Cara Mengurus Kartu BPJS Ketenagakerjaan Hilang [2020]

[TEMPO/STR/Hariandi Hafid]

BPJS Ketenagakerjaan merupakan salah satu program pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat lewat Jaminan Hari Tua (JHT).

Namun fasilitas tersebut baru bisa dinikmati atau diklaim saat sudah tidak bekerja, khusus buat para penerima upah alias pekerja.

Tapi kini dana BPJS bisa dicairkan hingga 100 persen, tanpa menunggu waktu kepesertaan hingga 10 tahun. Ketentuan ini mulai berlaku sejak 1 September 2015 berdasarkan Peraturan Pemerintah No 60 tahun 2015, yang berbunyi:

“Bahwa saldo JHT (Jaminan Hari Tua) bisa diambil mulai 10 persen hingga 100 persen tanpa harus menunggu usia 10 tahun kepesertaan.”

Selain itu, kamu juga bisa mencairkan dana JHT BPJS via online dan daftar antriannya pun juga bisa dilakukan via online. Benar-benar memudahkan banget bukan?

Sayangnya, sering kali terjadi kendala yang membuat proses pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) jadi tertunda semisal kartu BPJS Ketenagakerjaan yang hilang. Lalu, bagaimana mengatasinya? Berikut ini ulasannya.

Cara mengurus kartu BPJS Ketenagakerjaan hilang

Kartu BPJS Ketenagakerjaan merupakan kartu identitas yang menunjukkan kalau kamu adalah peserta BPJSTK. Di kartu tersebut terdapat informasi penting, seperti nama peserta, nomor kartu BPJS, hingga tanggal aktif kepesertaan.

Nah, salah satu syarat wajib yang harus dibawa kalau kamu ingin melakukan pencairan dana JHT adalah kartu BPJS TK. Kalau tidak disertakan dalam persyaratan berkas, maka udah pasti pencairan dana akan ditolak.

Lalu gimana kalau kartu BPJS-nya hilang? Gak bisa melakukan klaim pencairan dana dong? Eits… Tenang aja, bisa kok. Berikut cara mengurus kartu BPJS Ketenagakerjaan yang hilang.

Syarat dan berkas-berkas mengurus BPJSKT yang hilang

Bagaimana kalau kartu BPJSTK kita hilang? Tentu saja kamu bisa mendapatkan kartu penggantinya, tapi dengan syarat kepesertaan kamu masih aktif dan kamu masih tercatat sebagai karyawan atau pekerja.

Siapkan berkas-berkas berikut untuk mengurusnya di kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat yang dulu mengeluarkan kartu milikmu.

  • Fotokopi KTP dan aslinya
  • Kartu Keluarga asli dan salinannya
  • Surat Pengantar dari tempat kamu bekerja yang isinya menyatakan kalau kamu memang masih bekerja di perusahaan itu dan permohonan kartu baru yang disertai dengan nomor kepesertaan.
  • Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian yang memuat nama perusahaan, nomor kepesertaan dan keterangan perkiraan waktu hilangnya.

Perlu kamu tahu bahwa ada kantor yang akan mengurus proses penggantian ini dan kamu hanya perlu melengkapi dokumen saja, tapi ada juga yang mengharuskan kamu sendiri yang mengurusnya. Jadi, pastikan dulu pada bagian yang berwenang di kantormu tentang prosedur penggantian kartu yang hilang ini.

Langkah-langkah mengurus kartu BPJS Ketenagakerjaan yang hilang

Seperti yang sudah dijelasin sebelumnya, kartu BPJSTK yang hilang bisa diganti dengan yang baru dengan melengkapi dokumen yang diminta. Nah, lalu bagaimana cara dan prosedurnya? Yuk kita simak uraian berikut:

  • Lapor ke polisi, melapor ke polisi ini bertujuan untuk mendapatkan Surat Keterangan Kehilangan yang nantinya akan dipakai untuk mengurus penggantian kartu di kantor BPJS Ketenagakerjaan.
  • Datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan, bawa semua dokumen perlengkapan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya ke kantor BPJS Ketenagakerjaan dan jangan lupa siapkan materai Rp6.000 untuk berjaga-jaga kalalu dibutuhkan.

Solusi pencairan JHT kalau kepesertaan BPJS masih aktif

antrian online bpjs ketenagakerjaan

Kendala lain yang kerap dialami peserta BPJS yang ingin mencairkan dana JHT adalah akun kepesertaan masih aktif. Padahal yang menjadi salah satu syarat pencairan dana JHT adalah statusnya harus non aktif.

Tapi kantor lama kan gak mungkin masih bayarin iuran setiap bulannya? Nah, kalau kasusnya kayak gini tuh biasanya perusahaan masih punya tunggakan. Karena kalau administrasi BPJS lancar, saat karyawannya sudah keluar maka statusnya akan dinonaktifkan oleh perusahaan.

Cara salah satunya adalah dengan menghubungi pihak perusahaan dan minta untuk segera menonaktifkan kepesertaanmu. Karena di sini kamu tidak memiliki kewenangan untuk menonaktifkannya sendiri. Satu-satunya yang bisa melakukan itu hanyalah perusahaan.

Jangan lupa juga meminta pihak perusahaan untuk mengoreksi tanggal berhenti bekerja pada paklaring. Pasalnya, banyak sekali perusahaan yang hanya mencoret tanggal yang salah sebelumnya dengan pena dan di bawahnya ditulis tanggal yang benar dan diberi stempel perusahaan.

Nah, biasanya pihak BPJSTK juga masih enggan tuh menerima permintaan pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan. Karena itu, pastikan semua datanya sudah benar ya sebelum mengajukan klaim, daripada kamu harus bolak-balik.

Solusi pencairan JHT BPJSTK kalau ada ketidakcocokan data

Agar dana JHT dapat dicairkan 100 persen, salah satu syaratnya adalah dengan memastikan semua data cocok.

Mulai dari tanggal awal kamu bergabung di perusahaan, jabatan, serta tanggal kamu mengundurkan diri dari perusahaan tersebut.

Pasalnya, jika datamu tidak sesuai dengan yang tersimpan di data pusat BPJS, maka kemungkinan besar pencairan dana JHT kamu akan ditolak.

Selain itu, pastikan juga kecocokan data pada setiap dokumen yang akan kamu lampirkan sebagai persyaratan, seperti:

  • KTP
  • Kartu Keluarga
  • Nama di kartu BPJS Ketenagakerjaan
  • Nama di buku tabungan

Jika memang ada perbedaan dari salah satu dokumen tersebut, sebaiknya lakukan perubahan terlebih dahulu ke pihak yang memiliki kewenangan.

Misalnya, ada data yang salah dari perusahaanmu. Kamu bisa datang dan minta perbaikan dengan data yang benar. Tapi jika yang salah adalah data pada KTP maupun KK, kamu bisa minta surat keterangan dari kelurahan.

Nah, itu dia tiga kendala yang kerap dialami oleh peserta BPJS Ketenagakerjaan saat akan mengajukan klaim pencairan dana JHT serta solusi yang bisa kamu lakukan. Semoga membantu!