First Media Hingga OVO, Segini Nominal Kerugian yang Dialami Anak Perusahaan Lippo Group

Anak perusahaan Lippo Group belakangan ini mendapat banyak sorotan media (Shutterstock).

Anak perusahaan Lippo Group belakangan ini mendapat banyak sorotan media (Shutterstock).

Anak perusahaan Lippo Group belakangan ini mendapat banyak sorotan oleh media Tanah Air akibat mengalami kerugian yang terus membengkak dalam laporan keuangannya. Beberapa diantaranya juga ada yang pengin dijual lho kepemilikannya.

Ini tentu mengejutkan banyak orang yang mengenal Lippo sebagai salah satu korporasi terbesar di Indonesia bahkan sampai di kawasan Asia. Itu gak lepas dari sosok-sosok kunci di belakangnya seperti Mochtar Riady sebagai pendiri sekaligus pemilik dan anak-anaknya seperti James serta John Riady.

Bahkan kedua orang ini masuk dalam jajaran orang terkaya di Indonesia karena jerih payah yang udah dilakukan dalam mendirikan usaha tersebut.

Walaupun demikian yang namanya bisnis tentunya ada pasang surut yang dialami oleh setiap korporasi, termasuk yang dialami oleh Lippo Group.

Nah daripada berlama-lama lagi mending kita simak langsung aja nih daftar anak perusahaan Lippo Group yang mengalami kerugian dalam beberapa waktu belakangan berikut ini.

1. PT Lippo Karawaci

Anak Perusahaan Lippo group
PT Lippo Karawaci

Anak perusahaan Lippo Group pertama yang masuk dalam daftar adalah PT Lippo Karawaci yang sebagian besar bermain di bidang properti. Dari Januari hingga kuartal 3 tahun 2019, perusahaan yang dipimpin oleh John Riady ini mencatatkan rugi bersih yang lumayan besar mencapai angka Rp 1,7 triliunan.

Angka tersebut meningkat dari periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp 779 miliaran atau bertambah lebih dari 2 kali lipat. Rencananya pada tahun 2020 mereka akan melepas salah satu asetnya yakni Lippo Mal Puri dalam sebuah rilis resmi.

“Kami akan fokus menjual aset dan meningkatkan kinerja bisnis inti kami,” terang John Riady, mengutip dari Kompas.

Beberapa anak usaha yang dimilikinya antara lain adalah  rumah sakit Siloam, pusat perbelanjaan seperti Pejaten Village serta Kemang Village dan perumahan Lippo Village di daerah Banten.

2. PT First Media

Anak Perusahaan Lippo group
Lippo Group terpaksa menjual kepemilikan First Media karena terus mengalami kerugian yang sangat besar (Instagram).

Selanjutnya ada First Media yang bergerak di bidang Internet Service Provider serta TV kabel memanfaatkan teknologi fiber optic. Kamu pasti udah gak asing lagi deh sama nama anak perusahaan Lippo Group yang satu ini karena kepopulerannya udah cukup tinggi di Indonesia.

Pada tahun 2018 PT First Media mengalami kerugian yang lumayan fantastis mencapai angka Rp 3,5 triliunan. Ini merupakan salah satu angka terbesar yang pernah dicatatkan oleh perusahaan yang dulu menggunakan nama Kabel Vision ini.

Bahkan rumornya pada tahun depan perusahaan milik Hary Tanoe yang notabene adalah kompetitor yakni PT MNC Vision bakal membeli saham kepemilikan First Media.

3. PT Matahari Putra Prima

Anak Perusahaan Lippo group
Hypermart (Shutterstock).

Ketiga ada PT Matahari Multi Prima yang memiliki anak perusahaan Lippo Group di bidang retail seperti Hypermart, Foodmart dan Timezone.

Sampai kuartal 3 tahun 2019 korporasi ini mengalami rugi bersih yang lumayan besar mencapai Rp 265 miliaran. Nominal tersebut membaik jika dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai Rp 335 miliaran.

4. PT Visionet Internasional (OVO)

Anak Perusahaan Lippo group
OVO (Shutterstock).

Anak perusahaan Lippo Group terakhir yang mengalami kerugian adalah PT Visionet Internasional atau yang lebih dikenal sebagai OVO.

Belum ada angka pasti yang dirilis oleh pihak perusahaan berapa besar kerugian yang didapat, namun dapat dipastikan cukup besar karena Mochtar Riady mengungkapkan akan menjual sekitar 70 persenan saham kepemilikannya kepada pihak lain.

Ini gak lepas dari aktivitas bakar uang OVO yang terbilang gila-gilaan untuk menggaet hati masyarakat menggunakan uang digital. Kamu salah satu penggunanya bukan?

Nah itulah sedikit informasi tentang nominal kerugian yang dicatatkan oleh anak perusahaan Lippo Group dalam beberapa waktu belakangan ini. (Editor: Winda Destiana Putri).

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis