Kesalahan Memilih Kredit Multiguna, Awas Jangan Mau Jadi Korban

kesalahan memilih kredit multiguna

Kesalahan memilih kredit multiguna bisa mendatangkan bencana. Kredit multiguna gak hanya ditawarkan bank, ada juga lembaga keuangan lain. Bahkan ada juga yang di pinggir-pinggir jalan. Hanya dengan modal BPKB, bisa dapet pinjaman.

Tapi hati-hati, harus diperhatikan aturan kredit itu, terutama soal bunga. Bisa jadi bunganya jauh lebih tinggi ketimbang bunga bank, meski proses pencairan pinjaman lebih cepat.

Mungkin ada yang mengerti betul dengan cara kerja kredit multiguna. Atau apa itu kredit multiguna. Kita bahas bersama-sama dulu.

Kredit multiguna adalah pinjaman yang mensyaratkan adanya jaminan atau agunan. Bila ingin mendapatkan kredit ini, berarti kita mesti memberikan aset sebagai jaminan. Makin besar nilai aset, makin tinggi pinjaman yang bisa diperoleh.

Kredit multiguna disediakan untuk membantu nasabah memenuhi bermacam-macam kebutuhannya. Artinya, nasabah bebas menggunakan pinjaman itu untuk apa pun. Yang penting, nasabah melunasi cicilan tepat waktu.

Fasilitas itulah yang membuat banyak orang kepincut menggunakan kredit multiguna. Toh, aset yang bisa dijaminkan beragam, dari sepeda motor sampai rumah.

kesalahan memilih kredit tanpa agunan
Jangan buru-buru lho dalam urusan memilih kredit multiguna (jaminan/suburban pioneering)

Tapi, di sisi lain, ada pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk mereguk keuntungan sendiri. Coba lihat di jalan-jalan. Banyak pohon tak berdosa dan tiang listrik yang jadi sarana iklan kredit multiguna.

Pihak yang menerapkan strategi reklame seperti itu adalah lembaga swasta non-bank yang umumnya beroperasi di pinggir jalan.

Lembaga ini berbeda dengan bank. Bank terikat oleh peraturan keuangan dari pemerintah, dalam hal ini Bank Indonesia. Selain itu, ada pengawasan ketat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sekali saja melanggar aturan, misalnya menerapkan bunga mencekik, Bank Indonesia dan OJK bisa langsung turun tangan menegur. Kita pun mudah mengadukan masalah dengan bank ke OJK untuk dimediasi.

Fitur-fitur itu gak didapatkan dari lembaga pinggir jalan tersebut. Makanya, kemungkinan buntung lebih besar jika mencari pinjaman dari mereka. Agar gak jadi korban kesalahan memilih kredit multiguna, simak tips berikut ini:

1. Pilih lembaga yang bonafide

kesalahan memilih kredit multiguna
Pinjamnya uangnya di bank dong, jangan di tempat-tempat gak jelas (ruko/rumah dijual)

Seperti disebutkan sebelumnya, lebih aman akses kredit multiguna dari bank. Namun bukan berarti lembaga selain bank itu pasti gak aman.

Carilah lembaga penyedia kredit yang sudah terkenal. Paling tidak alamatnya harus jelas dan kondisi bangunan meyakinkan. Misalnya bukan di ruko usang yang dijaga orang-orang berwajah sangar.

2. Bandingkan bunga

Bunga kredit bisa sangat mencekik bila gak mengikuti aturan pemerintah. Makanya, survei tawaran kredit dari tiap lembaga dan bandingkan bunganya.

Cari bunga yang paling terjangkau. Untuk membantu pencarian, manfaatkan Internet untuk mendapatkan perbandingan tersebut.

3. Baca perjanjian kredit dengan teliti sebelum tanda tangan

Perjanjian kredit mesti dibaca dengan teliti sebelum diteken. Terutama bila mengaksses kredit dari lembaga non-bank. Hal ini yang sering dilewatkan orang kebanyakan.

Begitu ada masalah, misalnya jaminan langsung disita saat kredit seret, barulah protes sana-sini. Masalah itu bisa dihindari bila kita cermat baca perjanjian sebelum tanda tangan kredit.

4. Jangan tergiur proses cepat

Lembaga non-bank sering menggadang-gadang fitur pencairan yang cepat. Bahkan diklaim sehari bisa langsung cair. Tapi kita sebagai nasabah mesti cerdas menghadapinya.

kesalahan memilih kredit multiguna
Jangan tergiur sama yang cepat cair. Walau cairnya secepat Flash kalau lari tapi lembaganya gak jelas sama saja bohong kan (Flash/Nerdist)

Apa gunanya proses cepat tapi bunga bikin perut melilit karena terpaksa puasa buat bayar cicilan? Cari pinjaman mesti sabar, perhitungkan semuanya dengan baik termasuk kemampuan bayar cicilan per bulan.

Memilih kredit multiguna itu gak bisa sembarangan. Banyaknya lembaga yang memberikan penawaran harus dimanfaatkan untuk mencari yang paling pas dengan kondisi keuangan.

Khusus soal lama pencairan, kini pun banyak bank yang siap mencairkan pinjaman lebih cepat. Bahkan menyaingi kredit tanpa agunan (KTA) yang dikenal prosesnya lebih simpel ketimbang multiguna.

Sifino dari Sinarmas dan Pinjaman 50 dari Danamon, misalnya. Hanya 3 hari proses bisa kelar bila syarat lengkap. Adapun, rata-rata bank menjanjikan waktu seminggu untuk pencairan, seperti Mandiri dan BRI.

Proses pencairan yang cepat hanyalah salah satu faktor. Yang juga mesti diperhatikan adalah jumlah bunga, lama tenor, dan segala macam biaya yang timbul dari proses itu, seperti biaya administrasi dan penalti.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Butuh Dana? Coba Kredit Multiguna dengan Bunga Terendah Ini]

[Baca: Para Pengusaha, Bisa Pilih Kredit Multiguna dengan Bunga Rendah Ini]

[Baca: Butuh Modal Usaha, Pilih KTA atau Kredit Multiguna?]

[Baca: 4 Strategi Pintar dan Ampuh untuk Komplain Pelayanan Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya]

[Baca: Seberapa Aman Menjaminkan BPKB Kendaraan di Leasing Pinggir Jalan?]

 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →