Lebih Hemat Mana, Membeli Barang Grosir atau Eceran?

membeli barang grosir

Siapa manusia di dunia ini yang gak butuh belanja? Ya, mungkin ada orang yang masih hidup dengan cara berburu dan meramu di tengah hutan belantara sana.

Tapi, buat mereka yang tiap hari suka browsing dan chit-chat di kafe, masak gak butuh belanja? Belanja sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian manusia.

Tapi gaya belanja tiap orang bisa berbeda-beda. Mungkin Jessica suka belanja eceran dua kali dalam sebulan. Tapi Rani bisa jadi lebih suka belanja grosir, jadi hanya sebulan sekali atau malah dua bulan sekali belanja.

Membeli barang grosir atau eceran punya kelebihan dan kelemahan masing-masing. Bisa saja Jessica lebih suka ngecer lantaran tipe belanja itu lebih cocok dengan dia. Begitu juga Rani.

Tapi, bicara soal penghematan, membeli barang grosir atau eceran tentu menjadi pilihan yang serius. Kira-kira, mana yang lebih hemat di antara dua gaya belanja itu?

Barang yang sering dibeli secara borongan biasanya yang tahan lama dan digunakan secara rutin dalam periode tertentu. Contoh barang tersebut antara lain:

  • – Detergen
  • – Sabun mandi
  • – Sampo
  • – Minyak goreng
  • – Makanan instan

Adapun barang yang umumnya dibeli secara eceran biasanya yang dipakai dalam keadaan segar. Misalnya:

  • – Sayuran
  • – Daging sapi/ayam
  • – Ikan
  • – Bahan makanan
  • – Telur

 Melihat karakteristik masing-masing di atas, bisa dibilang membeli barang grosir dan eceran bisa dilakukan secara bersama-sama saat belanja. Tinggal dilihat saja, mana yang cocok dibeli secara grosir, mana yang ngecer.membeli barang grosir

Beli grosiran sih boleh-boleh aja, tapi jangan diborong semua sampai kayak mau buka toko ya!

Jadi, tinggal dihitung harga dan kebutuhan untuk menentukan langkah penghematan. Belanja eceran bisa hemat, begitu juga grosir.

Demikian pula sebaliknya. Beli eceran atau grosir bisa sama borosnya. Sebab, langkah penghematan datang dari sendiri, bukan ditentukan oleh gaya belanja.

[Baca: 3 Trik yang Bikin Belanja Bulanan di Supermarket Lebih Menguntungkan]

Memang, barang grosiran lebih murah jika dibandingkan dengan barang satuan. Umpamanya harga kopi instan satu sachet Rp 1.500. Jika beli serenteng sekalian, harga satuannya menjadi Rp 1.300 saja.

Tapi harga itu menjadi mahal jika ternyata rasa kopi gak cocok di lidah. Baru minum satu sachet, udah gak doyan. Otomatis sisanya jadi mubazir, kebuang gak dikonsumsi. Padahal udah keluar duit untuk satu renteng.

[Tambah Tabungan Mommies Lewat 7 Tips Menghemat Uang Belanja Bulanan Ini Yuk!]

Karena itulah perlu rencana matang sebelum beli grosir. Anggapan beli banyak lebih murah jangan sampai ditelan mentah-mentah. Berikut ini tip agar beli grosir benar lebih murah:

1. Beli yang dibutuhkan

Misalnya dalam 1 bulan menghabiskan satu pasta gigi. Buat apa beli pasta gigi promo beli 3 gratis 1?

Pasta gigi yang terakhir dipakai umurnya menjadi lebih pendek daripada yang pertama dipakai alias masa kedaluwarsanya lebih dekat. Yakin kesegarannya sama dengan yang pertama dipakai?

2. Cek tanggal kedaluwarsa

Jangan sampai ngiler beli barang banyak sekalian tanpa mengecek tanggal kedaluwarsa. Ada lho, barang yang sengaja dijual secara rombongan karena masa kedaluwarsanya hampir habis.

Biar gak rugi gitu mereka. Kalau kedaluwarsa kan otomatis udah gak bisa dipakai lagi. Jadi, dijual lah banyak-banyak dengan iming-iming diskon biar ruginya gak banyak, atau malah mereka tetep untung meski sedikit.

Kita sebagai konsumen gak bisa nyalahin mereka juga. Kita hanya bisa teliti saat membeli. Jangan sampai beli banyak-banyak tapi sebagian udah kedaluwarsa pas mau dipakai.

3. Tahan diri

Beli barang grosiran mengundang perilaku konsumtif. Tahu di rumah ada detergen banyak, lalu pas nyuci dibanyak-banyakin lah itu detergen. Padahal sedikit saja udah cukup.

Walhasil detergen jadi cepat habis. Dari yang mulanya satu bulan satu detergen menjadi satu bulan dua detergen. Malah jadi ngerogoh kantong lagi.

membeli barang grosir

Harga grosir emang biasanya lebih murah, tapi jangan boros juga, kadang beli ecer juga lah

Dalam soal penghematan, beli grosir atau eceran bisa sama hematnya. Atau malah sama borosnya. Yang lebih penting adalah perilaku kita sendiri dalam belanja dan konsumsi. Jadi, mau grosir atau ngecer, silakan pilih yang paling cocok dan pastikan tanggung jawab keuangan dilaksanakan sebaik-baiknya.

[Baca: Coba Cek, 15 Kebiasaan untuk Mengatur Keuangan Pribadi yang Baik Ini Udah Kamu Lakuin Belum?]

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →