Langkah-Langkah Memeriksa Saldo dan Klaim Jamsostek

Telah Ditinjau: Avatar Aulia Akbar
Langkah-Langkah Memeriksa Saldo dan Klaim Jamsostek

Jaminan Sosial Tenaga Kerja atau yang biasa disebut dengan Jamsostek adalah sebuah lembaga yang dibuat oleh pemerintah untuk melindungi pekerja agar kebutuhan mereka dan keluarganya dapat terpenuhi.

Jamsostek berdiri sejak tahun 1995, kemudian di tahun 2014, Jamsostek berubah nama menjadi BPJS Ketenagakerjaan.

Layanan Jamsostek atau BPJS Ketenagakerjaan

Layanan Jamsostek atau BPJS Ketenagakerjaan

Baik Jamsostek maupun BPJS Ketenagakerjaan sama-sama memiliki program asuransi tenaga kerja, seperti JHT (Jaminan Hari Tua), JKM (Jaminan Kematian), dan JKK (Jaminan Keselamatan Kerja). Program-program jaminan sosial tersebut dibiayai sebagian oleh pekerja dan sebagian lagi oleh pemberi kerja.

Salah satu program yang dimiliki Jamsostek adalah Jaminan Hari Tua atau JHT. JHT didapat dari iuran setiap bulan yang disisihkan dari gaji pekerja. Nantinya, uang yang telah terkumpul setiap bulannya tersebut bisa diambil apabila peserta telah pensiun.

Lalu, bagaimana cara mencairkan saldo JHT dari Jamsostek tersebut? Sebelumnya, simak terlebih dahulu syarat dan ketentuan untuk klaim Jamsostek berikut ini.

Syarat dan Ketentuan untuk Klaim Jamsostek

Syarat dan Ketentuan untuk Klaim Jamsostek

Apabila kita ingin mencairkan saldo Jamsostek, ada beberapa pilihan cara untuk yang bisa dilakukan, yaitu bisa dicairkan sebagian atau sepenuhnya langsung. Berikut ini adalah beberapa syarat dan ketentuannya untuk mencairkan saldo Jamsostek yang harus kita perhatikan.

1. Ketentuan pencairan saldo Jamsostek

Saldo JHT (Jaminan Hari Tua) pada Jamsostek bisa dicairkan dengan syarat dan ketentuan tertentu yang telah ditetapkan. Peraturan Pemerintah (PP) No. 60 tahun 2015 menyatakan bahwa saldo JHT bisa diambil 10 persen, 30 persen, hingga 100 persen. Berikut beberapa ketentuan yang harus kita ketahui terkait cara mencairkan saldo JHT Jamsostek.

  • Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 60 tahun 2015 yang mulai berlaku sejak 1 September 2015, pencairan saldo JHT Jamsostek 10 dan 30 persen bisa dilakukan hanya untuk peserta yang masih bekerja dengan syarat usia kepesertaan sudah menginjak 10 tahun. Pencairan hanya boleh dipilih salah satu, 10 atau 30 persen saja, tidak bisa dua-duanya. 10 persen untuk persiapan pensiun atau 30 persen untuk biaya perumahan.
  • Setelah melakukan salah satu pencairan, yaitu 10 atau 30 persen, pencairan berikutnya yang bisa dilakukan adalah pencairan 100 persen setelah keluar dari pekerjaan.
  • Untuk mencairkan saldo JHT Jamsostek sampai 100 persen, hanya diperuntukkan untuk peserta yang sudah tidak bekerja (resign atau PHK). Saldo tersebut bisa langsung dicairkan setelah menunggu 1 bulan sejak keluar tidak bekerja.
  • Pencairan saldo JHT Jamsostek 100 persen tidak bisa dicairkan tanpa paklaring (surat pengalaman/berhenti kerja) dari perusahaan yang ditinggalkan. Jika perusahaan sudah tidak ada, maka kita bisa memintanya ke Disnaker.
  • Pengambilan saldo JHT Jamsostek tidak bisa diwakilkan. Jika mengalami cacat total, maka pencairan harus disertai surat kuasa, kecuali untuk peserta yang meninggal dunia.
  • Pastikan data KTP sama dengan data Kartu Keluarga (KK). Jika berbeda, kita bisa membuat surat keterangan koreksi kesalahan dari kelurahan setempat.

2. Persyaratan melakukan klaim Jamsostek

Berikut ini adalah persyaratan untuk mencairkan saldo JHT 10 atau 30 persen yang berlaku mulai 1 September 2015 berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 60 tahun 2015.

Syarat untuk mencairkan saldo JHT Jamsostek 10 persen

  • Peserta minimal sudah bergabung selama 10 tahun pada perusahaan.
  • Peserta masih aktif bekerja di perusahaan.
  • Fotokopi kartu Jamsostek, dengan membawa dan menunjukkan yang asli.
  • Fotokopi KTP, SIM, atau Paspor, dengan membawa dan menunjukkan yang asli.
  • Fotokopi KK (Kartu Keluarga), dengan membawa dan menunjukkan yang asli.
  • Surat keterangan masih aktif bekerja dari perusahaan.
  • Buku rekening tabungan.

Syarat untuk mencairkan saldo JHT Jamsostek 30 persen

  • Peserta minimal sudah bergabung selama 10 tahun pada perusahaan.
  • Peserta masih aktif bekerja di perusahaan.
  • Fotokopi kartu Jamsostek, dengan membawa dan menunjukkan yang asli.
  • Fotokopi KTP, SIM, atau Paspor, dengan membawa dan menunjukkan yang asli.
  • Fotokopi KK (Kartu Keluarga), dengan membawa dan menunjukkan yang asli.
  • Surat keterangan masih aktif bekerja dari perusahaan.
  • Dokumen perumahan.
  • Buku rekening tabungan

Salah satu kabar yang membahagiakan bagi para pemilik kartu Jamsostek. Kini, klaim Jamsostek bisa 100 persen bagi siapa pun yang sudah berhenti bekerja baik karena Putus Hubungan Kerja (PHK) atau resign dengan kemauan sendiri.

Peserta bisa mencairkan saldo JHT Jamsostek hingga 100 persen setelah menunggu satu bulan, tanpa harus menunggu usia 56 tahun. Atau, ketika mengalami cacat total dan meninggal dunia.

Syarat untuk mencairkan saldo JHT Jamsostek 100 persen

  • Sudah berhenti bekerja (resign atau PHK).
  • Fotokopi kartu Jamsostek, dengan membawa dan menunjukkan yang asli.
  • Fotokopi KTP, SIM, atau Paspor, dengan membawa dan menunjukkan yang asli.
  • Fotokopi KK (Kartu Keluarga), dengan membawa dan menunjukkan yang asli.
  • Paklaring (surat pengalaman bekerja atau keterangan sudah berhenti bekerja).
  • Buku rekening tabungan.
  • Pas foto berukuran 3×4 dan 4×6, masing-masing empat rangkap.

3. Prosedur pencairan saldo Jamsostek

Berikut ini adalah prosedur cara mencairkan saldo Jamsostek untuk yang dirangkum dari berbagai sumber.

Cara klaim Jamsostek secara offline

Cara mencairkan saldo Jamsostek yang pertama adalah melalui cara offline dengan datang ke kantor Jamsostek. Berikut langkah-langkahnya:

  • Kunjungi kantor Jamsostek terdekat.
  • Lengkapi formulir pengajuan klaim atau pencairan saldo Jamsostek.
  • Serahkan dokumen dan berkas persyaratan yang dibutuhkan.
  • Jalani proses wawancara dan pengambilan foto.
  • Tunggu hingga proses pencairan dana berhasil.

Cara klaim Jamsostek secara online

Cara mencairkan saldo Jamsostek yang kedua adalah melalui cara online dengan sistem e-klaim. Cara ini tidak mengharuskan kita untuk pergi ke kantor Jamsostek, karena kita hanya perlu membuka situs resmi Jamsostek. Berikut langkah-langkahnya:

  • Buka situs resmi Jamsostek, lalu scan dan unggah semua dokumen yang diperlukan untuk proses e-klaim.
  • Setelah itu, lengkapi data seperti nomor e-KTP, nama lengkap, tanggal lahir, nomor KPJ (Kartu Peserta Jamsostek), alasan klaim, serta pilih kantor cabang Jamsostek terdekat dengan domisili kita.
  • Lalu, kita akan mendapatkan kode verifikasi atau PIN yang dikirimkan melalui alamat surel yang terdaftar. Masukkan PIN tersebut untuk melakukan langkah selanjutnya.
  • Tunggu konfirmasi yang diberikan pihak Jamsostek. Informasi akan diberitahukan lewat surel. Tahap verifikasi biasanya memerlukan waktu 1×24 jam. Jika sudah masuk, silahkan cetak dokumen verifikasi beserta dokumen asli untuk dibawa ke kantor cabang.
  • Berbeda dengan cara offline, kita memang tetap perlu datang ke kantor BPJS untuk menerima pencairan saldo. Tapi, dengan melakukan cara e-klaim di awal, kita tidak perlu antri terlalu lama karena saat datang ke kantor Jamsostek, kita hanya tinggal menerima saldo Jamsostek. Tunjukkan dokumen serta surel konfirmasi kepada petugas. Pencairan saldo akan membutuhkan waktu normal 10 hari kerja.

Cara klaim Jamsostek melalui bank

Cara mencairkan saldo Jamsostek yang ketiga ini hampir sama dengan cara pertama. Bedanya, kita melakukan klaim ini melalui bank terdekat, bukan di kantor Jamsostek. Namun sebelumnya, pastikan bahwa bank yang kita pilih telah menjalin kerja sama dengan Jamsostek, mengingat tidak semua bank di Indonesia bekerja sama dengan organisasi pemerintahan ini.

Selain itu, jangan lupa juga untuk membawa serta dokumen yang dibutuhkan. Mulai dari kartu Jamsostek, KTP asli dan fotokopi 1 lembar, kartu keluarga (KK) asli dan fotokopi 1 lembar, surat paklaring, buku rekening tabungan asli dan fotokopi 1 lembar, hingga materai yang nantinya dibutuhkan.

Setelah itu, pergi ke meja customer service untuk melakukan langkah selanjutnya. Kemudian, kita hanya perlu menyiapkan nomor rekening yang kita punya untuk mentransfer saldo Jamsostek.

Cara klaim Jamsostek jika kartu hilang

Kartu Jamsostek hilang? Kita tetap bisa melakukan klaim Jamsostek. Kita hanya perlu melampirkan surat kehilangan dari pihak kepolisian agar bisa mencairkan saldo Jamsostek. Jangan lupa, cantumkan juga nomor kartu peserta Jamsostek kita di dalam surat kehilangan tersebut. Selanjutnya, kita pun tetap bisa mengurus pencairan saldo Jamsostek kepada pihak yang bertugas.

Cara Cek Saldo Jamsostek

Cara Cek Saldo Jamsostek

Sebelum mencairkan saldo Jamsostek, untuk mengecek berapa saldo JHT Jamsostek, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan. Simak berikut ini.

1. Datang langsung ke kantor Jamsostek

Untuk mengecek berapa saldo JHT Jamsostek, kita bisa datang langsung ke kantor Jamsostek. Di sana, kita tinggal menunjukkan kartu kepesertaan dan juga kartu identitas seperti KTP, SIM, atau Paspor. Setelah itu, nanti kita akan mendapatkan informasi, berapa jumlah saldo JHT Jamsostek yang kita miliki. 

2. Cek saldo Jamsostek secara online

Selain datang langsung ke kantor Jamsostek, kita juga bisa mengecek saldo JHT Jamsostek secara online, caranya adalah tinggal login ke https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id. Simak langkah-langkahnya berikut ini. 

  • Masukkan surel dan password untuk login ke situs resmi Jamsostek atau BPJS Ketenagakerjaan tersebut.
  • Setelah berhasil masuk, kita bisa memilih menu cek saldo JHT, lalu tinggal masukkan PIN yang dikirim melalui SMS atau surel.
  • Setelah proses tersebut selesai, nantinya akan muncul tabungan saldo JHT Jamsostek kita di layar.

3. Cek saldo Jamsostek melalui SMS

Selain lewat situs resminya, kita juga bisa mengecek saldo JHT Jamsostek melalui layanan SMS. Caranya adalah dengan mengirimkan SMS ke nomor 2757. Tapi sebelumnya, pastikan kita telah melakukan pendaftaran dahulu melalui SMS dengan mengetik:

Daftar(spasi)SALDO#NO_KTP#TGL_Lahir(HH-BB-TTTT)#NO_PESERTA#EMAIL(jika ada). Kirim sms tersebut ke 2757.

Setelah terdaftar, kita bisa mulai melakukan pengecekan saldo JHT Jamsostek dengan mengetik:

SALDO(spasi)NO_PESERTA, lalu kirim 2757. Tunggu beberapa saat, saldo JHT Jamsostek kita pun akan muncul melalui SMS balasan.

4. Cek saldo Jamsostek melalui aplikasi

Terakhir, kita juga bisa mengecek saldo JHT Jamsostek melalui aplikasi BPJSTKU. Aplikasi ini bisa diunduh secara gratis di App Store maupun Play Store. Simak langkah-langkahnya berikut ini.

  • Setelah aplikasi BPJSTKU selesai diunduh dan diinstal, lakukan pendaftaran dengan menginput data diri seperti nomor KTP dan nomor kepesertaan Jamsostek
  • Apabila sudah terdaftar, lanjut ke tahap login, masukkan surel dan password yang telah didaftarkan.
  • Jika sudah berhasil masuk, kita akan dihadapkan dengan beragam pilihan. Salah satunya adalah cek saldo.
  • Pada aplikasi tersebut, akan tertera dengan jelas berapa besaran saldo JHT Jamsostek yang kita miliki.

Nah, itulah cara mengecek saldo dan cara melakukan klaim Jamsostek. Untuk mengetahui informasi terbaru lainnya seputar Jamsostek atau BPJS Ketenagakerjaan, jangan ragu untuk mengunjungi Lifepal dan berkonsultasi dengan tim kami.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →