Kenalan Dulu Yuk dengan Istilah-Istilah dalam Polis Asuransi Mobil dan Motor di Indonesia

polis asuransi kendaraan

Hmm…lagi bingung pelajari isi polis asuransi motor atau mobil? Banyak nemuin istilah-istilah yang jauh dari familiar ya? Kadang ketidakpahaman akan istilah dalam polis asuransi membuat kita malas untuk mempelajarinya. Terus, malu juga cerewet sama petugas asuransinya untuk mengartikan istilah-istilah itu. Belum lagi kalau polis asuransi All Risk yang plus-plus. Daftar istilahnya pasti makin panjang.

 

Sebelum lebih jauh lagi, lebih baik diawali dengan pengertian dasar polis asuransi dahulu. Polis asuransi adalah dokumen tertulis yang berisi kesepakatan antara pihak penanggung (asuransi) dengan pihak tertanggung (nasabah). Dokumen ini memerinci apa saja yang ditanggung pihak asuransi kepada tertanggung – dalam hal ini nasabah. Istilahnya, kayak kontrak lah.

 

Apa fungsi polis asuransi bagi kedua pihak?

  1. Sebagai dokumen yang mengikat perjanjian yang dibuat antara nasabah dan pihak asuransi.
  2. Polis asuransi berkekuatan hukum di mana nasabah bisa menuntut pihak asuransi jika melanggar isi kesepakatan.
  3. Polis asuransi menjadi bukti bagi nasabah telah menyetorkan premi dan bagi asuransi sebagai tanda bukti penerimaan premi.
  4. Polis asuransi menjadi ‘dasar hukum’ pihak asuransi memberi pertanggungan, besaran, ganti rugi, cakupan jaminan, dan layanan lainnya.

Dalam memudahkan pengurusan klaim, maka penting untuk mencatat nomor polis. Nomor ini semacam identitas bagi Anda dalam berhubungan dengan perusahaan asuransi. Dengan begitu pengurusan klaim dapat segera direspons.

 

Selain itu, penting juga menyimpan isi polis asuransi. Ini untuk menjadi rujukan jika suatu waktu berurusan dengan pihak asuransi.

 

Setelah tahu apa itu polis asuransi, sekarang saatnya mengetahui istilah-istilah yang lazim terdapat dalam polis asuransi motor.

  • Kendaraan Bermotor

Kendaraan bermotor ini adalah semua hal yang berkaitan dengan kendaraan bermotor, baik jenis dan aksesorinya, yang menjadi obyek yang dijaminkan pihak asuransi.

 

  • Harga Pertanggungan

Adalah nilai beli kendaraan bermotor saat dibuatnya polis asuransi motor. Harga ini tercantum dalam polis asuransi dan menjadi batas maksimum tanggung jawab pihak asuransi.

 

  • Harga Pasar

Adalah nilai jual kendaraan bermotor yang menjadi objek jaminan itu di pasaran yang dapat diperoleh nasabah (tertanggung).

 

  • Asuransi Kendaraan Bermotor

Merupakan pertanggungan atas kendaraan bermotor yang mengacu pada ketentuan, persyaratan, dan pengecualian yang tertulis dalam PSKABI (Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia) yang disusun oleh Dewan Asuransi Indonesia dan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI). PSKABI menjadi polis standar yang menjadi acuan bagi seluruh pelaku industri asuransi di Indonesia dalam menawarkan produk asuransinya.

 

  • Premi

Nilai uang yang dibayarkan tertanggung kepada pihak penanggung sebagai imbalan atas layanan jaminan yang diberikan. Pembayarannya bisa dilakukan sekaligus yang berlaku sepanjang tahun atau bulanan. Nilai ini di luar biaya administrasi dan bea materai.

 

  • Total Lost

Pihak penanggung (asuransi) menjamin semua kerugian atau kerusakan yang terjadi sampai 75 persen atau atas kehilangan kendaraan bermotor yang menjadi obyek pertanggungan.

 

  • All RIsk

Pihak penanggung menjamin sebagian dan semua kerugian atas risiko-risiko yang dijamin dalam PSKABI.

 

  • Jumlah Ganti Rugi Indeminity

Merupakan jumlah penggantian yang diberikan pihak asuransi kepada tertanggung atas kerugian yang diderita berdasarkan harga pasar sesaat sebelum terjadinya kerugian yang dialami tertanggung. Jumlah penggantian itu didapat setelah dikurangi dengan risiko sendiri (deductible) sebagaimana yang tercantum dalam polis.

 

  • Deductible atau resiko sendiri

Adalah nilai yang menjadi beban dari pihak tertanggung (nasabah) dalam setiap kerugian atau kerusakan yang diperhitungkan dari jumlah ganti rugi.

 

  • Endorsement

Adalah perjanjian asuransi yang diterbitkan pihak kedua dengan persetujuan pihak pertama untuk mengubah polis asuransi.

 

  • SPPA (Surat Permintaan Penutupan Asuransi)

Adalah surat tertulis yang diajukan tertanggung (nasabah) kepada pihak asuransi untuk menanggung pertanggungan yang mendahului pengeluaran polis mengenai telah berlakunya perjanjian asuransi.

 

Pendek kata, tertanggung berhak mengajukan klaim meski polis asuransi itu belum dipegangnya. Alasannya, perjanjian asuransi berlaku sejak tercapainya kata sepakat antara tertanggung dan penanggung meski polis asuransi belum diterima tertanggung.

 


Lanjut lagi. Jika jenis asuransi All Risk, maka akan menemukan istilah-istilah berikut ini yang merupakan jaminan perluasan.

 

Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga (TJH III)

Adalah jaminan mengganti kerugian kepada pihak ketiga yang disebabkan oleh kendaraan yang menjadi obyek pertanggungan.

 

Kecelakaan Diri (Personal Accident)

Memberi pertanggungan kerugian atas kecelakaan diri bagi bikers bila terjadi kecelakaan yang mengakibatkan cacat maupun kematian. Khusus untuk motor, jaminan ini hanya berlaku bagi bikers saja, tidak penumpangnya.

 

Biaya pengobatan (Medical Expense)

Memberi jaminan penggantian biaya pengobatan kepada tertanggung dengan batas maksimal yang tertera dalam polis asuransi bila objek yang ditanggung mengalami kecelakaan.

 

Klausul 41B (Riot Strike Malcious Damage and Civil Commition)

Pemberian kerugian kepada tertanggung jika obyek penanggungan menjadi korban huru hara, terorisme, kerusuhan, dan lain sebagainya.

 

Bencana (Act of God)

Jaminan kepada obyek tertanggung atas risiko yang ditimbulkan akibat musibah bencana alam seperti angin ribut, gempa, banjir, dan lain sebagainya.

 

Setelah mengetahui istilah-istilah itu, tentunya tak lagi bingung membaca dan mencermati isi polis lagi bukan?

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →