Dari Cinta Fitri hingga Ayat-Ayat Cinta, Ini Kisah Sukses Manoj Punjabi

Manoj Punjabi. (Tempo/Rully)

Masih ingat sinetron Cinta Fitri? Tayangan televisi yang diputar sebanyak enam season ini terbilang sukses saat itu. Keberhasilan sinetron produksi MD Entertainment ini tentu aja gak lepas dari peran Manoj Punjabi.

Manoj selama ini dikenal sebagai raja sinetron Indonesia. Bukan tanpa alasan julukan tersebut melekat pada dirinya. Banyak sinetron yang tayang lama dan diingat masyarakat sebagian besar adalah hasil dari production house miliknya.

Dulu kita mengenal nama Raam Punjabi sebagai produser film dan sinetron yang karyanya merajai bioskop dan televisi di Indonesia. Kini kesuksesan tersebut berpindah ke Manoj yang gak lain adalah keponakannya Raam.

Di balik kesuksesan Manoj Punjabi sekarang ini, ada fakta unik dan menarik menarik buat diulas. Seperti apa? Yuk disimak.

1. Sejak kecil udah suka film

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Manoj Punjabi (@manojpunjabimd) on Sep 3, 2018 at 7:48am PDT

Manoj Punjabi lahir di Jakarta pada 7 Desember 1972. Pria keturunan India ini merupakan anak dari Dhamoo Punjabi, adiknya Raam Punjabi.

Ketertarikan Manoj pada film mulai tumbuh sejak ia masih kecil. Ketertarikannya tersebut bertambah kuat ketika ia mengunjungi kantor keluarganya, Parkit Film.

Melihat aktivitas di kantor keluarganya tersebut, hasrat Manoj terjun ke dunia film kian besar.

2.  Lulus sekolah kerja di Multivision Plus

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Manoj Punjabi (@manojpunjabimd) on Aug 30, 2018 at 2:01am PDT

Manoj Punjabi bersekolah di Gandhi Memorial International School, Jakarta.

Sekolah ini merupakan salah satu sekolah berstandar internasional yang ada di Indonesia. Sekolah ini juga disebut-sebut sebagai salah satu sekolah anak orang kaya.

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Di sekolah ini Manoj lulus tepat waktu. Setelah itu, dia memilih berkarier di perusahaan Multivision Plus yang gak lain dikelola pamannya Raam Punjabi.

Di production house tersebut ia mempelajari banyak hal dari dunia perfilman. Di sinilah dia menimba banyak banget ilmu yang bakal berguna banget ke depan.

3. Mendirikan MD Entertainment

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Manoj Punjabi (@manojpunjabimd) on Aug 26, 2018 at 3:33am PDT

Ayah Manoj, Dhamoo Punjabi, pada akhirnya memutuskan keluar dari Multivision Plus karena satu dan lain sebab. Ia bersama dengan Manoj kemudian mendirikan production house sendiri yang diberi nama Multi Dimensia Entertainment pada 7 Desember 2003.

Lewat PH yang dikenal dengan nama MD Entertainment inilah Manoj menghasilkan banyak karya yang menghibur masyarakat Indonesia.

Sama seperti visi MD Entertainment, Manoj pengin hasilkan film yang bukan cuma menghibur, melainkan menyentuh seluruh penonton.

4. Meraih sukses lewat Cinta Fitri

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Manoj Punjabi (@manojpunjabimd) on Aug 13, 2018 at 7:18am PDT

Keinginan Manoj perlahan-lahan mulai menampakkan hasil. Sinetron pertamanya Malin Kundang mendapat sambutan positif. Dengan bintang utama Desy Ratnasari dan Fachry Albar, sinetron yang diproduksi tahun 2005 ini sukses menyabet SCTV Awards.

Kisah keberhasilan MD Entertainment gak berhenti sampai di situ. Pada 2007, production house ini merilis sinetron Cinta Fitri. Teledrama ini juga gak kalah dengan yang sebelumnya.

Dibintangi Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar yang saat itu adalah pendatang baru, Cinta Fitri disambut baik masyarakat.

Melihat antusiasme masyarakat yang tinggi pada sinetron ini, MD Entertainment terus menjaganya dengan cerita-cerita tambahan hingga bisa tayang sampai 2011.

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Dengan durasi tersebut, Cinta Fitri resmi jadi sinetron terlama kedua setelah Tersanjung.

Hasilnya gak cuma respons positif masyarakat. Mereka juga dapat banyak penghargaan. Pada ajang Panasonic Awards 2009, Cinta Fitri menyabet tiga penghargaan sekaligus: Drama Seri Terfavorit, Aktris Terfavorit, hingga Aktor Terfavorit.

5. Sukses di dunia perfilman lewat film Ayat-Ayat Cinta

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Manoj Punjabi (@manojpunjabimd) on Aug 9, 2018 at 12:11pm PDT

Gak cuma sukses di sinetron aja lho, Manoj Punjabi juga sukses di dunia perfilman. Beberapa film yang diproduksi MD Pictures, salah satu production house khusus film di bawah MD Entertainment, sukses besar.

Yang paling fenomenal tentu aja Ayat-Ayat Cinta. Film yang ditayangkan tahun 2008 ini jadi film terlaris pada masanya. Gak tanggung-tanggung, jumlah penontonnya tembus hingga 3 juta orang lebih. Jelas aja susah banget buat ditandingi.

Hebatnya lagi, film yang disutradarai Hanung Bramantyo ini menyabet lima penghargaan sekaligus dalam Festival Film Bandung (FFB) 2008. Mulai dari Film Terpuji, Sutradara Terpuji, Pemeran Utama Pria Terpuji, Penata Musik Terpuji, hingga Penata Artistik Terpuji.

Kunci sukses: kerja keras

Selain yang disebutkan di atas, masih banyak karya-karya yang terlahir berkat peran Manoj Punjabi. Sebut aja Habibie dan Ainun (2012), Surga yang Tak Dirindukan (2015), hingga Rudy Habibie (2016).

Keberhasilan Manoj tentu aja gak terlepas dari sikap pantang menyerah. Seperti yang diakuinya sendiri, kerja keras dan dedikasi adalah dua faktor yang bikin dia bisa seperti sekarang.

Semoga kisah pak Manoj Punjabi menginspirasi kamu ya!

 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →