Pengertian Laporan Keuangan dan Esensi Penunjangnya

laporan keuangan

Laporan keuangan adalah catatan yang menjadi kesimpulan terkait kondisi keuangan suatu instansi. Pada penerapannya, laporan ini akan dimanfaatkan sebagai tolok ukur kinerja perusahaan bersangkutan secara keseluruhan.

Penyampaian informasi yang terkandung di dalamnya dianggap sebagai salah satu medium penunjang sebuah pelaporan keuangan. Meski begitu, laporan keuangan tetaplah sebuah informasi yang sangat bermanfaat bagi:

  • Pemasok
  • Kreditur
  • Pemberi pinjaman
  • Investor
  • Pelanggan
  • Karyawan
  • Pemerintah
  • Masyarakat

Proses penyusunannya menggunakan berbagai sumber data. Mulai dari faktur, bon, nota kredit, laporan, bank, dan lain sebagainya. Semua data tersebut digunakan untuk mengisi buku laporan dan menjadi bukti keabsahan transaksi.

Laporan keuangan disusun secara berkala yang mana menjadikannya saling terkait pada tiap periode secara kontinu dan berkesinambungan. Kealpaan dalam menyusun laporan pada satu periode akuntansi akan menjadikan laporan pada periode berikutnya tidak optimal.

11 pendapat ahli yang menjelaskan pengertian laporan keuangan 

Terdapat beberapa pendapat dari para ahli, buku-buku yang mereka tulis, dan instansi terkait yang menjelaskan tentang pengertian laporan keuangan. Berikut penjelasan dari 11 di antaranya.

Pendapat Ahli Penjelasan
SAK (Standar Akuntansi Keuangan) Bagian dari proses pelaporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan dalam berbagai cara, seperti  sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana, catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.
Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) (2012:5) Struktur yang menyajikan posisi keuangan dan kinerja keuangan adalah sebuah entitas.

Tujuan umum dari laporan keuangan ini untuk kepentingan umum adalah penyajian informasi mengenai posisi keuangan (financial position), kinerja keuangan (financial performance), dan arus kas (cash flow) dari entitas yang sangat berguna untuk membuat keputusan ekonomis bagi para penggunanya.

Sundjaja dan Barlian (2001:47) Suatu laporan yang menggambarkan hasil dari proses akuntansi yang digunakan sebagai alat komunikasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan dengan data keuangan atau aktivitas perusahaan.
Machfoedz dan Mahmudi (2008:1.18) Hasil akhir dari proses akuntansi. Proses akuntansi dimulai dari bukti transaksi, kemudian dicatat dalam harian yang disebut jurnal, kemudian secara periodik dari jurnal dikelompokkan ke dalam buku besar sesuai dengan transaksinya, dan tahap terakhir dan proses akuntansi adalah penyusunan laporan keuangan.
Munawir (1991:2) Proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengkomunikasikan data keuangan.
Sofyan S. Harahap dalam buku “Analisa Kritis Atas Laporan Keuangan) (2006:105) Laporan yang menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu.
Bridwan (2004:17) dalam buku “Intermediate Accounting” Ringkasan dari suatu proses pencatatan, merupakan suatu ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan.
Sutrisno (2012:9) Hasil akhir dari proses akuntansi yang meliputi dua laporan utama yakni neraca dan laporan laba-rugi.

Laporan keuangan disusun dengan maksud untuk menyediakan informasi keuangan suatu perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan sebagai bahan pertimbangan di dalam mengambil keputusan.

Gitman (2012:44) Annual report that publicly owned corporations must provide to stockholders; it summarizes and documents the firms financial activities during the past year.
M. Sadeli (2002:2) Hasil dari proses akuntansi dan merupakan informasi histories.

Akuntansi adalah proses pengidentifikasian, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi untuk membentuk pertimbangan dan mengambil keputusan yang tepat bagi pemakai informasi tersebut.

Gumanti (2011:103) Ringkasan dari harta, kewajiban dan kinerja operasi selama suatu periode akuntansi tertentu.

Karakteristik laporan keuangan yang ideal

ciri-ciri laporan keuangan

Konten sebuah laporan bisa saja terkesan membingungkan dikarenakan poin-poin yang wajib disampaikan memang kompleks. Walau demikian adanya, kualitas yang disampaikan tetap harus dikedepankan dalam memberikan manfaat yang tepat bagi pihak-pihak yang dituju.

Ada beberapa karakteristik utama yang perlu diperhatikan dalam menyusun laporan keuangan yang ideal, yaitu:

Karakteristik Penjelasan
Mudah dipahami oleh target Penyusun perlu menimbang batasan kemampuan pemahaman pihak-pihak pembaca yang dituju.

Tentu sebaiknya dibedakan bagi pembaca pada tingkatan pemerintah atau investor dengan pembaca awam yang berasal dari kalangan pelanggan dan masyarakat umum.

Berisi informasi relevan Tentu saja seluruh informasi yang mendukung laporan keuangan yang lengkap perlu disampaikan, namun perlu diperhatikan juga apakah bisa bermanfaat bagi pembaca.

Di mata seorang pimpinan perusahaan, laporan akan membantunya menilai kualitas manajemen di perusahaannya.

Namun di mata pelanggan, informasi tersebut membantunya mengambil keputusan apakah akan mengandalkan produk dari perusahaan tersebut untuk menunjang usahanya.

Berisi informasi yang andal Penyusun harus dapat bertanggung jawab saat dihadapkan dengan kualitas dan keabsahan laporannya.

Dengan demikian, informasi yang diberikan tidak akan menyesatkan pembaca.

Sinkron dengan laporan sebelumnya Laporan keuangan yang sudah dibuat secara berkala harus menggunakan referensi data-data dari laporan pada periode sebelumnya.

Melalui sinkronisasi data yang benar, maka pembaca pun bisa mengambil keputusan dengan tepat.

Tujuan membuat laporan keuangan

Tujuan dari pembuatan laporan keuangan adalah memberikan informasi finansial perusahaan yang pada nantinya akan dimanfaatkan pihak-pihak tertentu dalam mengambil keputusan ekonomi. Idealnya, laporan ini merefleksikan dampak dari keputusan keuangan dan peristiwa-peristiwa di periode lalu.

Pada umumnya, informasi tersebut menyangkut:

  • Posisi keuangan terkini.
  • Kinerja perusahaan dalam memanfaatkan sumber keuangannya.
  • Perubahan posisi keuangan menyangkut laba dan rugi pada satu periode terakhir.

Terutama bagi pihak-pihak eksternal yang berkepentingan akan mengambil poin dari laporan keuangan tentang bagaimana manajemen perusahaan memperlihatkan tanggung jawabnya dalam memaksimalkan sumber daya yang dipercayakan kepadanya.

Dengan demikian, pihak eksternal dapat mengambil keputusan dengan tepat entah mereka ingin mempertahankan atau menjual investasi di dalam perusahaan tersebut. 

Pada sisi lain, yaitu bagi pemilik atau pimpinan perusahaan, laporan keuangan dapat dijadikan referensi untuk memperpanjang kontrak kerja manajemen atau justru melakukan penggantian manajemen.

Jenis-jenis laporan keuangan

jenis laporan keuangan

Laporan keuangan sebenarnya menjadi bagian dari proses pelaporan keuangan. Ibaratnya seperti potongan puzzle yang harus disusun agar lengkap. Nah, laporan keuangan yang lengkap biasanya terdiri atas empat jenis, yakni:

1. Laporan laba rugi (profit and loss statement)

Laporan laba rugi menjelaskan tentang kinerja keuangan suatu entitas bisnis dalam satu periode akuntansi. Di dalam laporan ini terdapat informasi mengenai unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga diketahui untung atau rugi bersih.

2. Laporan perubahan modal (capital statement)

Laporan perubahan modal berisi pertambahan atau pengurangan nilai modal/ekuitas perusahaan pada periode tertentu. Laporan ini dapat memberikan informasi seberapa besar perubahan modal yang terjadi dan apa saja penyebab perubahan tersebut.

3. Laporan neraca (balance sheet)

Laporan neraca keuangan berisi informasi kondisi finansial suatu entitas bisnis pada tanggal tertentu. Dari laporan ini kita dapat mengetahui berapa jumlah aktiva (harta dan aset), kewajiban (utang), dan ekuitas perusahaan.

4. Laporan arus kas (cash flows)

Laporan arus kas yang dipakai untuk menunjukkan aliran masuk dan keluar kas perusahaan pada suatu periode akuntansi. Laporan ini juga menjadi alat pertanggungjawaban cash flow selama periode pelaporan.

5. Catatan atas laporan keuangan

Catatan atas laporan keuangan terletak di bagian terakhir. Isinya mencakup penjelasan secara terperinci terkait isi empat laporan pendukung di atas. Umumnya yang mencantumkan catatan ini adalah perusahaan go public atau setidaknya perusahaan yang berskala besar. 

Apa saja manfaat menyusun laporan keuangan?

Pada dasarnya, laporan keuangan berfungsi sebagai alat untuk membantu perusahaan dalam menilai kondisi keuangan perusahaan secara umum. Setiap perkembangan perusahaan tercatat di dalamnya. Dengan begitu bisa digunakan sebagai bahan evaluasi untuk menyusun strategi perusahaan pada periode selanjutnya.

Tidak hanya itu saja, masih ada beberapa fungsi yang tidak kalah penting, yakni:

1. Membantu perusahaan dalam proses pengambilan keputusan

Laporan keuangan dapat memberikan data atau informasi yang komprehensif tentang posisi keuangan perusahaan. Sebuah ulasan mengenai kondisi perusahaan secara menyeluruh, khususnya kondisi keuangan. Baik data aset perusahaan, utang, biaya operasional, dan lain-lain.

Informasi mengenai kondisi keuangan ini bisa dijadikan bahan evaluasi dan pertimbangan dalam mengambil keputusan penting bagi perusahaan.

2. Membantu perusahaan menilai, memprediksi pertumbuhan, dan menyusun strategi baru 

Dengan adanya informasi keuangan, kita dapat menilai bagaimana kondisi perusahaan di masa sekarang dan meramalkan kondisi perusahaan di masa mendatang. 

Bahkan kita bisa memakainya untuk menyusun strategi baru dalam upaya meningkatkan performa bisnis. Sebab, di dalamnya terdapat pola pertumbuhan keuangan perusahaan yang dapat dianalisis dan diprediksi.

3. Menilai aktivitas pendanaan dan operasi perusahaan

Informasi mengenai kondisi keuangan juga dapat membantu kita dalam menilai aktivitas investasi dan kemampuan operasional perusahaan pada satu periode tertentu.

4. Meningkatkan kredibilitas perusahaan

Dengan menyusun laporan, artinya kita telah menerapkan suatu sistem rekap data yang tepercaya, akurat, dan tidak sembarangan dalam mengambil keputusan. Para pemegang saham tentu lebih percaya menginvestasikan uang mereka kepada perusahaan yang dipercaya dan memiliki kredibilitas yang baik.

7 langkah mudah menyusun laporan keuangan

laporan keuangan perusahaan

Jika kita telah terbiasa menyusun laporan tiap akhir periode, tentu hal itu tidak lagi jadi momok. Tetapi bagi kita yang belum terbiasa, tujuh langkah mudah ini bisa jadi panduan.

Langkah 1: Membuat neraca saldo

Yang harus kita lakukan adalah menyusun daftar rekening-rekening buku besar dengan saldo debit dan kredit. Neraca saldo ini disusun bila semua jurnal sudah dibukukan ke masing-masing rekeningnya.Penyusunan ini dilakukan sebelum membuat jurnal penyesuaian sehingga disebut juga neraca saldo yang belum disesuaikan.

Ini adalah langkah pertama untuk membuat jurnal penyesuaian dan neraca lajur. Neraca saldo juga digunakan untuk memeriksa keseimbangan debit dan kredit dari seluruh rekening buku besar.

Langkah 2: Mengumpulkan data untuk membuat jurnal penyesuaian

Sering kali saat menyusun laporan kita menemukan ketidaksesuaian keadaan pada akhir periode akuntansi dengan transaksi yang tercatat. Maka kita perlu mengumpulkan data tertentu yang nantinya akan digunakan sebagai dasar untuk membuat jurnal penyesuaian

Langkah 3: Membuat neraca lajur (daftar kerja)

Neraca lajur (daftar kerja) adalah suatu langkah untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan. Penyusunan neraca lajur dimulai dari neraca saldo dan disesuaikan dengan data yang diperoleh dari data yang telah kita kumpulkan sebelumnya. 

Saldo yang sudah disesuaikan akan nampak dalam kolom neraca saldo disesuaikan dan merupakan saldo-saldo yang akan dilaporkan dalam neraca dan laporan laba rugi.

Langkah 4: Membuat laporan keuangan laba rugi dan neraca

Setelah membuat neraca lajur, selanjutnya kita menyusun laporan keuangan yang berisi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal/ekuitas, dan laporan arus kas. Laporan dapat disusun langsung dari neraca lajur sebab di dalamnya sudah dipisahkan jumlah-jumlah yang akan dilaporkan dalam neraca dan laporan laba rugi.

Kolom neraca dan laba rugi dalam neraca lajur (daftar kerja) diubah bentuknya sehingga laporan akan mudah dibaca dan dianalisis.

Langkah 5: Menyesuaikan dan menutup rekening-rekening

Data yang kita peroleh saat mengumpulkan data digunakan sebagai dasar untuk membuat jurnal penyesuaian yang perlu dan kemudian dibukukan ke rekening-rekening dalam buku besar. Setelah rekening-rekening disesuaikan, langkah selanjutnya adalah membuat jurnal penutupan buku.

Jurnal penutupan adalah jurnal untuk menutup semua rekening nominal ke rekening rekening laba rugi dan memindahkan saldo rekening laba rugi ke rekening laba tidak dibagi.

Langkah 6: Membuat neraca saldo setelah penutupan

Jurnal penyesuaian dan penutupan telah kita bukukan ke masing-masing rekeningnya. Maka untuk memeriksa keseimbangan debit dan kredit rekening-rekening yang masih terbuka, kita perlu membuat neraca saldo sesudah penutupan.

Langkah 7: Menyesuaikan kembali rekening-rekening

Langkah terakhir adalah membuat jurnal penyesuaian kembali yakni jurnal untuk menghapus rekening-rekening antisipasi (accrued) dan transitoris (prepaid) yang timbul dari jurnal penyesuaian akhir periode dan mengembalikannya ke rekening nominal.

Jurnal penyesuaian kembali dibuat pada hari pertama periode berikutnya untuk memudahkan pembuatan jurnal periode berikutnya. Yang harus kita ingat, jurnal ini hanya untuk memudahkan pembuatan jurnal periode berikutnya. 

Dengan mengikuti tujuh langkah di atas, menyusun laporan keuangan tidak akan membuat kening kita berkerut, kok. Cukup simpel dan mudah, bukan?

Jangan pernah menganggap remeh aktivitas ini di akhir periode agar kelemahan dan kekuatan bisnis kita dapat dianalisis melalui laporan keuangan dan ditingkatkan pada periode selanjutnya. Semoga sukses!