Begini Cara Membaca Laporan Keuangan Perusahaan

manfaat laporan arus kas

Laporan keuangan perusahaan adalah laporan yang menjelaskan kondisi finansial dan kinerja perusahaan dalam periode tertentu. 

Selain dari itu, data yang terkandung di dalamnya dapat menunjukkan kesehatan perusahaan dan berguna untuk para pemegang saham, pemilik bisnis, hingga manajemen perusahaan.

Kendati demikian, banyak di antara kita yang belum paham betapa pentingnya dan bagaimana cara membaca laporan keuangan dengan benar. Untuk itu, yuk pelajari artikel yang ditulis Lifepal berikut ini!

Pentingnya Bisa Membaca Laporan Keuangan Perusahaan

Tidak hanya untuk orang keuangan, laporan keuangan perusahaan sebenarnya bisa bermanfaat untuk kita yang awam soal finansial. Pasalnya, dalam berbisnis, perusahaan memang bersinggungan dengan banyak pihak. Kita memerlukan kemampuan membaca laporan keuangan perusahaan bila;

1. Berkarier di bidang manajemen perusahaan

Sebagai profesional yang bekerja di perusahaan, paham laporan keuangan perusahaan adalah hal wajib, apalagi bila sudah masuk level manajemen dan direksi. Laporan tersebut bisa menjadi dasar bagi kita untuk menyusun rencana kerja, pelaksanaan, hingga evaluasi. 

2. Ingin mulai bermain saham

Banyak perencana keuangan menyarankan sebagian dari penghasilan kita dialokasikan untuk investasi saham. Langkah ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan aset yang kita miliki. Tapi, bermain saham memerlukan pengetahuan, salah satunya membaca laporan keuangan perusahaan agar bisa menilai mana saja yang bisa mengembalikan profit. 

3. Meniti bisnis

Sebagai seorang calon wirausahawan atau pemilik perusahaan, kita wajib paham membuat dan membaca laporan keuangan perusahaan. Ilmu ini penting agar bisa mengelola dan mengevaluasi kinerja perusahaan yang dirintis. Jadi, kita bisa mengukur berapa pendapatan, aset, keuntungan, dan lain-lain.

Membaca Laporan Keuangan Perusahaan

Banyak orang berpikir bahwa membaca laporan keuangan perusahaan itu sulit dan membingungkan. Pasalnya, dalam satu laporan terdapat begitu banyak tabel dan angka. 

Ternyata, setiap tabel itu menunjukkan data yang bermacam-macam loh! Ada yang berupa laba-rugi, arus kas, perubahan modal, neraca, dan catatan atas laporan keuangan. Berikut ini Lifepal jabarkan jenis dan cara membaca laporan keuangan.

1. Laporan laba rugi (Income Statement)

Laporan ini berfungsi untuk menunjukkan apakah bisnis berada di posisi laba atau rugi. Laporan laba rugi terbagi menjadi dua, yakni pendapatan dan beban, yang masing-masing terdiri dari operasional dan non-operasional.

Komponen yang ada di dalamnya adalah pendapatan, laba rugi usaha, beban pinjaman, beban pajak, laba atau rugi perusahaan, pos luar biasa, dan hak minoritas. 

Yang dimaksud dengan pos luar biasa adalah laba atau rugi yang didapatkan pada momen khusus saja, sementara hak minoritas merupakan kepentingan kepemilikan saham milik anak perusahaan yang tidak dimiliki perusahaan induk. 

Nah, pada bagian ini kita perlu mencermati, apakah perusahaan untung atau rugi dan seberapa besar pendapatan yang kita dapatkan. Bandingkan pendapatan dan harga pokok penjualan (HPP). Setelah itu, bandingkan juga data pendapatan dan beban dengan laporan tahun sebelumnya. 

2. Laporan arus kas (cash flow)

Laporan arus kas menunjukkan aliran masuk keluarnya dana perusahaan. Jenis ini dapat membantu kita memproyeksikan arus kas di masa depan dengan laporan terkini. 

Komponen dalam laporan arus kas di antaranya kas operasional, kas dari investasi, dan kas dari pendanaan. Kas investasi adalah keluar-masuknya dana yang berkaitan dengan investasi perusahaan, lalu kas dari pendanaan adalah penerimaan modal untuk perusahaan. 

Laporan ini berguna bila pemegang saham bertanya-tanya, mengapa perusahaan tidak membagikan dividen, padahal ekuitasnya tinggi. Bisa jadi karena arus kas sedang kosong atau tidak memiliki persediaan kas yang cukup. 

3. Laporan perubahan modal 

Laporan perubahan modal menunjukkan data mengenai jumlah modal yang dimiliki perusahaan. Kita bisa memahami maju mundurnya suatu perusahaan dari seberapa besar penambahan modalnya. 

Komponen laporan ini terdiri dari modal awal perusahaan, jumlah laba bersih, dan penambahan modal.

4. Laporan neraca (balance sheet)

Melalui laporan neraca, kita bisa mengetahui kondisi, informasi, dan posisi keuangan perusahaan pada waktu yang ditentukan. Tiga unsur laporan ini adalah aset, liabilitas (beban), dan ekuitas (modal), di mana aset merupakan liabilitas ditambah ekuitas.

Laporan ini menunjukkan apakah perusahaan sedang baik-baik saja melalui data jumlah kekayaan perusahaan, yakni jumlah kas, bank, piutang, dan lain-lain. Perusahaan bisa dinilai berjalan lancar jika kasnya cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional. 

Kebutuhan tersebut misalnya melakukan kewajiban membayar utang kepada vendor atau bank, membayar dividen kepada pemegang saham, memiliki persediaan bahan baku untuk diproduksi dan barang jadi untuk dijual kembali. Selain itu, juga fasilitas sarana prasarana yang cukup untuk menunjang aktivitas perusahaan.

5. Catatan atas laporan keuangan

Catatan atas laporan keuangan adalah informasi tambahan yang dilampirkan pada bagian terakhir laporan keuangan perusahaan yang berfungsi melengkapi data nominal. Tujuannya dari adanya bagian ini agar pembaca bisa menilai keuangan perusahaan secara lebih komprehensif.

Selain itu, catatan atas laporan keuangan membantu banyak pihak memahami isi laporan, tidak hanya manajemen perusahaan sehingga meminimalkan kesalahpahaman. Oleh sebab itu, laporan ini harus bisa menjawab perkembangan posisi dan keadaan fiskal perusahaan, juga bagaimana hal itu dicapai. 

Lalu, apa saja komponen informasi yang disajikan? 

  • Penjelasan Perusahaan, mengandung sejarah berdirinya perusahaan, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), visi dan misi, penyertaan dan penawaran saham, penubuhan badan hukum, serta profil direksi dan komisaris.
  • Kebijakan Akuntansi Penting Beserta Pos-pos Laporan Keuangan yang berisi asumsi dasar dalam penyusunan laporan, pengukuran laporan keuangan, penggunaan multicurrency, dan lain-lain.
  • Kebijakan PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) untuk menyampaikan segi pencatatan apa saja yang layak dilakukan dalam akuntansi.
  • Pengguna laporan keuangan, yaitu berisi pernyataan tentang siapa yang bisa menggunakan laporan keuangan. Misalnya pemerintah, pemegang saham, masyarakat, atau yang lain.
  • Pengungkapan lainnya, catatan ini bisa berisikan informasi yang diperlukan untuk menghindari kesalahpahaman para pembaca dalam memahami laporan, misalnya kesalahan catat. 

Demikian jenis dan cara membaca laporan keuangan perusahaan. Sekarang, kita tidak lagi bingung untuk memahaminya.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →