Harganya Melonjak Tinggi di China, Seberapa Tinggi Konsumsi Daging Babi di Sana?

daging babi

Harga daging babi menjadi biang kerok tingginya inflasi di China. Inflasi pada bulan November tercatat mencapai 4,5 persen. Persentase ini lebih tinggi dibanding bulan Oktober yang mencapai 3,8 persen. Inflasi kali ini merupakan yang tertinggi sejak tahun 2012.

Melonjaknya inflasi di China sejalan dengan naiknya harga daging babi yang kenaikannya disebut-sebut tembus 110 persen. Tingginya harga daging tersebut di sana disebabkan epidemi demam babi yang berakibat kematian babi-babi di sana.

Pemerintah China pun bukannya tanpa persiapan buat mengatasi kurangnya stok daging di pasaran. Pemerintah China bakal mengeluarkan cadangan daging babi sebagai langkah antisipatif permintaan daging yang tinggi menjelang hari raya Imlek.

Keberadaan cadangan daging babi di China telah disiapkan sejak tahun 1996. Adanya cadangan daging ini digunakan sebagai strategi buat menstabilkan harga saat masa darurat.

Dengan inflasi yang lagi tinggi-tingginya di China gara-gara daging babi, penasaran gak sih berapa besar konsumsi daging tersebut di sana. Apakah paling tinggi di dunia? Atau justru ada negara lain yang lebih tinggi? Berikut ini ulasannya.

Baca juga: 4 Fakta Tentang Daging Babi di China yang Bisa Bikin Perang Dagang Mereda

Tingkat konsumsi daging babi negara-negara di dunia, China nomor berapa?

https://www.shutterstock.com/image-photo/lijiang-yunnan-china-september-27-2017-747864289

Sedemikian besar pengaruhnya daging babi, sampai-sampai bisa bikin negara sebesar China merasakan lonjakan inflasi. Masyarakat di China emang dikenal sangat suka hidangan yang berbahan babi. Wajar aja kalau permintaan hog di sana terbilang tinggi.

Malahan nih, tingginya permintaan terhadap daging babi bikin peternak di sana bisa menjadi miliarder lho. Contohnya aja Qin Yinglin dan keluarganya yang masuk daftar orang terkaya di China versi Forbes. Pemilik peternakan Muyuan Foodstuff ini disebut punya kekayaan senilai US$ 13,9 miliar atau sekitar Rp 195,36 triliun.

Seperti yang disinggung di atas, memangnya seberapa tinggi sih tingkat konsumsi daging babi di China? Berikut ini datanya yang dikutip dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Negara konsumsi daging babi Tingkat konsumsi 2018 (ribu ton) Tingkat konsumsi 2017 (ribu ton)
China 55.219 55.877
Uni Eropa (27 negara) 20.145 19.729
Amerika Serikat 9.656 9.541
Vietnam 3.673 3.728
Rusia 3.625 3.703
Brazil 3.335 3.237
Jepang 2.636 2.588
Meksiko 2.255 2.142
Filipina 2.038 1.970
Korea Selatan 1.972 1.953
Inggris 1.482 1.420
Thailand 883 883
Kanada 760 752
Ukraina 705 738
Australia 696 690
Argentina 621 585
Kolombia 505 453
Chile 443 449
Indonesia 349 345
India 301 306

Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) sendiri merupakan organisasi ekonomi antarpemerintah yang berdiri pada tahun 1961 dan beranggotakan 36 negara. OECD menyajikan data-data yang diklasifikasikan berdasarkan bidangnya.

Dari data OECD inilah, tingkat konsumsi daging babi secara global mencapai 119.845.000 ton pada 2018. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan tingkat konsumsi pada 2017 yang mencapai 119.577.000 ton.

Data di atas mengungkap kalau China menjadi negara dengan tingkat konsumsi babi tertinggi di dunia. Sayangnya, tingkat konsumsi babi yang tinggi di China gak diimbangi dengan produksinya. Produksi babi di China pada 2018 tercatat mencapai 54.040.000 ton.

Itu berarti China telah mengalami defisit stok babi pada 2018. Tahun lalu aja udah defisit, apalagi sekarang ya? Belum diketahui pasti sampai kapan China berkutat pada kenaikan harga babi ini. 

Namun, harapannya sih masalah ini bisa terselesaikan. Pasalnya, kalau ekonomi China terganggu karena kondisi tersebut, gak menutup kemungkinan negara-negara yang bermitra dengan China bakal terdampak nantinya. (Editor: Ruben Setiawan)