6 Manfaat Reksa Dana dan 4 Keuntungannya [Plus Kekurangannya]

Manfaat reksa dana

Investasi reksa dana kini menjadi salah satu instrumen investasi favorit alias banyak dipilih orang untuk mengumpulkan pundi-pundi kekayaan. Lalu, apa aja manfaat reksa dana? Seperti apa keuntungan reksa dana?

Pasalnya, tak bisa dipungkiri kalau banyak orang yang jadi miliarder berkat investasi. Gak usah jauh-jauh, contohnya aja Reino Barack yang dapat keuntungan besar hingga bisa membuka restoran dari investasi saham yang ia lakoni.

Ya, investasi saham memang bisa memberikan cuan besar, tapi risiko yang ditanggung tak kalah besar. Selain itu, investasi saham bisa dibilang lebih cocok untuk mereka yang memang sudah mengerti cara kerja instrumen yang satu itu.

Karena hal itulah, banyak orang yang masih enggan menggelontorkan uangnya di investasi saham, terutama buat investor pemula. Mereka lebih memilih untuk berinvestasi di investasi reksa dana yang risiko kerugiannya lebih kecil dibanding investasi saham langsung.

Karena itu, kali ini lifepal.co.id ingin membahas tuntas tentang investasi ini, mulai dari keuntungan, jenis hingga cara kerjanya. Yuk, langsung simak di bawah ini:

Manfaat reksa dana

Reksa dana disukai investor pemula karena cukup praktis dan mudah dipahami. Tak hanya itu, reksa dana juga memiliki beberapa manfaat lain bagi investor. Apa saja? Berikut beberapa manfaat reksa dana.

  • Pengelolaannya dibantu manajemen profesional
  • Potensi hasil investasi tinggi
  • Mendukung prinsip diversifikasi investasi
  • Tingkat likuiditas tinggi
  • Transparansi informasi dapat diandalkan
  • Aman dan terjamin

1. Pengelolaannya dibantu manajemen profesional

Ada banyak investor yang tidak sempat memantau investasinya terus-menerus secara langsung atau mempelajari performa perusahaan tempatnya berinvestasi.

Reksa dana dapat menjembatani keterbatasan ini karena hanya bisa dikelola Manajer Investasi. Nantinya, MI akan membantu para investor untuk mengelola dana investasi mereka.

Jangan khawatir, pengelolaan portofolio investasi yang dilakukan MI selalu dimonitor oleh OJK.

Jadi, jika kamu ingin berinvestasi, tapi bingung harus mulai dari mana, yang perlu kamu lakukan adalah memastikan memilih MI yang telah memperoleh izin dari OJK.

2. Potensi hasil investasi tinggi

Jika kamu menginginkan instrumen investasi yang memberikan hasil tinggi, tapi tidak terlalu berisiko, reksa dana bisa jadi pilihan.

Bila dibandingkan dengan deposito, potensi imbal balik investasi reksa dana lebih tinggi.

Oleh karena itu, reksa dana banyak digunakan sebagai instrumen investasi untuk mempersiapkan rencana keuangan jangka panjang, seperti persiapan dana pendidikan dan masa pensiun.

3. Mendukung prinsip diversifikasi investasi

Melalui portofolio investasi reksa dana yang dimiliki seorang investor, dananya akan dialokasikan ke saham atau obligasi.

Lebih lanjut, fokus investasi reksa dana tidak hanya pada satu perusahaan.

Praktik ini mendukung prinsip diversifikasi dalam berinvestasi sehingga jika salah satu perusahaan mengalami kerugian, masih ada alokasi dana ke perusahaan lain yang dalam keadaan sehat, bahkan mampu memberikan keuntungan besar.

4. Tingkat likuiditas tinggi

Apa yang dimaksud dengan likuiditas tinggi adalah kemampuan perusahaan untuk membayarkan kewajiban jangka pendeknya.

Lantas apa hubungannya dengan investasi reksa dana? Jika perusahaan memiliki tingkat likuiditas tinggi, ini berarti investor dapat mencairkan Unit Penyertaannya kapan pun sesuai ketentuan setiap reksa dana.

Selain itu, MI pengelola reksa dana wajib membeli kembali Unit Penyertaan reksa dana sesuai dengan harga Nilai Aktiva Bersih atau NAB.

Dengan demikian, Unit Penyertaan reksa dana dapat dibeli dan dijual kembali setiap hari bursa.  

5. Transparansi informasi dapat diandalkan

Terdapat ketentuan yang mewajibkan bank kustodian untuk melaporkan NAB harian kepada OJK setelah 1 hari transaksi, tepatnya sebelum jam 10 pagi esok harinya.

Laporan NAB ini kemudian dimuat dalam koran sehingga masyarakat umum juga dapat memantaunya. Dengan demikian, para investor bisa secara aktif memantau perkembangan investasinya, baik keuntungan maupun risiko, setiap saat.

6. Aman dan terjamin

Meskipun investor tidak melakukan transaksi secara langsung di bursa efek, keamanan dana yang ia percayakan pada MI tetap aman.

Hal in dikarenakan, dana investasi para investor disimpan di rekening bank khusus, bank kustodian, sehingga tidak disimpan langsung oleh pihak perusahaan MI.

Selain itu, setiap produk reksa dana wajib memiliki izin OJK. Dari sisi pergerakan dana, tiap produk reksa dana juga diwajibkan memiliki cadangan dana likuid di pasar uang.

Tujuannya agar mampu membeli kembali Unit Penyertaan reksa dana yang dijual oleh investor.

Keuntungan investasi reksa dana

Para ahli juga menyarankan, agar para investor pemula memilih reksa dana karena berbagai keuntungan yang ditawarkan, seperti:

  1. Minimal investasi kecil, yaitu bisa dimulai dengan bujet Rp 100 ribu.
  2. Dana yang kamu gelontorkan untuk investasi juga akan dikelola oleh manajer investasi yang sudah ahli di bidangnya. Jadi, kamu gak perlu tuh pusing mikirin pergerakan harga saham. Kamu hanya perlu duduk manis di rumah dan biarkan manajer investasi yang bekerja dan menunggu uangmu beranak pinak.
  3. Ada fitur autodebet, jadi kamu bisa konsisten investasi setiap bulan tanpa perlu ribet-ribet top up.
  4. Risiko lebih kecil ketimbang investasi saham dengan bunga yang lebih besar dari deposito.

Kekurangan reksa dana

Setelah mengetahui keuntungan dan manfaat yang ditawarkan reksa dana, kini saatnya memahami kekurangan reksa dana. Apa saja? Berikut penjelasan singkatnya.

  • Ada risiko penurunan NAB
  • Ada risiko pasar
  • Ada risiko likuiditas
  • Ada risiko default
  • Ada risiko wanprestasi MI

1. Ada risiko penurunan NAB

Bagaimana pun, reksa dana tetap merupakan salah satu jenis investasi yang pasti memiliki risiko. Kinerja bursa saham, performa emiten, dan situasi ekonomi politik yang memburuk atau tidak stabil dapat memicu penurunan harga. Ingat, betapa pun menjanjikannya imbal balik reksa dana, tetap tidak ada jaminan harga akan selalu naik.

2. Ada risiko pasar

Jika kinerja bursa saham menurun atau memburuk secara drastis, reksa dana tetap dapat terdampak risiko pasar. Yang perlu kita pahami dari awal adalah risiko reksa dana tidak sama dengan nol. Risiko selalu ada, hanya tingkatannya yang berbeda, bisa rendah, sedang, bahkan tinggi.

3. Ada risiko likuiditas

Sekalipun cenderung memiliki tingkat likuiditas tinggi, investasi reksa dana tetap tak kebal risiko likuiditas. Tetap ada masa tunggu untuk pencairan reksa dana, umumnya 3 – 7 hari kerja, hingga dana sampai ke rekening investor.

Terlebih lagi jika situasi ekonomi dan politik di sekitarmu sedang memburuk sehingga memicu penarikan dana besar-besaran dalam waktu yang bersamaan.

Tak hanya situasi sosial, kondisi pailit atau bangkrutnya beberapa emiten juga akan memengaruhi proses pencairan dana investasi.

Kondisi ini jelas berbeda dengan dana dalam tabungan yang dapat diambil setiap saat. Itulah mengapa ketersediaan dana dalam tabungan tetap harus dimiliki.

4. Ada risiko default

Yang dimaksud dengan risiko default adalah risiko yang timbul akibat MI membeli obligasi dari emiten yang semula memiliki kinerja baik, tetapi ternyata mengalami kesulitan finansial.

Kondisi ini dapat membuat emiten gagal membayar kewajibannya dan berdampak pada investor.

5. Ada risiko wanprestasi MI

Adanya berbagai kewajiban dan ketentuan yang diterapkan pada MI tentu bertujuan untuk memastikan MI tetap memenuhi kewajibannya.

Namun, apakah ini berarti tak ada risiko wanprestasi dari pihak MI? Tentu saja tetap ada. Oleh karena itu, minimalkan risiko ini dengan memilih MI terpercaya, dengan kinerja terbaik, dan mengantongi izin dari OJK.  

Jenis-jenis investasi reksa dana

Ada beberapa jenis investasi reksa dana yang perlu kamu ketahui agar kamu dapat memilih jenis investasi yang sesuai dengan kebutuhanmu, seperti:

  • Reksa dana pendapatan tetap
  • Reksa dana campuran
  • Reksa dana pasar uang
  • Reksa dana saham

1. Reksa dana pendapatan tetap

Reksa dana pendapatan tetap merupakan jenis investasi yang mayoritas dananya akan dialihkan ke obligasi. Sisanya dananya, akan dialokasikan ke instrumen pasar uang yang pergerakannya lebih stabil.

Bunga yang ditawarkan pun cukup besar dan tentu saham di atas deposito yaitu bisa mencapai di atas 10 persen dalam waktu satu tahun dengan risiko yang kecil.

Makanya gak heran kalau banyak yang kini lebih memilih untuk mengalihkan kekayaannya ke reksa dana pendapatan tetap dibanding deposito.

2. Reksa dana campuran

Jika pendapatan tetap ke obligasi, reksa dana campuran akan membagi dananya ke beberapa sektor yaitu saham, obligasi dan pasar uang.

Instrumen yang satu ini bisa memberikan return yang tinggi dengan risiko menengah yaitu bisa di atas 10 persen per tahun, tapi bisa di bawah saham dan lebih tinggi ketimbang pendapatan tetap.

Jadi, bisa dibilang reksa dana campuran itu sangat cocok untuk kamu yang ingin meraup cuan dari pasar saham tapi gak mau kehilangan momentum di obligasi.

3. Reksa dana pasar uang

Selanjutnya adalah investasi reksa dana pasar uang yang mayoritas dananya dialokasikan ke deposito dan surat berharga dengan jatuh tempo di bawah satu tahun.

Jadi gak heran kalau instrumen yang satu ini risikonya lebih kecil dibanding yang lain. Tapi soal return, gak perlu khawatir karena reksa dana pasar uang dapat memberikan keuntungan di atas deposito yang kini bunganya terus tergerus yakni bisa mencapai lima persen per tahun.

4. Reksa dana saham

Sesuai dengan namanya, instrumen investasi yang satu ini memang mengalokasikan dananya ke saham. Reksa dana saham juga dikenal dengan high return-high risk, meski begitu risikonya tetap lebih rendah ketimbang saham langsung.

Bagaimana dengan return-nya? Tenang aja, karena karena reksa dana saham dikenal dengan jenis investasi yang ngasih untung gede, yaitu bisa mencapai 12 persen per tahunnya dengan risikonya pun juga besar.

Cara investasi reksa dana

Cara kerja semua reksa dana itu sama. Jadi, sederhananya itu, uang yang kamu berikan akan dikelola oleh manajer investasi yang sudah profesional. Kamu hanya perlu duduk manis dan menunggu pundi-pundi kekayaan mengalir ke rekeningmu.

Cecara garis besar, begini urutan cara kerja investasi ini:

  • Manajer investasi menerima dana dari nasabah.
  • Total dana tersebut akan diinvestasikan ke sejumlah instrumen investasi sesuai dengan kesepakatan.
  • Nasabah akan menerima laporan investasi dari manajer investasi mengenai perkembangan dana yang diinvestasikan secara berkala. Isinya seputar: kinerja produk, komposisi aset, dan portofolio efek.

Karakteristik berdasarkan profil risiko

Penting diketahui, sebelum kamu memutuskan untuk menggelontorkan sejumlah danamu untuk berinvetasi di reksa dana. Kamu harus mengetahui betul profil risiko diri kamu. Apa maksudnya?

Ya, jadi seberapa besar risiko yang bisa kamu tanggung. Kalau kamu memiliki karakter yang nekat alias sanggup dengan risiko besar, kamu bisa memilih reksa dana saham yang memang dikenal memiliki risiko yang lebih tinggi ketimbang jenis reksa dana lainnya.

Jenis reksa dana yang sesuai dengan profil risiko investor, antara lain:

  • Agresif. Kamu yang memiliki karakter agresif atau dapat menerima risiko besar, disarankan untuk berinvestasi di reksa dana saham yang dapat memberikan return besar serta risiko yang juga sama besar.
  • Moderat. Tipe moderat di sini adalah menengah, yaitu tak bisa menerima risiko yang besar, tapi ingin mendapatkan cuan yang cukup besar. Nah, kamu bisa memilih reksa dana campuran.
  • Konservatif. Buat yang konservatif alias takut, tenang kamu tetap bisa terjun ke investasi ini kok dengan menggelontorkan ke pendapatan tetap dan juga pasar uang.

Itu dia ulasan seputar investasi reksa dana, mulai dari manfaat reksa dana, keuntungan reksa dana, hingga jenis-jenisnya, yang bisa jadi bahan pertimbanganmu sebelum memutuskan untuk berinvestasi jenis ini. Semoga informasi di atas bermanfaat!