Konsultasi Psikolog dan Terapi, Segini Biaya yang Harus Disiapkan

biaya konsultasi psikolog

Di Indonesia, kesehatan mental memang belum dianggap serius. Sehingga, banyak orang enggan ke psikolog meski sebenarnya sangat membutuhkan konsultasi dengan mereka.

Psikolog sudah terlatih dan berpengalaman untuk benar-benar mendengarkan kliennya. Melalui serangkaian pendidikan dan pelatihan, mereka telah dibekali kemampuan menggali akar masalah berdasarkan cerita kliennya. 

Selain itu, mereka juga punya keahlian yaitu mengajari bagaimana mekanisme terbaik untuk menghadapi masalah.

Mereka juga sosok yang netral, tak punya keinginan pribadi atau bersikap bias supaya kamu melakukan hal-hal yang tidak sejalan dengan nilai-nilai yang dianut. 

Sementara itu, ketika menceritakan pada anggota keluarga atau pasangan, mereka mungkin akan memberi saran yang kurang tepat padamu. Karena orang terdekat biasanya sudah punya gambaran atau harapan pada sosok ideal dirimu, padahal belum tentu tepat.

Lantas, mengapa sih seseorang harus berkonsultasi pada psikolog? Kondisi kejiwaan seperti apa sih yang membutuhkan bantuan mereka? Selain itu, berapa anggaran yang perlu disiapkan ketika seseorang atau anggota keluarga berkonsultasi pada ahlinya?

Soal biaya, tidak perlu khawatir jika memiliki asuransi kesehatan! Terutama untuk bidang psikolog, terkadang akan diberi obat ataupun saranan untuk lanjut konsultasi secara jangka panjang yang akan sangat menambah total biaya medis. Semua biaya dari mulai konsultasi sampai rawat inap akan ditanggung jika mempunyai asuransi kesehatan yang bagus.

Apa itu psikolog?

Seorang ibu membawa anaknya berkonsultasi

Psikolog Klinis adalah seseorang yang memiliki lisensi menjadi Psikolog. Tugasnya membantu pasien mengatasi masalah kesehatan jiwa dengan melakukan wawancara klinis, observasi perilaku, maupun tes psikometrik untuk membantu pasien mengidentifikasi masalah kemudian dicari jalan keluarnya. 

Layanan yang ditawarkan antara lain konsultasi hubungan manusia di tempat kerja, konsultasi untuk orang-orang yang tidak ingin bersekolah atau yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga, dan sebagainya.

Nah, seorang Psikolog Klinis yang punya setting layanan di bidang kesehatan umumnya bertugas menyosialisasikan kebiasaan hidup sehat serta mengembangkan tingkah laku manusia yang menunjang kesehatan. 

Ada juga yang setting layanannya di bidang medis. Biasanya difokuskan untuk melakukan penanganan psikologis dari pasien dan keluarga pasien yang menderita jenis penyakit tertentu. 

Selain bekerja di rumah sakit atau klinik kesehatan, mereka bisa memberikan pelayanan di setting sekolah, kesehatan mental individu, kesehatan masyarakat, industri, dan sebagainya.

Kapan seseorang butuh bantuan psikolog 

seorang anak sedang menjalani terapi

Tak perlu didiagnosis depresi atau punya gangguan jiwa dulu baru pergi ke psikolog. Memeriksakan kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan badan. 

Selain ketika masalah yang dihadapi sudah meninggalkan traumatis atau membuatmu lari ke hal-hal negatif, berkonsultasi pada ahlinya juga bisa dilakukan untuk anggota keluarga yang mengalami keterbatasan atau keluarbiasaan, baik fisik, mental-intelektual, sosial maupun emosional, yang berpengaruh secara signifikan dalam proses pertumbuhan atau perkembangannya atau anak kebutuhan khusus (ABK).

Atau dengan kata lain, ABK adalah anak yang secara pendidikan memerlukan layanan yang spesifik yang berbeda dengan anak-anak pada umumnya. ABK memiliki hambatan belajar dan hambatan perkembangan (barrier to learning and development). 

Karena itu, mereka memerlukan layanan pendidikan yang sesuai dengan hambatan belajar dan hambatan perkembangan yang dialami masing-masing anak. Layanan ini bisa dijalani dengan terlebih dulu berkonsultasi pada psikolog.

Hal itu seperti yang dilakuan Sari (30), seorang ibu pekerja beranak dua yang salah satu putrinya mengalami ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). 

Setiap sebulan atau dua bulan sekali, Sari rajin membawa sang buah hati untuk berkonsultasi pada psikolog untuk mengoptimalkan kemampuan sang buah hati.

Hal tersebut memang sangat baik dilakukan mengingat penanganan untuk ABK harus benar-benar serius dan diperlukan bantuan ahlinya. Seperti yang dibenarkan  Reni, salah seorang terapis perilaku (ABA) di Our Dream Indonesia.

“ABK perlu berkonsultasi dengan psikolog karena sebelum diterapi harus observasi psikolog terlebih dulu,” kata Reni.

Menurutnya, setelah dilakukan observasi, maka terapi jenis apa yang dibutuhkan ABK dapat ditentukan untuk membantu mereka menjalani pendampingan dan aspek-aspek kekurangannya. 

Setelah itu, baru ABK akan menjalani sesi terapi yang dibantu tim dari klinik bersangkutan. Untuk sesi terapi ini, jelas Reni, idealnya dilakukan sesering mungkin, yaitu 48 jam per minggu dengan waktu 8 jam. 

“(Terapi) Nggak bisa dilakukan di sekolah saja, di rumah juga harus diterapkan. Sesering mungkin dan tergantung sasarannya atau tergantung kondisi ABK-nya,” imbuhnya. 

Berapa biaya yang harus disiapkan?

seorang wanita mengeluarkan uang rupiah dari dompetnya

Kini banyak sekali lembaga yang memang khusus mengatasi masalah kejiwaan atau mental. Untuk biaya yang harus dibayar biasanya berbeda-beda di setiap wilayah.

Seperti yang dilakukan Sari yang harus merogoh kocek Rp 500 ribu per 60 menit sesi konsultasi dengan psikolog dari Bina Mandiri Insani, Cibinong. Untuk penambahan jam selanjutnya, maka diakumulasikan. Sari kerap berkonsultasi satu jam dalam sebulan sekali.

Setelah membawa sang buah hati untuk berkonsultasi, Sari pun mengajaknya menjalani sesi terapi dengan biaya Rp 150 ribu per pertemuan. Putri Sari empat kali menjalani sesi terapi selama sebulan. 

Lantas, berapa biaya yang harus disisihkan Sari untuk membawa sang putri berkonsultasi dan terapi jika memiliki penghasilan Rp 15 juta per bulan? Yuk, kita hitung-hitungan di sini:

Pengeluaran bulanan Perhitungan Nominal
Belanja bulanan Rp1.500.000
Biaya listrik dan air Rp 600.000
Pulsa dan paket internet Rp 400.000
Iuran kebersihan dan keamanan Rp 90.000
Pajak Bumi dan Bangunan di kawasan Cimanggu, Bogor Rp240.000 : 12 bulan Rp 20.000
Biaya bensin dan parkir untuk 20 hari Rp7650 x 100 liter + Rp200.000 Rp 965.000
Biaya makan sebulan untuk 3 orang Rp2.500.000
SPP anak Rp650.000 x 2 Rp1.300.000
Biaya konsultasi 1 kali sebulan Rp500.000 Rp 500.000
Biaya terapi selama sebulan Rp 150.000 x 4 Rp 600.000
Total Rp8.475.000

Dengan penghitungan di atas, maka Sari masih punya sisa uang Rp 6.525.000 di setiap bulannya. Sehingga, dia tetap bisa mengalokasikan 20 persen dari pendapatannya untuk menabung dan berinvestasi. Yaitu, Rp 3.000.000. Sisanya, bisa dialokasikan untuk membeli asuransi kesehatan.

Pasalnya, asuransi kesehatan penting dimiliki untuk setiap orang dan anggota keluarganya demi hidup yang lebih baik. Jika bingung mencari asuransi kesehatan terbaik, Lifepal bisa membantu memilihkannya.

Apakah ditanggung BPJS?

seorang wanita memegang kartu BPJS

Berbeda dengan Sari yang menyisihkan uang khusus untuk membawa putrinya berkonsultasi dengan psikolog, seorang ibu rumah tangga bernama Lastri yang juga memiliki seorang anak ABK memanfaatkan BPJS Kesehatan untuk terapi anaknya. 

Pasalnya, putri Lastri yang mengalami down syndrom saat ini tak selalu kontinu berkonsultasi pada psikolog. 

Saat ini, Lastri yang berdomisili di Semarang hanya berkonsultasi ke psikologi dalam satu kali pertemuan dengan tarif Rp 250 ribu. Namun, kini Lastri jarang membawa anaknya berkonsultasi.

Lastri yang bersuamikan PNS lebih rutin membawa sang buah hati menjalani terapi delapan kali dalam sebulan. Selama itu, seluruh terapi yang dijalani sang putri full di-cover BPJS.

Hanya saja, sebelum diterapi, putri Lastri harus menjalani beberapa konsultasi ke beberapa dokter untuk mendapat rujukan.

“Dari dokter umum ke dokter anak. Terus ketemu dokter rehab, lalu dokter endokrin. Baru bisa terapi alias observasi dulu anaknya. Memang butuh terapi atau tidak,” jelas Lastri.

Lastri beralasan, saat ini sang putri sudah lebih berhasil mengoptimalkan kemampuannya. Sehingga, dia tidak perlu lagi membawanya berkonsultasi pada ahli. Itu membuatnya bisa lebih banyak menabung dan berinvestasi. 

Itulah biaya yang harus disiapkan orangtua dengan ABK yang membutuhkan konsultasi psikolog dan sesi terapi.

Jika Sari memilih untuk berkonsultasi langsung dengan psikolog di sebuah klinik, kini seseorang juga bisa reservasi atau buat janji lewat aplikasi penyedia layanan online. Biaya yang harus dikeluarkan dibanderol mulai dari Rp 60 ribu hingga Rp 350 ribu.

Tapi, jika kamu tidak memiliki bujet lebih untuk berkonsultasi ke psikolog di klinik atau secara online, bisa datang ke puskesmas. Cukup membayar biaya retribusi mulai dari Rp 7 ribu hingga Rp 14 ribu, tergantung fasilitas puskesmas tersebut. 

Hanya saja, di puskesmas hanya sebatas konseling. Jika dirasa masalah klien cukup mengkhawatirkan, biasanya mereka akan meminta klien untuk datang lagi beberapa hari kemudian.

Meski merogoh budget lumayan banyak per bulan, tapi demi perkembangan sang buah hati kenapa harus pelit mengeluarkannya? Yang pasti, dari hitung-hitungan di atas, masih ada sisa uang yang bisa dialokasikan ke tabungan dan investasi.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →