Perbedaan Fisik Kartu Kredit dan Kartu Debit

fisik kartu kredit

Perbedaan fisik kartu kredit dan kartu debit secara umum terletak pada sisi tampilan visual dari masing-masing kartu.

Perbedaan fisik kartu kredit dan kartu debit bisa terlihat pada keberadaan nama dan tanda tangan pemilik kartu kredit. Ciri ini belum tentu kamu temukan pada kartu debit.

Bagi pemilik kartu kredit, konsep penggunaannya adalah meminjam dari bank penerbit kartu. Sementara pada kartu debit penggunaannya dilakukan dengan dana yang kamu simpan di bank penerbit kartu tersebut.

Biasanya bank penerbit kartu kredit akan menawarkan asuransi kredit. Asuransi jiwa ini berfungsi melunasi cicilan pembayaran kartu kredit jika nasabah mengalami risiko seperti meninggal dunia atau cacat total tetap.

Mau tahu lebih banyak tentang perbedaan fisik kartu kredit dan kartu debit? Simak ulasan lengkapnya, termasuk kelebihan dan kekurangan dari masing-masing kartu.

Perbedaan fisik kartu kredit dan kartu debit

Berikut ini sejumlah perbedaan fisik kartu kredit dan kartu debit yang perlu kamu tahu. Selain perbedaan fisik, kamu bisa mengenali beberapa perbedaan lain termasuk cara membuat atau mengajukan hingga dampaknya pada catatan kredit.

Yuk simak ulasan lengkap berikut ini.

1. Perbedaan bentuk fisik kartu kredit dan kartu debit

Perbedaan pertama adalah bentuk fisik kartu kredit dan kartu debit. Ada beberapa ciri secara visual yang biasanya akan langsung dikenali oleh para pengguna fitur bank tersebut.

Berikut ini perbedaannya:

Kartu kredit

Berikut ini ciri yang menjadi perbedaan fisik kartu kredit dan kartu debit:

  1. Nama bank penerbit di bagian atas kartu kredit.
  2. Chip untuk kartu kredit yang diterapkan sejak 2005 dan berisi data serta informasi nasabah atau pemilik kartu kredit.
  3. Nomor kartu kredit biasanya terdiri atas 16 digit nomor. Empat digit pertama mengindikasikan jenis kartu dan jaringan pembayaran internasional.
  4.  Nama pemegang kartu tertera pada kartu kredit dan sesuai dengan identitas asli pemilik yang tercantum pada KTP/SIM/Paspor.
  5. Masa berlaku kartu atau Valid Thru terdiri atas bulan dan tahun dari 2, 3, atau 5 tahun.
  6. Logo jaringan pembayaran internasional biasanya VISA atau MasterCard.
  7. Pita magnetik sebagai fitur menyimpan data nasabah.
  8. Kotak tanda tangan sebagai bukti kamu pemilik resmi kartu kredit.
  9. Nomor pengaman kartu atau Card Verification Value (CVV) yang terdiri atas 3 digit nomor verifikasi.
  10. Informasi bank penerbit kartu di bagian belakang kartu sebagai informasi tambahan.
  11. Hologram berlogo jaringan pembayaran.

Kartu debit

Berikut ini ciri kartu debit yang menjadi perbedaan fisik kartu kredit dan kartu debit:

  1. Kartu debit memiliki logo internasional biasanya VISA atau MasterCard. 
  2. Terdapat nama bank dan logo bank penerbit di bagian depan dan/atau belakang kartu.
  3. Terdapat sederet nomor kartu yang menjadi identitas kartu dan informasi pribadi pemilik kartu yang tercatat di bank.
  4. Terdapat informasi mengenai masa berlaku kartu.
  5. Pada bagian depan kartu terdapat nama pemilik atau pemegang kartu sesuai identitas resmi di KTP/SIM/Paspor.
  6. Nomor identifikasi bank penerbit.
  7. Hologram atau gambar tiga dimensi untuk MasterCard, VISA, Astra Card, dan BCA Card.

2. Cara membuat atau mengajukan kartu kredit dan kartu debit

Selain perbedaan fisik kartu kredit dan kartu debit, terdapat hal lain yang membuat masing-masing kartu ini gak sama. Salah satunya adalah cara membuat atau cara mengajukan.

Untuk membuat kartu kredit, kamu harus melewati beberapa tahap survei. Berikut prosedurnya:

  • Mengajukan ke pihak bank untuk membuat kartu kredit.
  • Melampirkan dokumen dan data yang dibutuhkan.
  • Pihak bank akan melakukan survei atas kondisi keuangan kamu.
  • Survei termasuk pemasukan bulanan, jumlah utang pribadi, dan riwayat pembayaran cicilan.
  • Pertimbangan lain seperti gaji dinilai kurang memadai untuk memiliki kartu kredit.

Sementara, pengajuan kartu debit lebih mudah dari kartu kredit karena ada beberapa bank yang sudah menawarkan pembukaan rekening online.

Untuk cara konvensional mengajukan kartu debit, berikut caranya:

  • Datang ke bank.
  • Ambil nomor antrean untuk pembukaan rekening.
  • Lengkapi formulir dan dokumen yang dibutuhkan.
  • Siapkan setoran awal yang berkisar Rp100-500 ribu.
  • Setelah itu kartu debit kamu siap digunakan di mesin ATM atau EDC.

3. Perbedaan cara menggunakan kartu kredit dan kartu debit

Sama-sama produk bank, penggunaan masing-masing kartu ini gak sama, lho! Cara penggunaan ini menjadi pelengkap perbedaan fisik kartu kredit dan kartu debit.

Berikut penjelasannya:

Penggunaan kartu kredit:

  • Calon pengguna harus memenuhi beberapa persyaratan yang ditentukan bank sebelum mendapatkan kartu kredit.
  • Pengajuan disetujui atau tidak tergantung pada penghasilan, riwayat kredit, formulir yang dilengkapi, dan lain sebagainya.
  • Pengguna tidak butuh saldo tabungan, namun memiliki limit dana transaksi. Tiap jenis kartu kredit memiliki besaran limit yang berbeda-beda.
  • Pengguna akan mendapatkan tagihan per bulan yang harus dibayarkan setelah menggunakan kartu kredit. Pembayaran dapat dilakukan dengan cara dicicil maupun langsung lunas.
  • Pengguna akan dikenakan biaya saat melakukan tarik tunai dengan kartu kredit.

Penggunaan kartu debit:

  • Pengguna harus memiliki rekening tabungan pribadi terlebih dahulu di bank penerbit.
  • Kartu akan langsung diberikan pada pengguna sesaat setelah mengajukan pembuatan rekening.
  • Pembayaran akan langsung memotong saldo pada rekening tabungan dengan batas transaksi sesuai dengan jumlah saldo dalam rekening.
  • Penarikan tunai tidak akan dikenakan biaya tambahan asalkan penarikan dilakukan di ATM milik bank penerbit. Sedangkan jika penarikan dilakukan di bank bukan milik penerbit akan dikenakan biaya dengan jumlah tertentu.

4. Perbedaan biaya administrasi kartu kredit dan kartu debit

Berikut ini biaya-biaya yang dikenakan pada masing-masing kartu. Biaya ini menjadi pelengkap perbedaan fisik kartu kredit dan kartu debit yang perlu kamu ketahui:

Biaya administrasi kartu kredit:

  • Biaya administrasi tahunan
  • Biaya materai
  • Biaya keterlambatan
  • Biaya bunga
  • Biaya kelebihan pemakaian (over limit)
  • Biaya tarik tunai
  • Biaya konversi mata uang asing
  • Biaya salinan dan cetak tagihan bulanan
  • Biaya penggantian kartu hilang atau rusak
  • Biaya pembatalan cicilan
  • Biaya pengembalian cek/giro
  • Biaya tagihan auto-payment
  • Biaya tukar reward points
  • Biaya notifikasi
  • Biaya administrasi lainnya seperti penutupan kartu kredit.

Biaya administrasi kartu debit:

  • Biaya administrasi saldo rata-rata bulanan
  • Biaya penarikan di ATM berbeda
  • Biaya transfer ke rekening beda bank
  • Biaya penggantian kartu rusak atau hilang
  • .Biaya penutupan rekening.

5. Perbedaan fisik kartu kredit dan kartu debit dalam penarikan tunai

Kartu kredit dan kartu debit bisa digunakan untuk tarik tunai. Sayangnya, ada bunga yang ditetapkan dalam penarikan tunai di kartu kredit. Adapun besaran bunga tarik tunai kartu kredit antara 4-6 persen.

Sementara, nilai maksimal tarik tunai kartu kredit berkisar 70 persen dari limit tarik tunai yang disetujui. Tujuan pembatasan tarik tunai ini adalah mengurangi penarikan dalam jumlah besar oleh nasabah.

Berbeda dari tarik tunai kartu kredit, tarik tunai kartu debit gak ada biaya atau bunga. Biaya administrasi hanya dikenakan jika kamu melakukan tarik tunai di ATM beda bank.

6. Dampak pada catatan kredit

Penggunaan kartu kredit akan memengaruhi skor kredit kamu secara langsung. Pasalnya, saldo utang yang tinggi dan pembayaran yang sering terlambat bakal menimbulkan “rapor merah” bagi histori perkreditan.

Akibat rapor merah ini, bisa-bisa kamu masuk daftar hitam BI Checking. Dampaknya, saat mengajukan kredit lagi nama kamu bakal ditolak di mana-mana.

Sementara, penggunaan kartu debit tidak memengaruhi skor kredit. Sejarah rekening tabungan seseorang tidak memengaruhi penilaian kredit.

Kelebihan dan kekurangan kartu kredit

Baik kartu kredit maupun kartu debit memiliki kelebihan dan kekurangan. Asal bijak dalam penggunaannya, kamu gak bakal terlilit utang.

Contohnya aja saat kamu menggunakan kartu debit buat belanja. Walaupun gak berutang, gaya belanja boros ini bakal merugikan kamu.

Ketika sakit, bisa-bisa kamu gak punya uang untuk biaya perawatan kesehatan. Karena itu, akan lebih baik jika kamu setiap bulan menyisihkan penghasilan buat proteksi kesehatan. Pilihan produk terbaiknya ada banyak di Lifepal!

Yuk simak kelebihan dan kekurangan dari masing-masing kartu yang menjadi pelengkap pengetahuan kita tentang perbedaan fisik kartu kredit dan kartu debit!

Kelebihan kartu kredit

Berikut sederet keunggulan kartu kredit yang menguntungkan penggunanya:

  • Banyak promo dan diskon di berbagai merchant yang bekerja sama.
  • Terdapat reward atas penggunaan kartu kredit yang dihitung berdasarkan akumulasi transaksi.
  • Memudahkan berbelanja di luar negeri termasuk belanja online.
  • Asal bijak, kehadiran kartu kredit mengatur keuangan kamu lebih baik. Selama pembayarannya gak pernah telat.
  • Menyediakan dana yang dibutuhkan saat terdesak.

Kekurangan kartu kredit

Berikut ini beberapa kekurangan kartu kredit yang perlu kamu tahu sebelum mengajukannya:

  • Setiap transaksi dikenakan bunga, semakin besar transaksi berdampak pada semakin besar bunga yang harus dibayar.
  • Ada batas waktu pembayaran.
  • Ada limit transaksi.
  • Tarik tunai dikenakan bunga dan ada limit tarik tunai.

Kelebihan dan kekurangan kartu debit

Bagi kamu yang sudah akrab menggunakan kartu debit atau kartu ATM pasti tahu apa saja yang menjadi kelebihan dan kekurangannya. Berikut ulasannya:

Kelebihan kartu debit

Berikut ini sederet keunggulan kartu debit sebagai pelengkap informasi seputar perbedaan fisik kartu kredit dan kartu debit:

  • Tidak ada bunga atau denda karena penarikan atau pembayaran dilakukan dari tabungan kamu di bank.
  • Tarik tunai lebih gampang karena gak ada biaya tambahan selama dilakukan di ATM dengan bank yang sama.
  • Bebas dari cicilan bulanan karena kamu gak pakai uang bank, melainkan tabungan kamu.
  • Bebas biaya transaksi.

Kekurangan kartu debit

Punya banyak keunggulan, penggunaan kartu debit juga bisa lebih bahaya. Berikut hal yang menjadi kekurangan kartu debit sebagai tambahan pengetahuan kita tentang perbedaan fisik kartu kredit dan kartu debit:

  • Transaksi terbatas pada saldo kamu.
  • Promo yang disediakan terbatas.
  • Rawan kejahatan, terutama di mesin ATM di mana nomor kartu debit dan PIN bisa disalahgunakan.

Kamu tertarik dengan informasi lain seputar kredit? Kamu bisa menemukan informasi lain di Tanya Lifepal!

Tanya jawab perbedaan fisik kartu kredit dan kartu debit

Apakah nomor kartu debit sama dengan nomor rekening?

Nomor kartu debit dan nomor rekening tidak sama. Nomor rekening adalah nomor yang tercantum dalam buku tabungan ketika kamu buka rekening tabungan.

Sementara, nomor kartu debit atau kartu ATM adalah nomor yang tercantum di kartu debit. Nomor tersebut menginformasikan jenis kartu, bank penerbit, dan identifikasi pemilik kartu debit.

Apa itu Kartu Debit BNI?

Kartu debit BNI adalah salah satu fasilitas buat semua nasabah BNI yang punya rekening BNI Taplus dan Taplus Bisnis. Kartu debit pada dasarnya disediakan bank dengan fungsi, yaitu memberi kemudahan buat nasabah dalam bertransaksi secara nontunai.

Apakah kartu ATM termasuk kartu debit?

Ya betul. Kartu ATM termasuk kartu debit. Hanya, perbedaan dari penyebutan saja. Kartu debit bisa digunakan untuk penarikan tunai di mesin ATM yang membuat namanya sering disebut kartu ATM.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →