Pengertian Kliring, Jenis, Warkat, Periode, dan Biayanya

Formulir transfer kiliring

Kliring adalah pertukaran warkat atau data keuangan elektronik antar peserta kliring, baik atas nama peserta maupun atas nama nasabah peserta yang perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu.

Simpelnya, kliring atau Lalu Lintas Giro (LLG) menjadi bagian dari sistem transfer antarbank. Jika melakukan transfer lewat kliring, ada jeda waktu pada saat pengiriman hingga dana sampai ke rekening penerima. Itu yang dinamakan kliring.

Proses transfer lewat kliring membutuhkan waktu dua sampai tiga hari. Prosesnya lama uang yang Anda transfer tidak dapat dikirimkan langsung ke bank tertuju. 

Bank pengirim harus menyetorkan dana terlebih dahulu ke Bank Indonesia (BI). Setelah itu, BI akan mengirimkannya ke bank penerima.

Selain itu, proses pengiriman yang lama dikarenakan adanya penyesuaian jadwal dari masing-masing bank. Biasanya proses kliring mengikuti hari kerja.

Kliring disediakan buat mendukung kelancaran pembayaran menurut Peraturan BI

Ilustrasi transfer dana via kliring

Bank Indonesia (BI) mengemban tugas buat mengatur dan mendukung kelancaran sistem pembayaran. Itulah penyelenggaraan kliring antar bank yang aman, efektif, dan efisien dipandang perlu oleh BI.

BI pun menerbitkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 7/18/PBI/2005 tentang Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI). Apa itu Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia?

Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) adalah sistem kliring dari Bank Indonesia yang meliputi kliring debet dan kliring kredit yang penyelesaian akhirnya dilakukan secara nasional.

Manfaat-manfaat kliring

Penyelenggaraan kliring sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Bank Indonesia memberi sejumlah manfaat, di antaranya:

  • Memberi efisiensi dalam sistem pembayaran nasional.
  • Memberi layanan transfer dana yang lebih cepat sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
  • Mengakomodasi kebutuhan pengguna, baik individu maupun korporasi, buat transaksi dengan nilai yang lebih besar

Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) terbagi menjadi dua

Peraturan Bank Indonesia Nomor 7/18/PBI/2005 menjelaskan penyelenggaraan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) terdiri atas:

  • Kliring debet
  • Kliring kredit

Kliring debet

Dalam SKNBI, kliring debet adalah kegiatan buat transfer debet. Transfer debet yang dimaksud di sini berasal dari Warkat Debet atau Warkat Kliring, yang meliputi:

  • Warkat Debet yang diterbitkan peserta yang terdaftar di wilayah Kliring tersebut.
  • Warkat Debet berupa cek dan bilyet giro antarwilayah.

Kliring kredit

Dalam SKNBI, kliring kredit adalah kegiatan buat transfer kredit. Penyelenggaraan kliring kredit dilakukan secara nasional dengan ketentuan:

  • Transfer yang bisa dikliringkan adalah transfer kredit yang berasal dari peserta di suatu Wilayah Kliring buat tujuan Peserta lainnya di seluruh wilayah Indonesia. 
  • Transfer kredit sebagaimana dimaksud poin di atas dikliringkan dalam bentuk Data Keuangan Elektronik (DKE) Kredit dalam mata uang rupiah. 
  • Perhitungan kliring kredit dilakukan secara nasional oleh Penyelenggara Kliring Nasional (PKN).

Warkat kliring yang menjadi bagian penyelenggaraan Kliring Debet

Bilyet giro sebagai warkat kliring

Warkat kliring atau warkat debet adalah alat pembayaran nontunai yang diperhitungkan atas beban nasabah atau bank lewat kliring debet. Warkat debet ini meliputi:

  • Cek
  • Bilyet giro
  • Wesel
  • Nota debet
  • Warkat debet lain yang disetujui BI

Menurut peraturannya, warkat debet wajib dinyatakan dalam wujud mata uang Rupiah. Terus warkat kliring ini wajib memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan BI dalam Surat Edaran Bank Indonesia.

Penyerahannya pun ke Penyelenggara Kliring Lokal (unit kerja BI atau unit kerja di kantor bank) wajib disertai dengan Dokumen Kliring yang jenis dan syaratnya telah diatur dalam Surat Edaran Bank Indonesia.

Limit dan biaya dalam layanan kliring

Bank Indonesia (BI) mengatur sejumlah limit dan biaya yang dikenakan dalam layanan transfer, layanan kliring warkat debet, layanan pembayaran reguler, dan layanan penagihan reguler.

Limit dan biaya yang dikenakan bank peserta ke nasabah

Jenis layanan Limit Biaya kliring
Layanan transfer dana Rp1.000.000.000 (maksimal) Rp3.500 (maksimal)
Layanan kliring warkat debit Rp5.000
Layanan pembayaran reguler Rp5.000 
Layanan penagihan reguler Rp5.000

Biaya yang dikenakan ke bank peserta

Jenis layanan Biaya kliring
Layanan transfer dana Rp600 (per DKE)
Layanan kliring warkat debit Rp1.000 (per DKE)
Layanan pembayaran reguler Rp1.000 (per DKE), Rp500 (per rincian transaksi)
Layanan penagihan reguler Rp1.000, Rp500 (per rincian transaksi)

Periode layanan transfer dana dan pembayaran

Perubahan periode setelmen kliring

Periode ini dalam kliring disebut juga sebagai periode setelmen atau periode penyelesaian transaksi. Berikut ini jenis layanan dan periodenya.

Periode setelmen layanan transfer dana

  • Pukul 08.00
  • Pukul 09.00
  • Pukul 10.00
  • Pukul 11.00
  • Pukul 12.00
  • Pukul 13.00
  • Pukul 14.00
  • Pukul 15.00
  • Pukul 16.45

Periode layanan pembayaran reguler

  • Pukul 08.00
  • Pukul 09.00
  • Pukul 10.00
  • Pukul 11.00
  • Pukul 12.00
  • Pukul 13.00
  • Pukul 14.00
  • Pukul 15.00
  • Pukul 16.45

Bedanya Transfer Uang Secara Kliring, RTGS, dan transfer online

Transfer uang via kliring

Sistem transfer antarbank itu gak cuma kliring aja. Masih ada sistem transfer RTGS dan Real Time. Apa itu dan apa bedannya dengan kliring?

Real Time Gross Settlement (RTGS)

Menurut Bank Indonesia, Real Time Gross Settlement (RTGS) adalah sistem transfer dana elektronik yang penyelesaian setiap transaksinya dilakukan dalam waktu seketika.

  • Transaksi minimal RTGS: Rp100 juta.
  • Transaksi maksimal RTGS: Rp1 miliar.
  • Biaya layanan: Rp35.000

Transfer online

Transfer online adalah layanan transfer yang umum digunakan nasabah, baik lewat mesin ATM, mobile banking, maupun internet banking

  • Transaksi maksimal transfer online: Rp50 juta – Rp100 juta
  • Biaya layanan ke bank lain: Rp6.500

Kliring

Tentang kliring telah dijelaskan di atas sebelumnya. Layanan transfer antarbank ini juga dikenal dengan nama Lalu Lintas Giro (LLG).

  • Transfer dana maksimum: Rp1 miliar
  • Biaya layanan maksimal: Rp3.500.

Nah, itu tadi informasi mengenai layanan transfer kliring, dari pengertiannya, manfaatnya, limit, biaya, hingga perbedaannya dengan RTGS dan transfer online. Semoga informasi di atas bermanfaat!