Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan dengan Berbagai Cara

gaji supervior dan syarat

BPJS Ketenagakerjaan memiliki program utama yang di antaranya adalah Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Pensiun (JP). Penting bagi pemegang kartu peserta untuk mengetahui bagaimana cara klaim BPJS Ketenagakerjaan

Di antara program tersebut peserta sudah bisa mengambil manfaat JHT jika terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Di artikel ini akan membahas secara lengkap dan ringkas bagaimana cara klaim BPJS Ketenagakerjaan dengan mudah.

Syarat Klaim BPJS Ketenagakerjaan

Untuk memenuhi syarat klaim BPJS Ketenagakerjaan, peserta harus memenuhi salah satu kondisi berikut ini.

  • Peserta meninggal dunia (JKM)
  • Peserta mengalami cacat total (JKK)
  • Peserta mengundurkan diri atau berhenti bekerja
  • Peserta di PHK dan tidak bekerja kembali
  • Peserta pindah ke luar negeri dan tidak kembali ke Indonesia
  • Pekerja mengundurkan diri dan berhenti bekerja namun ingin mencairkan JHT sebelum diterima di perusahaan lain atau sebelum perusahaan baru mendaftarkan kembali peserta JHT Anda

Syarat Pencairan BPJS Ketenagakerjaan

Anda bisa mencairkan dana JHT sebelum berusia 56 tahun atau sebelum memasuki masa pensiun. Pencairan dana bisa dilakukan setelah masa kepesertaan minimal 10 tahun.

Untuk mencairkan dana JHT tersebut, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, di antaranya:

  1. Buku tabungan dan fotokopinya di bagian data pemilik tabungan
  2. KTP Asli dan fotokopinya (Dapat menggunakan Surat Keterangan dari Dukcapil)
  3. Kartu Keluarga Asli dan fotokopinya
  4. Formulir pengajuan JHT yang sudah terisi dengan lengkap
  5. Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan dan fotokopinya
  6. NPWP Asli dan fotokopinya (Untuk nilai JHT di atas Rp50 Juta)
  7. Surat keterangan dari perusahaan bahwa peserta mengundurkan diri atau di PHK (Surat Paklaring)
  8. Tidak memiliki tunggakan iuran JHT

Ada beberapa catatan penting ketika mengajukan syarat pencairan dana JHT ini yaitu pastikan bahwa semua data memiliki nama yang sama mulai dari buku tabungan hingga surat paklaring sesuai dengan nama di e-KTP.

Jika terdapat perbedaan nama di salah satu persyaratan, maka peserta harus menyertakan surat keterangan dari perusahaan maupun kelurahan domisili peserta.

Proses pencairan dana tidak bisa diwakilkan kecuali peserta memberikan surat kuasa kepada anggota keluarga yang ada dalam satu Kartu Keluarga atau perwakilan dari perusahaan tempat bekerja.

Ada Empat Cara Mengajukan Klaim BPJS Ketenagakerjaan

  1. Melalui situs resmi SSO (E-klaim)
  2. Melalui aplikasi BPJSTKU Mobile
  3. Melalui situs Antrian bpjsketenagakerjaan.go.id
  4. Datang secara langsung

Pada prinsipnya untuk cara klaim BPJS Ketenagakerjaan melalui e-klaim maupun melalui aplikasi BPJSTKU Mobile tidak berbeda jauh. Setelah melengkapi syarat dan dokumen, Anda tinggal menunggu jadwal verifikasi data ke kantor BPJSTK terdekat.

Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan Lewat Situs (E-Klaim)

  1. Membuat akun di situs resmi BPJS Ketenagakerjaan
  2. Verifikasi akun dengan memasukkan kode aktivasi yang dikirim melalui email
  3. Setelah aktif, login kembali ke situs BPJS Ketenagakerjaan
  4. Pilih menu e-Klaim JHT
  5. Mengisi formulir klaim elektronik dengan lengkap serta menyebutkan alasan klaim
  6. Menyiapkan syarat dan dokumen
  7. Menunggu jadwal dari petugas untuk datang ke cabang BPJS Ketenagakerjaan yang dipilih untuk validasi data
  8. Validasi data di kantor BPJS Ketenagakerjaan dengan membawa syarat dokumen pencairan
  9. Menunggu pencairan dana JHT dengan waktu kurang lebih 10 hari kerja

Cara Membuat Akun di situs BPJS Ketenagakerjaan

  1. Membuka situs resmi BPJS Ketenagakerjaan dengan alamat https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/
  2. Mengisi nomor KPJ Aktif, jumlahnya hanya 11 digit (Nomor Peserta BPJS Ketenagakerjaan)
  3. Melengkapi data diri seperti Nama, Tempat Tanggal Lahir, Nama Ibu Kandung, Nomor Handphone dan alamat Email
  4. Memasukkan kode keamanan yang tertera, kemudian submit data.
  5. Pendaftaran dinyatakan berhasil setelah mendapatkan email balasan berupa kode aktivasi

Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan Lewat Situs Antrean Online

  1. Buka situs https://antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id/
  2. Isi data lengkap sesuai dengan formulir antrean yang tertera
  3. Pilih wilayah dan cabang pelayanan paling dekat dengan tempat tinggal Anda
  4. Tentukan tanggal kedatangan sesuai dengan jadwal yang tersedia
  5. Setelah selesai klik simpan untuk mendapatkan kode booking
  6. Validasi data dan dokumen sesuai dengan jadwal yang didapatkan
  7. Datangnya 30 menit sebelum jadwal yang ditetapkan
  8. Bawalah berkas persyaratan secara lengkap
  9. Menunggu panggilan untuk wawancara
  10. Setelah selesai, menunggu proses pencairan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan

Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan Secara Langsung

  1. Mendatangi kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat
  2. Mengisi formulir pengajuan klaim JHT (F5)
  3. Menyerahkan formulir dan dokumen yang dibutuhkan
  4. Proses wawancara
  5. Menunggu proses pencairan sesuai jadwal yang sudah diinformasikan

Pada dasarnya proses klaim BPJS Ketenagakerjaan tidak terlalu rumit dan mudah untuk dilakukan sendiri. Petugas akan memberitahukan apakah berkas-berkas yang disyaratkan sudah lengkap atau belum. Jika ada dokumen yang belum lengkap, petugas akan menginformasikan dan memberikan waktu bagi peserta untuk melengkapinya terlebih dahulu.

Ketentuan Klaim BPJS Ketenagakerjaan Program JHT

Program JHT bisa diambil dengan mengikuti Peraturan Pemerintah (PP) No 60 Tahun 2015 dengan persyaratan berikut ini:

  • Peserta dapat mengambil maksimal 10% dari saldo untuk persiapan pensiun
  • Peserta dapat mengambil maksimal 30% dari saldo untuk pengadaan perumahan
  • Peserta hanya boleh memilih salah satu skema pengambilan JHT antara skema 10% atau skema 30%. Dengan kata lain tidak bisa sekaligus diambil secara bersamaan.
  • Kedua skema ini hanya berlaku bagi peserta yang masih aktif bekerja dan hanya diberikan kesempatan untuk pengambilan satu kali saja selama masa kepesertaan
  • Pencairan atau pengambilan saldo JHT tidak bisa diwakilkan kecuali peserta meninggal dunia
  • Pengambilan saldo JHT dengan skema 100% hanya bagi peserta yang sudah tidak bekerja lagi dengan alasan pensiun, cacat total, PHK, dan pengunduran diri.
  • Pencairan dana baru bisa dilakukan dengan masa tunggu 1 satu bulan sejak berhenti bekerja
  • Peserta dapat kembali menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan meskipun sudah mengambil skema 100% dengan ketentuan bahwa iuran berlaku seperti peserta baru

Proses klaim BPJS Ketenagakerjaan jauh lebih mudah jika dilakukan dengan melalui jalur pengajuan secara online sehingga menghindari antrean jika dilakukan secara langsung di kantor BPJS Ketenagakerjaan.

Dengan menggunakan sistem e-klaim prosesnya jadi lebih mudah sehingga Anda hanya tinggal menunggu jadwal kepastian untuk validasi data dan berkas saja. Selebihnya bisa dilakukan di rumah dan menunggu proses pencairan dana setelah menjalani seluruh prosesnya dengan lengkap.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →