Lebih Baik Masak Makanan Sendiri di Rumah atau Beli? Mana yang Lebih Hemat?

masak makanan sendiri

Terkadang bosan atau gak punya waktu lebih untuk masak makanan sendiri di rumah ya. Pilihannya ya antara tetap memasak atau beli makanan di luar. Pertanyaan tersebut mungkin sering dilontarkan setiap hari.

Beli makanan pasti lebih praktis dan gak perlu capek menyiapkan segala bahan-bahannya, membeli makanan di luar menjadi pilihan banyak keluarga. Padahal, memasak sendiri di rumah lebih baik dari segi keuangan dan kesehatan.

Selain pastinya lebih murah, menu masakan rumah juga bisa disesuaikan dengan selera. Memang sih, kesibukan sehari-hari membuat kita enggan memasak sendiri.

Sebenarnya kita cuma perlu meluangkan waktu sebentar untuk menyiapkan makanan yang menyehatkan. Nggak perlu jenis masakan yang susah-susah, yang penting bergizi dan murah.

Jangan abaikan juga soal jaminan biaya berobat di rumah sakit untuk seluruh keluarga nih. Manfaatkan asuransi kesehatan keluarga supaya kamu gak perlu pusing lagi memikirkan biaya berobat yang kemahalan.

Menyesuaikan budget

Jangan lalai soal menyusun budget, karena menyusun budget itu penting selama kita hidup. Tujuannya agar pengeluaran nggak melebihi pendapatan.

Semisal nih, budget untuk makan selama ini Rp2 juta per bulan. Budget tersebut biasanya buat makan di luar. Coba mulai kurangi budget tersebut menjadi Rp1,5 juta per bulan dan mulai dengan kebiasaan memasak di rumah.

Setelah itu coba bikin pos-pos pengeluaran. Contohnya:

  • Beras satu bulan: Rp200 ribu
  • Sayur dan lauk pauk: Rp1 juta (Rp1 juta : 30 hari = Rp33 ribu)

Budget Rp33 ribu per hari tersebut bisa untuk masak sederhana buat keluarga dengan menu seperti sayur sop, bayam, tempe, tahu dan lain sebagainya. Menu tersebut bisa buat 3 kali makan.

Coba bandingkan jika kita beli makanan di warteg. Rata-rata harga makanan di warteg mulai dari Rp10 ribu dengan lauk sederhana. Kalau dalam satu keluarga ada 3 anggota, berarti satu kali makan saja sudah Rp30 ribu. Nah, kalau makannya 3x sehari berarti: Rp30 ribu x 3 = Rp90 ribu.

Yuk, hitung-hitungan jika memasak di rumah

Dengan rajin belanja ke pasar di pagi hari, kita bisa memasak untuk seharian loh. Biar gak digetok penjual dengan harga selangit, kamu bisa cek dulu harga kebutuhan pokok di Informasi Pangan Jakarta

Contohnya mau memasak sayur sop:

  • Sayur mayur: Rp20 ribu
  • Ayam satu ekor: Rp35 ribu
  • Tempe: Rp6 ribu

Strateginya adalah sayur mayur dan ayam tersebut jangan diolah sekaligus. Tapi dibagi secukupnya untuk stok esok hari.

Misalnya saja hari ini bikin sayur sop dengan lauk ayam dan tempe plus sambal. Sisa ayam dan sayur mayur tersebut bisa digunakan untuk memasak semur ayam keesokan harinya. Jangan simpan terlalu lama ya, karena bisa gak fresh bahkan busuk.

Kalau kamu punya pertanyaan terkait perencanaan keuangan lainnya sekaligus mendapatkan berbagai tips mengelola kebutuhan finansial, konsultasikan saja di Tanya Lifepal!

Gak cuma soal penghematan

Selain itu, memasak makanan di rumah juga bisa digunakan sebagai penyaluran hobi. Memasak merupakan aktivitas yang bermanfaat buat keluarga. Misalnya, agar lebih dekat dengan si kecil sekaligus mengajarinya memasak.

Gak mustahil juga loh untuk memulai bisnis sampingan seperti catering atau warung makan. Bisnis makanan ini adalah salah satu usaha yang gak bakal mati. Selama bisa mengedepankan inovasi dan mengemasnya sedemikian rupa agar berbeda dari kompetitor.

Soal modal nggak usah khawatir. Banyak kok bank yang menawarkan kredit usaha mikro. Asalkan memenuhi syarat, dana pasti cair.

Nah, kalau sudah tahu segi penghematannya, masih ngotot juga buat jajan setiap hari di luar?

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →