Kisah Pengusaha Sukses: 3 Crazy Rich Asian Anak Petani

Kisah Pengusaha Sukses (1)

Kisah pengusaha sukses kali ini akan mengulas deretan the real crazy rich Asian di dunia nyata. Kisah pengusaha sukses ada yang dari Singapura, hingga Indonesia.

Namun, kisah pengusaha sukses kali ini punya satu kesamaan, lahir dari keluarga berprofesi sebagai petani. Udah jelas banget, mereka bukanlah seorang yang lahir kaya raya seperti Nick Young di film “Crazy Rich Asian”. 

Berkat kerja keras dan semangat berbisnisnya yang gak pernah patah arang, mereka kini masuk dalam jajaran crazy rich.

Pengin tahu siapa saja crazy rich yang masuk dalam kisah pengusaha sukses ini? Yuk, cari tahu di sini:

1. George Quek

pendiri roti Breadtalk
George Quek (Forbes)

Kisah pengusaha sukses pertama adalah pendiri roti Breadtalk. Gerai roti yang sering kamu jumpai di mal-mal di Tanah Air ini didirikan oleh pria bernama George Quek.

Bisa diakui sebelum munculnya gerai roti-roti seperti Tous Les Jours, Breadlife, hingga toko-toko roti lainnya, Breadtalk memang jadi rajanya. 

Usut punya usut, pria asal Singapura ini merupakan putra seorang petani sayur mayur yang akhirnya beralih profesi jadi nelayan. Sementara itu, sang bunda merupakan seorang ibu rumah tangga.

Setelah lulus dari sekolah seni, dia sempat bergabung di dinas militer hingga akhirnya pergi ke Hong Kong dan bekerja di Parklane Shopping Mall. Di situ akhirnya Quek memutuskan menjual manisan kumis naga yang sedang ngehits pada masanya.

Saat pindah ke Taiwan untuk melanjutkan studi, Quek justru meminjam uang dari ayahnya untuk membuka usaha baru yaitu menjual Bak Cor Mee (mie dengan potongan daging babi). Alhasil, dia membuka gerai baru bernama Singa namun gagal hingga bangkrut. 

Quek yang gak patah arah itu akhirnya melakukan analisa usaha selama enam bulan ke depan, dan membuka kembali gerai Singa dengan merekrut chef andal. 

Menu sate, nasi ayam Hainan, dan mie udang pun disediakan di resto itu. Quek pun sukses hingga punya 21 cabang.

Di tahun 1992, dia menjual saham Singa dan pulang kampung untuk memulai bisnis foodcourtnya, Food Junction. Selama delapan tahun, bisnis itupun moncer hingga akhirnya Quek dijuluki Raja Foodcourt. Di tahun 2000, dia mendirikan Breadtalk.

2. Zong Qinghou

crazy rich Asia
Zong Qinghou (Forbes)

Miliuner asal China ini terkenal dengan gaya hidupnya yang hemat. Padahal, dia merupakan orang terkaya urutan ke 31 versi Forbes.

Pria berusia kepala tujuh ini merupakan pendiri Wahaha Group, sebuah perusahaan raksasa minuman di Negeri Tirai Bambu. Saat ini, kekayaan Zong disinyalir mencapai US$ 8,4 miliar atau setara dengan Rp 114 triliun.

Di era kepemimpinan Mao Zedong, China meluncurkan kebijakan Revolusi Kebudayaan di tahun 1964. Zong yang lahir dari keluarga yang miskin, terpaksa gak sekolah dan memilih untuk bertani saja. 

Dalam pernyataannya di media, dia blak-blakan mengungkapkan dirinya gak mampu membeli pakaian atau bahkan makanan. 

Namun usai Mao wafat, Zong akhirnya dapat merasa lega dengan kebijakan Deng Xiaoping. Zong mendapatkan pekerjaan pertamanya sebagai salesman.

Beberapa tahun setelah bekerja dan nabung, dia pun membeli perusahaan pembuat minuman di Hangzhou bersama dua rekannya. Di situlah akhirnya dia menciptakan Wahaha yang dipasarkan mulai dari kampung ke kampung.

Namun, siapa sangka, akhirnya Wahaha menjadi raksasa minuman di negaranya. Sebagai seorang miliuner, Zong masih bercita-cita untuk bisa membantu warga China jadi sejahtera. 

3. Aksa Mahmud

crazy rich Indonesia
Aksa Mahmud (Instagram/@
bosowasemen)

Siapa gak kenal Aksa Mahmud. Konglomerat pendiri Bosowa Corporindo ini merupakan orang terkaya di Indonesia urutan ke 44. Total asetnya mencapai US$ 710 juta atau Rp 9,6 triliun.

Pria kelahiran Desa Lapasu, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, dari keluarga yang bermata pencaharian sebagai petani.

Meski keluarganya berasal dari keluarga petani, Aksa lebih suka berdagang. Semua dimulai ketika ayahnya membawa hasil panennya ke kota untuk dijual.

Bahkan, Aksa memulai usahanya dengan jualan permen dan es. Usai lulus STM, dia pun masih mencintai usahanya hingga akhirnya kuliah di Fakultas Teknik Elektro di Universitas Hassanuddin Makassar.

Aksa pernah bekerja di NV Hadji Kalla hingga akhirnya menikah dengan Siti Ramlah yang gak lain merupakan adik Jusuf Kalla. Namun, Aksa memilih resign dan berbisnis sendiri dengan mendirikan CV Moneter (distributor Datsun). 

Di tahun 1980, Aksa menjadi salah satu agen Mitsubishi untuk wilayah Indonesia Timur. Awalnya nama perusahaannya adalah Krama Yudha Tiga Berlian (KTB). Namun nama itu diubah jadi Bosowa.

Singkat cerita, Bosowa pun jadi makin besar bak raksasa. Hingga akhirnya, dia memiliki banyak anak usaha dan membangun pabrik semen dengan nama PT Semen Bosowa Maros. 

Di bidang jasa keuangan, Aksa membeli saham PT Bank Bukopin Tbk. dan PT Bank QNB Kesawan Tbk. 

Demikianlah kisah pengusaha sukses kita hari ini. Ada yang berasal dari Indonesia, China, dan Singapura.

Tentunya, di Indonesia dan China pasti banyak sekali pengusaha-pengusaha sukses yang dulunya anak petani. Maklum, negara ini adalah negara agraris!

Inti dari cerita ini adalah, anak siapapun, dari keluarga manapun tetap bisa sukses dan jadi konglomerat. Selama ada kemauan, pasti bisa. Semoga kisah mereka menginspirasimu untuk meraih kesuksesan! (Editor: Chaerunnisa)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →