Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Terbaik di Indonesia 2020

Begini lho cara dan syarat bagi kamu yang pengin kredit kepemilikan rumah

Kredit Pemilikan Rumah merupakan sebuah jawaban bagi siapa saja yang ingin memiliki rumah idaman. Pasalnya, membeli sebuah hunian bukanlah perkara yang mudah dan murah. 

Harga rumah yang melonjak setiap tahunnya bikin kita geleng-geleng kepala. Kalau naik terus bagaimana membelinya? Mau beli tunai dengan mengandalkan tabungan dari gaji, mungkin bakalan lama terkumpulnya. Utang ke kerabat, apa iya ada orang yang bakal meminjamkan uang tunai mencapai ratusan juta! 

Nah semua kegundahan bisa langsung terjawab dengan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Kamu gak perlu lagi nabung sampai belasan tahun atau ngutang sana-sini, cukup ajukan saja KPR ke bank-bank terpercaya. 

Kredit Pemilikan Rumah adalah?

Ini lho yang dimaksud dengan KPR
Ini lho yang dimaksud dengan KPR, (Shutterstock).

KPR merupakan program pembiayaan rumah secara mengangsur dalam tenor tertentu. Tenor KPR biasanya dimulai dari 1-25 tahun, tergantung dari kesanggupan calon pembeli.

Penyedia KPR sendiri merupakan perusahaan-perusahaan bank yang ada di Indonesia, mulai dari bank BUMN seperti BTN, sampai bank swasta kayak BCA. Bank-bank tersebutlah yang nantinya akan memberikan kredit ke pembeli untuk melunasi rumah. 

Selama masa kredit belum lunas, bank pemberi KPR menjadikan rumah tersebut sebagai jaminannya. Artinya, bila si nasabah tidak bisa melunasi kredit rumah bakalan disita oleh pihak bank. 

Mekanisme KPR

Begini lho mekanisme kamu mau kredit rumah
Begini lho mekanisme kamu mau kredit rumah, (Shutterstock).

Meskipun namanya kredit, kamu tetap saja harus menyerahkan uang muka atau DP ke pihak bank. Lalu, sisanya bakal dilunasi oleh pihak bank ke pengembang atau si penjual rumah. Apabila KPR diterima, hubunganmu dengan si penjual pun telah terputus, dan beralih ke pihak bank. 

Kamu gak lagi memiliki tanggung jawab melunasi sisa cicilan ke pengembang atau penjual rumah, melainkan ke pihak bank selama tenor yang dipilih. Perlu diingat, membayar cicilan per bulan ke bank bakal dikenakan bunga. Jadi kalau kamu memutuskan untuk KPR, berarti  telah memiliki kesepakatan untuk membayar lebih harga rumah yang nantinya bakal menjadi tempat mu berteduh.  

Jenis-jenis Kredit Pemilikan Rumah yang berlaku di Indonesia  

Di Indonesia ini lho jenis-jenis KPR yang ada
Di Indonesia ini lho jenis-jenis KPR yang ada, (Shutterstock).

Kredit Pemilikan Rumah di Indonesia memiliki banyak jenisnya. Tapi yang paling sering kamu dengar di antaranya KPR Konvensional, Syariah, dan Subsidi. Apa bedanya? 

1. KPR Konvensional 

Sejauh ini yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia adalah KPR Konvensional. KPR ini dikeluarkan oleh perbankan, namun bunga cicilannya mengikuti acuan suku bunga Bank Indonesia. 

Seandainya suku bunga turun, cicilannya pun mengalami penurunan. Namun jika suku bunga mengalami kenaikkan, ya kamu sebagai nasabah mau gak mau mesti membayar cicilan yang ikut naik. 

2. KPR Syariah 

Sama dengan KPR Konvensional, KPR Syariah juga diselenggarakan oleh bank-bank swasta atau BUMN. Tapi tingkat cicilannya menggunakan bunga flat. Artinya, dari awal sampai lunas, di pembeli rumah bakal membayar cicilan yang sama, gak terpengaruh suku bunga BI.

3. KPR Subsidi 

KPR Subsidi merupakan program kredit rumah yang dananya dibantu oleh pemerintah. Rumah KPR Subsidi biasanya lebih murah dari Konvensional dan Syariah, tapi program ini ditujukkan untuk masyarakat yang berada di kalangan menengah ke bawah. 

Besaran uang muka KPR bisa nol persen! 

Segini lho besaran uang muka buat kamu yang pengin kredit rumah
Segini lho besaran uang muka buat kamu yang pengin kredit rumah, (Shutterstock).

Uang muka atau DP KPR sebenarnya telah diatur oleh Bank Indonesia. Pembelian rumah pertama dan pembelian rumah kedua memiliki besaran uang muka yang berbeda pastinya. 

Bank Indonesia sempat memberikan batas minimal uang muka untuk pembelian rumah pertama sebesar 30 persen dari harga rumah dan 50 persen untuk pembelian rumah kedua.  

Pada Juli 2018, Bank Indonesia telah merevisi peraturan tersebut menjadi nol persen untuk pembelian rumah pertama. Syaratnya, down payment ini hanya berlaku untuk pembelian rumah sederhana tipe 21-70. 

Sementara untuk kepemilikan rumah kedua, pada bulan Desember 2019 lalu, Bank Indonesia juga telah memberikan keringanan uang muka rumah tipe 21-70 menjadi 10 persen dari harga rumah. 

Nah untuk soal uang muka, sebenarnya Bank Indonesia telah menyerahkan sepenuhnya ke pihak bank pemberi KPR. Bank bebas menentukan sendiri seberapa besar uang muka yang disyaratkan ke calon nasabah, bisa 0 persen, 1 persen, 5 persen, sampai 10 persen. 

Cicilan KPR ada yang flat dan ada yang floating 

Cicilan KPR ada yang flat dan floating lho
Cicilan KPR ada yang flat dan floating lho, (Shutterstock).

Nasabah yang memutuskan buat mengambil KPR, setiap bulannya memiliki kewajiban untuk melunasi sisa harga rumah yang telah dibayarkan pihak bank. Cicilan yang dibayar setiap bulannya terdiri dari utang pokok (sisa harga rumah yang belum dibayarkan) dan bunga dari bank. Bunga dari bank terdiri dari dua jenis, yaitu flat dan floating

1. Flat 

Flat maksudnya bunga yang dibayarkan dari awal cicilan sampai akhir sama, tidak berubah. Artinya besaran cicilan yang kamu bayarkan setiap bulan sama. 

Contohnya, jika kamu setiap bulan sepakat untuk membayar cicilan 4 juta, maka sampai lunas atau sampai periode tertentu yang disepakati bersama bank, kamu hanya perlu membayar Rp 4 juta per bulan. Biasanya yang menerapkan hal ini adalah KPR jenis Syariah. 

2. Floating 

Sementara floating, memiliki besaran bunga yang fluktuatif, bergantung dari suku bunga Bank Indonesia. Bisa saja di tahun pertama bunga kamu 10 persen, tapi di tahun berikutnya 13 persen. 

Tapi, kalau suku bunga BI turun, bunga KPR kamu juga mengikuti penurunan. Jadi cicilannya sedikit lebih ringan dibandingkan cicilan sebelumnya. 

Untuk saat ini, bank kadang memberlakukan bunga gabungan sebagai program promosi mereka. Misalnya, pemohon bisa menikmati promo bunga flat selama lima tahun, tapi-tahun berikutnya floating

Siapa yang boleh ikut KPR? Apa persyaratannya? 

Siapa saja sih yang udah boleh ikut persayaratan KPR
Siapa saja sih yang udah boleh ikut persayaratan KPR, (Shutterstock).

Semua orang bisa mengikuti program Kredit Pemilikan Rumah. Bahkan gak cuma orang yang berkeluarga saja, para milenial yang masih melajang juga bisa kok. Namun, pastikan dulu kalau pemohon telah memenuhi beberapa persyaratan yang disyaratkan. 

Persyaratan terdiri dari persyaratan umum dan persyaratan dokumen. Persyaratan dokumen sendiri berbeda-beda, tergantung dari status pekerjaan si pemohon. Contohnya syarat dokumen untuk pegawai dan wirausahawan berbeda. 

1. Persyaratan umum

  • Batas minimal usia pemohon 21 tahun
  • Atau usianya gak lebih dari 55 tahun saat tenor berakhir bagi karyawan, dan 65 tahun bagi wirausahawan dan profesional 
  • Memiliki pendapatan yang tetap 
  • Minimal sudah bekerja selama 2 tahun, baik untuk karyawan maupun profesional
  • Tidak memiliki masalah berkaitan dengan finansial, misalnya masuk dalam daftar hitam kredit macet

2. Dokumen syarat KPR rumah untuk karyawan 

  • Fotokopi KTP 
  • Fotokopi NPWP dan SPT Pajak
  • Fotokopi Akta Kelahiran 
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Fotokopi Surat Nikah bila sudah berkeluarga
  • Fotokopi Ijazah 
  • Fotokopi rekening koran (tiga bulan terakhir)
  • Fotokopi slip gaji
  • Fotokopi Surat Keterangan Kerja 

3. Dokumen syarat KPR rumah untuk wiraswasta 

  • Fotokopi KTP 
  • Fotokopi NPWP dan SPT Pajak
  • Fotokopi Akta Kelahiran 
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Fotokopi Surat Nikah bila sudah berkeluarga
  • Fotokopi Ijazah 
  • Fotokopi rekening koran (tiga bulan terakhir)
  • Fotokopi rekening koran perusahaan (tiga bulan terakhir)
  • Fotokopi dokumen-dokumen izin usaha, seperti SIUP, TDP, NPWP perusahaan
  • Fotokopi SK domisili perusahaan

4. Dokumen persyaratan KPR rumah untuk kalangan profesional 

  • Fotokopi KTP
  • Fotokopi NPWP dan SPT pajak
  • Fotokopi Kartu Keluarga 
  • Fotokopi Surat Nikah bisa sudah berkeluarga
  • Fotokopi Akta Kelahiran
  • Fotokopi Ijazah terakhir
  • Fotokopi rekening koran (tiga bulan terakhir)
  • Fotokopi rekening perusahaan (tiga bulan terakhir)
  • Fotokopi laporan keuangan (dua tahun terakhir)
  • NPWP Badan 
  • Surat Izin Praktek 

5. Dokumen yang dijadikan jaminan 

Sebagai pemohon KPR, kamu juga diminta untuk menyerahkan dokumen jaminan ke pihak bank. Jika rumah yang dijual merupakan bekas hunian oranglain, kamu harus menyerahkannya sendiri ke bank, tapi jika membeli rumah baru pihak pengembang yang akan menyerahkannya. 

  • Sertifikat kepemilikan rumah 
  • Izin Mendirikan Bangunan
  • Pajak Bumi dan Bangunan 
  • Surat tanda jadi dari penjual yang menyatakan setuju menjual rumah tersebut

Beberapa bank yang menyediakan Kredit Pemilikan Rumah beserta bunganya 

Seberapa banyak bank yang menyediakan fasilitas KPR
Seberapa banyak bank yang menyediakan fasilitas KPR, (Shutterstock).

Sudah banyak bank BUMN maupun bank swasta di Indonesia yang menyediakan program KPR. Berikut ini daftarnya,

1. Suku bunga KPR BCA – 5,62-7,62%

BCA menyediakan program cicilan flat 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun, sampai 5 tahun. Untuk suku bunga per tahunnya mulai dari 5,62-7,62 persen. Setelah itu, suku bunga berlaku floating

2. BTN – 8,99%

KPR dari BTN merupakan bank yang paling diminati oleh masyarakat. Alasannya adalah karena proses pengajuannya lebih mudah dibandingkan bank lainnya. Saat ini, BTN memiliki program KPR dengan cicilan flat 2 tahun dengan suku bunga per tahunnya 8,99 persen. 

3. BNI Griya – 6,75%

Program KPR dari BNI dikenal dengan BNI Griya. Saa ini, BNI Griya memiliki penawaran cicilan dengan bunga flat selama 2 tahun. Besaran suku bunga per tahunnya 6,75 persen per tahun, dan maksimal tenor 25 tahun. 

4. Bunga KPR Mandiri – 9,50% 

Mandiri memiliki program cicilan flat 1 tahun, dengan suku bunga 9,50 persen per tahunnya. Sementara untuk maksimal tenor cicilannya 15 tahun. 

5. Suku bunga KPR BRI – 9,75% 

Kalau kamu ingin mengambil program KPR BRI flat 3 tahun, suku bunga yang bakal dibebankan 9,75 persen per tahunnya. Sisanya bakal diberlakukan bunga floating, dengan masa tenor maksimal 20 tahun.

6. CIMB Niaga – 6,75-8,5% 

Kalau kamu memilih CIMB Niaga, mereka memiliki program cicilan flat 3 tahun dan 5 tahun. Suku bunga per tahunnya 6,75 persen sampai 8,25 persen, dengan masa tenor cicilan mencapai 25 tahun. 

7. Panin Bank – 10,28-11,98% 

Panin Bank menawarkan program Kredit Pemilikan Rumah dengan menyediakan tenor mencapai 20 tahun. Sementara program cicilan flat-nya ada yang satu tahun, dua tahun, dan tiga tahun. Suku bunganya mulai dari 10,28 persen sampai 11,98 persen. 

8. Bunga KPR Bukopin – 8,88% 

Tenor KPR di Bukopin maksimal sampai 20 tahun. Penawaran menarik mereka adalah cicilan flat 2 tahun dengan bunga mulai dari 8,88 persen. 

Langkah-langkah pengajuan Kredit Pemilikan Rumah  

Begini langkah-langkah bagi yang pengin ambil KPR
Begini langkah-langkah bagi yang pengin ambil KPR, (Shutterstock).

Banyak yang masih bingung terkait langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk mengajukan KPR sampai rumah bisa dihuni. 

  1. Pilih rumah yang ingin dibeli 
  2. Tentukan bank mana yang pengin kamu pilih untuk pengajuan permohonan KPR. Kalau bisa pilih bank yang memiliki tingkat bunga rendah dan penawaran promo menarik. 
  3. Persiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk pengajuan KPR, termasuk formulir pengajuan dari bank yang bersangkutan 
  4. Pihak bank kemudian bakal melakukan pengecekan terhadap rekam jejak kamu sebagai pemohon (dalam tahap ini, permohonan kamu bisa disetujui atau ditolak) 
  5. Jika disetujui, proses lanjut ke akad kredit 
  6. Saat akad kredit kamu diminta untuk menyerahkan uang muka dan bank akan melunasi biaya kekurangannya
  7. Selesai, kamu tinggal bayar cicilannya per bulan sesuai tenor yang diberikan. 

Beberapa penyebab kenapa KPR ditolak 

Ini lho alasan kenapa kamu mengajukan kredit rumah di tolak
Ini lho alasan kenapa kamu mengajukan kredit rumah di tolak, (Shutterstock).

Perlu diingat kembali, bahwa proses permohonan KPR ke bank tidak selamanya disetujui. Dalam beberapa kasus, bank memiliki wewenang untuk menolak permohonan kredit calon nasabah. 

Berikut ini, beberapa kasus yang menyebabkan permohonan Kredit Pemilikan Rumah ditolak, 

1. Dokumen persyaratan kurang lengkap 

Jangan harap KPR diterima kalau melengkapi dokumen persyaratan saja malas-malasan. Sebelum mengajukan, pastikan dulu kalau semua dokumen sudah kamu kumpulkan. Kan percuma aja kalau kamu udah bolak-balik ke bank tapi ternyata ditolak. 

2. Memiliki rekam jejak kredit yang macet 

Salah satu indikator KPR diterima adalah lolos BI checking. Proses ini dimaksudkan untuk menelusuri riwayat kredit kamu selama 24 bulan terakhir. Jadi kalau kamu masih punya kredit macet, segera lunasi tanggung jawab tersebut sebelum mengajukan KPR.

3. Tidak memenuhi persyaratan umum 

Misalnya kamu bekerja baru kerja 5 bulan, tapi sudah mencoba mengajukan permohonan KPR ke bank. Kemungkinan besar permohonan kamu bakalan ditolak. Karena di persyaratan umum disebutkan kalau pemohon minimal sudah bekerja selama 2 tahun. 

4. Gaji bulanan yang dinilai tidak mencukupi 

Sebenarnya tidak ada patokan, berapa gaji yang dimiliki oleh calon nasabah KPR untuk mengajukan permohonan. Tapi, bank biasanya melihat cicilan KPR sekitar 30-40 persen dari gaji pemohon. Jika melebihi 40 persen, besar kemungkinan cicilan bakal ditolak. 

Jadi misalnya, cicilan KPR Rp 3 juta per bulan, supaya aman gaji kamu harus minimal Rp 9-10 jutaan.

Itulah beberapa informasi tentang Kredit Pemilikan Rumah yang wajib kamu ketahui. Semoga artikel ini bisa memandu kamu mendapatkan rumah idaman untuk keluarga. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)