7 Keuntungan Investasi Saham dan Risiko yang Menyertainya

Keuntungan investasi saham

Keuntungan investasi saham disebut-sebut lebih menarik ketimbang keuntungan investasi lainnya. Investasi saham kini banyak dilirik orang karena dapat menambah isi pundi-pundi kekayaan dalam jumlah cukup besar walaupun besar juga risikonya.

Karena itu, jenis investasi ini sebenarnya tidak disarankan untuk para pemula. Pasalnya kalau kamu gak tahu cara kerjanya yang ada bukannya untung, tapi malah buntung.

Namun, bukan berarti kamu gak boleh terjun ke investasi saham lho. Parto Kawito selaku Direktur PT Infovesta Utama memberikan beberapa tips untuk para investor saham pemula, seperti:

  • Buat yang takut dengan risiko, sebaiknya kamu memilih saham BUMN atau blue chip karena saham-saham tersebut geraknya lebih stabil sehingga risikonya juga lebih kecil.
  • Jangan bermain saham jangka pendek.
  • Membeli saham sebelum bulan September dan Oktober.
  • Investasi sebesar lima persen dari total kekayaan.
  • Menganalisis laporan keuangan atau fundamental perusahaan yang akan kamu beli sahamnya.
  • Mengetahui pergerakan naik turun sahamnya.
  • Meminta nasihat dari broker atau pialang untuk mengetahui apakah saham tersebut memiliki prospek yang bagus atau tidak.

Pastikan kamu sudah memahami tips bermain investasi saham dan tertarik untuk terjun ke jenis investasi tersebut. Setelah paham, kamu tentu ingin tahu kan apa aja sih keuntungan dan risikonya? Yuk, simak selengkapnya dalam ulasan di bawah ini.

Keuntungan investasi saham

investasi untuk pemula

Ada beragam keuntungan investasi saham yang dinikmati investor. Berikut ini daftar keuntungan investasi saham yang Lifepal rangkum.

  • Dividen
  • Capital gain
  • Punya hak ikut RUPS karena jadi bagian pemilik perusahaan
  • Modal kecil, tapi dapat peroleh keuntungan yang besar
  • Fleksibel dalam melakukan investasi
  • Pajak kecil
  • Aman dan transparan

1. Dividen

Dividen merupakan pembagian laba yang akan diberikan perusahaan kepada para pemegang saham. Nah, dividen itu sendiri berasal dari keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan. Dividen itu sendiri terbagi dalam dua jenis, yaitu tunai dan saham.

Kalau dividen tunai yang dibagikan, berarti perusahaan akan memberikan uang tunai kepada pemegang saham per satu lembar saham yang mereka miliki.

Sementara dividen saham artinya perusahaan tersebut memberikan dividen berupa saham. Dengan demikian, jumlah saham yang dimiliki investor akan bertambah.

Akan tetapi, ada juga perusahaan yang tidak membagikan dividen kepada pemegang saham walaupun mereka memperoleh laba.

Umumnya perusahaan tersebut ingin melakukan ekspansi atau mengembangkan usaha. Tapi biasanya hal ini dilakukan oleh perusahaan yang dalam tahap pengembangan.

2. Capital gain (kenaikan harga saham)

Capital gain merupakan keuntungan yang diberikan oleh perusahaan kepada pemegang saham dari hasil selisih harga beli dan harga jual saham.

Jadi, harga jual harus lebih tinggi ketimbang harga beli. Nah, capital gain itu umumnya terbentuk karena adanya aktivitas perdagangan di bursa efek.

Contohnya, kamu membeli saham A yang harga per lembarnya sebesar Rp 3.000. Kemudian kamu menjualnya di angka Rp4.000 per lembar. Nah, berarti kamu akan mendapatkan capital gain sebesar Rp 1.000 per lembarnya.

3. Punya Hak Ikut RUPS karena jadi bagian pemilik perusahaan

Memiliki saham sebuah perusahaan punya keuntungan lain. Sebab sebagai pemilik saham, kita punya hak ikut dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Dalam RUPS, kita bisa mengetahui pemaparan tentang rencana perusahaan ke depan, pembagian dividen, dan informasi mengenai laporan tahunan atau laporan keuangan perusahaan.

4. Modal kecil, keuntungan besar

Banyak orang gemar bermain saham karena mereka hanya perlu menggelontorkan modal yang cukup kecil ketimbang kebanyakan usaha lain. Faktanya, persentase keuntungan yang akan didapatkan dari investasi saham ternyata cukup menjanjikan.

Cukup dengan Rp100 ribu saja, kamu sudah bisa mendapatkan satu lembar saham yang keuntungannya bisa berlipat-lipat di kemudian hari. Bahkan, margin keuntungan yang bisa diraup mencapai 100 persen. 

5. Fleksibel dalam melakukan investasi

Investasi saham adalah aktivitas yang sangat fleksibel. Bahkan, kamu bisa melakukannya tanpa harus mengorbankan waktu dari pekerjaan utama.

Terlebih kemajuan teknologi memungkinkan kamu untuk memantau aktivitas bursa efek di mana saja dan kapan saja melalui genggaman smartphone atau laptop.

Dengan begitu, kamu tetap dapat beraktivitas seperti biasa sekaligus menghasilkan uang dari investasi yang kamu tanamkan.

6. Pajak relatif kecil

Jika dibandingkan dengan instrumen investasi yang lain, saham punya persentase pajak yang relatif kecil. Sebab cuma 0,1 persen dari keuntungan akhir yang dimiliki investor. 

Selain itu, pajak saham bersifat final. Artinya, investor gak lagi perlu repot-repot membayar pajak saat pelaporan SPT setiap tahun lantaran sudah otomatis dipotong pialang saham (broker) ketika pelunasan transaksi saham.

7. Aman dan transparan

Investasi saham termasuk usaha bisnis yang aman dan sangat transparan. Sebab semua aktivitas jual dan belinya dilakukan dalam satu ruang lingkup saja, yaitu bursa efek. 

Dengan kata lain, semua transaksi yang terjadi di sana sudah terjamin keamanan dan transparasinya. Jadi, sebagai investor, kamu gak perlu khawatir kehilangan modal karena investasi saham sangatlah aman.

Risiko investasi saham

Sama halnya dengan keuntungan, investasi saham juga memiliki dua risiko. Apa aja itu? Simak selengkapnya di bawah  ini.

1. Capital loss

Risiko pertama yang mungkin kamu alami dari investasi saham itu adalah kebalikan dari capital gain yaitu capital loss. Ini terjadi ketika harga jual lebih rendah dibanding harga beli.

Contohnya, kamu membeli saham A yang harga per lembarnya sebesar Rp 3.000. Sayangnya kamu justru menjualnya saat nilai saham berada di angka Rp 2.500 per lembar. Dengan begitu kamu mengalami kerugian sebesar Rp 500 per lembar.

Kalau kamu memiliki 100 lembar saham, maka kamu rugi sebesar Rp 500 x 100 atau Rp 50 ribu.

2. Suspend

Selain capital loss, suspend merupakan salah satu risiko dari investasi saham. Jadi, maksudnya di sini adalah saham terkena suspend atau diberhentikan perdagangannya oleh oleh bursa efek.

Dengan begitu, berarti para investor tidak bisa menjual sahamnya hingga suspend-nya dicabut. Jangka waktunya pun bervariasi. Namun pada umumnya suspend berlangsung dalam waktu singkat yaitu satu hari perdagangan. Namun, kadang ada juga suspend yang berlangsung selama beberapa hari.

Ada beberapa sebab yang membuat bursa efek memberhentikan perdagangan saham perusahaan tersebut. Berikut ini antara lain penyebabnya.

  • Harga saham turun drastis dalam waktu singkat.
  • Perusahaan dipailitkan oleh kreditornya.
  • Perusahaan tidak memberikan persyaratan yang diminta oleh otoritas bursa. Seperti misalnya tidak memberikan laporan keuangan hingga waktu yang ditentukan.

Bursa efek kemudian akan melakukan analisa apakah suspend perusahaan tersebut bisa dicabut atau tidak.

Itu dia keuntungan saham dan risiko yang harus siap kamu tanggung jika ingin investasi saham. Gimana? Tertarik meraup duit lewat saham?