Jadi Ini Makna Kurs Pajak dan Fungsinya bagi Kita

manfaat mengetahui kurs bi

Apa itu kurs pajak? Kurs pajak adalah nilai kurs yang ditetapkan pada transaksi perpajakan di Indonesia. 

Biasanya diterapkan sebagai dasar pelunasan Bea Masuk, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Bea Keluar, dan Pajak Penghasilan (PPh).

Pelunasan tersebut kebanyakan terjadi menggunakan nilai mata uang asing sehingga nilainya harus diubah menjadi rupiah untuk keperluan pembuatan laporan kepada kantor pajak.

Peraturan kurs pajak

Peraturan Pemerintah No 1 Tahun 2012 mengatur kurs pajak
Peraturan Pemerintah No 1 Tahun 2012 mengatur kurs pajak

Kurs pajak tercantum di Pasal 14 Peraturan Pemerintah No 1 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan UU No 8 Tahun 1993 tentang PPN dan PPnBM sebagaimana telah beberapa kali mengalami perubahan. Serta, terakhir dengan UU No 42 Tahun 2009 tentang PPN dan PPnBM.

Penetapan kurs pajak adalah melalui keputusan Menteri Keuangan yang keluar setiap minggu dan berlakunya selama tujuh hari. Kurs ini wajib dilakukan pada tiap transaksi yang menggunakan mata uang asing.

Hal itu bertujuan agar bisa dikonversi ke rupiah demi mengetahui besaran pajak yang harus dibayarkan ke negara.

Jika kurs valuta asing (valas) sebuah negara tidak tercantum di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), maka nilai kurs yang bisa digunakan sebagai dasar pelunasan adalah kurs spot harian valas.

Kurs spot harian valas ini mengacu kepada pasar internasional yang mana pada nantinya dikonversi menjadi rupiah dengan menggunakan kurs sesuai dengan keputusan yang ada di Kemenkeu.

Tabel kurs pajak dari 1 April – 7 April 2020

Berikut ini adalah daftar kurs pajak yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 15/MK.10/2020.

Mata uang Nilai (Rp) Perubahan (Rp)
Dolar Amerika Serikat (USD) 16,345.00 565.00
Dolar Australia (AUD) 9,900.49 730.85
Dolar Kanada (CAD) 11,557.61 598.20
Kroner Denmark (DKK) 2,404.57 123.26
Dolar Hongkong (HKD) 2,108.36  74.98
Ringgit Malaysia (MYR) 3,741.97 151.80
Dolar Selandia Baru (NZD) 9,709.26 642.19
Kroner Norwegia (NOK) 1,530.82 134.99
Poundsterling Inggris (GBP) 19,836.29 1,395.70
Dolar Singapura (SGD) 11,385.80 478.66
Kroner Swedia (SEK) 1,632.40 96.69
Franc Swiss (CHF) 16,929.05 779.09
Yen Jepang (JPY) 14,932.12 525.03
Kyat Myanmar (MMK) 11.70 0.65
Rupee India (INR) 217.02 6.40
Dinar Kuwait (KWD) 52,029.29  1,211.54
Rupee Pakistan (PKR) 100.59 1.23
Peso Philipina (PHP) 320.15  12.33
Riyal Saudi Arabia (SAR) 4,349.10 152.21
Rupee Sri Lanka (LKR) 88.02 3.19
Bath Thailand (THB) 500.14 16.20
Dolar Brunei Darussalam (BND) 11,384.21 475.41
Euro Euro (EUR) 17,954.33 907.73
Yuan Renminbi Tiongkok (CNY) 2,302.81  80.53
Won Korea (KRW) 13.29 0.76

Bagaimana Cara Menggunakan Kurs Pajak?

Cara Menggunakan Kurs Pajak
Bagaimana cara menggunakan kurs pajak?

Ketika melakukan transaksi valas, maka kurs mata uang asing yang bisa digunakan adalah kurs pajak mingguan yang sudah diatur di peraturan Kemenkeu pada tanggal transaksi itu dilakukan.

Sebagai contoh, apabila wajib pajak ingin membayar pajak bank dari transaksi mata uang asing, maka nilai rupiah yang disetor kepada bank adalah hasil perkalian nilai mata uang asing dengan kurs mingguan pajak di Kemenkeu.

Biasanya, kurs mengarah kepada beberapa transaksi perpajakan yang meliputi Bea Masuk, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), dan Pajak Penghasilan (PPh).

1. Bea Masuk

Bea Masuk merupakan pungutan yang berlaku wajib oleh pemerintah terhadap barang impor yang masuk ke wilayah Indonesia. Tarif Bea Masuk sudah diatur oleh Kemenkeu dalam Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI).

Biasanya, tarif untuk Bea Masuk sebesar 7,5%. Tarif Bea Masuk ini yang akan dikalikan ke Nilai Dasar Pengenaan Bea Masuk (NDPBM). NDPBM merupakan harga barang ditambah nilai asuransi dan ongkos kirim. Ini rumus dasarnya. 

NDPBM = harga barang + nilai asuransi + ongkos kirim

2. PPN dan PPnBM

Pajak Pertambahan Nilai atau PPN adalah pungutan yang dibebankan kepada wajib pajak pribadi atau badan yang menjalankan transaksi jual beli barang atau jasa yang kena pajak.

Sementara PPnBM memiliki definisi yang sama dengan PPN, tapi berbeda pada objek pajak dan tarif pajaknya.

Objek pajak PPnBM merujuk kepada barang-barang yang mewah. Jenis pembayaran pajak di PPnBM wajib disetor dan dilaporkan di akhir bulan ke negara oleh penjual sebagai pengusaha yang kena pajak.

Pada dasarnya, tarif PPN sebesar 10%, tetapi tarif bisa berubah minimal 5% dan maksimal 15%, asalkan sesuai kondisi dari peraturan pemerintah yang berlaku.

Ada pun tarif PPnBM minimal sebesar 10% dan maksimal 20%, itu juga harus jenis barang yang diatur oleh peraturan pemerintah. Ini rumus dasar menghitung PPN atau PPnBM.

PPN atau PPnBM = Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) x tarif pajak yang berlaku

Namun, penghitungan PPN atau PPnBM untuk impor barang adalah NDPM + Bea Masuk + 10%. Sedangkan tarif PPN dan PPnBM untuk ekspor barang atau jasa, tidak dikenakan sama sekali atau 0%.

3. PPh

Pajak Penghasilan atau PPh adalah pungutan yang dibebankan kepada subjek pajak perorangan maupun badan atas penghasilan yang diterima.

Subjek pajak biasanya akan menghitung, menyetor, dan melapor PPh atas objek pajak penghasilan yang sesuai dengan UU No 36 Tahun 2008. Adapun rumus penghitungan PPh sebagai berikut.

NDPM + Bea Masuk + 7,5%

4. Bea Keluar

Bea Keluar merupakan pungutan yang dibebankan negara kepada barang ekspor yang mengacu pada UU Kepabeanan. Biasanya, Bea Keluar dikenakan kepada barang sumber daya alam (SDA) yang dimiliki negara.

Kemudian barang yang dikenakan Bea Keluar merupakan produk mentah atau setengah jadi.

Adapun rumus penghitungan Bea Keluar adalah:

Tarif Bea Keluar x Harga Ekspor satuan barang x Nilai tukar mata uang atau kurs pajak

Kapan Menggunakan Kurs Pajak?

Waktu menggunakan kurs pajak
Waktu menggunakan kurs

Bagi kalian yang bertransaksi dengan mata uang asing, maka kalian bisa menggunakan kurs pajak.

Karena, kurs digunakan hanya untuk transaksi yang berkaitan dengan perpajakan, seperti membuat faktur pajak serta laporan pajak ke kantor pajak.

Sedangkan Kurs Tengah Bank Indonesia (KTBI) digunakan sebagai nilai tukar untuk pembukuan akuntansi. Kurs ini akan menghitung nilai kurs beli dan kurs jual.

Jadi, Kurs Pajak dengan KTBI saling berkaitan. Keterkaitannya pada saat melakukan pencatatan dan pembukuan.

Ketika melakukan transaksi mata uang asing, semua mata uang asing tersebut akan dikonversi menjadi mata uang rupiah menggunakan kurs. Nilai transaksi konversinya akan menggunakan KTBI.