Memahami Kurva Penawaran untuk Membantu Membaca Tren Pasar

Kurva

Dalam kegiatan ekonomi, permintaan dan penawaran adalah hal yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya adalah hal yang mendasar dalam bidang ekonomi. 

Permintaan dan penawaran dapat dihitung dalam sebuah formula dan digambarkan dalam bentuk kurva. Nah, pada artikel kali ini Lifepal akan membahas soal kurva penawaran. 

Lewat kurva, kita dapat terbantu untuk mengetahui gambaran soal tren dan hubungan yang dikaitkan dengan permintaan dan penawaran. 

Agar lebih mengetahui dan memahami soal kurva penawaran, berikut penjelasannya. 

Cara Kerja Kurva Penawaran

Kurva penawaran menunjukkan grafis hubungan antara jumlah yang dipasok suatu komoditas dengan harganya. Hukum penawaran menyatakan, ada hubungan langsung antara harga dan jumlah yang dipasok serta ditawarkan dari suatu komoditas.

Representasi dari sebuah grafik yang menampilkan sebuah penawaran. Dalam sebuah grafik terdapat harga suatu produk. Harga produk diwakili pada sumbu Y. Selanjutnya jumlah atau kuantitas diwakili pada sumbu X. 

Kurva penawaran akan bergerak ke atas dari kiri ke kanan. Gerakan tersebut menyatakan penawaran hukum bahwa penawaran harga meningkat membuat jumlah yang ditawarkan juga meningkat. Berikut gambaran kurva penawaran. 

Sejumlah petani kedelai baru memasuki pasar. Mereka menebangi hutan untuk mendapatkan tambahan lahan yang digunakan untuk penanaman kedelai. 

Dalam skenario ini, produksi kedelai akan lebih banyak tapi harga tetap sama. Maka, kurva penawaran bergeser ke kanan dalam grafik. Dengan kata lain, pasokan akan meningkat.

Sementara itu, ada juga yang dapat menggeser kurva penawaran. Misalnya, faktor yang memengaruhi adalah perubahan harga produksi. 

Jika kekeringan menyebabkan harga air melonjak, kurva akan bergeser ke kiri. Dalam kondisi tersebut, petani bisa mengalihkan penanaman dengan menanam komoditas lain yang memang jenisnya tahan air, seperti jagung.

Apabila ada faktor lain yang memengaruhi produksi komoditas, misalnya teknologi baru pada benih yang tahan hama dapat meningkatkan hasil, maka kurva penawaran akan bergeser ke kanan. 

Jika harga kedelai ke depannya lebih tinggi dari harga saat ini, pasokan sementara akan bergeser ke kiri. Produsen memiliki insentif untuk menunggu untuk menjual.

Faktor yang Memengaruhi Kerja Kurva Penawaran 

Kerja karyawan

Kurva penawaran akan bergerak atau bekerja dengan dipengaruhi beberapa kejadian. Berikut sejumlah hal yang menggerakkan kurva penawaran.

  • Pada harga yang lebih tinggi, produsen menawarkan lebih banyak jumlah komoditas untuk dijual dan sebaliknya.
  • Pasokan komoditas tergantung pada harga barang terkait, terutama barang pengganti.
  • Jika ada perubahan dalam teknik produksi menyebabkan turunnya biaya produksi.
  • Jika upah tenaga kerja atau harga bahan baku naik, maka biaya produksi marginal juga akan naik.
  • Peningkatan cukai akan meningkatkan total biaya variabel perusahaan yang mana selanjutnya akan meningkatkan kurva biaya marginalnya.

Jenis Kurva Penawaran 

Kurva penawaran menjadi gambaran soal kemampuan sebuah produsen dalam menyediakan barang atau jasa. Penawaran barang atau jasa tersebut bergantung pada harga. 

Merujuk pada jenis penawaran yang terbagi menjadi dua, yakni penawaran individu dan penawaran pasar, maka kurva penawaran juga terbagi ke dalam dua jenis, yakni kurva penawaran individu dan kurva penawaran pasar. Berikut penjelasan jenis kurva dan contohnya.

1. Kurva penawaran individu 

Sebagaimana konsep individu atau tunggal, artinya penawaran dilakukan oleh seseorang atau satu lembaga atau badan usaha. Kurva ini menggambarkan naik atau turunnya jumlah barang dan harga barang yang ditawarkan oleh penawar. 

Semakin mahal harga yang ditawarkan, biasanya semakin tinggi jumlah barang yang diproduksi. Ini lumrah terjadi sebab penawar akan berusaha mendapatkan untung sebanyak-banyaknya saat harga mencapai titik tertinggi. Sebuah contoh berikut akan memberikan gambarannya.

Kedai Kopi Amro menawarkan sajian kopi arabika di musim hujan saat ini. Harga secangkir kopi panas atau dingin adalah Rp28 ribu dengan ketersediaan mencapai 100 cangkir pada pekan pertama November. 

Selanjutnya pada pekan kedua November, sajian kopi yang bisa dijual mencapai 50 cangkir dan pekan ketiga November naik menjadi 125 cangkir. Kedai Kopi Amro menambahkan jumlah bahan baku kopinya pada musim hujan karena permintaan akan kopi naik. 

2. Kurva penawaran pasar 

Penawaran pasar terdiri atas banyak penjual atas satu produk. Penawaran pasar sering juga disebut penawaran kolektif. Dalam pasar tersebut banyak orang, lembaga, dan badan yang menawarkan barang yang sama di pasar. 

Contoh: Di jalan Beringin Janggut, Palembang merupakan sentra makanan empek-empek. Sentra empek-empek terdiri atas banyak kedai yang menjual empek-empek. Hanya saja setiap kedai memasang harga empek-empek yang berbeda sesuai dengan kualitas yang dijual. 

Formula Hukum Penawaran

Kurva penawaran pasar menunjukkan jumlah gabungan yang dipasok barang dengan harga berbeda. Kurva penawaran pasar juga dikenal dengan jumlah horizontal dari semua kurva penawaran individual.

Fungsi penawaran adalah ekspresi matematika dari hukum penawaran. Dengan kata lain, fungsi penawaran menyatakan kuantifikasi hubungan antara jumlah yang dipasok dan harga suatu produk, sambil menjaga faktor-faktor lainnya, tetap  konstan. Hukum penawaran menyatakan sifat hubungan antara kuantitas yang dipasok dan harga suatu produk, sementara fungsi penawaran mengukur hubungan itu.

Kurva penawaran dapat dinyatakan sebagai berikut.

Sx = f (Px)

Sx = Kuantitas yang disediakan untuk produk X

Px = Harga produk X

f = Constant mewakili perubahan yang dihasilkan dalam Sx dengan satu unit perubahan dalam Px

Karakteristik Kurva Penawaran

Mengapa kurva penawaran umumnya miring ke atas?

Secara umum, harga yang lebih tinggi mendorong perusahaan untuk menghasilkan lebih banyak. Ini karena harga yang lebih tinggi berpotensi menghasilkan keuntungan lebih banyak dari barang yang diproduksi.

Dalam jangka pendek, biaya produksi (biaya marginal) dipengaruhi oleh hukum pengembalian marginal yang semakin menurun. Meningkatkan output dengan modal tetap mengarah ke titik di mana biaya marginal naik dengan cepat sehingga perusahaan memerlukan harga yang lebih tinggi untuk mengimbangi biaya produksi yang lebih tinggi. 

Contoh Kurva Penawaran

Kurva

Pemahaman kita akan kurva penawaran akan Lifepal lengkapi dengan contoh kurva penawaran. Kita mengambil contoh di sektor pertanian. Ketika harga cabai merah naik, maka petani akan memilih untuk menanam tomat lebih sedikit. Sebaliknya, petani akan lebih banyak menanam cabai merah. Walhasil saat panen, jumlah cabai meningkat di pasar. 

Tingkat kenaikan harga yang diterjemahkan menjadi kenaikan kuantitas disebut elastisitas penawaran atau elastisitas harga penawaran. Jika kenaikan 50 persen pada harga cabai menyebabkan jumlah cabai yang diproduksi naik 50 persen, elastisitas penawaran kedelai adalah 1. 

Jika kenaikan 50 persen pada harga cabai merah hanya berdampak kepada meningkatnya kuantitas yang dipasok sebesar 10 persen, maka elastisitas penawaran adalah 0,2. 

Kurva penawaran lebih dangkal alias lebih dekat ke horizontal untuk produk dengan pasokan lebih elastis. Di lain sisi, kurva penawaran lebih curam (lebih dekat ke vertikal) untuk produk dengan pasokan kurang elastis.

Faktor-faktor lain juga dapat menyebabkan perubahan dalam kurva penawaran, seperti teknologi. Setiap kemajuan yang meningkatkan produksi dan membuatnya lebih efisien dapat menyebabkan pergeseran ke kanan dalam kurva penawaran. 

Demikian pula, ekspektasi pasar dan jumlah penjual (atau persaingan) dapat memengaruhi kurva juga.
Sekian informasi soal kurva penawaran. Semoga bermanfaat bagi kita yang hendak memulai bisnis, ya!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →