Pengertian KPR Syariah dan Rekomendasi Bank Terbaik 2020

pengertian kpr syariah

KPR Syariah adalah pembiayaan jangka pendek, menengah, atau panjang untuk pembelian rumah tinggal, baik baru atau bekas dengan menerapkan prinsip/akad (murabahah) atau dengan akad lainnya. 

Pembiayaan rumah dengan metode syariah kian digemari karena memberikan solusi pinjaman dana untuk membeli atau melakukan renovasi rumah dengan mengikuti syariat Islam sehingga menjadikannya bebas riba.

Salah satu keunggulannya adalah tidak ada pengenaan bunga sehingga cicilannya tetap sampai dengan berakhirnya masa angsuran KPR. Nah dalam proses pengajuannya, KPR Syariah bisa didapatkan melalui bank syariah atau langsung melalui pengembang. 

Untuk mengetahui lebih dalam mengenai KPR Syariah, yuk simak ulasan selengkapnya. 

Mekanisme KPR Syariah

Hal utama yang menjadi aturan KPR Syariah adalah gak ada perhitungan bunga dalam pembiayaan kredit rumah, melainkan skema jual beli dan bagi hasil. Selain itu, sesuai namanya, KPR Syariah juga tidak boleh ada unsur-unsur yang dilarang dalam agama Islam. 

Kemudian, tambahan pada pengembalian (cicilan) dari dana pinjaman yang dikucurkan oleh bank tidak berupa atau berasal dari bunga pinjaman, namun berupa:

  1. Profit margin, ialah dalam hal akad yang dipakai adalah murabahah atau jual beli, di mana bank membeli rumah dari developer dan kemudian dijual kembali ke nasabah.
  2. Jasa (ujrah/fee) membuatkan rumah, dalam jual beli ishtishna’ di mana nasabah minta dibuatkan rumah yang kemudian nasabah akan membayar fee untuk itu. 
  3. Biaya sewa, dalam akad Ijarah Muntahiyah bi Tamlik (sewa beli), di mana nasabah menyewa rumah dari bank dan kemudian di akhir masa sewa bank akan menjual atau menghibahkan rumah itu kepada nasabah.
  4. Bagi hasil keuntungan, dalam akad Musyarakah Mutanaqishah  di mana nasabah dan bank sharing modal untuk membeli rumah, namun sejalan dengan waktu, porsi kepemilikan bank diambil alih oleh nasabah, sehingga pada akhirnya kepemilikan penuh ada pada nasabah. 

Landasan hukum KPR Syariah

Dalam Islam, jual beli dengan pelunasan pembayaran secara angsuran diperbolehkan dan tidak sama dengan transaksi riba yang terlarang untuk dilakukan. Sehingga hukum KPR Syariah dalam pandangan Islam hukumnya boleh, selama mengunakan skema KPR bebas riba. 

Sebab pada kredit rumah tanpa riba ada kesepakatan mengenai sejumlah uang yang harus dibayarkan oleh pembeli sejak awal transaksi. Hal ini menyebabkan adanya kepastian harga selama periode kredit.

Adapun dasar hukum KPR Syariah mengacu pada

  • Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan.
  • Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Bunga (Interest/Fa’idah).
  • Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor 04/DSN MUI/IV/2000 Tentang Murabahah.
  • Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor 06/DSN-MUI/IV/2000 Tentang Jual Beli Istishna’.
  • Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor 27/DSN-MUI/III/2002 Tentang Al-Ijarah Al-Muntahiyah Bi Al-Tamlik.
  • Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor 73/DSN-MUI/XI/2008 Tentang Musyarakah Mutanaqisah. 

Akad KPR Syariah

Dalam pengajuan KPR Syariah, umumnya ada dua akad atau perjanjian yang digunakan, yaitu akad murabahah dan musyarakah. 

1. Akad murabahah

Akad murabahah adalah fasilitas pembiayaan yang diberikan kepada (calon) nasabah pembiayaan dengan menggunakan skema jual beli. Dalam hal ini, bank, baik secara langsung atau dapat mewakilkan pembelian barang kepada supplier lalu menjualnya kepada (calon) Nasabah.

Perbedaan antara harga beli bank kepada supplier dan harga jual bank kepada (calon) nasabah merupakan margin/keuntungan bank. 

Selama jangka waktu pembiayaan bank tidak dapat menaikkan harga jualnya kepada (calon) nasabah atau dengan kata lain margin/keuntungan bank fixed selama jangka waktu pembiayaan.

2. Akad musyarakah

Akad musyarakah mutanaqisah atau kerja sama antar bank dan nasabah untuk memiliki properti dengan pembayaran hasil sewa sesuai dengan besarnya kepemilikan modal masing-masing pihak, kemudian nasabah secara berangsur membeli kepemilikan modal Bank sehingga pada akhir periode kerja sama nasabah memiliki seluruh kepemilikan modal properti tersebut.

Cara mengajukan KPR Syariah

Kalau kamu tertarik melakukan kredit rumah tanpa riba melalui bank syariah maupun developer, ada beberapa persyaratan yang harus kamu penuhi, yaitu:

  • Warga Negara Indonesia dengan usia minimal 21 tahun dan maksimal 55 tahun pada saat jatuh tempo pembiayaan.
  • Besar cicilan tidak melebihi 40 persen penghasilan bulanan bersih.
  • Khusus untuk kepemilikan unit pertama, KPR syariah diperbolehkan atas unit yang belum selesai dibangun atau inden, namun kondisi tersebut tidak diperkenankan untuk kepemilikan unit selanjutnya.

Mengenai proses pengajuan KPR syariah, beberapa poin ini bisa kamu jadikan sebagai pedoman.

  • Pastikan keberadaan properti yang mau dibeli
  • Persiapkan persyaratan untuk pengajuan KPR
  • Cari Informasi biaya KPR dan biaya jual beli properti

1. Pilih properti yang mau dibeli

Bila kamu ingin membeli properti dari pengembang, carilah informasi bank yang telah bekerja sama dengan pengembang agar prosesnya lebih mudah dan cepat. Pastikan bahwa pihak pengembang memiliki surat izin usaha yang sah ya.

2. Persiapkan persyaratan untuk pengajuan KPR

Syarat umum pengajuan: masa kerja minimum, usia minimum dan maksimum pada saat pengajuan dan beberapa syarat lainnya. 

3. Cari Informasi biaya KPR dan biaya jual beli properti 

Untuk membeli properti dengan KPR tidak hanya memperhitungkan Down Payment (DP) atau uang muka, tetapi juga ada komponen biaya lainnya seperti biaya administrasi, biaya provisi, biaya asuransi, biaya notaris, biaya pengikatan agunan, biaya pajak dan balik nama terkait jual beli properti yang kamu lakukan 

Untuk pembelian dari perorangan, beberapa bank juga mengenakan biaya penilaian agunan.

Kelebihan dan kekurangan KPR Syariah

Sama halnya dengan KPR Konvensional, KPR Syariah juga ada plus minusnya, antara lain:

Kelebihan KPR Syariah

  • Kepastian cicilan/ angsuran. Nasabah tidak perlu dipusingkan dengan kenaikan cicilan.
  • Produk KPR syariah tidak terpengaruh fluktuasi suku bunga.
  • Tidak mengenal istilah value of money sehingga konsumen (debitur) terlambat atau menunggak pembayaran, tidak akan dikenakan denda. Begitupun jika konsumen ingin melunasi cicilan sebelum waktunya, margin yang disepakati di awal akad harus tetap dilunasi.
  • Tidak menerapkan compound interest atau bunga berganda dalam penghitungan margin atau angsurannya.
  • Imbalan yang tidak didasarkan suku bunga akan lebih stabil, karena memang semuanya sudah pasti dan fixed di muka, di saat akad dibuat, berbeda dengan suku bunga yang masih dapat terpengaruh oleh fluktuasi. 
  • Nilai keadilan dari pembiayaan ini juga lebih terjamin, karena alasan pembebanan imbalan sangat jelas asal dan alasannya.

Kekurangan KPR Syariah

  • Akad atau kontrak yang dilakukan terlalu bervariasi antara satu bank dengan bank yang lain, sehingga bagi orang yang masih awam akan merasa rumit berurusan dengan akad yang bermacam-macam.
  •  Biaya dokumentasi hukumnya, termasuk pembuatan akad melalui nota riil juga lebih memerlukan biaya, jika dibandingkan dengan KPR konvensional yang hanya ada satu jenis, ialah pinjaman dengan pengembalian ditambah bunga.
  • Masa pinjaman lebih singkat, biasanya hanya 1-15 tahun saja dibandingkan KPR konvensional yang bisa hingga 25 tahun. 
  • Nasabah tidak bisa menikmati keringanan cicilan saat suku bunga bank sedang turun.

Pilihan bank untuk pengajuan sekaligus simulasi KPR syariah

Setelah mengetahui prosedurnya secara umum dan plus-minusnya, beberapa rekomendasi bank KPR Syariah berikut bisa menjadi referensimu. 

1. Griya BSM dari Bank Mandiri 

Griya BSM merupakan produk KPR Syariah dari Bank Mandiri. KPR ini bisa digunakan untuk membeli rumah baru atau rumah bekas. Akad yang digunakan adalah akad murabahah atau jual beli.

Keuntungan KPR Mandiri Griya BSM:

  • Besar atau plafon pinjaman: disesuaikan dengan pendapatan calon nasabah.  
  • Masa atau tenor pinjaman: hingga 20 tahun. 
  • Margin tenor: 9,45% fixed per tahun. 

Simulasi singkat Griya BSM

Harga rumah

Rp700.000.000
Uang muka

15 persen

Tenor

5 tahun 10 tahun 15 tahun
Cicilan bulanan Rp12.481.574 Rp7.682.876

Rp6.195.198

2. KPR Muamalat iB 

Bank Muamalat juga memiliki produk KPR bernama KPR Muamalat iB. Menariknya, KPR Syariah ini dapat diajukan oleh pasangan suami istri dengan sumber penghasilan agar angsuran diakui secara bersamaan atau lebih dikenal dengan istilah join income. 

Selain itu, uang muka yang harus dibayarkan juga terbilang rendah, yaitu 10 persen saja. 

Keuntungan KPR Muamalat iB: 

  • Besar atau plafon pinjaman: disesuaikan dengan pendapatan calon nasabah.  
  • Masa atau tenor pinjaman: hingga 15 tahun. 
  • Margin tenor: 9,5% fixed untuk dua tahun pertama. 
  • Uang muka atau DP: 10%

Simulasi singkat KPR Muamalat iB

Harga rumah

Rp500.000.000
Uang muka

10 persen

Margin tahunan

8 persen
Tenor 5 tahun 10 tahun

15 tahun

Cicilan bulanan

dua tahun pertama

Rp9.450.838 Rp5.822.890 Rp4.699.011
Cicilan bulanan

setelah dua tahun

Rp9.245.321 Rp5.520.552

Rp4.339.841

3. BNI Griya iB Hasanah 

Selain buat pembelian rumah, ruko, dan sejenisnya, BNI Griya iB Hasanah juga bisa ditujukan untuk membiayai renovasi rumah. Akad yang digunakan adalah jual beli (murabahah) dan bagi hasil (musyarakah mutanaqisah). 

Keuntungan KPR BNI Griya iB Hasanah: 

  • Besar atau plafon pinjaman: hingga Rp25 miliar. 
  • Masa atau tenor pinjaman: hingga 20 tahun. 
  • Margin tenor:
  • 20 tahun sebesar 9,49%. 
  • 15 tahun sebesar 8,71%

Simulasi singkat BNI Griya iB Hasanah

Harga rumah

Rp1.000.000.000
Uang muka

15 persen

Tenor

5 tahun 10 tahun 15 tahun
Cicilan bulanan Rp17.525.208 Rp10.634.490

Rp8.475.247

4. KPR BTN Platinum iB

Bank yang sering menawarkan rumah lelang dengan harga murah ini juga punya produk KPR Syariah. Sama seperti bank-bank Syariah lainnya, akad yang digunakan dalam KPR BTN ini adalah murabahah alias jual beli.

Keuntungan KPR BTN Platinum iB:  

  • Besar atau plafon pinjaman: disesuaikan dengan pendapatan calon nasabah.  
  • Masa atau tenor pinjaman: hingga 20 tahun. 
  • Margin tenor: 9% fixed untuk lima tahun pertama. 

Simulasi singkat KPR BTN Platinum iB

Harga rumah

Rp900.000.000
Uang muka

15 persen

Margin tahunan

8 persen
Tenor 10 tahun

15 tahun

Cicilan bulanan

dua tahun pertama

Rp9.690.697 Rp7.759.139
Cicilan bulanan

setelah dua tahun

Rp9.465.701

Rp7.431.553

5. KPR Faedah BRISyariah iB

Produk KPR dari Bank BRI Syariah ini bisa digunakan untuk memperlancar proses kepemilikan rumah, ruko, tanah kavling, rukan, renovasi, dan sebagainya. 

Keuntungan KPR Faedah BRISyariah iB:

  • Besar atau plafon pinjaman: Rp50 juta hingga Rp3,5 miliar
  • Masa atau tenor pinjaman: hingga 20 tahun dan maksimal 15 tahun untuk rumah tapak. 
  • Uang muka: 10%

Hanya saja tidak disebutkan berapa margin KPR BRISyariah iB. Untuk informasi lengkap terkait margin KPR BRI Syariah, silakan menghubungi call center BRI Syariah atau langsung datang ke cabang terdekat.   

6. KPR iB CIMB Niaga 

Yang pertama adalah, produk KPR Syariah dari CIMB Niaga. Produk KPR satu ini menggunakan akad murabahah alias jual beli. Adapun dana pinjaman dapat digunakan untuk pembelian rumah baru, bekas, hingga ruko, dan rukan. Juga berlaku untuk KPR take over. 

Keuntungan KPR iB CIMB Niaga:

  • Besar atau plafon pinjaman: hingga Rp3 miliar. 
  • Masa atau tenor pinjaman: hingga 15 tahun. 
  • Margin tenor:
  • 11 hingga 15 tahun sebesar 7,54%. 
  • Di bawah 11 tahun sebesar 6,19%. 

Simulasi singkat KPR iB CIMB Niaga

Harga rumah

Rp800.000.000

Uang muka

15 persen

Tenor

5 tahun 10 tahun 15 tahun
Cicilan bulanan Rp13.638.734 Rp8.085.092

Rp5.808.262

7. KPR iB BCA Syariah

Pembiayaan KPR iB mengacu pada prinsip Murabahah, dimana BCA Syariah membiayai pembelian rumah/apartemen yang diperlukan oleh nasabah sebesar harga pokok ditambah dengan margin keuntungan bank yang disepakati.

Keuntungan KPR iB BCA Syariah:

  • Pengembalian pembiayaan secara angsuran dengan jumlah angsuran yang tidak akan berubah selama jangka waktu pembiayaan
  • Pembiayaan mulai dari Rp100 juta dengan uang muka 10 persen
  • Margin berjenjang mulai dari rate 8,5% per tahun.
  • Nasabah dapat memilih jangka waktu pembiayaan dimana jangka waktu maksimal adalah 20 tahun atau 2 tahun sebelum jatuh tempo HGB
  • Kemudahan dalam pembayaran angsuran karena adanya fasilitas autodebet dari Tahapan iB

Simulasi singkat KPR iB BCA Syariah

Harga rumah

Rp750.000.000

Uang muka

10 persen

Tenor

15 tahun

Cicilan bulanan

(margin tahunan efektif 16%)

Rp9.913.730

Perlu diketahui bahwa angsuran ini tidak berubah sampai akhir masa pembiayaan, meskipun terjadi perubahan suku bunga di pasar.

Gak mau lewat bank? Kredit rumah bisa langsung melalui developer syariah 

Gak cuma melalui bank syariah, kamu juga mengajukan kredit rumah syariah langsung melalui developer, lho. 

Adapun prosedur membeli rumah lewat developer syariah, setiap pemesanan yang hadir dari calon konsumen akan dituang dalam Surat Pemesanan Pembelian Rumah (SPPR). Semua itu diterangkan secara tertulis pada surat tersebut. 

Lalu konsumen tinggal menandatanganinya dan diikuti oleh approval dari pihak developer. Setelah harga dan tenor KPR disepakati, konsumen hanya perlu berurusan dengan pihak developer serta notaris yang ditunjuk tanpa melalui bank. 

Tertarik mengetahui lebih lanjut perbedaan dua metode KPR yang sama-sama syariah ini? 

1. Transaksi KPR syariah melalui developer beda dengan bank syariah

Bila kamu mengajukan KPR ke bank, terlepas itu bank syariah atau bank konvensional, maka bakal ada tiga pihak yang bakal dilibatkan dalam proses transaksi.

Pertama adalah pembeli, dalam hal ini kamu sendiri, kedua bank tempat kamu mengajukan KPR, dan yang terakhir siapa lagi kalau bukan pengembang atau yang punya proyek rumah.

Jika di bank syariah, maka perjanjian transaksinya adalah bank membeli rumah itu ke developer dan menjualnya lagi ke kamu dengan harga yang lebih tinggi.

Sebagai pembeli, kamu diizinkan mencicil.

Lain halnya dengan KPR syariah. Pihak yang terlibat di dalamnya cuma pembeli dan pengembang rumah aja. Jadi, si pengembanglah yang menyetujui proses kredit pembeli.

2. Tanpa melalui proses BI Checking

Dengan transaksi seperti disebutkan di atas, maka KPR syariah gak melewati BI Checking. Soalnya KPR ini benar-benar gak lewat bank alias lewat developer aja.

Karena proses ini dilewatkan, maka konsekuensi yang terjadi adalah siapa aja bisa mengajukan KPR ini, termasuk mereka yang punya riwayat kredit buruk sekalipun.

Jelas aja, KPR ini menggunakan modal kepercayaan.Ketika si calon pembeli sanggup meyakinkan si pengembang, maka transaksi pun berjalan.

3. KPR Syariah gak mengenal bunga dan jaminan

Sekali lagi, karena ini merupakan KPR yang dilakukan di luar aturan-aturan perbankan, maka pihak-pihak pengembang yang menyediakan fasilitas ini gak bakal memberlakukan bunga. Sekilas emang gak ada bedanya dengan bank syariah, tapi mereka menggunakan skema margin keuntungan seperti dengan bank syariah? Gak juga ternyata.

Ketika kamu membeli rumah lewat KPR bank syariah, bank tersebut pasti bakal menaikkan harga dan bikin skema cicilan bukan? Nah, di situlah bank syariah mengambil keuntungan sebagai perantara antara pengembang dan pembeli.

Lain halnya dengan KPR syariah. Di KPR yang satu ini, pengembanglah yang menetapkan harga langsung alias tanpa perantara kepada calon pembeli. Itu sebabnya, kadang KPR ini menguntungkan. Soalnya harga yang mereka tawarkan bisa lebih murah karena gak ada pihak ketiga yang jadi perantara.

Misalkan mereka bilang harganya Rp500 jutaan, ya emang segitu harganya. Cicilan langsung kamu bayar ke developer, bahkan ada yang siap memberikan fasilitas cicil DP. Jadi dengan mekanisme seperti ini, sejatinya developer atau pengembang harus menanggung risiko yang cukup besar jika ada gagal bayar.

4. Gak ada denda

Hal lain yang menguntungkan para debitur adalah ketiadaan denda keterlambatan. Sebagian masyarakat emang memandang denda sebagai hal yang erat dengan riba.

Sekilas, mekanisme ini emang berisiko banget. Buat menjamin cicilan bisa lunas, kadang developer bakal memberikan bonus kepada debitur yang melakukan pembayaran tepat waktu.

Mereka juga bakal memberikan semacam dalil-dalil mengenai bahaya terlambat membayar cicilan. Atau mereka juga biasa bisa bikin kontrak soal konsekuensi-konsekuensi lain yang dihadapi debitur jika telat bayar.

5. KPR syariah cuma menggunakan satu akad

Akad yang diberlakukan di KPR bank syariah emang cukup banyak, ada yang jual-beli, sewa-beli, dan sewa. Namun di KPR syariah, cuma ada satu akad aja yaitu jual beli.

So, ketika DP udah masuk ke rekening developer, maka rumah itu udah jadi milik si debitur. Setelah itu, debitur tinggal membayar cicilan rumah hingga lunas. Sederhana bukan?

6. Gak berlaku sita rumah dalam KPR syariah

Selain gak ada denda, nasabah diuntungkan juga dengan gak ada yang namanya sita-menyita rumah.

Ketika ada masalah keuangan yang menimpa para debitur atau pembeli, maka bakal dilangsungkan mediasi antara keduanya. Dari mediasi tersebut, biasanya para pembeli bakal ditawarkan opsi antara lain take over yang dilakukan keluarga atau si pembeli juga bisa menawarkan aset pribadinya buat menutupi cicilannya.

Namun jika diskusi ini mengalami kebuntuan, maka pembeli pun bisa menjual rumah tersebut dengan harga yang sama ketika dia beli, buat melunasi utangnya ke pengembang. Jika ada sisa keuntungan dari penjualan rumah, maka uang itu akan menjadi hak pembeli. 

Nah, kalau kamu pengin beli rumah langsung ke developer, gak sulit kok mencari kredit perumahan dengan metode syariah, tinggal cek di Instagram dengan hashtag rumah syariah. 

Tips sebelum membeli rumah dengan KPR Syariah

KPR Syariah ini emang bisa jadi menguntungkan jika kamu cerdas, dan jeli. Bisa jadi kamu malah dapat rumah murah di lokasi yang strategis banget. Namun, sebaliknya, kalau kamu salah langkah, bisa jadi malah bikin kamu rugi.

Nah, biar gak terjebak, pahami tips sebelum kredit rumah via KPR Syariah, berikut ini:

1. Perhatikan reputasi pengembang dan bank syariah

Jika kamu ingin mengajukan rumah syariah langsung melalui developer, pastikan pengembang yang dipilih mempunyai riwayat dan reputasi usaha yang baik serta beritikad menyelesaikan pembangunan rumah. Ketahui portofolio perumahan yang pernah mereka kerjakan. Jangan sampai terjebak dengan developer bodong!

Begitupun buat kamu yang ingin mengajukan KPR melalui bank syariah. Pilih bank dengan reputasi dan layanan yang baik serta menawarkan angsuran dan biaya yang kompetitif.

2. Pilih rumah sesuai kebutuhan

Memilih rumah harus disesuaikan dengan kebutuhan keluarga. Berapa luas dan jumlah kamar yang dibutuhkan untuk anggota keluarga. Sebab selain mubazir, rumah yang semakin luas hanya akan menambah besar biaya yang harus dikeluarkan.

3. Siapkan dokumen dan biaya-biaya dengan lengkap sejak awal pengajuan

Biasanya ada biaya-biaya yang harus disiapkan untuk pengajuan KPR pada umumnya, yaitu Biaya Administrasi dan Provisi, Biaya Asuransi Jiwa dan Kebakaran, Biaya Survei, Biaya Akad Notaris, Biaya AJB dan Biaya Balik Nama, hingga Pajak BPHTB yang harus disetor ke kas negara.

Selain itu, pastikan mengisi formulir aplikasi dengan data yang benar.

4. Sesuaikan dengan kemampuan saat membayar cicilan

Sebelum melakukan pengajuan, hitung terlebih dahulu berapa besar plafond KPR Syariah yang akan kamu dapatkan sesuai dengan pendapatan kamu setiap bulan 

Dan biasanya Bank Syariah menganut kaidah angsuran tidak boleh lebih dari 40 persen dari total pendapatan kamu.  

Kemudian pilih jangka waktu yang sesuai dengan kemampuan angsuran. 

5. Perhatikan legalitas rumah

Tips yang terakhir dalam mengajukan KPR Syariah adalah memperhatikan aspek legalitas rumah yang akan dibeli, pastikan rumah yang dibeli sudah bersertifikat tersendiri dan tidak bermasalah, bukti-bukti pembayaran PBB dan juga ada IMB nya. Aman dari penggusuran atau pemotongan lahan dan tidak bersengketa atau bermasalah.

Itulah hal yang harus kamu ketahui tentang KPR syariah. Pengajuannya memang mudah, tapi pastikan bahwa cicilannya tidak melebihi 30 persen dari total penghasilanmu ya. Cicilan sejumlah itu pada akhirnya akan membebani keuanganmu. Kamu bakal “tersandera” sama utang dan gak bisa melakukan apa-apa. 

Terakhir, jangan lupa untuk melindungi keuanganmu dari pengeluaran mendadak yang terlalu besar menyangkut perawatan dan keamanan rumahmu. Solusinya kamu bisa temukan pada manfaat asuransi syariah hanya di Lifepal. Semoga bermanfaat!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →