KPR BTN Subsidi Untuk Kamu yang Gajinya di Bawah 4 Juta

kpr btn subsidi

Salah satu kebutuhan pokok jika kamu sudah berkeluarga adalah memiliki hunian yang nyaman, aman, dan terjangkau. Di sisi lain, kebutuhan lain juga tidak dapat diabaikan begitu saja. 

Bank Tabungan Negara (BTN) menjadi pilihan alternatif agar kamu tetap memiliki hunian tanpa mengabaikan kebutuhan pokok lainnya. Jangan sampai melewatkan kesempatan untuk mendapatkan hunian pertama dengan mudah dan terjangkau.

Faedah KPR BTN bagi warga berpenghasilan rendah

BTN bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR) untuk menyediakan hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Suku Bunga rendah dan cicilan ringan untuk pembelian rumah sejahtera tapak dan rumah sejahtera susun. 

Apabila kamu ingin mengikuti program KPR BTN Subsidi, kamu cukup menyiapkan uang muka mulai dari 1%. Suku bunga yang kamu tanggung adalah suku bunga tetap, yaitu sebesar 5%. BTN memberikan jangka waktu hingga 20 tahun. 

Khusus pembelian rumah tapak, BTN memberikan subsidi bantuan uang muka sebesar Rp4.000.000. Program ini bebas biaya premi dan asuransi, serta memiliki jaringan kerja sama yang luas dengan jaringan developer di seluruh wilayah Indonesia. Biaya proses kredit yang kamu tanggung meliputi biaya provisi sebesar 0,5% dan biaya administrasi Rp250.000.

Syarat dan ketentuan KPR BTN Subsidi

Sebagai awalan, program ini khusus dirancang bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah berusia 21 tahun atau sudah menikah. Usia pemohon maksimal 65 tahun saat kredit jatuh tempo. Namun, peserta ASABRI yang telah mendapat rekomendasi dari YKPP mendapat kelonggaran, yaitu maksimal berusia 80 tahun saat kredit jatuh tempo. 

Program ini hanya diperuntukkan bagi pemohon atau pasangan (istri/suami) yang belum memiliki rumah, termasuk bagi pasangan yang belum pernah mendapatkan subsidi dari pemerintah untuk kepemilikan rumah. 

TNI/Polri/PNS yang pindah tugas mendapat kesempatan untuk mengikuti program ini dua kali. Untuk program rumah sejahtera tapak, penghasilan pemohon tidak boleh melebihi Rp4.000.000/bulan, sedangkan penghasilan pemohon untuk program rumah sejahtera susun tidak boleh melebihi Rp7.000.000/bulan.

Untuk membuktikan bahwa pemohon adalah WNI, pemohon harus memiliki e-KTP yang terdaftar di Dukcapil, NPWP, dan SPT Tahunan sesuai perundang-undangan yang berlaku. Pihak pengembang pun wajib terdaftar di Kementerian PUPR. 

Selain itu, spesifikasi rumah yang akan diikutkan dalam program KPR BTN Subsidi harus sesuai dengan ketentuan yang dibuat pemerintah.

Hak dan kewajiban debitur

Debitur memiliki hak untuk menerima rumah melalui program KPR BTN Subsidi jika telah memenuhi syarat. Tidak ada Pajak Pembebasan Nilai yang harus ditanggung oleh debitur. Klausul ini sesuai dengan peraturan menteri keuangan yang berlaku. Rumah yang dibiayai oleh KPR BTN Subsidi adalah rumah yang siap huni.

Debitur juga memiliki kewajiban yang harus dipenuhi. 

  • Debitur harus membayar angsuran secara tertib dan tepat waktu hingga jangka waktu yang sudah disepakati berakhir. 
  • Rumah yang diikutkan dalam program KPR BTN Subsidi tersebut dihuni sendiri dan dipelihara dengan baik. 
  • Debitur dilarang menyewakan atau mengalihkan rumah kecuali meninggal dunia, penghuni telah melampaui lima tahun untuk rumah sejahtera tapak, telah melampaui 20 tahun untuk rumah sejahtera susun, serta pindah tempat tinggal sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 
  • Apabila debitur melanggar peraturan yang telah disepakati, BTN berhak melakukan penghentian bantuan atas program ini. 
  • Debitur wajib memanfaatkan bantuan subsidi yang diterima dan membayar PPN.

Kelengkapan dokumen KPR BTN Subsidi

Apabila kamu ingin menjadi debitur KPR BTN Subsidi, berikut adalah kelengkapan yang harus dipenuhi.

  • Mengisi formulir pengajuan kredit, dilengkapi dengan pas foto pemohon dan pasangan.
  • Fotokopi kartu identitas (e-KTP).
  • Fotokopi Kartu Keluarga.
  • Fotokopi surat nikah/surat cerai.
  • Apabila pegawai, wajib melampirkan dokumen penghasilan berupa slip gaji terakhir atau surat keterangan penghasilan dan fotokopi SK pengangkatan pegawai tetap atau surat pengangkatan kerja.
  • Apabila wiraswasta, wajib melampirkan SIUP/TDP dan laporan catatan keuangan tiga bulan terakhir.
  • Apabila pekerja mandiri, wajib melampirkan fotokopi izin praktik.
  • Rekening Koran tiga bulan terakhir.
  • Surat pernyataan penghasilan yang ditandatangani di atas materai dan diketahui pimpinan instansi tempat bekerja atau kepala desa/lurah setempat bagi masyarakat berpenghasilan tidak tetap.
  • Surat [pernyataan tidak memiliki rumah yang diketahui oleh pimpinan instansi tempat bekerja atau lurah sesuai KTP.
  • Surat keterangan pindah tugas untuk TNI/Polri/PNS yang mengajukan KPR BTN Subsidi kedua.
  • Calon debitur nantinya harus menjaminkan sertifikat rumah kepada BTN hingga masa kredit berakhir.

Cara mendaftarkan diri jadi nasabah

Pemohon dapat memilih hunian yang dikehendaki sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh BTN. Informasi mengenai lokasi rumah dapat diakses melalui www.btnproperti.co.id, info di Outlet BTN, pameran properti dan fasilitas lainnya. 

Selanjutnya, pemohon wajib menyiapkan dokumen dengan lengkap. Setelah itu, BTN akan memproses dokumen pemohon melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), verifikasi data, dan analisis. 

Apabila BTN menyetujui permohonan tersebut, kamu selaku nasabah dapat segera menyiapkan dana di tabungan BTN pribadi, melakukan akad kredit, dan mulai proses pencairan permohonan. Informasi lengkap tentang simulasi KPR dan lain-lain dapat diakses melalui Call Center BTN 1500 286 atau mengirim surel ke [email protected]

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →