Kredit Mobil Syariah Ketahui Keuntungannya tanpa Riba

serah terima kredit mobil syariah

Bank syariah saat ini juga menyediakan kredit mobil syariah, maksudnya pembiayaan kendaraan bermotor atau kredit mobil menggunakan sistem murabahah. Perlu diketahui, murabahah adalah akad jual beli antara bank syariah dan nasabah.

Dalam akad murabahah, nantinya dijelaskan jenis dan jumlah barang. Lalu, ada rincian mengenai margin keuntungan yang diambil bank sebagai ganti bunga ketika mengambil kredit mobil syariah. 

Misalnya, bank membeli mobil yang kamu pengin seharga Rp300 juta. Kemudian, mobil itu diserahkan kepadamu senilai Rp310 juta. Itu berarti, bank mengambil margin keuntungan sebesar Rp10 juta. Sama seperti kredit mobil pada umumnya, kredit mobil syariah juga menerapkan tenor pembayaran cicilan. Maksimal tenor yang dikenakan hingga 5 tahun.

Nah, sebelum mengajukan kredit mobil, ada baiknya kamu memahami dulu pentingnya produk asuransi mobil syariah untuk memproteksi mobil barumu. Hanya dengan menyisihkan Rp100 ribuan per bulan, kamu bisa mendapatkan asuransi all risk. Sehingga, kamu hanya perlu membayar Rp300 ribu saja tiap datang ke bengkel untuk perbaikan mobil.

Lantas, gimana sih mekanisme kredit mobil syariah sendiri? Yuk simak ulasan berikut ini!

Cara akad kredit tanpa riba: Dasar hukum kredit syariah

Setelah tahu apa itu kredit syariah, agar pemahaman kita lebih afdol mengenai kredit syariah. Yuk! Kita ketahui lebih dahulu dasar hukum kredit syariah yang dikeluarkan beberapa bank syariah. Dari mana sih sebenarnya? Berikut penjelasannya.

Salah satu dasar hukum kredit syariah diambil dari Fatwa DSN-MUI No. 04 Tahun 2000 mengenai Murabahah. Dalam fatwa tersebut dijelaskan diantaranya mengenai ketentuan Murabahah kepada Nasabah:

  1. Nasabah mengajukan permohonan dan janji pembelian suatu barang atau aset kepada bank.
  2. Jika bank menerima permohonan tersebut, ia harus membeli terlebih dahulu aset yang dipesannya secara sah dengan pedagang.
  3. Bank kemudian menawarkan aset tersebut kepada nasabah dan nasabah harus menerima (membeli)-nya sesuai dengan janji yang telah disepakatinya, karena secara hukum janji tersebut mengikat; kemudian kedua belah pihak harus membuat kontrak jual beli.
  4. Dalam jual beli ini bank dibolehkan meminta nasabah untuk membayar uang muka saat menandatangani kesepakatan awal pemesanan.
  5. Jika nasabah kemudian menolak membeli barang tersebut, biaya riil bank harus dibayar dari uang muka tersebut.
  6. Jika nilai uang muka kurang dari kerugian yang harus ditanggung oleh bank, bank dapat meminta kembali sisa kerugiannya kepada nasabah.
  7. Jika uang muka memakai kontrak ‘urbun sebagai alternatif dari uang muka, maka
  1. jika nasabah memutuskan untuk membeli barang tersebut, ia tinggal membayar sisa harga.
  2. jika nasabah batal membeli, uang muka menjadi milik bank maksimal sebesar kerugian yang ditanggung oleh bank akibat pembatalan tersebut; dan jika uang muka tidak mencukupi, nasabah wajib melunasi kekurangannya.

Selain Fatwa DSN-MUI No. 4 Tahun 2000, dasar hukum lainnya terdapat di Fatwa DSN-MUI No. 13 Tahun 2000 yang menjelaskan mengenai uang muka murabahah, serta Fatwa DSN-MUI No. 111 Tahun 2017 dijelaskan mengenai akad jual beli murabahah. 

Perbedaan kredit mobil syariah dan konvensional

Nah setelah tahu semua penjelasan diatas, kamu sudah tahu belum, apa aja sih bedanya kredit mobil syariah dengan konvensional? Yuk simak penjelasan berikut ini.

Kredit mobil syariah dan konvensional dibedakan dari suku bunga yang digunakan. Biasanya pada kredit mobil konvensional suku bunga mengacu dari Bank Indonesia.

Sementara pada kredit syariah karena menggunakan akad murabahah maka mengacu pada perbankan dan lembaga keuangan syariah. Terdapat dua jenis sistem bunga pada kredit konvensional yaitu floating dan flat.

Floating berarti bunga yang dibayarkan tidak menentu dengan mengikuti harga pasar. Flat berarti bunga yang dibayarkan tetap dari awal hingga akhir angsuran. Sedangkan pada kredit syariah menggunakan sistem bagi hasil, jadi tidak tergantung pada suku bunga pasar.

Maka keuntungan yang diperoleh perbankan atau lembaga keuangan syariah sudah ditetapkan di awal. Karena kredit syariah tidak menggunakan sistem suku bunga maka jumlah cicilan yang dibayarkan dari awal hingga akhir angsuran selalu sama.

Sementara besar cicilan kredit konvensional bisa naik turun tergantung dengan suku bunga pasar jika menggunakan sistem floating. Dan jika memilih suku bunga flat maka cicilan yang dibayar akan sama dari awal hingga akhir namun bunga yang ditetapkan relatif lebih tinggi dibanding suku bunga mengambang.

Terakhir pada sistem kredit mobil konvensional ada sejumlah biaya tambahan. Biaya ini meliputi biaya denda keterlambatan, penalty bagi nasabah yang melunasi kredit sebelum jatuh tempo.

Bedanya dengan sistem kredit mobil syariah tidak ada biaya tambahan seperti demikian. Namun jika pun ada biaya keterlambatan, biaya tersebut tidak menjadi keuntungan bagi si pemberi kredit, tetapi disumbangkan ke lembaga sosial.

Jadi bagi nasabah kredit syariah yang terlambat membayar iuran bisa sekaligus berinfaq dengan membayar biaya keterlambatannya. Berikut adalah ringkasan perbedaan kredit mobil syariah dan konvensional jika dilihat melalui tabel.

No Jenis Murabahah Konvensional
1 Sumber pendanaan Bank Syariah/Sukuk Bank Konvensional/Obligasi
2 Dasar Transaksi Jual Beli Barang/Manfaat Pinjam meminjam uang
3 Hubungan perusahaan pembiayaan dan konsumen Penjual dan Pembeli Lander (kreditur) dan Borrower (debitur)
4 Jenis Usaha Konsumen dan Tujuan Penggunaan Kendaraan Jenis usaha konsumen dan tujuan penggunaan kendaraan yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan peraturan perundangan yang berlaku Jenis usaha konsumen dan tujuan penggunaan kendaraan diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan peraturan perundangan RI
5 Keuntungan Dalam bentuk margin yang sudah termasuk di dalam harga jual Dalam bentuk bunga yang harus dibayarkan bersama dengan pengembalian pokok
6 Asuransi Maskapai Asuransi Syariah Maskapai Asuransi Konvensional

Keuntungan kredit mobil syariah

Selain memperoleh keuntungan karena, kredit mobil syariah masuk dalam kategori  transaksi yang dijamin halal. Namun masih ada lagi keuntungan yang didapat bagi kamu yang memilih sistem kredit mobil syariah dibandingkan dengan kredit konvensional. Berikut keuntungannya.

1. Cicilan aman

Aman yang dimaksud adalah cicilan yang kamu bayarkan tiap bulannya akan bersifat tetap selama masa tenor. Hal ini dikarenakan margin yang digunakan dalam memperoleh keuntungan bersifat tetap/fix jadi keuntungan perusahaan telah ditetapkan di awal. Jika pada cicilan pertama kamu membayar sebesar Rp 1.5 juta maka pada cicilan selanjutnya hingga cicilan akhir kamu hanya perlu membayar sesuai dengan cicilan pertama.

2. Sumber dana halal

Dana yang digunakan untuk membeli unit mobil bisa dipastikan dari dana yang halal. Sebab nasabah yang menggunakan kredit syariah ini tentu mendapatkan penghasilan dari hal hal yang memang dihalalkan oleh Allah.

3. Alokasi denda ke hal positif

Berbeda dengan kredit mobil konvensional yang mengalokasikan denda sebagai bunga untuk keuntungan perusahaan. Dalam kredit mobil syariah denda yang kamu bayarkan tidak digunakan sebagai operasional atau keuangan perusahaan. Dana ini akan dialokasikan dengan cara disalurkan ke pihak yang membutuhkan. Dengan begitu secara langsung kamu bisa berinfak dengan uang denda yang kamu bayarkan. Jadi bisa dibilang manfaatnya selain dapat mobil bisa dapat pahala juga.

Syarat pengajuan kredit mobil syariah 

Sebelum beranjak ke pilihan kredit syariah, ada beberapa syarat yang perlu kamu ketahui untuk mengajukan kredit syariah, yaitu:

  • Fotokopi KTP
  • Memiliki sumber penghasilan tetap (Dibuktikan dengan slip gaji atau rekening koran 3 bulan terakhir)
  • Mempunyai SIM A
  • Bila kamu pengusaha, bisa melampirkan laporan mengenai keterangan usaha yang dijalankan.

Itulah syarat umum yang harus kamu ajukan jika ingin menggunakan kredit syariah. 

Daftar kredit mobil syariah

Tertarik beli mobil baru dengan kredit mobil syariah? Berikut ini beberapa pilihan kredit yang bisa kamu ambil.

1. BSM pembiayaan kendaraan bermotor

Bank Mandiri Syariah (BSM) mengklaim siap memberikan angsuran kredit mobil yang ringan dan didukung lebih dari 3.000 dealer.

BSM Pembiayaan Kendaraan Bermotor ditujukan buat pembelian mobil baru. Waktu pelunasan kredit mobil syariah ini maksimal 60 bulan atau 5 tahun.

Syarat-syarat buat mengajukan BSM Pembiayaan Kendaraan Bermotor, yaitu:

  • Pemohon punya penghasilan tetap tiap bulannya.
  • Usia minimal 21 tahun dan maksimal 55 tahun.
  • Selain mengajukan sendiri, juga bisa diajukan secara kolektif.

Dokumen-dokumen yang harus diserahkan saat mengajukan kredit mobil:

  • Fotokopi identitas diri berupa KTP atau SIM.
  • Fotokopi kartu keluarga.
  • Surat keterangan dari tempat kerja yang ditandatangani pejabat berwenang.
  • Slip gaji.
  • Keterangan kendaraan yang dibeli meliputi jenis kendaraan, tahun pembuatan, dan harga kendaraan.
  • Fotokopi surat nikah khusus yang udah menikah.
  • Surat persetujuan dari istri atau suami.

2. BPRS Al Salaam kredit mobil syariah

Kalau kredit mobil syariah di BPRS Al Salaam, kamu bakal dapat penawaran angsuran yang gak fluktuatif dan aneka promo.

Sama seperti kredit mobil syariah Bank Mandiri, BPRS Al Salaam Kredit Mobil juga memberikan tenor maksimal hingga 60 bulan atau lima tahun. Selain pembiayaan buat mobil baru, BPRS Al Salaam juga melayani pembiayaan buat mobil bekas.

Syarat-syarat buat mengajukan BPRS Al Salaam Kredit Mobil, yaitu:

  • Berstatus sebagai WNI dan memiliki sumber penghasilan.
  • Badan usaha boleh mengajukan kredit ini.

Dokumen-dokumen yang wajib kamu serahkan buat dapat kredit mobil ini:

  • Melengkapi surat permohonan pengajuan kredit.
  • Fotokopi KTP.
  • Fotokopi KTP suami/istri (personal).
  • Fotokopi kartu keluarga (personal).
  • Fotokopi akta nikah atau cerai (personal).
  • Fotokopi slip gaji 3 bulan terakhir atau surat keterangan penghasilan (personal).
  • Rekening bank 3 bulan terakhir.
  • Fotokopi laporan keterangan usaha (badan usaha)
  • Bukti kepemilikan rumah semisal sertifikat tanah/sertifikat tanah/girik/AJB/SPPT PBB.
  • Fotokopi STNK, BPKB dan KTP pemilik mobil lama.
  • Fotokopi SIM A.

3. BNI Oto iB Hasanah

BNI Syariah menyediakan layanan kredit mobil syariah dengan sejumlah keunggulan. Mulai dari pembiayaan dari Rp5 juta hingga Rp1 miliar, uang muka yang ringan, hingga harga jual yang gak berubah sampai lunas.

Kredit mobil syariah BNI juga memberi tenor hingga 60 bulan atau lima tahun. Apa saja syarat-syarat buat mengajukan BNI Oto iB Hasanah?

  • Berstatus sebagai WNI.
  • Punya penghasilan tetap dengan masa kerja minimal 2 tahun.
  • Melengkapi formulir yang wajib diserahkan.

Kalau berminat dengan BNI Oto iB Hasanah, kamu bisa langsung registrasikan diri di website BNI Syariah. Nantinya petugas bank bakal menghubungimu buat menyampaikan informasi kredit ini secara detail.

4. BCA Syariah KKB iB

Dengan mengajukan kredit mobil syariah dari BCA Syariah, kamu bakal mendapat keuntungan pembiayaan angsuran yang gak akan berubah selama waktu pembiayaan. Sama seperti yang lain, BCA Syariah KKB iB juga memberi tenor cicilan hingga 60 bulan atau lima tahun.

Apa saja syarat-syarat buat mengajukan kredit mobil syariah dari BCA Syariah ini?

  • Berstatus WNI.
  • Usia minimal 21 tahun dan maksimal 55 tahun.
  • Sudah bekerja selama dua tahun.

Ini dokumen-dokumen yang harus dipersiapkan buat mengurus kredit mobil syariah BCA.

  • Fotokopi KTP.
  • Fotokopi KTP suami/istri.
  • Fotokopi kartu keluarga.
  • Fotokopi akta nikah/cerai.
  • Fotokopi NPWP atau SPT.
  • Fotokopi SIUP (wiraswasta).
  • Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP) (wiraswasta).
  • Fotokopi izin praktik (profesi).
  • Fotokopi akta pendirian (wiraswasta).
  • Slip gaji atau surat keterangan penghasilan (karyawan).
  • Fotokopi rekening 3 bulan terakhir.
  • Surat keterangan kerja asli (karyawan).

Tips memilih leasing syariah

Supaya kamu gak terjebak selama melakukan cicilan, ada baiknya untuk memerhatikan beberapa tips berikut:

  • Pilih kendaraan yang banyak dicari di pasaran agar harga jualnya tetap bersaing.
  • Bayar cicilan tepat waktu.
  • Cari perusahaan kredit yang terpercaya.
  • Ambil cicilan yang selama proses pembayaran ramah terhadap pelanggan agar gak timbul masalah.

5. Mobilima

Mobilima sebagai perusahaan fintech berbasis Syariah melakukan penjualan mobil dengan sistem kredit syariah. Dimana proses jual beli ini dilakukan dengan membeli unit mobil terlebih dahulu ke dealer secara cash dan kemudian akan dijual kembali ke kreditur dengan metode pembayaran cicilan.

Karena bergerak di bidang perkreditan syariah Mobilima secara gamblang menggunakan akad Murabahah yang artinya tidak ada istilah riba, denda bahkan penyitaan mobil.

Syarat yang harus dilampirkan jika tertarik mengambil kredit mobil syariah di Mobilima adalah sebagai berikut:

  1. Dokumen bagi karyawan
  • Fotokopi KTP pemohon
  • Fotokopi KTP pasangan serta fotokopi buku nikah bagi yang sudah menikah.
  • Fotokopi KK
  • Fotokopi slip gaji selama 3 bulan terakhir disertai surat keterangan penghasilan yang asli dan ditandatangani oleh pejabat terkait di perusahaan tempat bekerja.
  • Bukti rekening koran selama 3 bulan terakhir
  • Fotokopi bukti pemilikan rumah, misalnya melampirkan sertifikat tanah, girik, AJB hingga SPPT PBB.
  1. Dokumen bagi pelaku usaha
  • Fotokopi KTP pemohon
  • Fotokopi KTP pasangan serta fotokopi buku nikah bagi yang sudah menikah.
  • Fotokopi KK
  • Bukti rekening koran selama 3 bulan terakhir
  • Fotokopi bukti pemilikan rumah, misalnya melampirkan sertifikat tanah, girik, AJB hingga SPPT PBB.
  • Fotokopi laporan keuangan dari usaha yang dijalankan.
  1. Dokumen bagi badan usaha
  • Fotokopi KTP pemohon
  • Bukti rekening koran perusahaan dalam 3 bulan terakhir
  • Fotokopi laporan keuangan perusahaan

Jika semua persyaratan yang dibutuhkan sudah terpenuhi. Maka hal selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah masuk ke website Mobilima dan mulai menjelajah jenis mobil impianmu. Layanan Mobilima baru tersedia di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung dan sekitarnya.

6. KKB BRI syariah iB

Kamu bisa memanfaatkan KKB BRI Syariah iB untuk membeli mobil baru maupun bekas. Seperti lembaga keuangan syariah lainnya, KKB BRI juga menggunakan prinsip jual beli atau Murabahah.

Dengan begitu kamu bisa meminjam mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 1 miliar. Dengan ketentuan uang muka yang harus dibayar sebesar 30% dari jumlah pinjaman dan jangka waktu pelunasan dibatasi mulai dari 1 tahun sampai maksimal 5 tahun.

Syarat yang harus kamu penuhi saat mengajukan KKB ini adalah:

  • Minimal berumur 21 tahun dan maksimal 65 tahun saat pelunasan
  • Memiliki pekerjaan tetap (karyawan dan profesional min 2 tahun)
  • Kredit bersih dari masalah
  • Syarat untuk peserta asuransi jiwa terpenuhi
  • Memiliki rekening tabungan di bank BRI Syariah

Dokumen yang harus dilengkapi:

  1. Karyawan
  • KTP   
  • KK
  • Surat Nikah
  • Slip gaji terakhir
  • Rekening Koran 3 bulan terakhir
  • NPWP jika pinjaman diatas 50 juta
  1. Profesional
  • KTP
  • KK
  • Surat Nikah
  • Rekening Koran
  • Surat Ijin Praktek yang berlaku
  • NPWP jika pinjaman diatas 50 juta

Itu tadi pilihan kredit mobil syariah yang bisa kamu ajukan. Merasa informasi di atas belum lengkap? Kamu bisa cari tahu langsung dengan menghubungi nomor call center bank-bank di atas.

Namun, sebelum mengambil leasing syariah, ada baiknya mengecek kondisi kesehatan keuangan kamu secara online dan gratis di fitur Lifepal cek keuangan! 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →