Ketahui Cara Menulis Laporan Hasil Wawancara di Sini!

Wawancara kerja

Wawancara adalah salah satu cara untuk menggali informasi, meminta keterangan, dan klarifikasi dari orang lain sebagai narasumber.

Kegiatan wawancara biasanya berkaitan dengan pencarian berita dan penelitian. Dalam praktiknya kita dituntut untuk melakukan persiapan yang matang agar proses wawancara bisa berjalan dengan lancar.

Jika wawancara untuk kepentingan berita dan media cetak, kita tuangkan hasil wawancaranya dalam bentuk teks berita dengan berbagai jenis. Pada artikel ini kita akan bahas secara mendalam format penulisan laporan wawancara. Namun, alangkah baiknya kita singgung persiapan sebelum dan saat wawancara.

Persiapan Sebelum Wawancara

Persiapan memegang peran penting dalam melancarkan sesuatu, termasuk wawancara. Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan sebelum eksekusinya. Yuk, kita bahas bersama!

1. Menggali tema wawancara secara mendalam

Kita harus mengetahui secara pasti apa tema yang diangkat dalam wawancara. Persiapan ini memungkinkan kita untuk menggali lebih detail informasi terkait. Setelahnya kita bisa analisis masalah apa yang bisa ditanyakan ke narasumber nantinya.

2. Menentukan narasumber dan ketahui latar belakangnya

Narasumber yang kita tentukan harus sesuai dengan tema yang kita ambil. Jangan sampai kita salah menentukan narasumber. Ketika kita akan membahas masalah kesehatan, tentunya narasumber yang cocok adalah Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas, dan lainnya.

3. Menyusun pertanyaan

Setelah tema dan narasumber sudah ditentukan, kita bisa langsung menyusun daftar pertanyaan wawancara. Pastikan semua pertanyaan terkait dengan tema yang akan dibahas. 5W+1H bisa kita gunakan sebagai pembuka kalimat tanya.

Kiat-kiat saat Wawancara Berlangsung

Tiba saatnya wawancara, ada beberapa hal yang wajib kita perhatikan, loh!

1. Datang tepat waktu

Dalam wawancara, waktu sangatlah berharga. Setelah sebelumnya telah membuat perjanjian untuk wawancara, tentunya waktu wawancara juga sudah ditentukan. Usahakan kita datang lebih dulu dari narasumber. Ingat bahwa kita yang membutuhkan narasumber. Kita harus hargai waktu orang lain.

2. Perkenalkan diri dan jelaskan maksud serta tujuan

Salami narasumber ketika pertama kali bertemu. Jangan lupa kita perkenalkan diri dan langsung jelaskan maksud dan tujuan secara singkat. Kesan baik yang kita ciptakan di awal akan sangat baik untuk membangun interaksi.

3. Siapkan alat perekam

Kita bisa memulai sesi wawancara dengan mengeluarkan daftar pertanyaan dan alat perekam yang akan membantu kita menangkap segala informasi yang nantinya akan dituangkan dalam laporan hasil wawancara.

Format Laporan Hasil Wawancara

Setelah semua proses di atas kita jalani, hasil wawancara perlu kita tuangkan dalam sebuah laporan karena sangat penting untuk dijadikan sebagai bukti di samping alat rekam, apalagi laporan itu bisa mempermudah kita dalam menganalisis kata demi kata yang keluar dari mulut narasumber. Alhasil, semua pertanyaan mampu terjawab satu persatu.

Dalam pembuatannya terdapat format yang bisa diaplikasikan dalam penulisan laporan ini, yaitu format pertanyaan-jawaban dan narasi.

1. Format tanya-jawab (Q&A)

Format ini mengharuskan kita menuliskan latar belakang dan identitas dari narasumber. Selain itu, kita tambahkan informasi mengenai tempat wawancara dan tema yang diangkat. 

Dalam format ini, kita bisa memakai inisial untuk penanya dan narasumber. Setiap setelah inisial kita langsung tuliskan jawabannya tanpa harus ada tanda petik. Format ini sangat mudah diaplikasikan. Pada akhir laporan ini kita perlu menuliskan kesimpulan dari apa yang dibahas.

Berikut contoh penulisan format tanya-jawab (QnA):

Kita harus membuat inisial dari penanya dan narasumber terlebih dahulu, contohnya inisial P untuk penanya dan inisial DU untuk narasumber bernama Dolores Umbridge.

Dolores Umbridge dan saya bertemu di Taman Bungkul untuk mengonfirmasi kematian anaknya yang misterius di rumahnya setahun silam. Dolores Umbridge adalah Warga Negara (WN) Swedia berusia 35 tahun dan sudah tinggal di Surabaya selama tiga tahun. Kini ia tetap berusaha untuk mengungkap kematian putra dan putri kecil tercintanya yang baru berusia lima tahun dan enam tahun, Myrtle Warren dan Cedric Diggory.

P: Bagaimana pengembangan penyelidikan kasus kematian anak Anda?

DU: Saat ini masih dalam tahap rekonstruksi untuk kesekian kalinya. Namun, saya bersyukur akhirnya beberapa fakta terungkap. Sampai saat ini saya masih belum percaya anak saya meninggal. Saya sangat berharap tersangka segera tertangkap.

Contoh di atas adalah contoh format tanya-jawab. Selanjutnya kita bisa menuliskan kesimpulan atas apa yang kita bahas dengan narasumber pada bagian akhir laporan.

2. Format narasi 

Format ini kita pakai jika narasumber tidak terlalu responsif dan aktif dalam menjawab pertanyaan yang dilontarkan. Apalagi tidak banyak terdapat pernyataan-pernyataan yang bagus. Pada bagian ini kita bisa menulis tanda petik di setiap kalimat yang dilontarkan dengan ditambahi narasi terkait.

Yuk, kita lihat contoh di bawah ini!

Rina Kawaei, anggota grup idola AKB48, dan saya bertemu di Gate A Tokyo Dome guna mengkonfirmasi kejadian mengerikan saat handshake festival yang dijalaninya minggu lalu. Tangannya disayat oleh seorang penggemar laki-laki saat berjabat tangan.

“Saya sangat terkejut saat kejadian itu, kejadiannya sangat cepat,” ungkapnya. Dia terlihat gugup saat menceritakan kejadian itu. Yang bisa dia lakukan hanya menggenggam bekas sayatan di tangan kirinya.

Seperti di format sebelumnya, format ini juga membutuhkan penutup atau kesimpulan di akhir laporannya.

Kedua format laporan di atas akan sangat mudah dipahami jika pembuka, isi, dan penutup dibuat sedemikian rupa. Maka dari itu, untuk menyusun semua runtutan laporan, mari kita bahas outline laporan wawancara!

Outline Laporan Wawancara

Berikut ini adalah outline yang bisa kita gunakan baik untuk melaporkan hasil wawancara dari format Q&A dan Narasi.

  • I. Pendahuluan.

Bagian ini berisi informasi terkait narasumber, tema, dan tempat wawancara berlangsung. Hal menarik bisa dituliskan di bagian ini.

  • II. Paragraf 1

Topik pertama yang didapatkan

  • III. Paragraf 2

Topik kedua yang didapatkan

  • IV. Paragraf 3

Topik ketiga yang didapatkan

  • V. Penutup

Berisi kesimpulan hasil wawancara

Nah, itulah informasi terkait laporan hasil wawancara yang bisa kita pakai. Selamat mencoba!

Oya, selama menyusun hasil wawancaranya, jangan lupa untuk menjaga kesehatan, ya. Lebih bagus lagi jika kita memproteksi diri dengan asuransi. Coba saja lihat langsung di Lifepal untuk mendapatkan referensi produk asuransi kesehatan yang terbaik. Yuk, dicek sekarang di Lifepal!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →