang sukses. 

Modal usaha cafe kopi 

Kedai Kopi
Coffee blend (Shutterstock).

Soal modal, kedai kopi ini relatif, tergantung dari konsep yang kamu buat. Semakin mewah konsepnya, tentu eksekusinya membutuhkan biaya yang besar, tapi kalau konsepnya sederhana, tentu budget yang dikeluarkan bisa diminimalisir. 

Berikut ini estimasi modal yang dibutuhkan untuk membuka cafe kopi sederhana, dengan peralatan penyeduh manual. 

1. Peralatan 

Modal awal usaha Harga 
Moka pot  Rp 100.000
Syphon Rp 850.000
V60 Rp 100.000
Vietnam drip  Rp 130.000
French press Rp 80.000
Milk jug  Rp 100.000
Grinder listrik  Rp 400.000
Ketel Rp 280.000
Mini burner Rp 85.000
Milk frother Rp 100.000
Total Rp 2.225.000

2. Perlengkapan 

Modal awal usaha  Harga 
Meja barista  Rp 2.000.000
Meja kursi sederhana Rp 750.000
Rak kayu Rp 200.000
kulkas Rp 1.000.000
Biji kopi, susu, dan bahan makanan Rp 1.500.000
Total  Rp 5.450.000

3. Biaya lain-lain 

Modal awal usaha Harga
Gaji barista (part time) Rp 3.000.000
Sewa tempat dan renovasi  Rp 5.000.000
Bayar retribusi  Rp 150.000
Listrik  Rp 300.000
Total  Rp 8.450.000

Bila ditotal secara keseluruhan, modal yang harus kamu kerahkan untuk kedai sederhana sekitar Rp 16.125.000. Tentunya jumlah tersebut masih itung-itungan kasar saja, nanti pasti bakal ada biaya-biaya tambahan lainnya yang tak terduga. 

Misalnya kamu upgrade, kamu bisa menambahkan mesin pembuat kopi atau espresso. Tapi harga mesin kopi di pasaran bervariasi, mulai dari Rp 5 juta sampai Rp 40 jutaan. 

Paket usaha kedai kopi 

Tapi sekarang sudah banyak franchise kedai kopi yang membuka paket usaha. Dengan sistem kemitraan, kamu sudah mendapatkan segala peralatan, perlengkapan, dan juga sarana promosi gratis. Konsep kedainya adalah coffee to go, yang artinya kamu hanya bisa memesan saja untuk di bawa pulang. 

Pilihannya ada banyak, mulai dari franchise Kopi Kulo yang biaya kemitraannya sekitar Rp 140 juta, sampai Cetroo Coffee dengan biaya kemitraan mulai dari Rp 50 jutaan. 

Cara mendapatkan modal usaha kopi

Hambatan yang sering ditemui oleh orang yang baru pertama kali terjun ke dunia bisnis adalah mencari modal. Karena kalau gak ada modal, pastinya usaha gak mungkin berjalan.

Kalau kamu adalah seorang pegawai kantoran, modal usaha bisa didapatkan dengan metode pengelolaan keuangan 50 persen pendapatan bulanan untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk hiburan dan sisanya 20 persen untuk menabung dan investasi.

Kalau jumlah uang yang kamu dapatkan terbatas, bisa mengalokasikan dana lebih untuk menabung serta investasi agar uangnya bisa lebih cepat terkumpul.

Sedangkan kalau kamu memiliki altar belakang seorang pengusaha, bisa memanfaatkan koneksi bersama orang terdekat untuk mendapatkan modal nih. Tertarik untuk mencoba?

Tips membangun bisnis kopi

Dalam membangun sebuah usaha kopi, tentunya kamu perlu memperhatikan beberapa hal agar proses bisnis bisa berjalan dengan baik. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa kamu gunakan:

  • Mempersiapkan SDM yang berkompeten
  • Menjaga kualitas minuman
  • Mendengarkan saran dan keluhan dari pelanggan
  • Bikin nama atau logo yang menarik
  • Cari bahan baku dengan harga termurah
  • Berikan promo diskon atau cashback

Itulah beberapa tips umum yang bisa bikin bisnis kamu makin cuan.

Franchise tersebut bisa menjadi alternatif bagi kamu yang punya banyak modal, tapi malas membangun kedai kopi dari nol. (Editor: Winda Destiana Putri).