Cara Lapor Pajak Online SPT Tahunan Pribadi

mendaftar wajib pajak

Setiap wajib pajak harus melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau memanfaatkan situs DJP.

Terutama untuk pelaporan melalui situs DJP dinilai sangat memudahkan proses lapor pajak online yang sedianya dilakukan bulan Maret tiap tahun. Pelaporan pajak online dikenal juga dengan istilah e-filling pajak pribadi. Layanan ini tidak terbatas pada perorangan saja, tetapi badan usaha pun bisa memanfaatkannya juga. 

Selain melalui situs DJP Online, wajib pajak juga bisa melaporkan SPT pajak, melalui ASP (Application Service Provider) resmi yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pajak, di antaranya adalah:

  1. www.spt.id
  2. www.online-pajak.com
  3. www.pajakku.com
  4. www.klikpajak.id
  5. eform.bri.co.id
  6. aspbni.bni.co.id
  7. PT Prima Wahana Caraka

Syarat Lapor Pajak Online SPT Tahunan Pribadi

 lapor pajak online

Sebelum melaporkan SPT Pajak tahunan pribadi melalui layanan e-filling dalam situs DJP Online, ada beberapa syarat yang harus Anda penuhi, yaitu:

  1. Memiliki surel aktif.
  2. Memiliki nomor ponsel aktif.
  3. Memiliki NPWP..
  4. Telah mengaktifkan nomor pajak online EFIN (Electronic Filling Identification Number).
  5. Telah mengaktifkan akun dengan mengaktifkan tautan di surel pribadi dari situs DJP Online.

Kelima syarat di atas wajib dimiliki jika Anda ingin melapor pajak secara online.

SPT Pajak yang Wajib dilaporkan Secara Online melalui e-filling

  • SPT Masa PPh Pasal 21.
  • SPT Masa PPh Pasal 26.
  • SPT Masa PPN / PPnBM 1111.
  • SPT Tahunan Badan bagi Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang menerbitkan e-Faktur.

Langkah-Langkah Lapor Pajak Online dengan Mudah

Langkah-Langkah Lapor Pajak Online dengan Mudah

Langkah-langkah lapor pajak online dapat mengikuti petunjuk berikut ini secara berurutan. Cara berikut ini untuk formulir 1770 SS yang mana penghasilan pelapor pajak kurang dari Rp60 juta per tahun.

  1. Buka situs djponline.pajak.go.id.
  2. Login dengan memasukkan NPWP, kata sandi, dan kode keamanan yang ditampilkan.
  3. Pilih menu e-Filling.
  4. Pilih menu Buat SPT.
  5. Jawab pertanyaan yang diberikan.
    1. Apakah Anda mengelola usaha atau seorang pekerja lepas? Pilih Tidak.
    2. Apakah Anda seorang suami atau Istri yang menjalani kewajiban terpisah (MT) atau pisah harta? Pilih Tidak.
    3. Apakah penghasilan bruto yang Anda peroleh selama setahun kurang dari Rp60 juta rupiah? Pilih Ya.
  6. Setelah menjawab, klik SPT 1770 SS.
  7. Isi data formulir dengan lengkap.
    1. Tahun pajak sebelumnya, contohnya jika lapor tahun 2019 berarti pilih tahun 2018.
    2. Pilih status SPT normal.
  8. Kemudian isi formulir pajak penghasilan sesuai dengan bukti potong 1721 A1/A2.
  9. Mengisi penghasilan yang dikenakan PPh Final dan yang dikecualikan dari objek pajak penghasilan, seperti halnya hadiah, warisan, dan pendapatan sampingan lainnya.
  10. Mengisi daftar harta dan kewajiban seperti utang kredit rumah atau kredit kendaraan.
  11. Setelah lengkap, review SPT yang sudah Anda isi dan ambil kode verifikasi dengan memilih menu klik “di sini”. Kode verifikasi dikirimkan melalui SMS atau surel. Pastikan keduanya aktif.
  12. Isi kode verifikasi dari SMS atau surel ke dalam kolom yang disediakan.
  13. Klik Kirim SPT.
  14. SPT Tahunan Anda sudah berhasil dikirimkan.
  15. Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) SPT Tahunan PPh bisa langsung Anda cek melalui surel.

Hal yang Harus Diperhatikan saat Lapor Pajak Online

Demi memastikan tidak ada gangguan saat mengisi pelaporan, beberapa hal ini perlu Anda perhatikan.

  • Pastikan koneksi internet stabil.
  • Agar terhindar dari kesalahan, gunakan laptop saat melaporkan pajak SPT tahunan secara online.
  • Pilih waktu yang tepat untuk menghindari traffic pengguna yang sedang padat, misalnya di malam hari.
  • Pastikan bahwa seluruh kolom di formulir telah terisi dengan benar.
  • Jika Anda belum mendapatkan BPE SPT Tahunan melalui surel, artinya ada kemungkinan bahwa proses pelaporan telah gagal dan harus mengulang proses pengisian e-filling.
  • Pastikan EFIN dan alamat surel terus aktif dan terverifikasi dengan benar.
  • Jika gagal melalui situs DJP Online, Anda bisa menggunakan situs ASP lain yang direkomendasikan oleh Ditjen Pajak.   

Denda Keterlambatan Lapor SPT Tahunan

Denda Keterlambatan Lapor SPT Tahunan

Tanggal jatuh tempo pelaporan SPT Tahunan adalah tanggal 31 Maret. Dalam hal ini, disarankan untuk melaporkan SPT pajak tahunan secepatnya setelah laporan pajak tahunan telah didapatkan. Hal ini bisa dilakukan sebagaimana pelaporan secara online bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja.

Namun, berbicara mengenai keterlambatan pelaporan, wajib pajak akan dikenai denda sebesar:

  • SPT Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Rp500 ribu per masa pajak.
  • SPT (PPN) masa lainnya, Rp100 ribu per masa pajak.
  • SPT Tahunan (PPh) Wajib Pajak Orang Pribadi, Rp100 ribu.
  • SPT Tahunan (PPh) Wajib Pajak Badan, Rp1 juta. 

Layanan Bantuan Pajak Online

Layanan Bantuan Pajak Online

Bagi Anda yang mengalami kendala ataupun memiliki pertanyaan, bisa langsung menghubungi layanan pajak online DJP.

  • Telepon 1500200.
  • Twitter @kring_pajak.
  •  Live Chat di situs pajak.go.id.

Dengan memanfaatkan berbagai layanan lapor pajak online tersebut, Wajib Pajak menjadi lebih mudah dalam melaporkan pajak tahunan tanpa harus antre di kantor pajak. Terutama bagi perusahaan yang memiliki jumlah karyawan yang cukup banyak, karyawan tidak perlu izin keluar kantor untuk melaporkan pajaknya ke kantor pajak terdekat.

Tanya Ahli Hukum Lifepal
Tanya Ahli Hukum Lifepal

Aplikasi penyedia pelaporan pajak bagi SPT pribadi tidak dikenakan biaya. Begitu juga dengan menggunakan layanan e-filling DJP Online. Namun, sebaiknya berkas persyaratan dan kelengkapan disimpan untuk digunakan kembali pada tahun pelaporan berikutnya. 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →