5 Strategi Ini Bikin Investasi Deposito Makin Menguntungkan

Deposito tak sama dengan menabung di bank. Menabung di bank memang aman, namun keuntungan yang didapat tak seberapa. Pasalnya bunga tabungan yang diberikan tak sebanding dengan kenaikan inflasi.

Alternatifnya, ada berbagai pilihan investasi yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi. Mulai dari reksadana, saham, obligasi, hingga investasi properti. Namun jika masih merasa ragu pada pilihan investasi tersebut, menyimpan uang dalam bentuk deposito bisa jadi pilihan terbaik.

Pasalnya, suku bunganya lebih tinggi dibanding suku bunga tabungan biasa. Jika bunga tabungan berkisar antara 0,5 hingga 3 persen, bunga deposito berkisar antara 5 sampai 6,2 persen.

Risikonya pun cenderung lebih rendah dibanding investasi saham, reksadana, dan sebagainya karena dananya dijamin oleh pemerintah. Namun, penjaminan diberikan dengan catatan selama dananya tidak lebih dari Rp 2 miliar per orang dalam satu bank. Jadi, sekalipun ada hal tak diharapkan pada bank terkait, dana yang kita miliki tetap aman.

Kamu bisa banget melirik instrumen ini untuk menggemukkan rekening, tapi harus tahu strateginya. Berikut 7 hal yang perlu dilakukan sebelum mulai menyimpan dana di deposito.

1. Jangan ambil risiko, pilih bank dengan reputasi baik

Berbagai bank umumnya menawarkan bunga fasilitas simpanan yang kompetitif. Namun, gak bisa asal pilih. Urusan duit, percayakan pada bank milik Pemerintah atau bank dengan reputasi sehat menurut Bank Indonesia (BI).

2. Pilih bank yang tawarkan bunga tinggi, tapi…

Semakin tinggi bunga yang diberikan jelas semakin besar keuntungan yang bisa didapatkan. Namun, jangan hanya tergiur dengan bunga fantastis. Perhatikan suku bunga maksimal yang simpanannya dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Jika, bunga yang ditawarkan melebihi batas bunga maksimal yang ditetapkan LPS, lebih baik ucapkan selamat tinggal pada bank terkait. Sebab jika terjadi apa-apa pada bank bersangkutan, pemerintah melalui LPS gak lagi memberikan jaminan keamanan dana. Gak mau kan kalau bank bankrut, danamu ikutan lenyap.

Saat ini, bunga maksimal yang dijamin oleh LPS sebesar 6,5 persen. Untuk mengecek update batas bunga atau bank penjaminan, kamu bisa cek langsung di situs resminya di sini.

3. Tentukan periode waktu

Investasi ini dapat dilakukan jangka panjang maupun jangka pendek. Saat ini telah ada ragam pilihan periode, mulai dari 1 bulan hingga beberapa tahun. Sebelum memutuskan jangka waktunya, buat perkiraan tujuan dan kapan dana akan kamu butuhkan.

Jika dana memang belum akan dipakai dalam waktu dekat, beranikan memilih periode jangka panjang agar keuntungan lebih maksimal. Sebaliknya, jangan menetapkan periode waktu yang panjang jika ada kemungkinan kamu butuh dana tersebut sewaktu-waktu. Jika tidak, kamu bisa terkena penalti atau hanya mendapat dana pokok tanpa bunga.

4. Perhitungkan biaya tambahan lainnya

Tak seperti tabungan biasa, investasi ini umumnya tidak dikenakan biaya administrasi bulanan. Meski begitu kamu perlu membayar pajak yang lebih besar dihitung dari bunga yang didapatkan.

Selain itu, beberapa bank menerapkan biaya pinalti jika uang ditarik sebelum jatuh tempo. Pastikan kamu telah mengetahui dan menghitung kemungkinan-kemungkinan ini sejak awal.

5. Alokasikan dana dengan jitu

Jika dana yang dimiliki cukup besar atau hingga ratusan juta, strategi laddering bisa kamu lakukan. Laddering berarti membagi dana deposito ke dalam beberapa jangka waktu untuk memberi akses likuiditas dari sebagian dana.

Misalnya, jika saat ini dana yang kamu punya sebesar Rp 100 juta. Kamu bisa menempatkan Rp 50 juta pada jangka waktu satu tahun, dan sisanya dengan jangka waktu 2 tahun. Setelah satu tahun, dana yang telah cair dapat diinvestasikan kembali ke dalam jangka waktu 3 tahun.

Jika suku bunga sedang dalam tren naik, strategi laddering dengan investasi ulang tersebut dapat memberikan keuntungan yang lebih tinggi.

Itulah 5 strategi keruk untung dari deposito yang bisa ditiru. Selamat mencoba!

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis