Punya Duit Triliunan, Ini Dia 5 “Suhu Besar” di Bisnis Properti Indonesia

Eka Tjipta Widjaja [TEMPO/ Robin Ong]

Bisnis properti memang memberikan untung yang menggiurkan. Apalagi, bisa dibilang bisnis ini gak ada matinya alias terus berkelanjutan. Soalnya permintaan properti di Indonesia masih cukup tinggi. Makanya gak sedikit pelaku usaha yang nyemplung ke bisnis ini. Malahan ada yang jadi konglomerat Indonesia terkaya lho berkat bisnis di sektor ini.

Udah tentu, menjalankan bisnis properti butuh modal gak sedikit. Apalagi kalau harga bangunan lagi naik-naiknya. Gak enaknya adalah kalau properti yang dijual gak laku gara-gara harga yang dipasang dianggap kemahalan atau ketika bunga KPR lagi gila-gilanya.

Namun, di balik itu semua, bisnis properti memberikan omzet yang luar biasa. Buktinya, beberapa nama berikut ini jadi kaya raya karena menjalankan bisnis ini. Malahan, nama mereka bertengger di jajaran konglomerat Indonesia dengan kekayaan triliunan rupiah. Siapa aja mereka? Yuk disimak.

1. Mochtar Riady – Rp 43 triliun

Konglomerat Indonesia
Mochtar Riady (afr)

Begitu dengar nama konglomerat Indonesia yang satu ini, pikiran langsung tertuju pada Lippo. Benar banget. Mochtar Riady adalah sosok di balik suksesnya Lippo Group yang menjelma menjadi bisnis skala besar.

Bermula dari mendirikan Bank Lippo (merger dengan CIMB Niaga tahun 2008), Mochtar Riady kemudian menjajaki bisnis properti. Lahan sitaan dari nasabah yang gagal bayar utang disulapnya menjadi kawasan Lippo Karawaci di Tangerang.

Padahal, lahan yang kemudian ia bangun banyak properti di atasnya itu merupakan lahan gersang dan tandus. Namun, seakan gak kehabisan akal, ia pada akhirnya sukses mengubahnya menjadi kawasan pemukiman eksklusif yang diberi nama Lippo Karawaci yang resmi dibuka tahun 1993.

Sejak itulah bisnis propertinya kian melebar dengan membuka kawasan-kawasan eksklusif lainnya. Misalnya aja Lippo Cikarang tahun 1993 dan kawasan eksklusif di Makassar tahun 1997.

Terakhir yang teranyar adalah kawasan Meikarta yang dikembangkan anaknya, James Riady, dengan nilai proyek Rp 278 triliun. Dilansir dari majalah Forbes 2017, kekayaan Mochtar Riady tercatat mencapai US$ 3 miliar atau Rp 43 triliun.

2. Ciputra – Rp 21 triliun

Konglomerat Indonesia
Ciputra (tempo)

Satu lagi nama yang pastinya gak asing lagi di telinga kamu, yaitu Ciputra. Konglomerat Indonesia ini diberitakan memiliki kekayaan US$ 1,45 miliar atau Rp 21 triliun.

Pria kelahiran 1931 ini udah dikenal berpengalaman dalam bisnis properti. Beberapa buah karyanya tentu udah kamu kenal, seperti Taman Impian Jaya Ancol, perumahan elite Pondok Indah, hingga kawasan elite Serpong.

Ciputra kemudian membangun bisnis propertinya sendiri tahun 1981 yang diberi nama Ciputra Group. Proyek-proyek propertinya pun bertebaran di seantero Indonesia. Sebut aja CitraGarden City Jakarta, Ciputra Mall, CitraLand, CitraGrand, BizPark, hingga CitraGran.

3. Soetjipto Nagaria – Rp 4,41 triliun

konglomerat indonesia
Soetjipto Nagaria (roomsid)

Tahu Summarecon Agung? Nah, sosok di balik suksesnya perusahaan properti itu adalah Soetjipto Nagaria. Konglomerat Indonesia yang satu ini tercatat memiliki kekayaan hingga US$ 305 juta atau Rp 4,41 triliun.

Lulusan ITB Bandung tahun 1964 ini merintis Summarecon Agung tahun 1975. Diawali dengan menyulap kawasan rawa-rawa di Kelapa Gading menjadi kawasan bergengsi, Summarecon berkembang menjadi perusahan properti terkemuka.

Beberapa proyek properti berhasil dikembangkannya. Mulai dari Kelapa Gading Permai, Mall Kelapa Gading, Gading Serpong, Mal Serpong, Plaza Summarecon Serpong, Summarecon Bekasi, Harris Hotel, Pasar Modern Sinpasa Summarecon Bekasi, Summarecon Bandung, hingga Summarecon Emerald Karawang.

4. Alexander Tedja Rp 12,74 triliun

konglomerat indonesia
Alexander Tedja (prestigeonline)

Konglomerat Indonesia yang satu ini berada di belakang keberhasilan Pakuwon Jati sebagai salah satu perusahaan properti terbesar di Indonesia. Dalam Globe Asia, nama Alexander Tedja tercatat memiliki kekayaan hingga US$ 880 juta atau Rp 12,74 triliun.

Pria kelahiran 1945 ini mendirikan Pakuwon Jati tahun 1982. Perusahaan ini berfokus pada pengembangan properti di Jakarta dan Surabaya.

Beberapa proyek yang berhasil didirikan Pakuwon Jati di Surabaya antara lain Tanjungan Plaza, Pakuwon Mall, Pakuwon Trade Center, hingga Royal Plaza. Sementara di Jakarta, Pakuwon Jati mendirikan Blok M Plaza, Gandaria City, hingga Kota Kasablanka.

5. Eka Tjipta Widjaja – Rp 131 triliun

konglomerat indonesia
Eka Tjipta Widjaja (tribunnews)

Konglomerat Indonesia berikut ini juga melebarkan sayap bisnisnya di bidang properti. Kalau kamu tahu kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), sosok Eka lah yang berada di balik pembangunan kawasan tersebut. Lewat usahanya Sinar Mas Land, daerah itu berkembang menjadi kawasan eksklusif sejak 1984.

Eka sendiri dikenal sebagai konglomerat terkaya nomor dua se-Indonesia versi majalah Forbes 2017. Kekayaan pria kelahiran 1923 ini mencapai US$ 9,1 miliar atau Rp 131 triliun.

Selain BSD, Sinar Mas Land juga bangun banyak properti lain, mulai dari Kota Deltamas, Kota Wisata, Grand Wisata, Grand City Balikpapan, Taman Duta Mas Batam, Telaga Golf Sawangan, Mal Mangga Dua, ITC Mangga Dua, Harco Mas Mangga Dua, ITC Permata Hijau, hingga ITC Surabaya Mega Wholesale.

Itu tadi lima konglomerat Indonesia yang sukses menjalankan bisnis properti. Walau bisnis properti belakangan ini lagi lesu, perusahaan properti yang dimiliki konglomerat di atas masih mampu bertahan. Kamu sendiri gimana? Tertarik pengin jalankan bisnis properti juga seperti mereka?

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis