Layanan Digital Perbankan Bisa Kurangi Karyawan Bank

Tempo/ Imam Sukamto

Perkembangan Teknologi Informasi (TI) yang semakin pesat memberikan dampak yang besar terhadap layanan perbankan digital kepada nasabah.

Selain memberikan kemudahan dari sisi teknologi, efisiensi dan kecepatan juga menjadi keunggulan tersendiri layanan perbankan digital.

Di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator telah mengeluarkan aturan yang memberikan landasan hukum bagi perbankan nasional dalam mengembangkan layanan perbankan digital.

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan OJK Nomor 12/POJK.03/2018 tentang Penyelenggaraan Layanan Perbankan Digital oleh Bank Umum.

Kepala Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK, Antonius Hary mengatakan, pihaknya sedang melakukan kajian terhadap dampak perkembangan layanan perbankan digital di Indonesia utamanya dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM).

“Dampak ke SDM kami sedang lakukan kajian mengenai dampak digitalisasi perbankan dan fintech kepada bank,” ujar Hary saat konferensi pers di Kantor Pusat OJK, Jakarta Pusat, Kamis (27/9/2018).

Namun demikian, pihaknya memprediksi, kebutuhan SDM industri perbankan bisa saja terjadi karena adanya perkembangan layanan digital.

“Saya yakin mungkin ada efisiensi pengurangan (SDM), tapi mungkin bisa dialokasikan ke bidang-bidang yang membutuhkan karyawan banyak seperti IT,” ungkapnya.

Akan tetapi, OJK menyatakan, perkembangan layanan digital juga akan menumbuhkan berbagai usaha baru yang didukung dengan perbankan digital.

“Akan timbul usaha baru, yang dulu bukan usaha, sekarang jadi usaha, dengan ini urbanisasi akan berkurang, di desa saja bisa usaha. Kalau pun nanti ada pengurangan dan akan berpindah, kesempatan bisnis baru akan pertumbuhan, tetapi kami sedang kaji,” tambahnya.

Di Indonesia sendiri baru ada dua bank dari 114 bank yang memiliki layanan perbankan digital. Dua bank tersebut adalah PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) dengan produk Jenius dan BTPN WOW serta DBS dengan Digibank.

OJK melihat perkembangan layanan perbankan digital sangat diperlukan bagi masyarakat.

Kini gaya hidup masyarakat yang menginginkan layanan serba online, praktis, cepat, dan aman menjadi perhatian OJK selaku regulator ekosistem keuangan di Indonesia.

 

Selain itu, OJK mengungkapkan ada berbagai manfaat dan keuntungan baik dari industri bank maupun nasabah bila layanan perbankan digital semakin pesat.

Keuntungan Perbankan

Internet banking (Ilustrasi).

Dari sisi perbankan akan meningkatkan efisiensi operasional, mulai dari peningkatan otomasi proses, minimasi penggunaan kertas atau kartu, kerja sama dengan pihak ketiga, dan optimalisasi Sumber Daya Manusia (SDM).

Selain itu, dapat meningkatkan layanan kepada nasabah melalui customer engagement dan loyalty dengan pemanfaatan data nasabah.

Kemudian, mempertahankan eksistensi bank dengan inovasi dan perkembangan Teknologi Informasi yang berkelanjutan.

Keuntungan Nasabah

trik menabung
Ilustrasi penggunaan mobile banking

Dari sisi nasabah, perkembangan layanan digital juga akan memberikan dampak positif, mulai dari efisiensi waktu, tenaga, dan biaya.

Nasabah dapat dengan mudah pembukaan rekening tanpa batasan waktu dan tempat.

Selain itu, proses transaksi lebih aman dan sesuai kebutuhan, seperti menggunakan QR Code, sidik jari, dan face recognition.

Kemudian, dapat mengelola keuangan lebih bijak melalui layanan yang disediakan perbankan.

 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →