Ada Politisi Ajak Tolak Bayar Pajak, Sudah Tahu 5 Konsekuensi Tidak Bayar Pajak Belum?

Tidak membayar pajak

Warga negara yang baik taat pajak, karena digunakan untuk kepentingan umum. Apa aja sih kerugian tidak membayar pajak?

Imbauan Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono yang bilang pendukung paslon 02 untuk tidak bayar pajak membuat orang-orang jadi bertanya-tanya mengenai akibat-akibat yang timbul dari perbuatan tersebut. Apalagi Pemerintah saat ini sedang berupaya buat menggenjot pemasukan dari pajak.

Seperti dikutip dari Suara.com, Arief Poyuono menyampaikan imbauan tersebut karena gak puas dengan hasil perhitungan real count Pilpres 2019 oleh KPU.

Padahal, ketidakpuasan ini sejatinya bisa disampaikan lewat mekanisme hukum yang berlaku, seperti mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Kita memang tidak pernah bisa tahu pasti apa tujuan dari pernyataan yang dikeluarkan para politisi, termasuk soal ajakan untuk tidak bayar pajak.

Lantas, kalau imbauan tidak membayar pajak tersebut diikuti banyak orang, kira-kira apa yang terjadi pada si Wajib Pajak ya?

1. Tidak membayar pajak? Siap-siap kena vonis hukum masuk penjara selama 6 tahun

Bayar ataupun tidak bayar pajak udah diatur ketentuannya dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum Perpajakan (KUP).

Dalam UU tersebut, Wajib Pajak yang tidak membayar pajak bakal dipenjara minimal 6 bulan dan maksimal 6 tahun penjara.

Ini masih ditambah dengan denda paling sedikit dua kali pajak terutang yang gak dibayarkan atau kurang bayar. Paling maksimal dendanya empat kali pajak terutang yang gak dibayarkan atau kurang bayar.

Duh, ngeri juga ya kerugian tidak bayar pajak yang satu ini?

2. Tidak bayar pajak bikin negara rugi

Ngaku Warga Negara Indonesia alias WNI, tapi tidak membayar pajak? Mending jangan ngaku-ngaku WNI deh. Sebab perbuatan menolak bayar pajak itu bisa bikin negara tempat kamu tinggal ini rugi.

Pasalnya, di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tercatat dengan jelas kalau salah satu pendapatan Indonesia berasal dari pajak.

Kebayang gak gimana jadinya kalau pendapatan berkurang? Emangnya bisa menutupi anggaran belanja negara?

Karena pendapatan dari pajak sedikit, APBN yang udah defisit makin tambah defisit. Bisa jadi Pemerintah mengurangi belanjanya dan dampak buruk yang terjadi berikutnya adalah ekonomi jadi lesu.

Tabungan saja tidak cukup menjamin keuangan keluarga ke depannya. Miliki asuransi jiwa agar benefitnya yang mencapai Rp1,5 miliar dapat mencukupi kehidupan keluarga kalau kamu tinggalkan.

3. Besaran subsidi berkurang

Negara sampai saat ini masih memberi subsidi lho. Tercatat alokasinya disalurkan buat subsidi energi dan nonenergi.

Pada 2018 aja, besaran subsidi energi Indonesia mencapai Rp 94,5 triliun buat jenis BBM tertentu, LPG 3 kg, dan listrik. Sementara nonenergi mencapai Rp 61,7 triliun buat bantuan pangan, pupuk, transportasi, bunga kredit, dan pajak.

Gimana jadinya kalau sampai besaran subsidi tersebut dikurangi gara-gara pemasukan berkurang karena banyak yang tidak membayar pajak?

Kemungkinan besar ekonomi bisa jelek nantinya dan orang-orang yang menikmati subsidi jadi sulit hidupnya, mereka ikut kena dampak kerugian gak bayar pajak dari orang-orang yang mangkir. 

4. Tidak bayar pajak sama dengan menolak gunakan fasilitas yang dibangun dari pajak

Fasilitas-fasilitas publik yang dibangun Pemerintah selama ini dananya bersumber dari pajak masyarakat. Tanpa pajak, mustahil kamu bisa menikmati jalan, jembatan penyeberangan, bandara, pelabuhan, dan fasilitas-fasilitas publik lainnya.

Makanya kalau udah memutuskan tidak membayar pajak, ada baiknya jangan pakai fasilitas-fasilitas yang dibiayai dari pajak. Sebab orang yang sadar diri dan tahu malu pasti gak bakal mau menggunakannya.

[Cari Tahu: Apakah kamu berada dalam kondisi mapan saat ini? Gunakan Kalkulator Kebebasan Finansial dari Lifepal untuk mengetahuinya]

5. Kegiatan Pemerintah terhambat dan Negara mau gak mau menambah utang

Selama ini kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah terkait layanan publik didanai dari pemasukan yang ada di APBN.

Minimnya pemasukan yang diperoleh Negara bisa menghambat Pemerintah dalam memberi layanan kesehatan, pendidikan, subsidi, dan dana desa.

Gak cuma itu, pembangunan infrastruktur, peningkatan keamanan, hingga kegiatan birokrasi juga terhambat. Mau gak mau opsi yang bisa diambil Pemerintah buat menangani ini adalah dengan menambah utang lagi.

Belakangan ini aja Negara berutang demi pembangunan infrastruktur. Kalau nambah lagi karena banyak yang tidak bayar pajak, akibatnya adalah jumlah utang kita jadi bengkak. Pada akhirnya, kita sendiri juga yang merasakan kerugiannya.

Nah, itu tadi kerugian tidak membayar pajak yang bakal terjadi kalau sama warga kalau gak taat. Bukan cuma Pemerintah yang dirugikan, kita semua merugi karenanya.

Satu hal lagi yang perlu diingat, Indonesia dibangun bersama-sama. Itu berarti semua orang sepatutnya menjaga negara ini. Salah satunya bisa dilakukan dengan taat membayar pajak. Setuju?

Oh, iya. Buat kamu yang mau tahu lebih banyak tentang hukum? Lihat pertanyaan populer seputar keuangan di Tanya Lifepal.

Tanya Ahli Hukum Lifepal
Tanya Ahli Hukum Lifepal
Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →