Kenali Manfaat Dana Pensiun Biar Hidup Aman Sentosa

Tiap orang pasti ingin hidupnya aman. Aman dari penjahat, pasti. Dari penyakit juga jelas.

Selain itu, yang kadang terlupa karena saking sibuknya bersenang-senang dalam hidup: aman dari utang di masa senja. Mau ketika sudah pensiun malah menanggung utang?

Seharusnya kehidupan setelah pensiun direncanakan dengan sebaik-baiknya. Salah satunya lewat dana pensiun.

Apa itu dana pensiun dan manfaatnya? Bagaimana dana pensiun bisa bikin hidup aman sentosa di masa senja? Mari kita bedah bersama.

Apa itu dana pensiun

Secara umum, dana pensiun diartikan sebagai dana yang dihimpun oleh pekerja untuk dicairkan ketika masuk masa pensiun. Penghimpunan dana ini bisa dilakukan secara pribadi maupun lewat perusahaan tempatnya bekerja.

manfaat dana pensiun
ADPI ini adalah lembaga yang mewadahi dana pensiun seluruh indonesia (ADPI / informasiana)

Menurut Pasal 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun, ada 2 jenis dana pensiun:

1. Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK)

Dana ini dibentuk dan dikelola oleh pemberi kerja. Harus ditentukan manfaat dan iuran yang pasti bagi semua karyawan untuk ditetapkan dalam program pensiun.

Perusahaan besar biasanya punya program DPPK buat karyawannya. Dalam program itu, gaji karyawan per bulan dipotong sekian persen sebagai dana pensiun.

2. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)

Dana ini dibentuk dan dikelola oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa. Masyarakat umum bisa mengakses layanan ini.

Dalam DPLK, yang berhak menentukan iuran adalah lembaga tersebut. Meski begitu, tujuannya sama dengan DPPK.

Sebenarnya ada lagi satu jenis dana pensiun, yakni Dana Pensiun Berdasarkan Keuntungan (DPBK). Dalam DPBK, yang menyetor iuran buat dana pensiun karyawan adalah perusahaan saja. Makanya, jenis ini sangat jarang terdengar diterapkan suatu perusahaan.

[Baca: Buat Para Istri, Yuk Bantu Suami Menyiapkan Dana Pensiun Lewat 5 Cara Ini]

Cara kerja dana pensiun

Cara kerja dana pensiun baik DPPK maupun DPLK seragam. Ada dua pilihan skema dana pensiun, yakni manfaat pasti atau iuran pasti.

manfaat dana pensiun
Wah lagi pada santai nih Kek hehehe (Lansia / balikpapan)

1. Manfaat pasti

Dengan dana pensiun manfaat pasti, pekerja wajib menyetor iuran dana pensiun tiap bulan yang dipotong dari gaji. Perusahaan sudah menghitung potongan tersebut sampai kelak si pekerja pensiun.

Artinya, manfaat dana pensiun sudah kelihatan dalam bentuk nominalnya. Misalnya potongan Rp 100 ribu per bulan. Jika masa pensiun 20 tahun ke depan, dana pensiun yang didapat adalah (Rp 100 ribu x 12 bulan) x 20 = Rp 24 juta.

Itu belum termasuk penghargaan dari perusahaan atas dedikasi kerja. Juga kalau ada prestasi tertentu yang bisa diganjar dengan tambahan nominal dana ketika pensiun.

2. Iuran pasti

Besaran iuran yang diberikan tergantung kesepakatan kedua pihak. Nantinya, iuran diolah ke instrumen investasi, misalnya reksa dana.

Jadi, besaran dana pensiun tergantung pada berapa iuran yang kita berikan. Plus hasil investasi yang dikelola pihak penerima iuran.

Karena bersifat investasi, hasil alias manfaatnya gak bisa ditetapkan secara pasti. Jadi, bisa saja dana pensiun berlimpah lantaran iklim investasi lagi moncer. Namun sebaliknya, bisa juga dana tipis karena hasil investasi jeblok.

[Baca: DPLK, Reksa Dana untuk Pensiun yang Bisa Dipakai Keliling Indonesia]

Umumnya, perusahaan yang mengelola dana pensiun sendiri menggunakan skema manfaat pasti. Sebab, lebih gampang menghitung dana yang akan diberikan ketika karyawan pensiun.

Adapun iuran pasti biasanya ditawarkan perusahaan dana pensiun seperti bank atau perusahaan asuransi. Kalau oleh perusahaan asuransi, dana pensiun disertai dengan proteksi asuransi.

Kenapa Perlu?

manfaat dana pensiun
Sudah pensiun ya nikmatin hidup dan sering tertawa kayak gini (Tertawa / 1health)

Seperti disebutkan sebelumnya, dana pensiun diperlukan agar kehidupan pada masa senja lebih terjamin. Atau mungkin berencana buka usaha sendiri setelah pensiun, mulailah nabung dana pensiun dari sekarang.

Uang dari dana pensiun bisa diambil sekaligus atau bertahap, tergantung jenis dana yang dipilih. Manfaat ini gak hanya didapatkan oleh si pekerja, tapi juga keluarganya.

Untuk diperhatikan, pensiun di sini bukan berarti usia sudah 55 tahun atau masanya pensiun saja. Pekerja yang terpaksa resign karena cacat juga termasuk pensiun.

Dengan mengikuti dana pensiun, akan ada pendapatan bulanan buat keluarga. Jelas, dalam kondisi ini dana pensiun sangat diperlukan buat kelangsungan keluarga. Dengan demikian, dana pensiun punya fungsi sebagai:

– Tabungan
– Asuransi
– Pensiun

Buat pekerja di perusahaan besar, biasanya program dana pensiun internal ditawarkan. Namun bisa juga mengikuti dana pensiun di luar.

Misalnya DPLK BRI atau DPLK Jiwasraya. Untuk mendapat pilihan terbaik, gak perlu ragu bertanya dan membandingkan layanan masing-masing.

Pemerintah pun sejatinya mewajibkan warga ikut program BPJS, yang antara lain memberikan manfaat dana pensiun. Layanan itu adalah jaminan hari tua (JHT) dan jaminan pensiun (JP).

Keduanya masuk komponen gaji sebagai potongan. Besarannya adalah 5,7 persen per bulan (2 persen pekerja dan 3,7 persen pemberi kerja) untuk JHT dan  3 persen sebulan (2 persen pemberi kerja dan 1 persen pekerja) untuk JP.

Kita memang mesti menyiapkan dana per bulan untuk iuran dana pensiun. Mengingat betapa pentingnya dana pensiun, gak bijak jika ketika malah antipati terhadapnya.

Jangan sampai terjerat utang lantaran gak punya dana pensiun ketika membutuhkan. Iya kalau pensiun pas usia 55. Kalau kecelakaan atau dipensiunkan dini karena perusahaan goyang, misalnya, mau hidup pakai apa?

Utang bukanlah solusi prioritas. Memang, utang bukanlah sesuatu yang buruk.

Tapi seyogianya orang berutang dengan pertimbangan yang matang. Antara lain menghitung kemampuan bayar, sehingga pinjaman itu cepat terlunasi.

Namun ketimbang berutang, dana pensiun lebih bisa bikin hidup aman sentosa di usia senja. Gak lucu kalau udah pensiun tapi per bulan masih harus angsur utang.

[Baca: Cara Mengelola Utang yang Baik, Eh, Memangnya Ada Utang yang Buruk?]